
Perilaku Robert di selama dalam penerbangan dinilai tidak wajar jika di lihat dari status mereka berdua .
Yang satu adalah dosen yang lain adalah mahasiswi.
Tapi saat ini di dalam pesawat hanya ada mahasiswa dan mahasiswi berikut juga para dosen dan keluarga yang berasal dari universitas pancasila.Mereka keseluruhannya tahu apa yang terjadi status mereka berdua.
walaupun masalah ini sedikit aneh tapi semua orang tidak menganggap itu adalah masalah besar.
Apalagi para dosen yang hadir benar-benar tidak mempersoalkan masalah itu sama sekali. Mahasiswa dan mahasiswi yang hadir menganggap masalah ini sebagai situasi yang rahasia tapi masih cukup wajar jika dinilai dengan cara penerimaan para dosen tersebut.
Setelah pak dosen benar-benar merubah penampilannya saat masih di bandara.Sekarang antara Andien dan Robert benar-benar tidak ada kesenjangan dari masalah penampilan.
Hampir 2 jam di dalam pesawat Robert benar-benar mengabdikan dirinya menjadi seorang pacar yang bisa diandalkan.
Dengan telaten dia mengirimkan segala sesuatunya agar Andien bisa duduk dengan santai di dalam pesawat.Contohnya menarik sebotol minuman atau sekedar menawarkannya sebuah buku romantis yang bisa dibaca saat-saat menunggu.
Awalnya ini agak memuakkan tapi dalam kurun waktu 2 jam itu ,pada akhirnya Andien menyerah juga. Dia tidak lagi melawan perlakuan manis dari Robert
Tapi juga tidak menerimanya. implikasinya Andien hanya diam dan menerima secara pasif. Jika ditolak pun ini akan menjadi hal yang.
tidak ada seorangpun yang mencoba memisahkan pasangan beda usia itu. termasuk juga dengan para dosen yang bahkan tidak menegur Robert sama sekali
Tapi seorang dosen mencoba mengadikan diri mengabdikan momen ini dan ingin membaginya dalam grup para dosen.
Sebuah video dengan caption "sulitnya mengejar istri".
Video yang hanya memiliki durasi beberapa detik ini sebenarnya tidak bisa di-upload karena kondisinya mereka sedang berada di atas langit.
Tapi sang dosen nakal tetap menyimpan dan akan mengirimkannya jika ada waktu.
Selang beberapa waktu kemudian pesawat akhirnya tiba juga di bandara international Ngurah Rai,Bali.
Semua orang bergegas untuk turun dan menghirup udara khas Bali. Walaupun sejatinya mereka baru menampakkan kakinya di bandara saja.
tapi tidak ada pemandangan bagaimana orang berebutan untuk turun semuanya antri dengan teratur dan rapi. bukankah para penumpang ini adalah orang-orang dewasa dan para dosen.
Sari dan Yanti juga melewati tempat duduk Andin dan tapi tidak mencoba menarik Andien untuk turun bersama-sama. Mereka berdua sudah dibayar mahal untuk itu.
"ayo sayang" kata Robert dengan menarik tangan Andien. Dia sengaja membiarkan semua orang turun lebih dahulu dan mereka adalah penumpang terakhir.
Dengan wajah yang sedikit malas Andien turun juga dari pesawat.
karena mereka adalah karena mereka menaiki pesawat pribadi jadi perawatannya juga tidak sama seperti yang lain.
Seseorang utusan dari Nugraha group langsung datang untuk berbicara dengan dosen yang mengepalai tour kali ini.
namun ini sama sekali tidak menarik perhatian bagi para mahasiswa dan mahasiswi yang hadir.
Selamat datang di Bali semuanya harus tertib ya di sini perlu diingatkan lagi kita membawa nama besar dari universitas jadi jangan berbuat sesuatu yang memalukan oke kata dosen seorang dosen memperingati mahasiswa dan mahasiswi.
peringatan itu disambut baik oleh semua yang hadir.
"nah sekarang kita berada di bandara internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. bandara nasional ini berada di bla bla bla bla bla bla"meskipun hal-hal seperti ini bisa anda cari di internet namun berbeda rasanya jika anda bepergian langsung dan mendengarkan penjelasan langsung di tempat.
apalagi tujuan mereka memang benar-benar ingin mengenali dan jalan-jalan di Bandung.
