
pagi-pagi sekali Andien sudah turun ke lobi di mana hari ini mereka akan pergi ke pasar Shindu untuk menikmati suasana Bali secara tradisional.
Mereka akan mereka juga akan mencari sarapan pagi khas Bali di sana.
"di mana anak-anak apa kalian sudah lengkap semua di sini?"tanya ibu dosen.
"sudah Bu" kata seseorang yang memang bertugas untuk menghitung jumlah peserta.
Emang jika dilihat tidak ada satupun yang hilang di sini. Tapi Andien menyadari di antara begitu banyak orang sebenarnya tidak ada Robert di sini.
Robert kerap kali hadir sejak Andien menjadi mahasiswa di semester pertama. Tapi baru kemarin Robert tidak mengikuti langkah Andien.
Jadi ada rasa kehilangan yang transparan di hati Andien saat ini. namun begitu Andien hanya menyalahkan sebuah kebiasaan yang membuat dia memiliki perasaan tersebut.
Dengan cepat dia memindahkan pemikiran itu ke sisi lain. Seharusnya Andien bersyukur Robert tidak akan menjadi ekor kecil yang menempel di punggungnya mulai sekarang.
Andien pikir memang robert tidak akan datang lagi.Sore kemarin dia juga sudah melewati jalan-jalan ke museum.
Tapi Andien tetap saja bertanya-tanya di dalam hatinya .Apakah hari ini Robert akan melewatinya lagi.
Dengan sedikit rasa penasaran Andien melirik kesana kemari dan mencari-cari. Tapi benar saja dia tidak menemukan sosok Robert di sana.
Ingin bertanya tapi Andien bingung dan merasa malu . lagi pula kalau ketahuan oleh Robert mungkin pria itu akan Geer sendiri.
Jadi lupakan saja .
Setelah dirasa semuanya cukup, semua orang naik lagi ke bus wisata menuju ke pasar shindu.
Hanya beberapa menit kemudian bus wisata sudah sampai ke area yang dimaksud.
Andien beserta yang lain semuanya turun untuk menikmati suasana pasar di Bali ini.
Pasar Sindu berada di tengah-tengah wilayah Sanur yang dikelilingi oleh industri pariwisata yang berkembang pesat.
Saat ini Andien dan yang lain sudah memasuki area pasar Shindu.
Sekilas pasar ini sama dengan pasar-pasar biasanya tapi di sini pasar shindu menjadi sasaran kunjungan yang menarik bagi para wisatawan lokal maupun wisatawan asing.
Andien bisa melihat begitu banyaknya wisatawan asing yang keluar masuk dari dan ke pasar Sindur ini.
Mungkin mereka sama seperti Andien ingin mengetahui suasana kehidupan tradisional masyarakat Bali pada umumnya.
Segera para mahasiswa menjadi ribut dengan kamera mya masing masing.
Pada dasarnya pasar ini berupa pasar tradisional ada begitu banyak barang yang diperjualbelikan di pasar ini .Kebanyakan merupakan barang yang diperlukan masyarakat setempat dalam kehidupan sehari-hari.
Mengenai harga barang pun di pasar ini masih terbilang cukup murah untuk ukuran wisatawan asing atau industri pariwisata.
Namun begitu bagi Sari dan Yanti ini adalah barang-barang yang masih tidak menarik menurut kantong mereka sendiri.
Suasana pasar sangat tertata rapi walaupun pengunjungnya begitu ramai.
Yang paling berisik tentu saja Sari dan Yanti .Mereka sangat menyukai tempat ini dan tidak berhenti mengabadikannya dalam video ataupun foto.
"bau apa ini yah ,sepertinya ada bau yang khas deh di pasar ini .?" tanya Yanti yang sangat ingin tahu.
" Hem sepertinya ini aroma dupa."kata Sari mengendus endus aroma wangi tersebut.
Mereka segera mencari tahu dari mana asal aroma wangi tersebut.
Benar saja, ada sesajen pada tiang-tiang tinggi yang berdiri di setiap toko yang berjejer rapi.Inilah yang menimbulkan aroma dupa wangi tersebut.
Ini adalah salah satu pemandangan yang unik yang akan mengingatkan para pengunjung jika mereka sedang ada di Bali.
Andien juga senang masuk ke pasar tradisional ini dia bisa melihat kehidupan yang orisinil makanan tradisional dan suasana asli dari sebuah kota wisata.
"jadi anak-anak semua ,pasar Sindu ini berdiri di atas lahan seluas 51 are dan ada 350 lebih pedagang yang sebagian besar merupakan masyarakat lokal. Jika kalian ingin membeli sesuatu untuk dibawa pulang harus berhati-hati dan tolong jaga kebersihan pasar ya"kata ibu dosen yang melihat para mahasiswa dan mahasiswinya begitu antusias.
