
Suasana malam terakhir di bumi perkemahan begitu terasa.
Api unggun yang menyinari langit malam di malam terakhir bumi perkemahan.
Banyak pasangan yang berkencan di bawah api unggun.Banyak gelak tawa menghiasi langit malam.
Sebenarnya ada begitu banyak SMA yang mengikuti acara kali ini.SMA di mana tempat Andin dan Robert tidak banyak melakukan interaksi.
Jadi selain dari para guru,teman sekelas Andin juga tidak akrab dengan Robert.Tapi mereka tau jika Robert adalah seorang guru.
Sekarang Romlah mengatakan jika Robert adalah sepupu Andin.Mereka langsung percaya begitu saja.
Robert bilang dia ingin berbicara dengan Andin jadi semua orang menyingkir dengan suka rela.
Sekarang mereka hanya tinggal berdua di dekat api unggun yang panas.
Nyatanya api unggun tidak membuat hati dua insan yang di ikat oleh benang merah pernikahan itu jadi hangat.
Meskipun hanya tinggal berdua di sisi ini. Mereka tetap bungkam seribu bahasa.Tanpa ada yang mau memulai nya.Jangkrik saja lebih keras bersuara di bandingkan mereka.
Suasana jadi canggung tiba tiba.
Tanpa di sadari ada sepasang mata yang memandang mereka dengan curiga.Robert belum pernah dekat dengan wanita manapun meski dia tipe lelaki ramah dan mudah bergaul.si empunya mata mendekati pasangan baru ini demi menjauhkan kecurigaan nya.
Langkah kaki nya juga tidak di sembunyikan sama sekali.
"Robert lho kok kamu di sini, nggak lagi mojok kan?' tiba tiba ada guru yang mengajar di sekolah yang sama dengan Robert datang menghampiri mereka.
Dia memang sudah lama naksir Robert.Udah baik , ganteng kaya pula.Yang lebih penting si Robert itu masih jomblo akut.
"Mojok? nggak kok?"kilah Robert gugup.Tapi dia sendiri tidak yakin,apa nama nya ini sekarang.
Duduk berdua dengan istri sendiri yang baru menikah,di sebut dengan apa.
Honeymoon kah?"
"Ya pasti nggak lah, kan ini murid dari SMA 3 kota Kecil kan, kalau di liat dari seragam nya sih?" tanya sok tau.
"Hmm dimana mana seragam Pramuka itu sama saja, gimana bedainnya Bu?" jawab andin ketus ada rasa curiga di benak Andin Pasalnya Guru ini yang terlihat bersama dengan Robert sejak tadi siang .Kemana mana Robert pasti ada dia . Guru ini selalu mengekor Robert dan Robert sedikit pun tak melarangnya.jangan jangan...
__ADS_1
"Iya Bu sisil, kenalkan ini sepupu saya yang kebetulan tinggal di Jakarta,eh taunya malah ketemu di sini Bu" jelas Robert tak enak hati entah karena menyembunyikan identitas ataupun malu ketauan mojok sama rekannya itu.
"Oo adek kakak ya?" Sisil tersenyum lega kecurigaan tak terbukti.
"Bukan ,mas ..
"Bukan kakak tapi mas,ya dia manggil aku mas" potong Robert cepat-cepat, Andin nggak bisa simpan rahasia.Bisa mampus.
"Ooh gitu ya,ya udah,aku mau bilang besok aku numpang ya sama mobil kamu, bisa?" tanya ibu Sisil dengan nada centil nya.Dia ingin berdua dengan guru tampan ini.Siapa tahu ada kecelakaan kecil yang membuat hubungan bisa dekat,kan lumayan tuh.
"Boleh saja kok, kebetulan Andin juga akan ikut ke Bandung mama pengen ketemu, kangen katanya"jawab Robert senang.
Dia juga merasa tidak nyaman jika berdua saja dengan bocil.Lebih baik ada orang ketiga di antara mereka, tapi kok bunyinya agak aneh ya.
Orang ke tiga,hem.
"Jadi namanya Andin,manis nya udah punya pacar belum?"Sisil mencubit hidung Andin yang Bangir seakan-akan mereka begitu akrab.
"Belum buk" kata Andin jujur.Wong dia punya laki gimana mau punya pacar, coba.
"masak sih,manis gini ?" tanya bu Sisil tidak percaya.Zaman sekarang,anak SD saja sudah pandai pacaran apalagi anak SMA sekelas Andin,siapa yang dia bohongi.
"Nggak usah pacaran langsung nikah aja biar halal Bu.Pacaran tu banyak nggak enak nya,Apa apa di batasin, coba kalau udah nikah kan lebih bebas" jawab andin geram .
