
Pagi hari nya Andien bangun dengan wajah bengkak.Dia dia tidak tahu apakah Robert akan memakan masakannya atau tidak yang jelas dia tetap membuatkan sarapan pagi untuk mereka berdua.
Andien memutuskan untuk tidak menghiraukan kejadian tadi malam. Tapi dia tidak akan meletakkan harapan tinggi pada Robert lagi.
Robert sudah berpikir tidak akan melanjutkan pernikahan ini. sedangkan Andien adalah seseorang yang berpikir positif.
Jika Allah berkehendak pernikahan mereka akan kekal maka itulah yang akan terjadi. Namun jika tidak sekuat apapun dirinya bertahan hasilnya tetap akan mengecewakan.
Bertepuk sebelah tangan tidak akan berbunyi.
Tapi sekarang dirinya masih berstatus seorang istri dari segi agama. Jadi Andien tidak akan membuat kesalahan dari sisinya.
Untuk sarapan pagi ada nasi goreng seafood yang manis.Dia memakai sedikit kecap manis di dalamnya.
Tidak lupa dengan telor ceplok dan segelas kopi hitam tanpa susu.
Untuk nya ada segelas teh hangat. Setelah menyelesaikan semuanya barulah Andien pergi mandi dan memakai pakaian seragamnya.
Andien tidak menunggu Robert turun, dia memakan sarapan nya sendirian. Tidak mungkin Andien menunggu robek turun , waktu nya sudah dekat.
Tadi malam Robert kembali jam 03.00 pagi. Saat itu Andien baru saja ingin terlelap. Jadi dia sangat tahu tentang waktu nya.
Andien berpikir Robert tentu tidak akan bangun cepat terlebih lagi dia tidak ada jadwal pagi. Memang pelajaran bahasa Inggris tidak pernah diterapkan di jam pertama. Itulah kenapa Robert menjadi sesantai itu.
Kecuali hari Senin Robert tidak pernah datang pagi-pagi. Berpikir seperti itu Andien segera menyelesaikan sarapannya dan dia pergi setelah itu.
Tiba di sekolah dia melihat teman-temannya yang sedang berbincang-bincang santai. baru dia ingat beberapa minggu ini dirinya sudah mengabaikan pertemanan mereka.
Sebenarnya apa yang dikatakan Robert semalam itu langsung membuat Andien berpikir.
Dia sudah membuat teman-temannya menjauh karena perilakunya yang tidak sesuai umur.
Tapi jika ditanya apakah Andien menyesal jawabannya tidak.Dia bukan lagi remaja yang boleh berbicara tentang laki-laki.
Dia adalah seorang istri yang dituntut untuk setia dan memprioritaskan satu laki-laki saja seumur hidup.
Tidak itu bukan seumur hidup .Itu hanyalah seumur pernikahan. yang paling penting Robert benar lagi . Andien harus menjadi dirinya sendiri tidak lagi berpikir bagaimana menangkap hati seorang Robert.
Biarkan saja takdir yang berbicara.
"Selamat pagi teman-teman?"sapaan Din seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Semua murid menatap Andien tapi mereka tidak pikir ada yang berubah.Jadi seseorang menjawab nya dengan tersenyum "pagi Andien"
Andien melemparkan tas di mejanya.Dia melirik ke meja romlah , gadis itu belum tiba.
Tapi tidak lama kemudian dia segera mendengar suara Romlah yang meriah dari pintu.
"hai guys udah lama nunggu ya sorry ya gue telat hahaha"sapanya.
"Hu siapa yang nungguin loh?"kata Safitri gemas. sekedar saja Romlah mendapatkan kata "hu" dari banyak teman-teman.
"siapa tahu kan hehehe" kata Romlah dengan senyuman nya yang khas.
Dia duduk di mejanya dan berseru dengan Andien seperti biasanya.
"hai sayang tambah cantik aja udah punya pacar belum?" katanya lagi
"belum tuh nunggu kamu putus aja"kata Andien.
Romlah segera tersentak tapi beberapa detik kemudian dia langsung tertawa. Biasanya Andien memang begini gila, hanya beberapa hari ini saja dia terlihat begitu dewasa dan membosankan.