Dia juga akan menikmati pasar ini bersama keluarga nya sebentar lagi. mahasiswa yang dibawanya bukan anak-anak sehingga dia tidak perlu memperhatikannya selama 24 jam sehari m
"baik ibu dosen," jawab semuanya secara serempak.
Andien berjalan berkeliling pasar Sindu sama seperti yang lain. Sari dan Yanti juga masih menjadi ekor kecil dari Andien ini tanpa terkecuali.
Walaupun Andien merasa kurang sregg dengan Sari, tapi dia hanya bisa menelannya begitu saja. Tidak mungkin juga memutuskan hubungan pertemanan hanya karena satu masalah .Namun di dalam hati Andien sudah mulai menjaga jarak dari Sari maupun Yanti.
"di sini barang yang dijual cukup segar ya ,lihat bunga itu ,dia masih cantik dan sepertinya dibasahi dengan embun pagi."kata Sari yang berdecak kagum.
"semua di sini memang segar baik itu bunga buah sayur maupun daging .Warung yang menjual bunga dan perlengkapan upacara akan mendapat tempat yang khusus"kata Haikal dari belakang.
Wajahnya masih penuh dengan senyum tidak bersalah. Dia bersikap tidak tahu tentang penolakan Andien sejak kemarin.
Haikal tiba-tiba hadir tanpa diundang tanpa Andien tidak bisa menemukan alasan untuk menolak kehadiran nya.
Andien merasa resah dan risih melihat kedekatan Haikal. tapi ini adalah tempat umum dan tidak baik jika Andien mengusirnya begitu saja.
Mau tidak mau Andien terpaksa menelan kekesalan ini.
__ADS_1
Syukurlah mereka tidak akan lama di bali.Palingan tiga atau empat hari lagi harus pulang ke Jakarta. Jadi simpan dulu amarahmu dan jangan hiraukan Haikal
"Andien pasar ini juga menawarkan kuliner asli lho ,bahkan pada malam hari pasar ini akan menjadi tempat minimarket atau pusat jajanan. gimana kalau aku mengundangmu untuk jalan-jalan nanti malam?" kata Haikal .
Haikal memang terlihat tampan dengan kacamata hitamnya. ditambah bentuk tubuhnya yang atletis. Mudah bagi Haikal untuk menarik perhatian para gadis-gadis tapi sayang semua itu tidak mempan di mata Andien.
"sepertinya nggak bisa deh Andien jadwalnya penuh kalau malam hari, jadi maaf ya."bantah Yanti.
walaupun Andien tidak berbicara tapi Yanti bisa membaca wajah Andien yang terlihat buruk setiap kali didekati oleh Haikal.
Jadi menurut Yanti , andien tidak menyukai Haikal sama sekali. Itulah sebabnya dia berbicara mewakili Andien.
"Jangan khawatir, kalau kalian takut. kalian boleh ikut kok.Nanti aku traktir sekalian" kata Haikal yang membuat mata Sari berminat. Tapi mengingat masalah yang terjadi kemarin membuat mata Sari menjadi redup lagi.
"maaf Haikal tapi kami tidak bisa membuat keputusan. bosnya kan Andien kalau dia pergi oke kalau nggak ya maaf aja" kata Sari melirik Andien.
"ya kalau gitu aku tanya yang punya badan aja ah .Gimana Andin pergi nggak nanti malam?" tanya Haikal.
Saat Haikal maju Andien malah mundur dua langkah. Haikal ini adalah orang yang tipe tidak tahu malu.Walaupun di jelas-jelas Andien menolak .Dia tetap santai memeluknya dengan sedikit paksaan.
"maaf ya sepertinya nggak bisa deh aku nggak terbiasa keluyuran soalnya" jawab andien.
"kamu rupanya anak rumahan atau takut sama bodyguard tua itu. oh ya aku nggak lihat dia .Dari kemarin ke mana aja sih bodyguard-nya?" tanya Haikal. Dia membuka matanya lebar-lebar untuk melihat keberadaan Robert.
Tapi Haikal sama sekali tidak menemukannya. Berpikir jika Robert tidak ikut hari ini Haikal memasang senyum manisnya lagi.
"iya ya Andien ,kok aku baru nyadar ya .Biasanya kalau kita lagi jalan jalan pak Robert itu pasti akan ikut, kan. kok hari ini dia absen ya?"tanya Yanti.
"iya juga sih,kok aku bisa lupa."kata Sari tiba-tiba.
"aku tahu pasti dia udah sadar diri dan membiarkan kamu menjalani hidup dengan benar kan.Andien kau masih muda dan cantik jadi nikmatilah masa mudamu" kata Haikal yang sok pintar.
Tapi ini juga kabar baik untuknya. Tanpa kehadiran Robert dia bisa merayu Andien sehingga Andien bisa cepat luluh.
