Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
ke villa


__ADS_3

Dari bandara keluarga Jhoni di giring rumah besar Nugraha.


Sebenar nya keluarga Nugraha sendiri sudah memesan hotel bintang 5 untuk mereka.Mereka bisa langsung istirahat di hotel setelah tiba.


Hanya saja Katty bersikeras untuk memperkenalkan Jhoni pada keluarganya secara langsung. Selain untuk mengkonfirmasi hubungan ,dia juga benar-benar bermaksud agar Joni mengetahui jika niatnya tidak main-main.


Jhoni sama sekali tidak pernah mengakui atau menyatakan perasaan pada katty .Namun untuk menghormati Andien ,dia tetap pergi mengunjungi keluarga Nugraha.


Ketika mereka tiba di rumah besar Nugraha ,sebenarnya di rumah itu sudah ada beberapa orang lagi yang hadir.


Mereka tiba dari Bandung tapi berkendara dengan mobil pribadi. Ini adalah Mama dan Papa Robert.


Andien tidak tahu jika mantan ibu mertua akan datang di sini. jadi ketika dia melihatnya Andien langsung saja memeluknya dengan rasa yang akrab.


Dulu yang paling disesalkan oleh Andien saat perceraiannya adalah ibu mertua. Dia sudah menyerah tapi siapa yang sangka mereka akan bertemu lagi dalam keadaan seperti sekarang.


"Mama "kata Andien yang langsung memeluk Mama Robert. Tentu saja Mama Robert senang dengan pelukan Andien ini.


Sempat terpikirkan olehnya jika Andien akan menolak kedekatan mereka seperti yang telah sudah. Apalagi Andien jelas tidak ingin kembali bersama Robert lagi.


Tapi siapa sangka Andien benar-benar tidak berubah banyak.Masih Andien yang dulu, gadis yang menghormatinya layaknya putri sendiri alih-alih dari menantu perempuan.


"Andien Mama kangen banget"


"Andien juga mah ,Andien paling kangen sama Mama" kata Andien lega.


Tentu saja yang senang di sini adalah Robert. Melihat Andien masih menyukai mamanya dengan sangat tentu saja dia berpikir harapan untuk bersama Andien itu semakin besar.


Dia langsung menyapa papanya yang berdiri tidak jauh.


"papah kenapa tidak kabarin ,kan aku bisa jemput?"kata Robert yang asal-asalan.


"jemput di mana? orang pakai mobil sendiri kok. lagian kami itu lebih sering di sini daripada kamu"kata papa Robert pelan,dia meninju bahu Robert .


Robert hanya bisa menertawakan dirinya sendiri. Tapi papanya benar mereka lebih akrab di rumah Nugraha daripada dirinya sendiri.


"Pak Adul dan istri, silakan duduk kalian pasti capek dengan perjalanan jauh"kata pari yang langsung menyalami kedua ayah dan ibu Joni.


Sebenarnya pari ingin bertemu dan berterima kasih kepada orang tua angkat Andien yang sudah membesarkan dan memberikan kasih sayang untuk Andien.


Sesuatu yang sudah dia lewati selama bertahun-tahun.Tapi sayangnya kedua orang itu sudah meninggal dunia tapi masih ada dua orang di depannya ini yang juga mencintai Andien.


Andien hanya kekurangan uang tapi sama sekali tidak kekurangan kasih sayang.Inilah yang membuat pari lebih menghormati kedua orang tua Jhoni ini.


"Nyonya kami sudah biasa begini tapi sebenarnya saya hanya mengalami sedikit mabuk perjalanan"kata ibu Joni malu-malu.


Sejak tadi sebenarnya dia pengen duduk tapi belum ada yang menawarinya jadi terpaksa dia hanya bisa berdiri dengan sungkan.


"Ohh betapa kurang ajarnya kami ayo silakan duduk dan istirahat dulu"kata pari yang memukul dahinya.


Melihat keramahtamahan keluarga Nugraha ,sebenarnya kedua orang tua Jhoni merasa diterima di sini.