"Heh aku baru saja putus dengan Alfian, kalau mau ambil gih"kata Romlah lagi seraya melambai tangannya seperti orang yang sedang jijik.
"eh kamu udah putus sama Alfian kapan kenapa aku nggak tahu?"terang saja Andien terkejut. biasanya kalau Romlah putus dengan seseorang dia adalah orang pertama yang tahu tentang kabar ini.
tapi sekarang sepertinya Andien adalah orang yang terakhir mengetahuinya .Apakah dia sudah pergi terlalu jauh dari dirinya yang dulu.
"Hem ,telat baca koran mbok hehe, tapi tidak apa satu Alfian pergi 10 Alfian lagi yang datang hahaha"kata Romlah yang tidak pernah ngambek.
Alfian pergi sekarang dia mengincar guru bahasa Inggris.Siapa lagi kalau bukan Robert adam.
Romlah segera tersenyum dan sesekali mencubit pipi Andien yang terlihat bengong.
Andien tiba-tiba menatap Romlah dengan pandangan yang berbeda. Mungkin Romlah adalah sosok yang kelewatan saat pacaran. Namun dia adalah pribadi yang humble dan tidak mudah berubah meskipun di bawah cercaan banyak orang.
Selalu percaya diri dan menjadi dirinya sendiri.Lalu kenapa dia bisa kalah dengan Romlah.Hanya gara-gara ingin mengambil hati Robert.
"eh neng ngapain melototin aku kayak gitu gue masih normal tahu"kata Romlah lagi.
Tiba-tiba saja Romlah merasa merinding dilihat Andien seperti itu. Apakah Andien menyadari jika dia sedang menargetkan sepupunya.
"iya sih tapi mau gimana lagi akhir-akhir ini gue lihat lu itu makin cantik banget,makin bahenol gitu.Kalau kamu udah bener-bener putus sama Alfian sama aku aja mau nggak?" kata Andien dengan wajah serius.
Tiba-tiba Romlah merinding lagi dan pura-pura bergetar. "Andien kamu sehat?"
"enggak gue lagi sakit cinta sama neng romlah yang imut dan lembut kayak kapas ini"kata Andien yang segera mencubit pipi Romlah yang chubby.
"Andien kamu keterlaluan ya hahaha ini nggak lucu tahu"Pada akhirnya Romlah dan Andien tertawa lagi.
"Eh din hari-hari ini ke mana aja lu, kesurupan jin ya"tanya Safitri.
__ADS_1
Semua orang segera mengangguk mereka setuju dengan apa yang dikatakan Safitri .Ini adalah Andien yang sebenarnya ,yang kemarin-kemarin itu mungkin ada kasus khusus.
"nggak ngapa-ngapain kok, gue itu ketiban rejeki besar. Tante gue , mamanya pak guru Robert itu ngasihin gue kartu kredit. Katanya untuk aku habisin. Jelas aja aku langsung kesurupan ya nggak"kata Andien bersungguh-sungguh.
Dia kan tidak bohong ,memang mamanya Robert memberikan dia kartu kredit dengan jumlah yang wow gitu loh.
Sebagai gadis miskin yang jarang melihat uang dikasih uang segitu tentu saja tergoda untuk membeli apa saja yang terlintas di pikiran.
Segera saja Andien dikerumuni oleh teman-teman yang berapa hari ini menghindar.Walaupun tidak yakin tapi mereka tahu , guru bahasa Inggris itu sangat kaya.Buktinya dia datang dengan mobil besar.
"serius kamu Din kamu nggak bercanda kan?"tanya Rani. dia langsung mendekat tidak percaya.
Tentu saja Andien serius dan tidak akan membohongi semua teman-temannya. Jadi dia mengeluarkan kartu kredit tersebut dan melemparnya di atas meja.
Namun dia harus menjelaskan pada teman-temannya kenapa dia berperilaku seperti itu. Tanpa perlu menyinggung hubungannya dengan Robert sebagai pasangan suami istri.
Dia ingin teman-teman tidak prasangka buruk terhadap perubahan dirinya akhir-akhir ini.
Melihat kartu kredit di atas meja semua orang tercengang lagi. Ini membuktikan Andien sama sekali tidak berbohong.
