
Setelah mendengar kan informasi ini, andien.tidak berpikir dia perlu menunggu lagi di desa ini.
Mungkin dia bisa kembali ke Jakarta dan datang besok pagi.
"Pak Auzar, kalau gitu aku pulang aja dulu , besok pagi aku datang lagi"kata andien yang menahan rasa tidak nyaman nya.
Sudah ditunggu lebih stau jam, tapi Robert belum juga kembali. Padahal jika Robert ingat tentu saja dia sudah datang terlebih dahulu.
Secara mereka akan menandatangani surat jual beli itu.
Dikarenakan tuan tanahnya tidak bisa datang tentu saja hal ini terpaksa diundurkan tapi Robert tidak mengetahuinya dan dia tetap tidak kembali.
Kenapa bisa begitu.
"Oke tapi suami mau ke mana ya kok belum kembali?" tanya istri pak auzarudin.
Mobil dibawa pergi oleh Robert jika mereka akan kembali. itu saja Andien harus menunggu Robert terlebih dahulu.
"Sebenarnya tadi aku sudah menelpon dia katanya dia sedang beristirahat. Sebaiknya aku yang menyusul dia ke sana saja "
"gimana kalau kamu nunggu sebentar lagi .hari sudah mau sore lagi pula sepertinya akan hujan juga nih "kata pak auzarudin pada anjing yang sebenarnya merasa bersalah.
di samping karena merasa kecewa janji kamu dibacakan tiba-tiba dia juga sedikit terisi dengan kondisi rumah saat ini. di dalam hatinya dia pikirkan tidak begitu nyaman bermalam di rumah mereka.
Jadi dia tidak ingin menahan Andien hanya saja tidak bisa kah Andien menunggu di sini daripada menyusul nya.
"kalau nunggu dia datang mungkin kelamaan. lagi pula seperti yang dikatakan pak auzar .Hari sudah akan hujan sebentar lagi lihat saja di langit sudah begitu gelap" kata Andien beralasan.
Para ibu-ibu yang tadinya ngerujak sudah kabur duluan. Beberapa orang khawatir jemurannya akan tertimpa hujannya jika tempat kembali ke rumah masing-masing.Termasuklah dengan Cece putri pak auzarudin sendiri.
Pak auzaruddin menatap langit dan memperkirakan hujan akan jatuh kapan saja. Dia juga tidak memiliki hak untuk menahan orang yang ingin pergi.
"Oke kalau gitu biar bapak antarkan kamu ke tanah itu oke"
"Ah nggak usah apa-apa ngerepotin lagian aku juga masih hafal kok jalannya"tolak Andien.
Dia sudah merasa terlalu merepotkan tuan rumah, jangan sampai merepotkan lagi untuk mengantar kan dia ke sana.
"Hem kalau gitu hati-hati ya, nanti kalau ada apa-apa di jalan telepon bapak oke"kata pak auzarudin yang mengalah saja.
setelah beberapa kata-kata lagi pada akhirnya Andien pamit dan buru-buru berjalan mengikuti jalan setapak. sepanjang jalan Andien berusaha menelpon Robert lagi tapi siapa tahu pria itu sama sekali tidak menjawab panggilannya yang sekarang membuat Andien begitu khawatir.
Ditambah lagi dengan cuaca yang sama sekali tidak mendukung. ini
benar-benar membuat perasaan Andien semakin tidak nyaman dan rasa gelisah itu terus datang.
Sebenarnya jarak antara rumah pak auzar tadi dengan tanah itu sekitar setengah jam dengan mobil. Ini sama sekali tidak jauh. tapi sekarang Andien seperti hilang akal yang langsung memutuskan untuk menjalankan kaki ke arah itu.
Tentu saja akan menjadi jauh jika dia jalan kaki ke sana. Baru berjalan beberapa menit Andien sudah merasa begitu kelelahan.
Rintik air hujan mulai jatuh satu persatu saat dia melihat sepeda motor lewat di depannya. Dengan sengaja Andien menghentikan sepeda motor itu.
