Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
Haruskah menyerah saja


__ADS_3

Baru tiduran berapa jam Andien tiba-tiba di kejutkan dengan suara teleponnya.


Begitu melihat nama yang tertera di sana dia langsung mengecek-ngucekkan mata dan pergi membersihkan diri secara kilat.


Ini adalah panggilan berkumpul dari dosen yang bertanggung jawab.


mungkin karena suasananya yang memang nyaman Andien jadi betah dan tertidur sehingga tidak sadar Jika dia sudah melewati waktu berjam-jam.


Bahkan saat ini sudah melewati jam makan siang.


Dengan langkah terburu-buru Andien segera pergi ke Aula hotel di mana semua orang sedang berkumpul.


"Patty kamu telat ya keenakan tidur di kasur yang empuk sih"kata Ratna .


Mereka juga tinggal di kamar dengan kasur empuk .Tapi sayangnya itu adalah kamar dengan 4 orang. Berbanding terbalik dengan yang didapatkan oleh patty.


Apa yang didapat oleh Patty benar-benar membuat iri semua orang.


"nyaman sih kalau kamu iri tinggal bayar aja,kan mudah" kata Andien.Selain Sari dan Yanti semua teman-temannya memanggil dia dengan panggilan Patty.


"Hehehe sombong kamu."kata ratna lagi dengan mengejek.


Heran saja kenapa beti ini tidak malu padahal video yang membuat namanya buruk sudah dilihat oleh banyak orang." Apakah wajahnya terbuat dari tembok ." pikir Ratna.


"kamu bilang aku sombong hehehe emang"kata Andien tidak peduli.


"hai sayang baru bangun tidur tambah cantik aja" sapa Robert yang juga baru tiba.


Robert tidak canggung bahkan langsung memeluk pinggang Andien.


"apa-apaan sih robot ini di depan orang-orang loh kamu nggak malu apa" kilah Andien berontak melepaskan dirinya.


"Jadi kalau nggak ada orang boleh gitu maksudnya?"Kata Robert terkekeh kekeh.


"isshh...


"pak dosen harap diperhatikan ya romantis-romantisnya. ini kan di depan para mahasiswa ntar jadi pengen gimana Pak"


"kalau pengen ya tinggal cari pacar"


"hahaha...


"Nah Sari Yanti kamu dari mana aja nggak biasanya telat, Hem tapi sepertinya kamu nggak ada deh di tempat kami"kata gadis lain.


kebetulan sekali Sari dan Yanti adalah orang terakhir yang ditunggu. baru kemudian semuanya ingat jika keduanya tidak datang untuk mengambil nomor ranjang.


Jika ranjang tidak diambil apakah mereka mendapatkan kamar sendiri seperti Andien.


"kami juga kami juga dapat kamar mewah hahaha"


"apa ini nggak adil dosen mana yang ngirim kamu ke kamar hem"tiba-tiba semuanya menjadi ribut.


Andien mungkin memiliki uang karena ada orang kuat di belakangnya atau mungkin Robert yang membayarnya. Tapi bagaimana dengan Sari dan Yanti. Siapa pula yang membayarkan mereka ,ini tidak benar kan.


"ada deh"kata Sari.


"Tapi...


"anak-anak kalau sudah lengkap kita akan pergi ke pantai Sanur hari ini.Tapi kalian bukan anak-anak TK lagi kan yang perlu Ibu perhatikan. Oke jaga diri sendiri dan ingat kita harus tetap berkumpul di bus sekitar jam 06.00 sore"


Mereka dengan cepat bertindak patuh dan antri dengan rapi ke dalam bus wisata.


Sama seperti di awal Robert bertindak sebagai bodyguard dan duduk di kursi samping Andien.


Mahasiswa manapun tidak akan mau mengambil tempat itu karena mereka secara sadar mengetahui itu adalah posisinya pak dosen Robert.


Tapi kali ini Sari dan Yanti duduk di belakang di kursi belakang Andien. Mereka hanya dibayar untuk memberikan kursi di dalam pesawat tapi sekarang posisi itu tidak berlaku lagi.


Ingin rasanya merebut tempat di samping Andien tapi melihat wajah tampan Pak Robert, mereka merasa tidak tega.


"pak dosen, Hem,gimana ya.Bisa permisi nggak pak heh, kursinya itu..


punya saya hehehe" kata Sari dengan menelan ludah.


"Kan saya duluan sari"


"Pak ini...


"Robert ya kamu sungguh nggak tahu malu ya. Rebutan kursi dengan mahasiswi sendiri"kata andien.


Robert sama sekali tidak peduli dengan apa yang dikatakan oleh Andien Setelah dia duduk diam akan tidak bersuara lagi hanya sibuk dengan telepon genggamnya.