"aku tuh manggil nya dengan panggilan mama.Secara kan Tante nggak punya anak perempuan jadi dia sayang banget sama aku"kata Andien.
"pantesan kamu itu beli barang banyak banget, pakai beli HP baru lagi kan. eh bisa nggak tanyain sama Tante aku mau kok jadi anak angkat hehehe "kata Rani lagi.
Semua gadis tiba-tiba merasa iri dengan Andien. Memang kebelakangan ini Andien berubah . Dia lebih memilih sesuatu yang bermerek dan itu membuat Andien tampil lebih cantik.
Sosoknya memang sudah cantik tapi dia tidak pernah merawat diri. Sebelum dan sesudah merawat diri seseorang tentu saja akan berubah secara instan.
"sombong kamu sekarang ya din. orang kaya" kata Safitri dengan mendengus.
"tapi jangan khawatir mas Robert sudah ditanganku hahaha" sambungnya lagi
Semua orang segera tertawa mendengar ocehan tidak jelas dari Safitri ini. Tapi dengan itu beberapa gadis mulai merasa tertarik dengan namanya guru bahasa Inggris ini.
Andien juga sudah mulai melepaskan hatinya terhadap Robert .Jika memang hubungan mereka ini akan kekal maka Robert pasti tidak akan kemana-mana.
Seperti almarhum ibu yang pernah terjerat kasus pelakor. Ibu mengikhlaskan semuanya pada Allah nyatanya hubungan ayah dan ibu tetap langgeng sampai mereka meninggal dunia.
Dengan berpikir begitu Andien tidak lagi marah dengan candaan teman-teman sma-nya ini. Biarkan saja mereka berpikir semaunya.
"Andien kan hubungan kamu deket tuh sama pak Robert. dia itu udah punya pacar apa belum?" kata Rani
"Uh nggak tahu sih tapi setahu aku mas Robert itu sering keluyuran malam dan pulang larut. Aku juga tidak bertanya apa dia punya pacar atau tidak"kata Andien.
Tiba-tiba saja Andien terkejut dengan pemikiran ini apakah Robert yang membencinya hanya karena dia sudah memiliki pacar.
Jadi...
"Din gimana kalau kita buat kerja kelompok di tempat kamu di tempat pak guru gitu?"tanya Romlah dengan serius.
Tapi mereka diberitahu Andien bahkan memiliki kunci ke sana.Andin bahkan diperbolehkan untuk tidur di apartemen itu.
"Hem gimana ya aku nggak bisa buat keputusan soalnya kan itu rumah mas Robert bukan rumahnya aku"kata Andien ragu-ragu.
Hubungan dia dan Robert tidak layak disebut. Apalagi dia sampai membawa teman sekolah di sana. Bukankah ini hanya akan memperkeruh suasana saja.
"Halo?"kata Romlah dengan tenang.
Andien segera terkejut rupanya Romlah berani mengambil teleponnya entah kapan. Dia tentu saja melihat nomor dengan nama mama tertera di atasnya.
Untung saja dia menulis di situ Mama bukan mama mertua. jika tidak kebohongannya akan segera terbongkar.
"Romlah ngapain sih kamu kepo?"
Andien bergegas untuk menarik teleponnya lagi namun Romlah segera berlari ke sudut. didukung oleh teman-teman Andien yang bertindak sebagai penjaga gawang.
"Halo Andien sayang kamu ngapain sih nelpon mama pagi-pagi gini nggak sekolah ya?"tanya suara itu dari dalam telepon.
Romlah sinyalnya lagi menggunakan loudspeaker.Ini dilakukan hanya untuk didengar oleh satu kelas.
"maaf Tante ini bukan Andien kok nama saya Romlah. Teman sekelasnya Andin tante. Jadi saya itu mau nanya apa boleh mampir ke rumahnya pak guru Robert untuk mengerjakan pekerjaan rumah. Sekalian sama si Andien nya tante"kata Romlah dengan suara yang dilembutkan.
Calon ibu mertua.
Beberapa teman sekolah mulai menunjukkan adegan ingin muntah mendengar suara Romlah yang dibuat-buat.
di seberang sana Mama Robert termenung sebentar tapi setelah beberapa saat dia tersenyum lagi.
