
Pagi pagi sekali Andein sudah selesai sarapan dan pergi ke sekolah dengan sepeda motor nya.Hari ini hari Senin lagi ,Andien harus buru-buru ke sekolah untuk mengikuti upacara bendera.
Sebenarnya andien sedikit telat pintu gerbang hampir ditutup ketika dia masuk. Pintu gerbang sudah ditutup hanya tinggal setengah meter lagi. Andien buru-buru menahan ujung kakinya agar pintu tidak tertutup.
"Mang ... mang Ujang yang ganteng hehehe" kata Andien dengan memamerkan senyum terbaiknya.
"Ah kurang 2 detik lagi nggak dibuka di pintu neng"kata Mang Ujang yang tidak jadi menutup pintu.
"makasih Mang Ujang yang ganteng, besok besok bikin lagi deh"kata Andien yang langsung lari ke dalam.
Dia sudah begitu terlambat takut nya akan telat juga untuk mengikuti upacara bendera.Belum ada sejarahnya Andien telat dan di hukum karena ini.
Dia kan murid teladan.
Tas sekolahnya dilempar begitu saja di atas meja dan Andien langsung kabur lagi menuju ke tempat upacara bendera berlangsung.
Murid-murid semua sudah berjajar dengan rapi di halaman. Andien segera mengenali di mana barisan kelasnya dan dia masuk dengan cepat di sana.
Persis di depan nya ada Romlah yang melirik Andien seraya mengejeknya.
Setelah mengikuti barisan , baru lah Andien bisa bernapas dengan lega. Dia sempat berpikir tidak ada guru yang akan melihat jika dia telat kali.
Andein nggak perduli dengan Romlah.
Tapi dia tidak tau, jika Robert melihat semua nya dari jauh. Robert sudah biasa datang telat tapi tidak di hari Senin.
Sama seperti guru-guru yang lain Robert juga sudah bersiap sedia untuk mengikuti upacara bendera dengan penuh hikmat.Tapi dia sedikit terganggu melihat Andien yang berlarian dari belakang.
"Gadis itu....
Tak lama kemudian upacara pun dimulai seperti biasanya. tidak semua orang menyukai upacara bendera ,begitu juga dengan Andien.
Apalagi Romlah yang berdiri di depannya,sempat mencoleknya saat itu. Untung saja mereka tidak bisa berbicara jika tidak tentu Romlah akan ribut bertanya tentang kenapa dia bisa telat.
Upacara bendera dilakukan hampir setengah jam dan ketika berakhir semua murid bubar dengan cepat.
Andien segera berjalan dengan Romlah di sisinya.Begitu juga dengan para guru tapi Robert ingin berbicara beberapa hal yang terkait dengan kedatangannya yang telat.
Dia berpikir hubungan mereka sebagai sepupu, tentu membuat dia layak bertanya tentang itu.Pada saat itu lah Robert mendengar pembicaraan Andien dan Romlah.
"Hei jawab dong din,kenapa nggak jawab aja.Ngapain kamu telat tadi Hem .Tadi malam di apelin sama siapa sih?" tanya Romlah setengah berteriak.
Karena suara Romlah yang tidak kecil ,tentu saja Robert mendengarnya apalagi jarak mereka sudah diperkecil saat ini.
Deg...
Entah kenapa tiba-tiba Robert merasa tidak nyaman mendengar Andien sedang di dekati seseorang.
"Nggak kok, aku tuh nggak kayak kamu yang tiap hari mikirin laki-laki mulu. kita itu akan ujian minggu depan, tentu saja aku harus belajar lebih awal ya nggak"kata Andien yang mencubit hidung romlah.
Gadis bertumbuh gempal itu langsung memeluk leher Andin dan tertawa kesenangan. Dia tiba-tiba lupa dengan apa yang dia tanyakan tadi.
