Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
Cemburu, benarkah


__ADS_3

Kehidupan Andien setelah hari itu benar-benar tidak ada perubahan apapun .Dia malahan sudah melupakannya secara tidak sadar.


Andien yang sekarang sudah kembali menjadi Andin seperti sebelum menikah. Dia sudah kembali ceria dan kembali berbaur bersama teman-temannya di SMA.


Dia juga terkesan aktif di dalam grup pemuja Robert. Sering berbicara tentang keseharian Robert dan tentang pacar nya yang berapa kali tertangkap mengirimkan Robert ke sekolah.


Perubahan yang sebenarnya terjadi kepada Robert sendiri. Entah bagaimana dia tidak lagi merasa nyaman dengan perlakuan Serra yang berlebihan.


Serra adalah wanita karir yang super sibuk dan waktu yang dia miliki bersama Sera juga sedikit singkat. Namun baik nya Serra juga kerap kali bermalam di apartemen Robert untuk mengisi waktu berharga mereka.


Malam ini Serra pulang ke apartemen agak telat sekitar jam 09.00 malam. Walaupun begitu dia masih memiliki acara lain setelah itu.


"Robert aku ada perjamuan di rumah kolega bisnis ku, bisakah kau menemani aku ke sana tidak nyaman pergi sendirian" kata Serra.


Tentu saja sebagai seorang pacar Robert harus mengiyakan permintaan itu. Lagi pula mereka bisa pacaran terang-terangan saat ini.


sebagai seorang pebisnis muda Robert sangat tahu pertemuan seperti ini terkadang melibatkan bisnis milyaran rupiah.


Robert memang kerap menangani beberapa masalah di dalam perusahaan ayahnya.Namun begitu Robert sama sekali tidak pernah menghadiri acara seperti ini.


Jika dipikir lagi dia harus belajar tentang kegiatan-kegiatan formal seperti ini.Bukankah suatu saat dia juga perlu menghandle sendiri perusahaan ayahnya tersebut, secara dia adalah putra satu-satunya.


Setelah mendapatkan jawaban langsung dari Robert Serra sangat senang .Dia langsung memesan pakaian di butik ke kenalan nya.


Pasangan ini segera bergegas pergi ke sana dengan mobil Serra. Tiba di butik yang dimaksud Serra menarik Robert untuk masuk ke dalam butik itu.


"Selamat datang Nona Serra pakaian yang anda pesan sudah ada silakan coba di ruang pas terlebih dahulu"kata seorang pelayan yang menyambut kedatangan Serra.


Serra adalah pelanggan tetap jadi beberapa pelayan sudah mengenalinya.


Dua pelayan lain datang membawa satu pakaian untuk Robert dan yang lain nya untuk Serra sendiri.


"sayang coba deh kamu masuk ke dalam dan pakai pakaian itu aku sudah memilihnya secara khusus lho untuk kamu" kata serra yang mendorong robert ke ruang ganti.


Tentu saja Robert tidak menolak dengan perawatan ini. Jujur dia malah menyukai Serra yang seperti sekarang.


Setelah robert masuk ke ruang ganti Serra tidak buru buru memasuki ruangan yang lainnya untuk berganti pakaian. Dia ingin melihat bagaimana penampilan Robert kali ini.


Tidak lama kemudian Robert keluar dari kamar ganti dan pemandangan indah tersaji di depan mata Serra.


Robert mengenakan atasan kemeja dengan mantel celana Chino dan sepatu pantofel. Dia memakainya tanpa menggunakan dasi.


Memakai setelan seperti ini pribadi Robert menjadi naik 160 derajat. Robert sebenarnya sudah tampan tapi memakai pakaian seperti ini membuat ketampanannya jadi lebih keluar.


Serra berdecak kagum dan bertepuk tangan melihat gaya yang dipakai oleh Robert kali ini.


Plok..plok...plok..


Di matanya ini adalah sosok CEO yang menjanjikan di masa depan.


"sayang aku tidak tahu kamu sangat sangat tampan memakai pakaian seperti ini ,hem kenapa kamu tidak menggunakannya ini sehari-hari?"kata Serra yang merasa takjub.