Mereka adalah orang desa yang hanya memiliki kebun buah untuk hidup. Bisa datang di Jakarta dan disambut oleh keluarga kaya tentu saja merupakan sebuah anugerah yang tidak pernah mereka pikirkan sebelum ini.


Setelah dipersilakan duduk tentu saja mereka duduk dan tidak lama kemudian beberapa pembantu rumah tangga membawakan masing-masing orang segelas minuman dan juga camilan.


Katty adalah gadis yang keras kepala tapi dia juga adalah gadis yang paling manja di dalam keluarga Nugraha. Secara dia adalah gadis satu-satunya di rumah ini sebelum Andien datang.


Begitu dia melihat mamanya Katty melemparkan tas dan memeluk mamanya dengan penuh rasa rindu.


"Mama sekarang udah ada Andien aku dilupakan ya" kata Katty pelan.


"anak ini seorang ibu, walaupun 10 anak ,mama masih akan sama sayangnya kok. kamu udah besar aja masih manja malu tuh sama Joni .katanya pengen mama besanan sama keluarga Joni"jawab pari yang tersenyum.


Katty langsung bungkam dan tersenyum malu-malu mendengar perkataan namanya itu.


Tapi berbeda dengan keluarga Jhoni yang jelas sekali tidak mengharapkan perkataan seperti yang dikeluarkan oleh pari.


Terutama sekali dengan Jhoni.

__ADS_1


Mungkinkah keluarga Katty benar-benar mendukung hubungan Katty, Bukankah mereka akan malu karena kesenjangan sosial ini


Berbagai pertanyaan seperti itu berkeliaran di benak Joni. Tapi jauh di dalam hatinya dia merasa bersemangat dan sepertinya ada harapan.


Namun di sisi lain Jhoni malah berpikir. Jika keluarga Nugraha mendukung hubungan ini mungkin hanya didasari rasa terima kasih karena sudah membantu membesarkan Andien sampai seperti sekarang.


Jadi perasaan yang dipaksa seperti itu sebenarnya tidak bagus untuk kedua belah pihak.


Katty juga tidak pernah cerita jika sebenarnya keluarga mama masih petani miskin ketika mama menikah dengan papanya.


Hanya setelah itulah Papa memberikan modal sehingga keluarga sebelah ibu bisa membangun lahan sawit yang merubah kehidupan keluarga itu secara total.


jika Jhoni berpikiran keluarga Nugraha menganggap remeh keluarga miskin dan berlatar belakang petani seperti keluarga Joni. itu sebenarnya adalah salah besar.


Katty terlalu sibuk mengejar Jhoni sehingga dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk bercerita tentang keluarganya sendiri.


"Uti kenapa kalian tidak tidur di sini saja. Seperti tidak biasa lagi pula kan kita mantan besan hahaha"kata pari yang bercanda.


"Hai mantan besan tapi bakalan jadi besan lagi. apa kamu nggak mau?"kata Mama Robert pada pari.Sudah lama tidak ketemu jadi langsung saja di todong di tempat.


"Hai kita jangan memaksakan kehendak atas anak-anak .aku tuh suka kalau kamu masih jadi besan tapi kalau andien nya nggak suka ya udah lah.kita kan masih bisa temenan seperti sekarang, benarkan?" kata pari serius.


"Hahaha bener juga tapi alangkah baiknya kalau mereka tidak bercerai, sayang sekali aku tidak ada di sana waktu itu, Ckckck " kata mama Robert yang memang menyesal kan perceraian itu.


Padahal dia suka Andien.


Mama Robert melirik Robert dengan penuh kebencian tapi tersenyum lagi di depan pari.


Robert merasa dikuliahi oleh dua wanita di depannya ini.Dia bahkan dilirik ibu Jhoni yang masih menyimpan dendam di hatinya.


Mungkin inilah yang dirasakan oleh para terdakwa di meja hijau.


"Hem Paman bibi, aku sudah memesan hotel untuk kalian apa kita berangkat sekarang?"kata Robert yang tidak nyaman diperhatikan oleh orang lain jadi dia segera mengalihkan perhatian.