"kamu benar sekali say tadi malam aku di apelin si Tommy.Beberapa kali udah pacaran nggak ada satupun yang berani ngapelin di rumah. Si Tommy sih nggak tampan-tampan amat tapi lumayan lah berani dan nekat juga" setelah berkata begitu Romlah terkikik kikik dengan geli.
Dia seolah-olah sedang membayangkan bagaimana indahnya malam minggu bagi seseorang yang sedang memiliki pacar.
Tatanya melirik Andin dan mendengus dengan jijik.
"kenapa kamu ngeliatin aku kayak gitu, kayak ngeliat musuh aja. Mau berantem kamu Hem?"Tanya andien.
Mereka sedang asyik berbicara dan tidak menyadari jika Robert sebenarnya berada di belakang mereka berdua. Selagi berbicara mereka tentu saja berjalan masuk ke ruangannya.
"nggak juga say aku itu sayang aja lihat kamu cantik-cantik gini jomblo.Nah ada Reno,si udin apalagi tora. mereka itu kan fans berat sama kamu kenapa nggak disabet aja satu-satu say" kata Romlah seolah olah seorang seles marketing yang sedang menawarkan barang dagangan nya.
__ADS_1
"Eh emangnya kamu pikir itu jomblo itu nggak enak .Salah besar dek,jomblo itu orang yang paling nyaman sedunia. kamu aja sih nggak pernah ngerasain gimana rasanya jomblo kan, dasar pisang goreng" mata andien lagi.
Andein mengeluh sendiri di dalam hati nya.Dia janda muda yang belum cukup umur.Ini bukan jomblo lagi,ini lebih buruk dari pada jomblo.
"Hei gimana ada jomblo yang nyaman sedunia .sayang adanya itu Udin sedunia hehehe ,mau tuh sama si udin" mata romlah tertawa senang.
"Khem.. Kehm...
Keduanya terkejut mendengar suara Robert. Romlah langsung pakai mode centil dan dia menyapa Robert ,si guru tampan.
"Ohh bapak guru calon imam qu,ada apa pak?"
"Ada perlu dengan andien sebentar"kata Robert tenang.
Romlah menyikut Andien dan dia pergi ke dalam dengan terburu-buru. Seisi sekolah tahu jika Andin dan Robert memiliki masalah keluarga. Kemungkinan besar Robert ingin mengajak Andien berbicara tentang masalah itu.
Dengan berpikir begitu Romlah berpikir ada baiknya mereka tidak diganggu saja.Jadi dia menyingkir dengan sukarela.Tapi Andin justru tidak senang dengan itu.
" Ada apa pak,bisa di sini aja nggak.
Ntar pelajaran mau di mulai pak"tolak andien dengan halus.
Wajah robert terlihat tidak nyaman,dia tidak berpikir jika andien tidak memberikan dia kesempatan untuk berbicara.
Asalnya dia hanya ingin bertanya mengapa terlambat tapi sekarang dia tidak nyaman lagi berbicara.
"nggak ada, kalau gitu kamu masuk aja ke dalam" kata Robert setelah nya.
Andien tidak menunggu jawaban lain dari robert ,dia langsung ke dalam seolah-olah tidak ada Robert di sana.
"Andien kenapa sih kamu jutek amat sama bebebku.Apa kamu masih berantem sama dia?" tanya Romlah lagi .Dia langsung mengemas tasnya di meja dan memeriksa segala peralatan sekolahnya.
Mem Siti tidak menyukai segala sesuatu yang berantakan di meja. Sebelum ditegur ada baiknya mengemasnya terlebih dahulu.
Seisi sekolah tahu jika Andien saat ini tidak bertegur sapa dengan guru bahasa Inggris. Mereka bertengkar gara-gara hadirnya pacar baru pak guru yang bahkan tega tidak mengizinkan Andien masuk ke apartemen.
Itu sih menurut mereka tapi kenyataannya kan berbeda jauh. Namun hal itu hanya diketahui oleh Andien dan Robert saja.
