
Malam kembali datang dan pasangan ini kembali ke rutinitas alami manusia. Meskipun telah terjadi kesepakatan lisan tentang kamar yang terpisah, Robert cukup pengecut untuk merealisasikan nya.
Namun diri nya tak percaya dengan keberanian mama yang memaksa kan CCTV-nya di kamar tidur mereka.Mungkin saja ini hanya gertakan sambal.
Dengan begitu Robert tidur nyenyak di malam hari.Begitu juga Andin yang memang agak lelah setelah perjalanan panjang mereka.
Satu malam berlalu dengan tenang.
Ketika gelap berganti terang, Robert telah siap dengan pakaian rapi ala guru dan Andin dengan pakaian anak sekolahan.Mereka duduk rapi di meja makan dengan sepiring nasi goreng ala Andin dan telor ceplok. Tak lupa juga segelas teh hangat untuk mereka masing-masing.
Robert tidak menolak makan makanan yang di buatkan oleh istri kecilnya.
"Mas, kita barengan kan? " tanya Andin hanya untuk memastikan. Siapa tau persyaratan kemaren tak berlaku lagi seperti hal nya tidur di kamar terpisah tadinya.
"Sesuai kesepakatan awal" kata Robert
"Oke" jawab Andin penuh pengertian. Ini hanya perlu waktu.
"Tak perlu sembunyikan terlalu jauh, katakan lah kita paman dan ponakan, oke"
Entah apa yang di pikir Robert. Namun dia tak mau terlalu jauh dalam berbohong. Siapa tau satu hari ada orang di sekolah yang mendapati tentang mereka yang tinggal di satu atap. Kota ini bukan kota besar. Lagi pula gosip bukan lah sesuatu yang bagus bagi profesi nya sebagai seorang pendidik.
Andin terkikik geli. Hatinya jadi berbunga bukan kah ini pertanda bagus. Ada hal hal yang di langgar di perjanjian awal.Ini adalah perubahan identitas yang sebenarnya tak perlu tapi mau gimana lagi.Ponakan lucu juga sih hihihihi
"Ponakan mas? ponakan ketemu gede hehe" kata Andin tertawa.
"Awas ya kalau ketahuan,ini pasti salah mu"Ancam Robert yang kekanak kanakan.
"Gimana sih mas,kan teman teman ku tau nya kita sepupu waktu4 di bumi ini kemaren Ehh sekarang jadi paman dan keponakan.Ya gimana nggak curiga ntar "kata Andin mengingat kan.
Robert baru sadar setelah di ingat kan."Oke kita adalah sepupu yang saling jaga dan tinggal serumah,itu benar"kata Robert meralat lagi ucapannya.
"Ya sepupu yang tidur di ranjang yang sama juga kan, hahaha"usik Andin sebelum dia kabur dengan kunci motor di tangannya.
Andin berlalu pergi dengan hati senang tapi Robert masam sampai ke hati yang paling dalam.
Dia tetap makan dengan tenang sampai dia yakin Andin telah berangkat. Barulah dia keluar dari apartemen dan berangkat dengan mobil nya sendiri.
Andin yang mengendarai motor matic baru tiba dengan cepat di sekolah.
__ADS_1
Suasana ramai di ruangan seakan menyambut kedatangan Andin, ada Romlah yang tersenyum penuh arti. Menunggu di kursi dengan penuh semangat.
Romlah melambaikan tangan ke arah Andin.
"Din, sini" ujar nya seraya menepuk nepuk kursi di sebelah nya. Andin Tersenyum segera duduk di samping Romlah.
"Gimana pacar barunya masih online? " tanya Andin serius.Kan Romlah hanya bertahan satu atau dua bulanan dengan doi.
"Ya masih lah , malah makin mesra gimana gitu hihihi" Romlah tertawa senang.
Teringat bagaimana panas nya malam minggu nya bersama pasangan baru yang populer di sekolah.Wajah nya bangga ke mana mana.
"Romlah aku hanya mengingat kan. Jangan kau serahkan semua nya pada pacar. Sisakan sedikit kehormatan untuk suami masa depan mu. Jangan kau ambil langkah yang akan menghancurkan dirimu sendiri Rom" pesan Andin.
Selain pacaran dengan model seperti itu, Romlah sebenarnya anak yang baik.Jadi sayang jika dia terjebak dalam hubungan bebas.