Robert tidak sadar jika Andin merasa merasa terancam jadi dia tidak bersuara.
"Ah benar sekali ya Andin,ibu suka sama prinsip kamu, ibu juga maunya gitu tapi mau gimana lagi belum ada yang ngelamar ibu juga!" lirik Bu sisil ke arah Robert yang sudah pucat tanpa sebab.
Robert merasa gugup entah kenapa, nih dua wanita lagi ngapain.Aneh dan membuat Robert ingin pergi
"Jodoh tuh nggak perlu di cari Bu,kalau udah waktunya ntar juga datang sendiri malah kayak bintang tu yang jatuhnya dari langit,iya kan mas?" ucap Andin lagi ,dia menyenggol Robert dengan lengan nya.Robert tambah gugup dengan kata kata ini.Takut nya Andin kebablasan.
"Tapi jodoh ku jatuh dari pohon jengkol hihihi" batin Andin.
Robert cengengesan tak jelas pembicaraan ini bikin dia panas dingin.Rasa ngilu gimana gitu seandainya Andin keceplosan, di mana wajah ini akan di sembunyikan.
"Ya kan mas?"
"Hm i... iya bener " jawab Robert ragu
__ADS_1
"Moga aja ya jodoh udah dekat ,andai kayak lagu dangdut itu tu,jodoh ku lima langkah " sindir sisil memberi kode yang jelas lagi transparan.
"ya juga Bu tapi ada juga yang rela jadi pelakor dan pelakor kayak nya nggak enak deh Bu mending cari yang single dari punya orang " ucap Andin langsung.
"Hah emangnya Robert udah ada yang punya?" Sisil sedikit terkejut pasal nya tak pernah sekalipun Robert mengatakan dirinya memiliki pacar
"Astaga jadi maksudnya tadi itu mas ku ini ya,aduh maaf ya Bu setau saya itu mas Robert udah punya gandengan .Masak ganteng ganteng begini kalah sama truk iya kan mas ku yang tampan" Robert lagi lagi mati kutu dengan dia .
Gadis beda usia di depannya ini malah berani merangkul nya dengan manja yang di buat buat.
Perilaku ini malah bikin Sisil curiga dengan hubungan mereka berdua. Tapi mana mungkin kan secara gadis di depannya ini malah belum tamat SMA. Masak Robert demen sama beras kencur seperti Andin. Tapi jelas rasa ini membuat rekan sejawat Robert ini jadi salah tingkah.
"Ma maaf ya soalnya Robert nggak pernah bilang kalau dia udah punya pacar ,maaf ya ,oh ya aku mau ke sana dulu ya rob ,soal nya ada Bu Anggi yang nunggu dari tadi " Kata nya buru buru pergi.
Dia pasti wanita yang tidak mau dicap sebagai pelakor, bagus lah kalau tau diri, pikir Andin.
"Ya Bu silahkan" usir Andi secara halus.Melihat Robert tak berniat menahan nya mau tak mau sisil bergerak menjauh seraya menggerutu dalam hati nya.
"Kenapa kau kasar padanya?"tanya Robert setelah ibu Sisil pergi.
Di mana sopan santun Andin sebagai anak SMA sementara Sisil itu seorang guru yang jelas lebih tua darinya.Sungguh anak yang tidak sopan.
"Bibit pelakor itu harus di basmi sebelum dia membesar mas " kata Andin percaya diri.
"Pe pelakor?"tanya Robert tak mengerti apa maksud Andin dengan pelakor.
Selama ini dia dan Sisil tak punya hubungan spesial hanya rekan sesama guru di sekolah yang sama.Di mana Sisil bisa di sebut dengan pelakor.Lagi pula dia dan Andin,ahh Robert lupa jika Andin sekarang adalah istri kecil nya.
"Pantas Andin seperti induk ayam gini, merasa terancam sama Sisil Haha " Kata Robert tertawa
"Ya pelakor, hanya orang bodoh yang tak bisa melihat ada cinta di matanya" Rungut Andin tambah kesal.Kan dia sedang mempertahankan haknya sebagai seorang istri,apa salah.
"Aduh sudah jangan bikin aku tambah bingung ya, sebaiknya kau pergi tidur sudah malam"ucap Robert yang mulai risih tak tau kenapa
"Hm mas?"
"Apa?!"jawab Robert sedikit membentak ia sudah mau bergerak kembali ke kemah nya.Padahal tadinya dia ingin berbicara banyak hal pada Andin tapi mod nya tiba tiba jadi buruk.
"Mas mau malam pertama nggak mas, Andin siap mas kapan aja,mau nggak ?" tanya Andin seraya mengedipkan mata indah nya.
__ADS_1
??
Robert tak menjawab melainkan langsung kabur secepat mungkin.