"oke anak-anak semua kita akan langsung ke Denpasar ya dari sini ke Denpasar itu sekitar 40 menit"kata dosen lagi.
Semuanya tidak ada yang bersuara, palingan mereka berbisik-bisik untuk membicarakan kegembiraan karena sudah bisa sampai ke destinasi.
Beberapa bahkan mengambil telepon genggamnya untuk mengabdikan moment ini.
Untung saja mahasiswa dan mahasiswi kaya tidak ikut serta dalam perjalanan kali ini. Jika ikut mereka akan memasang wajah jijik melihat perilaku kampungan yang sekarang sedang dipertunjukan.
Semua orang tiba-tiba mereka digiring menuju ke mana sebuah tiga buah wisata sudah menunggu.
Menurut informasi tiga buah bus ini memang akan diperuntukkan bagi mereka saat berpergian ke Bali.
Dengan antusias yang tidak berkurang semuanya segera naik ke bus dengan gembira.
Robert menarik tas Andin tanpa bertanya. Sekilas pandang dia tahu di mana milik Andien .Sungguh suami yang sangat perhatian.
Tapi Andien tidak bereaksi dengan perlakuan seperti itu ,dia hanya diam dan terlihat acuh tak acuh .
Secara sadar semua orang memberikan Robert kursi kosong di sebelah Andien.Tidak ada yang mau merampas tempat itu,oke.
__ADS_1
"an kamu kan nggak pernah ke Bali nanti aku perkenalkan kamu dengan lokasi bagus oke"
tidak perlu aku akan pergi berbarengan dengan yang lain"kata Andien cuek.
Robert sama sekali tidak marah tapi dia tetap tersenyum.
"itu beda sayang anggap aja ini bulan madu kita yang tertunda "
Huuuuu.
Beda di pesawat dan beda lagi di dalam bus. Anak-anak ini terang-terangan memprovokasi Robert
Pesawat kursinya sedikit rapat , apalagi sekarang suasana hati para mahasiswa ini sudah lebih baik dibanding pada waktu mereka dalam pesawat.
Mungkin karena itulah mereka lebih berani memprovokasi Andien dan Robert.
"pak dosen sujud amat sih kalau andinya nggak sedih sama aku aja pak aku juga masih single kok"kata seorang gadis yang jelas-jelas sedang bercanda.
ini bisa diketahui dengan pacar aslinya yang ada di samping.
"telat dosen yang tampan udah ada yang punya"kata Robert yang malah menjawab ejekan itu.
Sontak semua orang tertawa dengan banyak. Tidak disangka sebenarnya dosen Robert orangnya cukup humoris dan mudah bergaul.
Seperti yang dia bilang tadi sayangnya pak dosen udah ada yang punya.
Robert sama sekali tidak merasa risih dengan ejekan itu .Tapi beda dengan andien yang langsung memerah karenanya.
"Patty kamu beruntung banget terima aja lah lupakan masa lalu dan jalani masa depan"kata seorang gadis yang duduk di bangku belakang Andien.
Sari dan Yanti mungkin masih merasa tidak nyaman jadi mereka berdua memilih naik di bus yang berbeda.
Dalam hal ini Andien merasa tidak nyaman dan berniat membalaskan dendamnya pada dua sahabat yang berkhianat itu.
Andien sama sekali tidak menjawab perkataan gadis di belakangnya ini. Jika hanya berbicara itu sangatlah mudah tapi bagi orang yang merasakannya sendiri itu berbeda lagi.
Lukanya masih berdarah kok.
"iya sayang lupakan saja dan Mari kita tempuh hidup yang baru, oh ya anak-anak, tolong dukung bapak ya, tolong jaga Bu dosen jangan sampai disambar orang Bali" pak dosen bahkan lebih berani lagi, dia berdiri agar posisinya bisa dilihat oleh banyak orang.
Jauh di dalam hati robek khawatir jika Andien menemukannya cinta baru di Bali. Di sini Ada 1000 macam pria yang bisa dipilih sesuka hati.
Jadi kata-kata yang dia sebutkan tadi bukan bercanda sama sekali.