Kenapa dia tidak tahu jika Robert sebenarnya adalah sosok yang setampan ini .Bahkan kadar ketampanannya melebihi dari mantan suaminya. Untung saja kesempatan untuk memiliki Robert masih terbuka, jika tidak dia pasti akan menangis setelah tahu.


"Serra kamu lupa jika aku ini seorang guru sekolah.Mana ada guru yang pergi mengajar memakai jas"kata Robert yang mau tidak mau mengagumi ketampanannya sendiri di kaca besar.


"hahaha aku sempat lupa sayang, sebaiknya kamu berhenti deh jadi guru. Kenapa nggak jadi CEO aja kan cocok" kata Sera yang terselip lidah.


Robert mengernyitkan dahi mendengar kata-kata itu "apakah Sera mengetahui sesuatu "pikirnya.


Tapi robert langsung mengenyahkan pikiran itu.Dia tetap tersenyum pada Sera karena pujiannya mungkin dari dalam hati Serra sendiri.


Setelah berlama-lama menatap ketampanan Robert Serra akhirnya masuk juga ke dalam ruangan ganti. Sebenarnya pakaian ini sudah dia pesan satu minggu yang lalu harganya masih mencapai jutaan rupiah.


Pakaian seperti ini kerap diperlukan untuk setiap kali dia pergi ke perjamuan makan dengan kolega. beberapa orang bahkan memujinya cantik dan seksi dengan pakaian pesta.


Sekarang dia ingin membuka cakrawala Robert sendiri tentang artinya kecantikan itu yang sebenarnya.


Serra berpikir jika Robert melihat tampilan seperti ini kemungkinan besar Robert akan langsung jatuh dan berlutut ingin minta menikah.


Tidak lama kemudian Serra keluar dari ruangan ganti dan Robert langsung ternganga melihat penampilan Serra saat ini.


Serra memakai pakaian merah marun yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih. bagian kerah atasnya begitu jatuh hingga menampilkan panorama indah di sana.


Bagian bawah gaun pula berbahan sutra dengan belahan rok hingga pangkal paha ,dia menyempurnakan penampilannya dengan ini.


Penampilan ini sangat manis dan terkesan seksi namun begitu Robert tidak berpikir demikian.


Ini terlalu seksi.


"robot cantik nggak aku memakai pakaian ini?"


"cantik sih tapi terlalu seksi"kata Robert dengan jujur.


Serra tersenyum manis dia pikir ini adalah pujian dari Robert sendiri. Ada kalung berlian putih dan anting-anting yang belum sempat dia pakai. Jadi dia mengarahkan agar Robert mengenakan itu untuk nya.


"sayang tolong pasangin untuk aku ya" kata Serra dengan nada sedikit genit.


Tapi Robert tidak maju malah berkata lagi"Serra pakaian ini terlalu seksi, bisakah kau menggantinya dengan pakaian yang sedikit tertutup?"


"Eh barusan kamu bilang cantik kok disuruh ganti sih?"

__ADS_1


"cantik sih tapi terlalu seksi aku nggak suka kecantikan kamu dilihat oleh pria manapun selain aku"


"Hem jadi ceritanya kamu cemburu nih, sayang kamu harus tahu punya pacar cantik itu beresiko loh.Tapi jangan khawatir aku hanya untukmu laki-laki lain itu anggap aja sampah hahaha" Sera sepertinya senang mendengar Robert ini sedang cemburu dengan kecantikannya sendiri. Seperti yang dia harapkan sewaktu memesan pakaian ini.


"Serra aku tuh serius aku bukan cemburu tapi ini agak keterlaluan menurutku, jadi ganti ya" bujuk Robert lagi.


Sebagai seorang laki-laki dia juga menyadari nalurinya terhadap lawan jenis. Apa yang dipakai oleh Serra ini sebenarnya membangkitkan semangat kelaki-lakiannya secara tidak sadar.


Jika dia saja sudah berpikiran demikian .Bagaimana dengan laki-laki lain yang sebentar lagi akan menyaksikan keindahan ini dengan mata telanjang.


Sampai di sini Serra tidak menyadari arti sebenarnya perkataan robot ini dia justru menganggap ini lucu. tanpa malu Serra mengalungkan lengannya di leher Robert dan mencium bibirnya sekilas.