"boleh boleh" kata Jhoni.


Dia juga ingin membicarakan sesuatu dengan Robert. Pernikahan mereka juga ada sangkut pautnya dengan Jhoni waktu itu.


Robert merasa pandangan Joni ini aneh . Dia bahkan tidak merasakan tekanan seperti ini ketika berhadapan dengan Bima Nugraha.


Mungkinkah Jhoni adalah halangan tersulit untuk masa depannya dengan Andien.


"tidak perlu, tidak perlu ke hotel aku akan membawa mereka ke Villa aku aja, kebetulan Vila aku kosong bulan ini"tolak andien tiba-tiba.


Hotel itu bagus tapi Andin benar-benar ingin memamerkan Villa mewahnya pada bibi dan paman. Selain itu Andien yakin mereka berdua akan lebih betah di sana dibandingkan dengan hotel.


Jhoni terdiam dan dia ingin bertanya kenapa Andien memiliki sebuah villa. Tapi setelah dipikir lagi akhirnya Joni diam saja.


"kami tidak masalah di manapun tempatnya yang penting tidur"kata ayah Joni tertawa.


Dia adalah laki-laki sederhana, tidak peduli dimanapun jika sudah bertemu bantal maka dia akan tidur dengan cepat.Jadi tidak masalah dengan berpindah tempat.


Sedangkan ibu Jhoni adalah wanita yang penurut ke manapun suaminya pergi di situlah dia ada.


"mama papa kalau gitu aku antar bibi dan pamanku ke Villa dulu ya"kata Andien yang langsung ingin pamit.


"patty itu kan mertuaku jadi seharusnya mereka itu pergi ke tempatku, kamu ini mau curi kesempatan ya"katty yang pura-pura marah.


Sebenarnya dia masih sedikit kesel sih soalnya dia sudah berencana membawa mereka semua ke villanya.


Villa Andien dan Katty sama-sama di satu lokasi. Selain itu dekorasi dan bentuk villa juga hampir sama.


Jadi sebenarnya mereka hanya satu tujuan.


"Ini..eh ya udah lah,ke villanya Katty aja.Yakan Jhoni?"kata Andien yang serba salah tapi mengedipkan matanya pada Jhoni. Jhoni pura-pura tidak melihat kedipan mata Andien itu.


"Papa mobilku masih ada di garasi nggak?"tanya Katy pada papanya.


"ada, siapa yang mau mindahin barang kamu?" kata pari tersenyum.

__ADS_1


"bukan seperti itu mah,soalnya aku mau nganterin calon mertua dan calon suamiku ke Villa. pakai mobil sendiri lebih enak hehehe"kata Katty yang tersenyum.


Dia bahkan tidak malu menyebut orang tua Jhoni sebagai calon mertua.Tapi ayah dan ibu Joni segera memerah karena kata-kata itu.


Sungguh anak yang nakal


"mobilmu kecil nggak akan muat ayo pakai mobil Papa aja" kata Abimanyu pada Katty. Mobil katty memang mobil mahal tapi hanya bisa memuat sedikit orang jadi tidak cocok sama sekali.


Katty memikirkan sesuatu dan pada akhirnya dia mengangguk tapi bertanya,"yang mana pah, yang merah?"


"yang merah itu di lagi diservis coba kamu pakai yang hijau dulu"kata pari buru-buru. Dia langsung meminta pembantu rumah tangga mengambilkan kunci mobil Daihatsu .


"Mama kalian juga nggak perlu ke hotel lah ayo pergi ke villa ku saja"kata Andin pada Mama Robert.


Dia juga ingin memamerkan villanya tapi pada siapa. Sekarang ada mama Robert jadi dia mengajak mereka ke sana alih-alih pergi check in ke hotel.


"tadi kan uti mau tidur di rumah kita, kalau kalian semua pergi kami tinggal berduaan dong"keluh pari dengan kesal.