"siap pak dosen asalkan ada uang jajan" kali ini yang berbicara adalah pemuda yang tidak jauh dari meja Andien jika sedang di universitas.
Entah untuk tujuan apa yang jelas robert merespon pertanyaan itu dengan baik.
"uang jajan mah kecil satu informasi dihargai 100 ribu untuk uang jajan"
Beberapa tepukan segera bergema, suara bus yang sedikit keras sama sekali tidak membuyarkan antusias mereka.
Beberapa mahasiswa juga turut mengacungi jempol jika pak dosen ini benar-benar seorang dosen yang wajib ditiru.
Bukan dari segi pengajarannya tapi dari segi cara dia mengejar cinta
Mungkin pak dosen ini salah alamat, dia salah jurusan. Seharusnya di universitas dibuka juga jurusan tentang cinta. Bukankah pak dosen cocok untuk jurusan itu.
"Patty aku iri padamu" pekik gadis yang paling belakang.Memiliki seorang pria yang nekat mengejar cintamu seperti pak dosen. Ini adalah sebuah impian yang menjadi nyata bagi para gadis.
Dia sama sekali tidak mengerti kenapa Andien bahkan tidak terpesona dengan itu.
Sampai detik itu juga Andien sama sekali tidak tersenyum sedikitpun. sepanjang perjalanan dia hanya diam dan tidak tersentuh dengan apa yang dilakukan oleh Robert.
Tidak lama kemudian bus segera tiba ke sebuah hotel yang tidak bisa dikatakan mewah. Tapi jelas tertulis di pintu gerbangnya dengan nama Nugraha Bali style.
Hanya dengan membaca nama itu tentu saja orang bisa mengetahui jika ini adalah sebuah hotel yang dibangun oleh Nugraha group.
"aku baru saja membuka Google, kalian tidak tahu jika harga yang dikenakan di sini sangat mahal?"
"yang paling murah itu sekitar rp290.000 per malam. cuman 290.000 itu kan murah" kata seseorang yang menganggap remeh 290.000.
"rp290.000 itu belum dengan menu dan berbagai perawatan lain hanya kamar doang. lagi pula kamu denger nggak yang aku bilang tadi itu cuma yang paling murah"katanya.
"benarkah jadi kita akan berada di kamar mana, di kamar murah menengah atau yang paling mewah.?"
__ADS_1
"mimpi kamu mengharapkan yang paling mahal, tidak ngemper di jalanan aja udah bagus"kata yang lain tertawa.
Dia sibuk memotret sana dan memotret sini. Ini adalah hal bagus yang perlu diabadikan apalagi semuanya bisa dikirim ke rumah. Mengabari semua orang rumah jika dia sudah sampai di Bali dengan selamat.
Cklik...
"kamu benar maka mari kita nikmati liburan kali ini tanpa rasa tertekan"kata teman nya dengan nafas lega.
Gadis yang berbicara ini tidak memiliki kekurangan uang namun begitu kantongnya tentu saja dibatasi. Uang yang bisa dihemat dengan biaya pesawat dan penginapan ini tentu cukup banyak bagi dia yang ingin membeli beberapa hal di Bali.
"oh Tuhan coba kalian baca ini harga golongan menengah itu 400 per malam dan Dulux 1600 VVIP malah lebih mahal lagi rp3.400.000 per malam "seorang gadis dari sudut lain tiba-tiba menjerit dengan menutup mulut nya sendiri.
Gadis ini baru saja berselancar di dunia Maya untuk mencari tahu berapa harga yang diperlukan permalamnya untuk bisa menginap di Nugraha Bali style.
Hasilnya sangat mengejutkan untuk orang-orang kalangan miskin. Dirinya saja yang masih memiliki kiriman rutin dari keluarga dengan dana besar juga terkejut dengan harganya.
Dikira hotel Nugraha ini adalah hotel bintang 3 .tidak tahunya Nugraha bali style ini adalah salah satu hotel yang dilirik oleh banyak wisatawan kaya.
Beberapa orang segera menajamkan telinga dan ikut membaca harga tertera di telepon genggam gadis itu.