Meskipun demikian Andien sama sekali tidak berpikir untuk membuat klarifikasi tentang masalah ini biarkan saja apa yang ingin mereka pikirkan.
Toh masalah ini tidak akan berbeda jauh tentang hasil akhirnya.
"aku juga benci banget sih sama pacar pak guru, kayaknya dia bukan orang baik-baik deh. sabar aja Din, aku doain mereka itu bakal putus dan bebebku akan kembali mengijin kamu ke apartemen sama memberikan kamu kartu kreditnya lagi, sabar calon ipar sepupu "kata Romlah dengan tekad membara.
Andien merasa geli dengan perilaku Romlah ini tapi dia hanya bisa mengangguk setuju dan memberikan semangat untuk Romlah.
Maju jangan gentar, Rom kamu pasti bisa.
Mereka berdua masih bercanda ria seperti itu sampailah guru masuk ke ruangan.
"Selamat pagi anak-anak hari ini kita absen dulu ya"kata mem Siti.
Ibu guru ini wanita yang lembut dan dia selalu mengambil berat tentang murid-muridnya. Andien gerak meminta bantuannya dalam urusan sekolah.Saat ini Andien juga sedang berusaha mengurus beasiswa lanjutannya ke universitas meskipun belum tahu ke mana dia harus pergi setelah ini.
Mungkin orang yang paling paling diingat di SMA adalah ibu Siti ini.
Sementara Andin sedang fokus dengan mata pelajarannya, Robert pula duduk di kantor guru.
Untuk hari Senin dia hanya masuk ke kelas 7 pada mata pelajaran kedua.Jadi dia memiliki waktu di kantor saat ini.
Dia sedang berpikir kenapa Andien akhir-akhir ini selalu berusaha menghindarinya.Walaupun Robert sedang mengajar di kelas itu, Andein bahkan tidak pernah menjawab jika ditanya.
Mereka sudah berpisah tapi tidak bisakah menjadi teman baik.Robert berpikir bagaimana caranya dia bisa membuat Andien tidak terlalu kecewa.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian dia tiba-tiba terkejut sendiri.Kenapa lagi dia harus memikirkan tentang perasaan andien.Yang perlu dijaga hati nya tentu saja Serra bukan Andien.
Tapi kenapa....
"aduh pak Robert ,kenapa sih pikirannya kemana-mana pak .Ntar Kesambet loh pak kalau terus-terusan " kata bu nely yang datang tiba-tiba.
Robert melirik bu guru Nely yang baru berusia awal tiga puluhan.Dia sudah menikah dan anaknya bahkan sudah duduk di sekolah dasar.
Ibu guru Nelly juga tidak memiliki jadwal pagi dia masuk di jam berikutnya. Jadi ibu guru Nelly berpikir menghabiskan waktu di kantor untuk mengerjakan beberapa laporan murid.
Berhubung Robert ada di kantor,dia pikir tidak baik ber dua saja di sini.
Jadi dia berinisiatif untuk mengambil beberapa materi dan pergi ke tempat lain.
"ibu Nelly aku ingin bertanya sesuatu" kata Robert
"ya pak Robert Ada apa ya?"kata ibu Nelly dengan wajah serius.
Robert memandang wajah ibu Nelly dengan sejuta pertanyaan .Apakah dia bisa bertanya hal seperti ini pada ibu Neli atau tidak.Apa pula pendapatnya jika dia bertanya.Tapi jika terus dipendam di dalam hati Robert sendiri akan menjadi gila seharian.
"Sebenarnya aku punya teman, dia itu udah putus sama pasangannya. Tapi pasangannya itu nggak terima diputusin begitu aja. Gimana solusinya Bu agar mereka baik-baik saja seperti sebelum pacaran?"
"hahaha biasanya orang kayak gini itu bertanya tapi masalahnya sebenarnya pada dirinya .Jadi pak Robert ini putus ya dengan pacar barunya yang kemarin?" tanya nya.