"andinnya mana?"tanya nya lagi.
Mama robek berpikir pasti anjing tidak mengatakan pada teman-temannya tentang pernikahannya. jadi wajar jika anak-anak sekolahan ini bertanya seperti itu
"ada kok tante tuh dia lagi senyum-senyum"kata Romlah lagi seraya melambai ke arah Andien yang terlihat sudah geram.
"oke Tante izinin bilang sama Andin, beli camilan yang banyak ya untuk kalian nanti. jangan ragu datang selalu ke sana oke. nanti Tante akan bilangin sama Robert kalian akan datang "kata Mama robert dengan lembut.
"beneran tante dikasih izin dan dikasih makan juga?"
"ya beneran lah, kalian kan teman-temannya Andien. apaan Dinda bilang kalau mamah ngasihin dia kartu kredit. Pakai aja itu dulu untuk belanja camilannya nanti oke ?"kata Mama Robert dengan nada yang serius.
menantu perempuannya harus dibelai dan dipuji dengan cara ini. Dia juga memiliki teman baik di sekolah jadi wajar jika memberikan layanan ini untuk mereka.
__ADS_1
"oh makasih banget tante tante baik deh hehehe "kata Romlah lagi dengan serius.
"sama-sama Romlah , udah ya Tante mau telepon ke robert lagi"
Setelah itu telepon benar-benar ditutup dan teman Andien segera bertingkat-jingkrak.
"yey Andien dikasih izin tuh ,Mama bilang kita juga dibeliin camilan. Jadi dari sekolah kita langsung shopping ya hehehe"kata Safitri senang.
Mereka adalah anak remaja yang baru mengenal dunia. Mengagumi ketampanan Robert adalah satu hal tapi bisa belanja tanpa memikirkan nominalnya adalah hal yang berbeda.
"Mama, mama ,emang mama loh Hem" kata Andien kesal.
"Ya enggaklah tapi mama mertua hahaha " mata Romlah dengan enteng.
Hahaha
Romlah segera menyerahkan telepon lagi pada Andien dan berkata sesuatu agar Andien tidak memarahinya.
Satu kelas tidak mempedulikan reaksi Andin yang melotot dengan marah. Mereka hanya berbicara tentang camilan apa yang enak untuk dibeli selesai jadwal sekolah hari ini.
Untung saja siswa laki-laki tidak masuk campur. Mereka bahkan tidak ada di dalam kelas saat ini. Jika tidak masalah ini akan berkembang ke arah yang berbeda.
Sementara itu Robert benar-benar dihubungi oleh mamanya. Saat ini dia masih di rumah jadwal pelajarannya masih jam 10.00 pagi.
Apalagi karena dia bergadang lagi tadi malam bersama Serra. Jadi saat ini kantuk nya masih ada.
Yang membuat tambah kesal saat itu, Robert yang terkejut karena dihubungi tiba-tiba oleh mamanya.
langsung keluar dari kamar menuju meja makan. tadi malam Robert hanya meminum beberapa gelas alkohol dengan kadar rendah jadi dia sedikit lapar.
Mama Robert yang masih berhubungan telepon dengan Robert tentu saja terkejut melihat penampakan Pria itu di CCTV.
Dia pikir saat ini putranya sedang ada di sekolah.Tapi siapa tahu sebenarnya putra semata wayangnya itu masih ada di rumah dalam keadaan acak acakan.
"Robert apa-apaan kamu kamu mabuk tadi malam?" pekik mamanya di telepon.
Robert segera tercengang tiba-tiba dia sadar ada CCTV di rumah ini. Mau membaca pun tidak ada gunanya.
"aku nggak mabuk kok mah hanya minum sedikit hehehe"
"sedikit kamu bilang sedikitpun itu artinya haram loh beb kamu tahu nggak. Dari kecil Mama itu udah ngajarin kamu tentang halal dan haram. Sekarang semua ajaran Mama itu sudah kamu buang ke mana?" kata mama Robert lagi.