"Ahh,dasar jomblo, makanya cari pacar sana jadi tau kan gimana rasa nya punya pacar. Anget di saat dingin jadi gembira setiap hari" kata Romlah dengan wajahnya yang cubby.
"Hmm aku tu nyarinya laki bukan pacar. Kalau laki mah bila dingin boleh merapat iya nggak. Tanggung kalau cuman bisa pegang pegang doang. Lagian ya kalau terjadi apa apa, lelaki model pacar pacar mu itu nggak bakal tanggungjawab. Makan aja masih di kasi orang tua gitu " rungut nya.
"Iya deh aku tau kok batasan nya. Nggak kebelet amat sih "Jawab Romlah santai. Belum ketemu ama ustad ni orang.
"Ah mendingan gosipin guru baru yang bahasa Inggris. Kamu tau nggak orang nya masih muda dalam lajang. Apa bisa jadi target nggak ya? " kata gadis di meja lain yang tiba-tiba datang dengan gosip baru.
Si Romlah sudah pasang wajah penasaran,bau bau nya dia ngidam guru sekarang.
"Hus guru mau di makan juga, pe'a lu. Siapa sih namanya? ".Tanya Andin serius.
"Jangan jangan laki gue"pikir nya.
"Hmm kayak nya Robert deh ya Itu Robert "Kenang gadis itu lagi. Dia selalu tau berita seputar cowok keren dan guru baru masuk ke dalam katagori nya. Jawaban nya sukses bikin Andin berkeringat dingin.
"Kalau yang itu nggak boleh ,di larang keras tau. Dia itu sepupu nya aku. Dari pihak ibu,pindahan dari jakarta malahan sekarang dia ngajak aku tinggal barengan di Apartemen nya" Terang Andin.
Sepupu juga nggak apa apalah dari pada di bilang nggak saling kenal. Ini maunya Robert tapi semoga hanya demi kebahagiaan bersama jadi jalani aja.
"Apa?? " Tentu saja Romlah terkejut besar. Di bumi perkemahan Romlah juga melihat Robert jadi dia tau ganteng nya gimana.
Tapi ada yang aneh kayaknya.
__ADS_1
Bagaimana tidak, dia kenal Andin sejak kelas pertama tapi tak pernah tau Andin punya sepupu yang begini tampan dan muda.
" Serius "Kata Andin mantap menggangukkan kepala nya berkali-kali agar Romlah lebih yakin.
"Kenapa nggak bilang kalau kamu punya sepupu semuda itu. Ohh calon adik ipar ku yang imut, ah mau di traktir bakso bakar nggak,hem? "Romlah memeluk Andin dengan tiba-tiba, pipi Andin langsung di cium kuat dan kasar. Romlah memang berperilaku begini jadinya andin sudah terbiasa.
Muahhhh.. muahhhh....
Selalunya Andin tak mempermasalahkan nya tapi sekarang Romlah tiba-tiba ingin dekat dengan lelaki yang notabene adalah suami nya sendiri.
Siapa mau...
"Nggak"Jawab Andin mantap
"Mi ayam? "
"Nggak butuh "
"Sete mang ujang? "
"No"
"Bakso, mi rebus, es jeruk? "
"Nggak lapar nggak haus"
"Hmm coklat silverqueen mau? "
"Lagi sakit gigi" yang ada mah sakit ati.
"Hmm nasi goreng yang pakai telor ceplok gimana enak tu"Bujuk Romlah lemah lembut lagi lagi mencium Andin. Tapi Andin bodo amat.
"Romlah sayang, bibi yang aku panggil mama itu, ngasi aku jajan banyak banget jadi aku tu nggak butuh butuh amat traktiran"Andin masih kesal di hati tapi apa mau di kata.
Semuanya Rahasia...
"Hmm sombong nya calon adik ipar ku.Jajan nya kan dari calon mertua gue jadi gantian traktir dong"Andin memutar matanya masam. Hati nya menyelesaikan kesal" Laki gue"
Semua berlangsung sampai jam pelajaran berlangsung. Bukan itu saja di kantin juga ada yang membicarakan tentang bagaimana guru baru yang tampan muda dan jomblo.
__ADS_1
Andin menjerit dalam hati nya dan berkata"Lakiii gueee"