"Ah Mama jangan marah gitu dong, kalau nggak ayo kita pergi semuanya ke Villa lagian satu keluarga ke sana bukankah itu nyaman?"usul Andien yang benar-benar lupa jika kedua orang tuanya jarang sekali keluar dari rumah.


Kesehatan Abimanyu Nugraha tidak begitu baik ditambah lagi pari harus stand by 24 jam di sampingnya.


Kedatangan Mama Robert tentu saja membuat pari senang, paling tidak mereka bisa berbicara panjang lebar.


Itulah sebabnya pari mengajak Mama Robert untuk tinggal di rumah saja tapi sekarang Andien malah ingin mengajaknya ke Villa.


Jadi dia sudah kehilangan teman bicara.


"papamu nggak baik jadi...


"tidak apa-apa kita akan pergi ke sana bersama-sama tapi kalian pergi dulu nanti kami akan menyusul"kata Abimanyu tiba-tiba.


Dia sempat melihat cahaya mata istrinya terlihat kecewa. Kasihan juga jika mengingatkan istrinya ini tidak pernah keluar rumah sejak dia sakit.


Sekarang ada kesempatan untuk keluar ditemani oleh orang-orang yang dikenalnya.


"tapi pah kamu kan nggak sehat jadi nggak usah pergi" kata pari pelan. pari mengerti jika suaminya ini hanya ingin menyenangkan dirinya. Tapi jika pergi akan membuat kesehatan suaminya mundur ,pari lebih memilih untuk tidak kemana-mana.


Tapi Abimanyu tidak mendengarkan nasehat dia langsung berbicara pada Robert.


"Robert telepon Bima katakan kami ingin ke Villa, siapkan segala sesuatunya"kata Abimanyu Nugraha pada Robert.


Sepertinya dia sudah mulai akrab dengan Robert dan bisa memerintahkan Robert untuk sesuatu.


Robert menganggukkan kepalanya tanda mengerti dan menelepon Bima secara langsung yang mengatakan Abimanyu Nugraha dam istri akan menginap di villa Andien.


Ketika orang tua ini keluar, mereka butuh banyak sarana. Bima harus memesan ambulans dan perawatnya sekalian. Berjaga-jaga jika ada sesuatu yang tidak diingini terjadi.


Selain itu pelayan dapur juga diperlukan karena Abimanyu memerlukan diet khusus. Jadi dia tidak bisa makan sembarangan.


Ada juga perawat laki-laki yang harus dipesan. Pari tidak mungkin bisa menangani suaminya sendirian jika sedang ada kebutuhan mendadak.


Seperti ingin ke toilet atau semacamnya.


Jadi pengaturannya agak ribet dan bertele-tele. Sebab itulah Andien dan yang lainnya harus pergi duluan sementara Abimanyu akan tiba belakangan.


Setelah itu semua orang segera berangkat ke villa di puncak.Di sana semuanya bermaksud untuk tetap di dalam satu titik yaitu Villa Andien.


Bukankah kedua orang tua Andien juga akan datang jadi alangkah baiknya mereka hanya di satu tempat yang sama.


Meski agak kecewa tapi Katty menarik kedua orang tua Jhoni untuk melihat-lihat karena villanya juga tidak jauh dari lokasi itu.


Ayah dan ibu Jhoni terlihat kagum dengan villa yang seratus kali dari pada rumah mereka di desa.


Katty dengan gembira memperkenalkan sebuah viila kepada kedua orang tua Joni. Katty seolah-olah sudah mendapat dukungan jadi tanpa ragu dia segera menggandeng Joni.


"Hehe ibu mertua , lihat lah kamar ku, luas nya bla...bla...bla


Dia pikir Jhoni pasti akan kagum dan menerima cintanya setelah ini. Tapi siapa sangka semakin ke sini, Jhoni semakin rendah diri . Jhoni berpikir jurang antara dia dan Katy benar-benar besar dan dia tidak mampu meraihnya.

__ADS_1


Tidak ada jalan untuk Jhoni bersama Katty.Mereka benar benar tidak cocok sama sekali.


Jhoni merasa seperti pungguk yang sedang merindukan bulan.


__ADS_2