"hah rp1.000.000 ini gila guys, satu juta hanya untuk buang-buang duit. lebih baik aku pilih yang Rp 290.000 aja ah"kata gadis itu tiba-tiba dia segera mengingat berapa jumlah uang yang dia bawa kali ini apakah cukup untuk menginap di sini selama satu minggu atau tidak.
Sebenarnya harga ini cukup murah jika anda membayarnya sendiri tapi saat ini mereka datang dengan grup yang jumlahnya 100 orang mahasiswa dan mahasiswi belum lagi dengan keluarga para dosen.
Sebenarnya berapa dana yang dikeluarkan oleh Nugraha group untuk menjadi sponsor perjalanan kali ini.
Nugraha grup cukup loyal.
"dasar kalian otak udang, kita kan nggak bisa milih .Sudah dipesan juga kok oleh Nugraha grup. jadi tinggal dan nikmati hahaha"kata seorang mahasiswa yang sok tahu.
Mereka datang dibayarin tentu saja tidak mampu bisa memilih di mana mereka tidur,gitu aja kok repot.
"oh iya kenapa aku baru ingat ya?"kata gadis itu lagi.
"hah otak kamu kan ketinggalan di Jakarta " kata nya dengan tertawa mengejek.
"Hem kalau bicara yang benar dong jangan pakai kasar ,gitu mau berantem kamu?"tiba-tiba saja wajahnya berubah dan dia seperti mulai emosi.
Kata-kata lawan nya ini memang begitu kasar .Bukankah mereka hanya berbicara mengenai biaya hotel saja tadi kenapa bisa sampai masalah otak.
Kan nggak lucu.
"eh udah tenang ,tenang ,jangan berisik .kita kan mau liburan bukan mau cari musuh ya nggak?"kata seseorang yang maju untuk mendamaikan dua orang yang berselisih.
Andai masalah ini didengar oleh manajer hotel ,mungkin mereka akan diusir keluar. Jika sudah begitu bagaimana mereka bisa pergi liburan dengan perut terbuka.
"hahaha kami tidak serius kok hanya bercanda" kata dua orang yang sempat bersitegang.
"Yah bercanda hehehe "
Semua orang tertawa lagi tapi di sini Andien dan geng nya tidak lagi tertawa.
Berhubung mereka semua sudah turun dari pesawat Yanti dan Sari kembali bergabung bersama Andien dan tidak lagi membiarkan dosen itu mendekat.
Apalagi Robert hanya meminta kursi jadi itu juga mudah ditambah lagi rp1.000.000 itu masih harum.
Satu juta bagi mereka sudah cukup untuk uang jajan selama di Bali. suku-sukur bisa dihemat untuk makan satu minggu di Jakarta.
"Andin jangan marah ya" kata sari memeluk lengan Andien.
Yanti datang lagi dan memeluk lengan yang kosong. Mereka memang tidak nyaman sejak dalam pesawat tapi godaan uang itu cukup besar.
Robert memang benar-benar pintar membeli kesetiaan dua sahabat.
"Andien suer deh ini yang terakhir kali, jangan marah ya"kata Yanti pelan
"dasar teman yang nggak tahu diri satu juta aja udah luluh"kata Andien dengan wajah bete. selama 2 jam lebih di dalam pesawat dia dilecehkan Robert namun dua sahabat malah minggat karena diiming-iminging uang satu juta rupiah.
Sahabat yang tidak setia.
"sorry beb lagi bokek soalnya hahaha lagian cuma 2 jam aja kok"kilah Sari yang sedikit malu. Rasa bersalah sih memang ada tapi mereka yakin Andien akan mengerti.Lagian di bawah mata orang yang begitu ramai, tentu saja pak dosen tidak akan berani berbuat macam-macam.
"bener tuh kami sengaja kok demi uang hahaha"
"dasar kalian ini pada mata duitan semua" kata andien tersenyum. Susah marah untuk teman yang memang miskin.
__ADS_1
Saat ini Robert sudah pergi untuk menyelesaikan beberapa urusan. Di sini dia juga mengambil posisi sebagai seorang dosen yang tentu saja harus mengerjakan sesuatu, tidak melulu meladeni pacar tercinta.
Andien mengambil kesempatan ini untuk kabur secepat mungkin. Dia sudah risih seharian diikuti Robert seperti seekor anjing kecil di belakangnya.