Tidak ada yang mengetahui sebenarnya Robert sedang bekerja dengan telepon genggam itu.


Selama bus berjalan menuju ke pantai Sanur sebenarnya Robert sedang mengerjakan tender ratusan juta rupiah.


Dia sudah mengerjakannya dari tadi malam. baru tidur Setelah jam 03.00 pagi langsung ke bandara untuk berangkat ke Bali.


Tidak seperti Andien yang bisa tiduran di kamar nya.Robert masih mengerjakan tugasnya itu bahkan sampai mereka duduk di bus menuju pantai Sanur.


Melihat Robert yang tidak lagi mengeluarkan suara .Andien sempat berpikir jika Robert bersikap acuh tidak acuh. Di sini dia merasa Robert tidak serius dengan niatnya.


Baru setelah tiba di lokasi ,Robert berhenti dengan tangannya yang bermain di telepon genggam.


Satu persatu para mahasiswi turun dari bus untuk menikmati suasana pantai Sanur. Pantai dengan hamparan pasir putih.

__ADS_1


"Andien yuk pergi"kata Sari.


Sari segera menarik Andien yang baru turun dari bus pergi ke arah pantai mereka sangat tertarik dengan kondisi pantai yang penuh dengan orang asing.


Pemandangan ini sangat baru bagi mereka begitu juga dengan Andien.Untuk seketika Andien lupa dengan keberadaan Robert yang sebenarnya masih mengikuti kelompok kecil ini dari belakang.


"Halo permisi?"tiba-tiba ada seorang pria tampan yang menghampiri mereka dan menyapa dengan ramah.


Robert mengangkat kepalanya seperti seekor anjing yang ekornya sedang diinjak.


Bagaimana tidak pria yang baru tiba ini mengulurkan tangannya di depan Andien seolah-olah ingin berkenalan.


"ha..halo"yang menjawab adalah Sari dia langsung merapikan rambutnya dan menyembunyikan helaian rambut di balik telinga dengan wajah yang malu malu.


"kalian gadis cantik baru tiba ya, Hem saya boleh kita kenalan" katanya lagi.


" Hem saya Sari"


" saya Yanti"


"saya Haikal, kalau yang ini siapa namanya?"dari sini sudah jelas jika targetnya adalah Andien.


Andien menatap matanya seolah-olah sedang menyelidiki. Anin bukalah gadis yang alergi dengan lawan jenis namun dia juga tidak suka berteman jauh dengan mereka. Tapi jika hanya berteman Andi tidak akan menolaknya.


"halo juga halo Haikal nama nama saya Patricia, tapi panggilannya Andien"


"oh ini unik namanya Patricia tapi panggilannya Andien nggak nyambung hahaha"


"ya gitu deh"kata Andien.


"ehem ehem kenalkan saya Robert dan pacarnya Andien"Kata Robert yang langsung memperkenalkan diri.


Wajah pria yang dipanggil Haikal ini tiba-tiba berubah menjadi gelap. Memang targetnya adalah Andien Tapi siapa tahu si cantik sudah punya pacar dan pacarnya malah ada di belakang.


Takut nggak tuh.


"oh halo juga, ini panggilnya panggilnya siapa ya .Pantasnya dipanggil om deh hehehe halo om Robert "kata Haikal yang setengah mengejek.


Tiba-tiba mata Robert memandang Haikal dari atas sampai bawah. Dari mana dia mengetahui jika Robert lebih pantas dipanggil sebagai Om jika ini dinilai dari segi usia.


Pada Robert sudah berusaha agar dari segi penampilan dia dan Andien ini bisa dilihat sebagai pasangan yang cocok.


"nggak disangka jika Haikal ini punya mata ya, oke kita bisa berteman." kata Andien buru-buru.


Robert membesarkan matanya ketika Andien menyambut uluran tangan Haikal. Dan ini dilakukannya dengan sengaja. Mungkinkah Andien ingin membuat Robert cemburu. Jika memang itu niatnya maka Andien bisa dikatakan sudah berhasil.


"oke karena kita sudah berteman sekarang saya akan memperkenalkan pantai Sanur pada Kalian bertiga terutama si cantik patty"jelas saja Haikal tidak takut dengan keberadaan Robert.


Sesuatu yang sulit didapatkan bisa dikatakan sebuah tantangan jadi saat ini Andien adalah tantangan bagi Haikal.


" oke kita...


"nggak bisa Andien kamu nggak boleh percaya pada pria yang baru dikenal.Ingat ini adalah Bali di mana ada begitu banyak orang asing. Kamu nggak boleh sembarangan pakai mau aja dibawa kemana-mana"kata Robert kesal.


Dia menarik ke tangan Andien dan menggenggamnya untuk bukti jika mereka adalah pasangan.Dia tidak akan pernah melepaskan tangan Andien lagi.