Pengemudi sepeda motor itu diperkirakan seorang wanita 25 tahun. Masih cukup muda dan Andien tidak tahu dia sudah menikah atau belum.
"Ya Mbak?"tanyanya pada Andien.
"Hem Mbak boleh tolongin aku nggak aku mau ke ujung desa yang sebelah itu mbak. Tapi hari juga sebentar lagi hujan jadi aku bingung?"kata andien.
"Ohh mau ke desa sebelah ya kebetulan sekali aku juga mau buru-buru ke sana.Ayo buruan "kata kata mya dengan senyum.
Untung saja saat ini andien memakai celana panjang jadi dia langsung naik ke atas sepeda motor tanpa berpikiran macam-macam.
segera saja sepeda motor itu berlari ke arah yang sama.
"Mbak ini sebenarnya mau ngapain ke desa sebelah?"tanya gadis itu pada Andien.
"Hem ada urusan di lahan tuan Doni, Mbak, nggak disangka hari bakalan hujan seperti sekarang .untung ada si Mbak kalau tidak aku terpaksa jalan kaki"
"Oh aku tahu tanah itu kebetulan sekali aku juga mau ke sana kok. barusan dapat telepon dari saudara ada kebakaran di sana?"
"Ke.. kebakaran Mbak?"
"Ya ada rumah kosong di sana, memang sih udaranya panas tapi tidak mungkin juga kan terbakar sendirian padahal rumah itu sudah lama banget kosong. hanya sesekali dihuni oleh orang yang pengen mampir "katanya yang membuat andien semakin gugup.
Robert
"aduh mbak kalau gitu cepetan deh keburu ujan"kata Andien yang sedikit memaksa.
__ADS_1
Sebuah rumah kosong terbakar dengan penghuni yang tidak diketahui penghuni lebih sering adalah orang yang ingin mampir. situasi ini sangat cocok dengan Robert yang memang pamit untuk istirahat di sana.
Deg.. Deg.. Deg
Tiba-tiba saja jantung Andien berdetak dengan kencang sekali .Dia merasa kekhawatiran yang berlebihan untuk Robert. Memang Andien tidak ingin berpikir tentang kembali bersama robert.Tapi walau bagaimanapun dia juga tidak ingin Robert mengalami musibah .Apalagi sampai terbakar seperti sekarang.
Memikirkan hal itu Andien sudah merasa ingin menangis saja. Tapi di dalam hati andien berdoa semoga sosok itu bukanlah Robert.
"ya Allah selamat sampai dia mengalami musibah.Ya Allah lindungilah Robert ya Allah"
gadis yang membuat sepeda motor ini langsung mempercepat laju sepeda motornya. bukan karena didesak oleh ambil tapi juga dia terpaksa karena air hujan sudah benar-benar turun.
Dia tidak ingin kebasahan sebelum sampai di tempat.
Sementara itu Andien tidak bisa berbicara lagi dia sangat gugup sekali dan berharap bisa tiba secepatnya.
Semakin dekat dengan lokasi kejadian semakin andien bisa melihat asap yang tebal. Berada lima menit dari lokasi kejadian Andien bisa melihat kobaran apinya dengan mata kepalanya sendiri.
Begitu sepeda motor berhenti Andien langsung turun tanpa memberikan aba-aba.
dia berlari cepat ke arah lokasi dan jantungnya jatuh langsung yang membuat dia ingin pingsan.
Di halaman rumah itu sebenarnya ada mobil Robert yang sedang terparkir.
Jika mobil Robert benar-benar ada di sana bukankah itu artinya korban yang disebutkan tadi adalah Robert juga.
Deg..deg..
Melihat keberadaan keberadaan mobil itu, Andien sudah tidak bisa bergerak lagi dia hanya bisa berdiri di samping mobil dan dia mematung di sana.
air mata Andien jatuh seiring jatuhnya air hujan dari langit. tidak seperti orang lain Andin bahkan tidak menghindari air hujan lagi.
beberapa orang menganggap ini aneh tapi tidak bertanya secara Andien adalah orang asing di mata mereka.
selamat selamat Andien mendengar mereka berbicara tentang korban yang tidak sempat diselamatkan itu.