Padahal beberapa pelayan masih ada di sana.Serra tidak malu sama sekali tapi Robert menjadi risih karena ini.


"sayang jangan khawatir aku hal yang kamu khawatirkan tidak akan terjadi kok lagi pula aku sudah biasa seperti ini jika pergi ke perjamuan. kau seperti tidak mengenali aku saja hem?"


"tapi Serra...


"jangan keras kepala sayang. lagi pula kita tidak punya waktu ayo lah, sekarang kita sedang buru-buru"


Robert menghela nafas lagi, Serra tidak salah. Mereka sudah terburu-buru kemungkinan besar semua orang sudah sampai di lokasi.


Pakaian seperti ini umumnya dipesan sejak lama. Tidak mungkin mencari pakaian baru hanya dalam beberapa menit.


Dengan berpikiran demikian Robert benar-benar membantu Serra memakaikan kalung dan anting-anting berlian itu.


Memakai aksesoris tambahan seperti itu,kecantikan Serra semakin menguar dan Serra sangat yakin dengan penampilannya ini.


Setelah itu mereka buru-buru masuk ke dalam mobil dan pergi ke lokasi yang sudah janjikan.


Pertemuan ini dibuat di sebuah Villa mewah. Robert tidak tahu siapa pemiliknya karena dia memang tidak pernah bergaul dengan lingkaran seperti ini sebelumnya.


"Hai Serra,ahh kamu makin seksi aja ya hahaha"seseorang datang ke depan menyambut kedatangan Sera.


Serra yang mendapatkan pujian ini menjadi senang dan dia tersenyum. tanpa canggung mereka berdua saling melakukan cipika-cipiki.


Robert tahu bagaimana cara Sera bergaul dan dia memang sering berinteraksi seperti ini. tapi sejak menjadi seorang pacar Robert tidak bisa menerima perlakuan ini lagi.


Hal-hal yang dilakukan oleh Sera ini membuat hatinya sedikit merasakan gelombang.


Apalagi pria itu dengan kasar menepuk bokong Serra tanpa merasa aneh.


"Ah Tommy kamu jangan macam-macam ini ada pacarku loh jangan biarkan dia merasa cemburu nantinya"kata Serra pada pria itu.


"Eh pacar baru hahaha nggak mempan, palingan dua bulanan saj kan"kata pria itu.


Robert tidak senang dengan ini, tapi mau gimana lagi.Serra memang sudah sering gonta-ganti pasangan.


Jadi dia mengabaikan Robert dan pergi menarik Serra ke tengah-tengah perjamuan.


Segera setelah itu Serra menjadi seorang bintang di perjamuan ini.Di kelilingi beberapa kolegannya serat dengan cepat melupakan keberadaan Robert.


Melalui acara seperti inilah terkadang Serra mendapatkan tender besar ,jadi dia selalu mengutamakan kolega-kolega seperti ini.


"Serra,hem aku mau ke toilet dulu ya "kata Robert tiba-tiba.


"Oh begitu,pelayan?"panggil serra dengan santai.


Seorang pelayan yang memegang Baki minuman bergegas datang ke depan. Pelayan itu menganggukkan kepala ketika Serra memintanya menunjukkan pada robert di mana toilet.


"Oke silakan ikut aku tuan" kata pelayan itu.


Robert mengikuti langkah pelayan tapi dia memutar matanya sebentar terlihat bagaimana Serra tidak mempedulikan kehadirannya saat ini.


"Pelayan , apa nona Serra sering datang ke sini ?" tanya Robert pada pelayan itu.


Dia melihat bagaimana interaksi Serra dan pelayan ini .Sepertinya sang pelayan sangat mengenal siapa Serra.


"Hem hadir di pesta di villa ini, dia juga sudah beberapa kali nginep tuan"kata pelayan itu tanpa menyembunyikan apapun.


"Menginap, apakah dia dan tuan rumah begitu akrabnya sampai bisa menginap?"tanya Robert yang mulai merasa khawatir.


Wajah pelayan itu terlihat murung, sepertinya dia ragu-ragu untuk berbicara tapi ini masalah tuan rumah.