Robert duduk seperti anak TK yang sedang di marahi gurunya. Dia tahu apa yang dia lakukan itu sebenarnya adalah salah. tapi dia ingin lebih dekat dengan Serra. Wanita itu memang lebih sering memilih tempat diskotik setiap kali mereka bertemu.
Jadi
"Mama aku...
"kamu apa robert ,jangan bilang kamu masih berhubungan dengan Serra itu ya.Kamu udah tahu mama nggak suka sama dia. Dia bukan gadis baik-baik Robert, ingat kata Mama" kata mama nya lagi.
"Mama kenapa sih Mama nggak suka sama Sera dia itu gadis baik-baik loh mah. Dia udah mau berteman dengan aku secara dia tahunya aku ini pria miskin. tidak seperti Andien yang langsung GR saat mendapat uang"kata Robert dengan masam.
"apa kamu bilang, kamu membandingkan menantu Mama sama Serra?" tanya mamanya lagi dengan geram.
Jika mereka saat ini sedang dekat mungkin Robert sudah dijewer nya. Robert itu hatinya terlalu lembut ,dia mudah ditipu oleh seorang gadis seperti Serra.
Sekali dia mempercayai seseorang dia akan percaya sampai mati. Sudah beberapa bukti yang diberikan oleh Mama Robert tentang perilaku Sera yang tidak baik.
Tapi Robert bahkan tidak peduli. Dia hanya berpikir mamanya hanya sedang mencari cari alasan saja.
"Mama jelas belum kenal dengan Serra jika mama sudah kenal sama dia Mama pasti akan suka. Percaya deh sama "kata Robert lagi.
Robert memang sangat mencintai Sera dan mamanya sudah tahu mengenai ini sejak dulu. Karena itulah Mama bersikeras untuk menyelidiki pribadi Serra secara khusus.
Dia memiliki latar belakang yang baik tapi memiliki pribadi yang buruk. Selalu ingin mendominasi pasangannya dan itu terjadi dari dulu sampai sekarang.
Mama Robert tidak tahu apa yang membuat putranya ini menyukai Serra sampai sedemikian rupa.
Katakanlah dia cantik tapi Andien sebenarnya lebih cantik daripada Serra. Andien hanya memerlukan waktu untuk belajar cara merawat dan mempercantik diri sendiri.
Lagi pula Andien masih dalam waktu pertumbuhan. Dia juga bisa menjelma jadi gadis yang seksi setelah beberapa tahun.
Jadi kenapa Robert tidak bersyukur dikasih pasangan seperti itu dari Allah.
"Mama itu nggak peduli apapun sama pendapat kamu tentang Serra. Yang penting sekarang menantu Mama itu adalah Andien bukan Serra, tahu"potong Mama Robert.
"Tapi mah...
"nggak ada tapi-tapian dengar ya Robert tadi Mama udah kasih izin sama teman-temannya Andien untuk datang ke rumah kamu.Mama nggak minta izin kamu tapi mama hanya kasih tahu oke"
"A.. apa mah?"tanya Robert tidak percaya.
"Mama yakin teman sekolah Andi tidak tahu apa hubungan kalian sebenarnya. tapi Mama nggak peduli ya, itu teman-teman Andien. Biarkan dia melakukan apapun di sini ,mama lihat dari sini loh ya,awas kamu " ancam mama Robert lagi.
Wajah Robert berubah lagi ,dia tidak menduga jika Andien sudah meracuni pikirkan mamanya sampai sejauh ini. Sekarang sampai bawa-bawa teman-temannya ke rumah gimana kalau mereka jadi curiga.
Ini bisa gawat.
"Mama tutup dulu teleponnya, pergi mandi dan lanjutkan sarapan lalu pergi ke sekolah. Menantu Mama udah siapin makanan enak buat kamu kok dianggurin kayak gitu. Mama melihat semuanya dari sini, ingat"
Setelah berkata begitu mamanya benar-benar menutup telepon secara sepihak.
__ADS_1
Robert hanya bisa menatap telepon dengan mata penuh kebencian. Tapi mengingat ada CCTV wajah Robert langsung berubah dengan senyuman manis lagi. Jangan sampai.wanita tua itu menelpon lagi hanya gara-gara wajahnya yang cemberut.
Hehehe.