"udah telat kalaupun bisa diselamatkan hanya tinggal tulang. Mari berharap hujan akan turun dengan lebatnya sehingga api bisa cepat padam. hanya dengan begitu kita bisa menyelamatkan jasadnya"
"kasihan sekali kita tidak kenal siapa dia tapi dia sudah meninggal di tempat kita. jadi gimana apa harus dilaporkan ke kantor polisi?"
"sebaiknya seperti itu"
"entahlah aku juga tidak tahu si kai itu sudah tidak punya otak sama sekali. Dia memang sering memukul orang dan minta uang ke mana-mana tapi sampai sekarang belum pernah membunuh orang. jika memang ini kelakuan dia maka dia tidak boleh dibiarkan tinggal di desa ini lagi"
"ya kau benar sekali ,ada baiknya kita melaporkan hal ini ke kantor polisi dan usir saja dia dan keluarganya dari desa ini .hanya bikin penyakit dan keonaran saja"
"siapa lah yang jadi korban si Kai kali ini.
"Ku dengar.. bla..bla..bla..
"Hei cepat lah,ini sudah akan lebat "
"Cepat,astaga hujannya begini amat ya"
Pembicaraan itu semakin jauh saja karena orang lain berlari pergi dari lokasi. Beberapa orang yang berlarian bahkan tidak bertanya kenapa Andien hanya berdiri tidak bergerak.
Mungkin karena hujan tidak satupun orang yang ada di lokasi kebakaran ini lagi. karena hujan jugalah api bisa di kendalikan.
Tapi Andien sudah berdiri setengah jam di bawah curahan air hujan.Mata Andien tidak lepas dari kobaran api yang membakar rumah itu.
Dia hanya berdiri dengan mencengkeram hatinya yang tidak bisa berbentuk lagi.
Bukan saja Andien tidak bisa menangis, dia bahkan tidak bisa mengeluarkan suara sedikitpun.
Robert yang selama ini membuat hatinya tidak menentu, sekarang benar-benar sudah tidak ada lagi.
Robert tidak akan mengikutinya lagi seperti sebelumnya. tidak akan ada lagi yang membuat Andien ingat tentang masa-masa pahit itu.
Tapi Andien yang sekarang memiliki banyak pemikiran dan juga penyesalan di saat yang sama.
Kenapa dia tidak bisa memberikan Robert kesempatan pada Robert yang hanya ingin bersama lagi
"Robert maaf aku"gumam Andien di bawah hujan.
"aku tidak membenci mu lagi Robert, aku hanya memberikan kau pelajaran. Kau sudah menghianati aku sekali tapi kenapa kau menghianati aku lagi Robert .kenapa kau pergi dengan cara seperti ini, kenapa?"
Karena mulai merasa sedikit pusing Andien berjongkok di tepi mobil. namun begitu dia sama sekali tidak ingin bergerak.
__ADS_1
Selama ini Andien mengabaikan Robert dan sekarang Robert sudah mengabaikan dia.
Jika Robert masih ada dia tidak akan tega melihat Andien dalam posisinya saat ini.
Andien sekarang sudah basah kuyup dari ujung kaki sampai ujung rambut.
Detak jantung yang tidak beraturan dan tangisannya yang mulai terdengar.
"Robert huhuhu maafkan aku, Robert aku..aku ..
Andien hanya ingin Robert kembali ke sisinya lagi dalam keadaan hidup-hidup.Tapi sekarang Robert jelas sudah ada di dalam rumah yang terbakar itu.
Tidak satupun orang yang datang untuk menyelamatkan Robert.
Di sini Andien menyalahkan dirinya sendiri .Kalau saja dia tidak datang ke desa ini untuk membeli tanah mungkin tidak ada kejadian seperti itu.