"maaf tuan,saya tidak berwewenang untuk menjawab pertanyaan seperti ini. Tapi setahu pelayan ini Nona Serra berteman baik dengan tuan rumah. Tapi selebihnya itu bukan urusan saya untuk cari tau "


"Hem tidak apa-apa aku pacar nona Serra .Jadi sangat ingin tahu bagaimana lingkungan pertemanannya, itu saja kok"kata Robert yang sangat menyesal mempertanyakan tentang lingkungan pertemanan Serra.


"tidak apa-apa tuan ,di sini toiletnya.Maaf tuan saya harus melanjutkan pekerjaan saya lagi di depan" kata pelayan itu dengan ramah.


"tidak apa-apa aku tahu jalan untuk kembali"kata Robert yang membiarkan pelayan itu pergi.


Sebenarnya Robert tidak benar-benar ingin menggunakan toilet. Dia hanya tidak nyaman berada di lingkungan seperti ini.


Sebagai seorang sahabat dan seseorang yang memiliki kasih sayang dengan Serra. Sebelumnya Robert hanya menganggap perilaku Serra itu biasa-biasa saja. Tapi sekarang kenapa hatinya gelisah dan mempertanyakan ini.


"Serra sangat suka menampilkan sosok tubuh yang indah di hadapan pria lain. Sangat berbeda jauh dengan Andien,dia ....


Tiba-tiba Robert terkejut dengan pemikirannya sendiri. Kenapa dia malah membandingkan Serra dan Andien. Mereka benar-benar berbeda dan tidak ada yang serupa sama sekali.


Andien juga menyukai pakaian terbuka seperti itu tapi dia hanya memakainya di rumah di luar dia masih berpikir tentang kewajarannya.

__ADS_1


Andien juga memakai tanktop dan celana pendek apalagi memakai pakaian tidur seksi di kamar mereka.


Saat itu Robert berpikir Andien memiliki perilaku buruk dengan itu. Memakai pakaian terbuka di depan laki-laki.


Rapi saat Serra memakainya kenapa dia tidak pernah menyadari jika serra juga adalah pribadi yang demikian.


Tiba-tiba robert mengingat satu kejadian di mana Andien yang sudah mandi . Datang padanya memakai terusan biru dengan belahan rendah dan juga memakai makeup tipis


tentu saja Andien juga memiliki penampilan indah di balik pakaian tersebut. tapi pada saat itu Robert berpikir bagaimana rendahnya perilaku wanita yang gemar memakai pakaian serba terbuka.


Dan ini termasuk lah Andien sendiri.


hari itu Robert marah saat Andien memakai pakaian itu. Sejak itulah Andien tidak pernah menggunakan


nya lagi.


pada saat di danau Robert juga sempat menyinggungnya dan Andien berkata "mas aku melakukan semua itu karena aku adalah seorang istri. Aku berdandan untukmu dan aku belajar memasak untukmu apakah itu salah?"


Sekarang pertanyaannya itu kembali terngiang-ngiang di pikiran Robert. Andien melakukan itu di depannya karena posisinya sebagai seorang istri.


Tapi Serra...


Kepada siapa Serra memperlihatkan semua keindahan itu.


Pemikiran itu membuat Robert semakin tidak nyaman dan dia berpikir ada yang salah dengan dirinya saat ini.


Dengan cepat Robert berusaha kembali ke lokasi acara.Rencananya dia ingin membawa Serra pulang.


belum lagi tiba Robert melihat dari jauh jika acara itu sudah masuk ke acara dansa.


Di mana Serra menjadi bintang utamanya. wanita kesayangan Robert ini ditarik untuk menari oleh koleganya di tengah.


Serra adalah seseorang yang memang suka menari sejak kuliah lagi. Sebenarnya Serra yang menari di ruang dansa juga sudah familiar bagi Robert.


Dulu Robert sama sekali tidak pernah berpikir ada yang aneh dengan itu.Tapi sekarang kenapa dia tidak nyaman melihat Serra dikerumuni oleh pria asing.


Serra tidak marah ketika seseorang menari seraya memegang pinggang nya dan sesekali meremas bokong nya yang bulat.