Bukan rahasia lagi jika guru bahasa Inggris ini memiliki pacar cantik yang beberapa kali kedapatan mengantarnya ke sekolah.
Menurut cerita tadi, apakah pak Robert ini sekarang sudah jomblo lagi.Ibu Nely tertawa kecil tapi takutnya Robert tersinggung.
"enggak kok bu,kami masih baikan kalau nggak percaya tunggu aja ntar,ada orang yang ngirimin paket makan siang" kilah Robert dengan cepat.
"oke saya percaya jadi masalahnya apa?" kata Bu nely yang sengaja melembutkan suaranya.
"saya itu nggak nyambung aja sama pikiran cewek-cewek zaman sekarang.kan udah putus secara baik-baik maunya temannya aku itu mereka masih menjalin silaturahmi,bu. Meskipun enggak ada hubungan lagi,ya bertemanlah minimal. Tapi si ceweknya nolak dan malah bertindak seperti membenci gitu loh bu" kata Robert dengan hati hati.
Jangan sampai dia di curigai lagi.
"Oh gitu, gini ya pak Robert bagi laki-laki itu sebenarnya wajar tapi bagi kami para wanita itu sangat menyakitkan loh pak"Bu Neli yang sok tahu.
"mungkin si cewek itu udah ngerasain jika teman bapak itu adalah miliknya calon suami masa depannya tapi tiba-tiba hubungan berakhir begitu saja gimana dia nggak nggak kecewa pak. Setelah putus malah ngajak temenan, itu lebih menyakitkan lagi saya pikir"ibu guru Nelly berbicara seraya menggeleng-gelengkan kepalanya seolah-olah dirinya ada di posisi tersebut.
Yang paling menyakitkan bagi seorang wanita adalah kenangan indah antara mereka berdua yang harus dihapus setelah kata putus itu diucapkan.
"Mungkin pihak laki-laki akan dengan mudah melupakan kenangan seperti itu tapi bagi kami kaum wanita .Itu perlu waktu ribuan tahun untuk melakukannya. kami wanita memiliki perasaan yang sensitif pak Robert " jelas Bu nely.
Di dunia zaman sekarang siapa sih yang tidak pernah punya mantan. Tapi seseorang yang bisa berteman dengan mantannya bisa dihitung dengan jari.
"iya mungkin ibu guru benar tapi kan hubungan itu memang sudah berakhir, apa mereka harus bermusuhan kan enggak Bu?"kata Robert yang tidak terima dengan argumen bu Nely.
Kenapa tidak bisa berteman setelah bercerai.Ini kan tidak etis rasanya.
"itu memang benar pak tapi menurut saya beri waktu untuk dia untuk nyaman dengan posisi barunya. Nanti ketika dia memiliki cinta yang lain kemungkinan besar dia akan ikhlas kan itu. Jadi menurut saya dia hanya memerlukan sedikit waktu. oke pak saya mau permisi dulu ada beberapa hal yang perlu saya lakukan" kata Bu Nely.
Bu Nely paling takut jika berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan muhrim. Kata pak ustad jika sudah demikian orang ketiganya adalah syaitan. Apalagi pak Robert ini orangnya lumayan tampan dan kaya lagi,takut lemah iman hehehe.
"Oke bu terima kasih informasinya nanti saya sampaikan pada teman saya yah" kata Robert serius.
"Oke bilangin pada teman bapak itu kalau membuat hubungan jangan setengah-setengah ,serius lah sedikit"kata Bu Neli seraya berlalu.
Robert yang ditinggal pergi oleh ibu guru Nelly mulai berpikir. Apakah Andien begitu berat seperti yang disebutkan oleh ibu Nelly tadi.
Apakah Andien berpikir jika hubungan mereka akan kekal seperti pernikahan yang lain.
Mungkin ini tidak nyaman untuk Andien tapi walau bagaimanapun Robert juga merasa tidak nyaman dengan itu.
__ADS_1
Dia harus bicara lagi dengan Andien.