Perceraian itu sudah sangat di sesali nya dan tidak akan pernah terulang untuk yang kedua kalinya.


"Robert apa-apaan sih lepasin emangnya aku nggak boleh berteman apa. ingat ya Robert Aku ini bukan anak kecil lagi yang bisa diculik seperti yang kamu pikirkan tau"kata Andien yang melepaskan tangannya dengan paksa.


"ya udahlah cantik kalau pacar kamu marah, masih ada Sari dan Yanti juga ya nggak "kata Haikal pada Sari dan Yanti.


"Siapa bilang dia pacar aku kamu tuh salah dia bukan pacar ,kalau mantan pacar iya"tukas Andien yang melototkan matanya kepada Robert.


Mendengar itu Haikal jadi tersenyum lagi.


"oh cuman mantan pacar pantesan, jadi aku ada kesempatan dong" kata Haikal terus terang.


"Kesempatan buat apa?" tanya Andien polos.


"ya kesempatan untuk nembak kamu lah.Kamu kan cantik dan manis.Masak pacaran dengan orang yang jelas udah tua .Coba deh pacaran sama aku yang masih segar dan muda, pasti rasanya beda ya kan" Haikal memang serius.


Dia melihat Andien dari jauh dan berpikir jika Andien adalah gadis yang istimewa.


"hahaha Haikal kamu kayak sales aja mempromosikan diri sendiri. Tapi sepertinya bagus juga ini an. bisa dijadikan spesies percobaan" seru Sari dengan mata terbuka.


Barusan dia merasa deg-degan dengan cowok tampan di depannya ini.Tapi rupanya targetnya adalah Andien jadi kecewa deh.


Tapi masih banyak ikan di laut hehehe.


"Andien kamu dengarkan itu cowok yang nggak jujur, ayo pergi dari sini di sini nggak cocok untuk kita"Robert lagi-lagi mengambil tangan Andien dan ingin mengajaknya pergi dari tempat itu. Sedang Sari dan Yanti, itu bukan urusannya. Mau ikut boleh nggak mau ikut silakan.


"kita ? hehehe kamu aja Om ,kami ini masih muda masih banyak yang perlu dirasa nggak seperti Om yang udah kadaluarsa"kata Haikal yang jelas-jelas tidak menyembunyikan rasa jijiknya sama sekali.


Dengan sengaja dia menarik Andien di sisi yang lain. Sehingga tangan yang memegang andien terlepas begitu saja.


"apa katamu, kamu...


Belum sempat Robert menghabiskan kata-katanya dia sudah dipotong terlebih dulu oleh Andien yang tiba-tiba datang dengan amarah.


"Robert udah, jangan campuri urusan aku lagi .Mau aku jalan kek, mau aku tiduran kek. Biarin aku sendiri apa urusanmu" kata Andien yang mulai emosi.


Robert ini di rasa makin lama makin nggak tahu diri .Berani-beraninya dia melarang Andien, pada siapa Andien ingin berteman.


Dulu robert memiliki hak untuk melarangnya tapi sekarang hak itu sudah tidak berlaku lagi.

__ADS_1


"Andien kamu itu masih muda belum tahu tentang dunia Jadi jangan buru-buru percaya sama orang"Kata Robert dengan nada pelan.


Dia tidak ingin Andien marah-marah lagi karena salah paham.Robert hanya tidak percaya dengan Haikal .Siapa tahu dia memiliki niat yang buruk.


ini adalah Bali.


"aku tahu kita nggak boleh percaya sama orang begitu saja .Sama seperti aku percaya sama kamu dulunya. Jadi hasilnya apa, kan kecewa.ajadi robert jangan khawatir aku nggak sebodoh Andien yang dulu oke" kata Andien.


Apa yang dikatakan oleh Andien ini adalah kebenaran.Tapi kata-kata itu tetap saja membuat Robert kecewa.Entah dia kecewa dengan kata-kata Andien atau Robert kecewa dengan dirinya sendiri.


"Andien Aku tahu aku salah dan aku sudah meminta maaf kan "Robert mengejar Andien yang berlari pergi ke sisi lain pantai.


Gadis itu benar-benar marah sekarang.


"Jadi kalau kamu minta maaf aku harus maafin dan kita harus balikan begitu menurut kamu aku maafin kamu Robert itu udah jelas tapi untuk balikan maaf itu nggak akan mungkin"


"Andien semuanya mungkin asalkan kita saling cinta aku mencintai kamu Andien dan aku yakin kamu juga mencintai aku kenapa kamu harus membohongi diri sendiri sih"


"hahaha sejak kapan kamu bisa meramal Robert kapan aku jatuh cinta sama kamu Hem. mimpi kamu"


"An.an tunggu Andin jangan marah-marah gini kesudahannya nggak baik" panggil Robert cepat.