"Ah Tommy kamu nakal " hanya itu sajalah yang di katakan oleh Serra.


Robert sebagai seorang pelajar merasa risih jika Serra diperlakukan demikian jadi dia maju dan menarik serra ke dalam pelukannya.


"eh Robert apa-apaan kamu ?"kata Serra heran.


"Serra sepertinya pacar kamu ini cemburu. hahaha santai saja bro nggak ada maksud apa-apa sama pacar kamu. kita-kita memang udah biasa begini ya nggak ser?" kata pria itu yang membuat wajah Robert tambah buruk lagi.


Serra menatap wajah Robert dan tiba-tiba dia tertawa dengan geli.


"Robert sudah kubilang jangan cemburu ini hanya kolega bisnis ku Kami nggak ada macam-macam kok. padahal kamu aja udah tahu bagaimana cara aku berteman kok malah sekarang sewot?"


Suara Serra yang tertawa seolah-olah menginjak harga martabatnya sebagai seorang pacar. Ini membuat dirinya tambah kesel tapi kemarahannya ini jelas berbeda dari yang dinamakan cemburu.


"Serra ayo pulang hari sudah begitu larut"kata Robert buru-buru.


Dia sempat melirik jam tangannya dan ini sudah lebih dari jam 12.00 malam. Besok dia ada kelas jadi tidak baik untuknya terlambat besok hanya karena dia bergadang.


"hei Serra pacar mu nggak pernah begadang kayak kita-kita ya? kenapa sepertinya dia sangat berbeda jauh dengan kamu. hey bro ini baru jam berapa udah buru-buru pulang aja. santai aja lah"kata Tommy lagi.


"robert sepertinya kamu harus terbiasa dengan kondisi seperti ini. Beginilah cara kita untuk bergaul kan "kata Serra.


Dia tidak melihat bagaimana perubahan wajah Robert tapi dengan cepat Serra menarik Robert ke area dansa dan menari berdua dengannya.


Ini adalah satu salah satu sebab kenapa Serra tidak pernah memikirkan Robert menjadi calon pacarnya di masa depan . Robert terlalu kaku dalam bergaul dan dia terlalu memikirkan masalah benar dan salah.


Robert segera merubah pikirannya dan berharap Serra mengerti, jadi dia berbisik "Serra ayo pulang aku tidak nyaman di sini"


Tapi Serra merasa ini belum waktunya untuk pulang .Dia juga merasa tidak nyaman dengan posisi Robert yang merengek seperti anak kecil.


Tapi jika dipikir lagi ini waktunya untuk mengalah. Dia belum bisa menunjukkan sisi aslinya di depan Robert saat ini.


Walau bagaimanapun Robert adalah orang yang layak di pertahankan. Meskipun keluarganya tidak sekaya keluarga Tommy, justru posisinya sebagai anak tunggal yang menarik untuk Serra.


Berpikir demikian Serra segera mengangguk dan pergi bertemu Tommy.


Dia pergi mengucapkan beberapa patah kata dengan Tommy, sementara itu Robert yang melihat Serra setuju, merasa cukup puas.


Entah apa yang dikatakan Serra pada Tommy .Yang jelas mereka akhirnya kembali ke apartemen sekitar jam 01.00 malam.


Setelah berganti pakaian tidur ,Serra mengucapkan selamat malam pada Robert.


"Selamat malam sayang"kata Sera yang sudah menguap.


"Selamat malam Sera, oh ya serra, terima kasih sudah mengikuti perkataanku .Sejujurnya aku merasa bersalah dengan itu"kata Robert yang mengakui kesalahannya sendiri.


Bukankah dia sudah mengenal Serra dan tahu bagaimana cara Serra berteman. Jadi kenapa dia sekarang terkesan membuat pengaturan dadakan untuk Serra.


Robert takut Serra berpikir lain terhadapnya jadi dia buru-buru mengakuinya lebih awal.


"tidak apa-apa Robert kupikir kau hanya sedang cemburu saja"kata Serra yang pergi seraya melambaikan tangannya.


Robert memandang punggung Serra yang masuk ke kamar tamu. Di sini dia mulai berpikir tentang satu hal.

__ADS_1


Apakah ini cemburu?


__ADS_2