Seharusnya dia tidak ngotot untuk membeli tanah di desa ini padahal tahu ada masalah di dalamnya.
Jika saja waktu dapat diputar Andien tidak akan melakukannya lagi. Tanah di sini benar-benar menjadi mimpi ngeri untuk Andien.
Walaupun nanti ada yang akan memberikannya secara gratis dia tidak akan menginginkannya sama sekali.
Karena tanah inilah yang membuat Robert jadi meninggalkan Andien untuk selama-lamanya.
"Mas..aku...
Andien tersedak dengan kepalanya yang berputar putar.Dia mulai merasa kan dunianya gelap.
Andien sama sekali tidak pernah merasa sesakit ini. Kecuali pada hari kedua orang tua angkatnya meninggal dunia.
Ketika Robert menceraikannya dulu dia juga merasa sakit tapi perasaan sakit ini seribu kali dari perasaan itu.
Robert tidak menceraikannya tapi meninggalkan langsung dirinya tanpa ada jalan untuk kembali.
"Mas sebenci itukah kau sama aku sampai mas meninggalkan aku sekarang?"bisik Andien pelan.
Dalam kondisinya yang masih tidak menentukan dan mencoba menatap ke arah rumah yang masih terbakar itu.
Samar samar Andien melihat satu sosok yang berlari ke arahnya. Yang datang entah dari mana, yang jelas dia tiba dan langsung menarik Andien ke dalam pelukannya.
"Mas?"bisik Andien.
"Andien kamu kamu panggil apa aku?"katanya dengan pandangan nanar.
Andien berpikir dia sudah melihat hantunya robert yang keluar dari rumah yang terbakar itu.
Tapi tidak sedikitpun rasa takut di hati Andien melainkan ada sedikit rasa gembira.
"Mas kamu kembali mas, aku kangen kamu mas"kata Andien yang tersenyum dengan lemah.
Sebenarnya Andien sudah lama sekali ingin menyebut Robert dengan sebutan ini lagi.Tapi hatinya begitu keras sehingga tidak ingin menyebutnya secara langsung.
Tapi sekarang walaupun Andien ingin dia bahkan tidak memiliki kesempatan itu lagi.
Robert tidak akan pernah kembali meskipun dia menyebutnya seribu kali. Robert sudah mati dan sekarang sudah menjadi hantu yang bergentayangan.
"Andien mas juga kangen kamu sayang"kata Robert gembira.
Robert sama sekali belum meninggal seperti yang diperkirakan oleh Andien. Dia bahkan tidak mengetahui jika andien sedang berpikiran demikian.
Hanya saja mendengar Andien menyebutkan kata-kata itu membuat dia sangat bahagia dan merasa mengejarnya selama satu tahun belakangan ini sudah berbuah manis.
Dalam hujan kedua pasangan yang pernah bercerai ini saling berpelukan.Keduanya berpikiran berbeda.
"mas?"kata Andien yang mulai gelap.
Saat ini Andien berpikir dia akan pingsan tidak lama lagi .Nanti setelah membuka mata dia bahkan tidak akan pernah melihat Robert di dunia nyata.
Andien sungguh tidak mau,dia masih ingin bersama Robert lebih lama lagi.
Berpikiran begitu Andien sama sekali tidak ingin menutup matanya. Dengan cepat Andien membalas pelukan Robert dengan tangisan yang terendam.
Dia bahkan mencium bibir Robert dengan inisiatif nya sendiri.Ciuman pertama Andien yang disertai dengan rasa sakit dari lubuk hatinya.
Robert tidak mengetahuinya jadi dia membalas ciuman ini dengan senang hati.
Dia sudah lama menginginkan Andien ,menghalal kan lagi Andin untuk dia sentuh.Robert sudah menunggu lama sekali untuk ini.
__ADS_1
Tapi kebahagiaan ini tidak lama karena Andin tiba-tiba saja pingsan tidak sadarkan diri.