
Hari hari Andien di sekolah benar benar berpusat pada Robert.Tanpa sadar nilai akademis nya turun ke tingkat yang menghawatirkan.
Apa yang dia pelajari berbanding terbalik dengan apa yang seharusnya dipelajari oleh pelajar SMA pada umumnya.
Di mana pelajar SMA harus belajar dengan rumus-rumus pitagolas dan sebagainya.Dia malah belajar tentang kehidupan rumah tangga bersama Robert.
Secara tidak sadar Andien sudah merubah dirinya ke arah sesuatu yang bukan Andien sendiri.
Dia tidak lagi berkomunikasi pada satu topik yang sama dengan teman-teman di sekolah.
Seperti saat Romlah berbicara tentang betapa tampannya Robert. Andien malah berbicara apa yang disukai Robert.
"Andien, kamu lihat deh pak guru Robert itu udah tinggi bening pakai mobil lagi datang ke sekolah keren kan?"kata Romlah.
Andien menjawab nya dengan berkata " keren sih tapi ngomong-ngomong kamu tahu nggak gimana buat karedok, katanya Robert suka karedok kan?"
"Ohh karedok ya kan bisa search di Google sayang ku, gampang kan?" jawab Romlah.
"Yah tapi kupikir resep di Google itu nggak ada yang original semuanya versi yang ditambahkan.Siapa tau aja kamu punya bagus" kata Andien .
"heh Andien sayang dari tadi tuh aku ngomongnya tentang bapak guru yang tampan itu, di mana tampannya gimana baiknya gimana cara dia berbicara yang membuat aku cenat-cenut. bukan ngomongin karedok, andien sayang?"
"ya kan masih sama aja say, intinya kan mengenai Robert juga?"
"iya sih tapi kamu itu ngelanturnya ke mana mana jika ditanya masalah Robert. Kemarin aja kamu bilang bikin nasi goreng yang manis itu kayak mana. Kamu udah kayak ibu-ibu lo Din. ngomongin menu makanan mulu , emang kamu mau bikin warteg?" Tanya Safitri tertawa lucu.
"Enggak sih, aku kan tinggal serumah tuh sama mas Robert. Jadi tentu saja aku harus masakin, dia harus tahu dia sukanya apa ,ya kan?" jelas Andien lagi.
"iya sih say tapi kamu itu nanya salah orang. Harusnya kamu itu nanya sama ibu aku, kalau aku sih masak nasi aja nggak becus" kata Romlah.
" Oke deh,aku nanyain mama kamu aja kirim nomornya" ujar Andien yang siap dengan HP di tangannya. Seperti nya dia serius ingin meminta nomor mamanya Romlah.
Romlah ???
__ADS_1
Setelah berhari-hari Romlah akhirnya menyadari jika Andien adalah gadis yang membosankan.
Dia bahkan tidak pernah membicarakan betapa manisnya cowok kelas di sebelah. Ini adalah dunianya anak remaja .Dunia untuk mereka bersenang-senang .
Dunia saat anda merasakan jatuh cinta. Apakah Andien sudah melewati fase seperti itu.
Lihat saja si Putri, dia malah mengkhawatirkan pipinya yang lagi ditumbuhi jerawat. Apakah ini akan menimbulkan bekas atau mengganggu kecantikan wajahnya.
Terkadang mereka membicarakan masalah pembalut di grup media sosial. Merk apa yang bagus,merk apa yang tidak menimbulkan iritasi, sesederhana itu dunia anak-anak remaja.
Tapi Andien sudah tidak memikirkan hal-hal kecil seperti itu. dia bahkan berpikir berapakah beras di rumah masih cukup untuk satu minggu ke depan.
Di sini Romlah dan yang lain berpikir mereka sudah tidak memiliki topik yang sama dengan Andien.
Lambat laun mereka tanpa sadar tidak lagi mengikutsertakan Andien dalam perbincangan kecil seperti di atas.
Sebenarnya ini wajar karena mereka tidak mengetahui jika Andien sudah merubah identitasnya dari seorang remaja menjadi seorang istri.
Justru Andien sendiri lah yang tidak memperdulikan kejadian-kejadian kecil seperti ini. Dia hanya menganggap pikiran mereka berbeda dengan apa yang dia pikirkan.
Andien sejatinya hanya berpikir bagaimana menangkap hati seorang Robert.
Semakin hari Robert semakin terasa jauh.Ini membuat Andien menjadi kewalahan. Tidak lagi berpikir masalah tentang pelajaran apakah lulus dengan nilai sempurna tahun ini atau tidak.
Robert adalah prioritasnya saat ini.
Pada akhirnya Andien segera merubah taktik,ini juga diajarkan oleh ibu mertua tercinta.
Andien mulai merubah penampilan
nya sendiri. Jika dulu Andien berpikir apa yang dia pakai adalah tentang nyaman atau tidak.
Dia bersikap cuek dalam hal ini.
__ADS_1
Apalagi jika ini sudah menyangkut masalah uang.Dia pasti akan memilih barang yang paling murah.
Sekarang Andien akan memilih pakaian yang lebih menonjolkan sisi kecantikan nya.Di sisi lain dia mulai mengenal produk bermerek tanpa mengenal harga nya.
Dia juga mulai belajar mengunakan kosmetik yang sesuai dengan usianya.Memakai sepatu hak tinggi yang kerap di lakoni oleh gadis gadis kota pada umum nya.
Dia tidak lagi membuka buku pelajaran dengan sadar melainkan membuka buku mode terbaru.Jika pun Andien ke perpus,dia juga akan mengambil buku resep masakan Nusantara.
Tangkap pria di mulai dari urusan perutnya.Prinsip ini lah yang di pakai nya sekarang.Dia bertanya kepada Robert,apa yang Ingin dia makan hari ini.
Andien berubah secara bertahap.
Perbedaan ini semakin hari semakin mencolok dan perkembangan nya sangat cepat sekali.
Andien mulai menukar seragam lamanya dengan seragam baru. Dia berbicara jika seragam itu sudah lusuh karena di pakai dalam waktu yang lama.
Bukan hanya seragam, Andien juga menukar segalanya seperti sepatu tas bahkan kotak pensil.
Dulu Andien akan berjalan santai dengan teman-teman di ujung minggu tapi sekarang dia memiliki jadwal untuk spa dan belajar yoga.
Andien juga belajar tentang sesuatu yang bernama pedicure dan manicure.Dia sangat tertarik dengan dunia baru ini.
Menurutnya jika pintar dalam hal ini, sejelek apapun itu,dia pasti bisa berubah cantik selayaknya seorang peri.
Rasa penasarannya tentang dunia kosmetik dan berbagai mode membuat jarak antar dia dan teman temannya semakin lebar saja.
Andien yang tenggelam dari dengan dunianya sendiri tidak menyadari jika teman-teman SMA-nya mulai menghindari.
Bukan tidak respect dengan perubahan itu tapi justru merasa Andien seperti,seseorang yang berniat pamer.
Andien baru berupaya menampilkan sosok dengan pencitraan orang kaya baru.Dia sekarang bisa tampil cantik dan modis di manapun itu.
Jika tidak pamer, Andien harus di sebut dengan apa.
__ADS_1