"gimana aku nggak marah,coba. datang ke Bali ini ingin bersenang-senang tapi dibuat pusing dengan perilaku kamu.Benar kata Haikal tadi, kita sama sekali nggak cocok. Kamu udah terlalu tua dengan pemikiranmu sendiri. Sedangkan aku masih muda dengan perasaan dan impian yang meledak-ledak. kau dan aku tidak cocok Robert jadi lupakan saja, lupakan oke" teriak Andien.


Deg...


Perasaan Robert langsung berdarah mendengar teriakan Andien.Apakah kesalahan yang dia buat dulu memang benar-benar tidak bisa termaafkan sama sekali.


Apakah hati Andien terbuat dari batu sampai tidak bisa melihat bagaimana tulusnya cinta ini.


Bagaimana lagi caranya untuk meyakinkan Andien tentang perasaan ini.


Dengan rasa sakit dan ditahan sedemikian rupa, Robert mencoba maju dan meraih tangan Andien lagi.


Tapi Andien masih tidak menyerah dan menarik tangannya agar tidak bisa digenggam oleh Robert.


"Andien tatap mataku dan katakan kau tidak pernah mencintai aku, tatap aku"kata Robert yang tidak kalah kerasnya.


Dia menarik kedua tangan Andien dengan keras.Sekuat apapun Andien memberontak itu tidak berhasil.


Dia adalah wanita kecil sehingga tidak sebanding dengan tenaga yang dihasilkan oleh Robert Adam.


Mau tidak mau Andien berhenti bergerak dan menatap Robert.


Andien hanya ingin menantang pandangan itu agar Robert ciut.


Tapi siapa sangka begitu mata dan mata saling bertemu ada riak yang tersembunyi di reluk hati Andien.


Deg..deg..deg..


Semakin lama semakin keras dan itu sangat memalukan.


Meski begitu akal dan pikiran Andien tidak sejalan sama sekali.


"Robert Adam Aku tidak mencintai


mu .Aku membencimu Aku jijik Robert jijik ,kau dengar aku. Aku tidak mencintaimu Robert Adam.!" pekik Andien sekuat hatinya.


Apa yang diteriakkan oleh Andien benar-benar mendapat tindak balasan dari Robert .Dia yang awalnya bersemangat menjadi lemah di detik yang sama.


Awalnya Robert berharap, dengan menatap matanya. Andien akan menyadari jika ada rasa di hatinya untuk Robert.


Tapi robert sama sekali tidak menduga Andien bisa bicara seperti itu.


Sampai di titik ini Robert menjadi tidak percaya diri."mungkin Andien memang benar-benar membencinya sampai tidak ada rasa cinta yang tersisa di hatinya lagi"pikir Robert yang lesu.


Robert tidak lagi bergerak dia hanya mematung di tempat menyaksikan Andien yang berjalan pergi.


Di belakang Robert ada Sari dan Yanti.Begitu juga dengan Haikal pemuda yang memicu pertengkaran tadi.


"Pak Robert, sabar ya Pak Robert nanti Andien juga tenang sendiri kok hehehe "kata Yanti yang langsung berlari menyusul Andien.


"Maaf pak"hanya itu kata Sari begitu dia melewati Robert yang masih mematung di tempat.


Andien menjerit dengan kencang Jadi mereka bisa mendengar apa yang dikatakan oleh Andien pada Robert.


Kata-kata itu memang sangat menyakitkan bagi pria yang mengejar cinta Andien di mana-mana.


ini adalah pukulan yang paling tolak untuk pak dosen muda ini.


Sementara itu Haikal yang melewati Robert ,meliriknya dengan tatapan yang sangat jijik. Dia juga memiliki senyum penuh kemenangan.


"cintamu sudah kadaluarsa dan sekarang Andien akan mendapatkan cinta yang baru dan itu adalah Haikal hahaha"


Robert tidak lagi mendengar apa yang dikatakan oleh pria yang baru saja berkenalan dengan Andien ini.


Di matanya hanya ada Andien yang pergi tanpa melihat ke belakang.


Sepertinya harapan Robert untuk mengejar Andien sudah pupus sampai di sini.


Apakah benar seperti itu ,apakah Robert memang benar-benar sudah menyerah.


"Andien Jangan khawatir ,aku akan selalu menunggumu .pergilah mencari cinta kemanapun kau pergi. Pada saat kau lelah ,pada saat itulah kau akan menyadari keberadaan aku"Kata Robert pada angin.


Tapi Robert sama sekali tidak pergi untuk mengejar Andien. Dia membalikkan tubuhnya dan berjalan pelan ke arah bus wisata.

__ADS_1


__ADS_2