"Hem Haikal kami di sini mau mencari sarapan kira-kira sarapan apa yang cocok ya. kamu kan udah lama di Bali jadi kamu tentu sudah hapal ."kata Yanti mengalihkan perhatian.
Tidak nyaman rasanya jika Andien terus menerus di cerca dengan pertanyaan tentang Robert.
"oke karena begitu aku akan memperkenalkan kalian pada menu sarapan khas Bali,ayo mulai dengan nasi ayam betutu."kata haikal mempromosikan menu Bali.
"menu macam apa itu, apa rasanya enak ?"tanya sari secara spontan.
"tentu saja enak kalau tidak bagaimana dia bisa menjadi sarapan khas dari Bali."jawab Haikal lagi.
"ayam betutu adalah ayam dengan bumbu rempah. yah lebih mirip seperti nasi campur lah. isinya ada nasi, kacang goreng, jukut, telur dan ayam tapi ada juga aneka pilihan satenya" kata Haikal bangga diri.
"menurut lauknya ini lebih cocok dijadikan makan siang saja." pikir sari.Tapi dia tidak peduli cocok atau tidak. Yang jelas ini adalah sebuah pengalaman kuliner yang menarik.
"nah selain ayam betutu, ada apa lagi."Tanya sari dengan semangat.
"Daripada aku menjelaskannya satu-satu yuk kita mampir ke warung yang menyediakannya."ajak haikal.
Ada begitu banyak menu khas Bali yang cocok dijadikan sarapan. Tapi Haikal tidak memiliki waktu untuk menjelaskannya satu persatu karena itu lebih baik mengajak mereka langsung untuk melihat produk jadinya.
"oke kami akan ikut aja" kata Sari yang lebih antusias daripada Yanti dan Andien sendiri.
Andien sempat menolak tapi yang tidak Sari berbicara sambil memohon. mereka berdua benar-benar ingin menikmati kuliner khas Bali tapi belum tahu referensi yang bagus untuk itu.
Sekarang Haikal dengan sukarela ingin memandu mereka. Lalu kenapa lagi harus menolak jasa baik Haikal hanya karena Andien tidak menyukainya.
Jadi dengan langkah berat Andien mengikuti Sari dan Yanti dari belakang.
Begitu mereka memasuki sebuah warung beberapa orang sudah wisatawan sudah duduk menikmati sepiring bakso.
Sekilas bakso ini terlihat berbeda pada bakso umumnya.
Bakso akan disajikan dengan tahu goreng ,toge ,suwiran ayam ,ketupat dan disiram dengan kuah kari.
"sepertinya bakso ini sangat nyaman dan bisa bikin perut kenyang karena ada ketupatnya kan. kalau gitu aku minta bakso kiri aja dah" kata sari malu malu.
Dia tidak meminta ditraktir kok, hanya ingin diperkenalkan dengan menu sarapan khas dari Bali ini. Nanti jika ada yang nanya dia tentu bisa menjawabnya karena memang sudah menikmatinya sendiri.
Tapi berhubung Haikal ingin mentraktir tentu saja dia tidak akan menolak.
Tapi reaksi Yanti sama sekali berbeda dengan sari .Dia terlihat ragu-ragu untuk memilih hidangan. Ataukah Yanti juga tidak ingin ditraktir oleh Haikal.
"Yanti pesan aja nanti aku yang bayarin."kata haikal dengan sedikit paksaan.
Dia bukan orang miskin sehingga tidak sanggup membayari sarapan untuk tiga gadis cantik.
Terlebih lagi ada Andien di antara mereka.
Yanti juga tidak menyukai Haikal tapi kalau makanan dia akan melupakannya dengan cepat. lagi pula Yanti masih memiliki sejumlah uang di tangannya jika untuk membayar sarapan sendiri tentu Yanti tidak akan kekurangan.
Walaupun Haikal berkata jika dirinya akan mentraktir sarapan pagi kali ini, ini sama sekali tidak etis.
Mereka baru berkenalan dalam dua hari terakhir jadi tidak baik jika tidak ingin dianggap seorang gadis matre.
__ADS_1
Berpikir untuk membayar sarapannya sendiri, secara sadar Yanti memesan sepiring nasi kuning ala Bali.Dia sudah membacanya di Google dan ingin menikmatinya.
Sekilas jika dilihat menu ini masih mirip dengan nasi kuning pada umumnya. Tapi katanya sih ada sensasi dari racikan bumbu Bali yang terasa cukup kuat. Di samping itu lauk yang melengkapinya juga sedikit mewah ,ada tambahan lauk khas Bali seperti sate lilit ,ayam sisit, jukut dan sambal matah.
Yanti pikir sarapannya pasti akan sesuai ekspektasi . Jadi dia menunggu dengan sabar di meja menunggu sampai hidangan tersebut datang.
Berbeda dari Santi dan Yanti. Haikal memesan langsung makanan untuk Andien .Dia memilih menu yang sama dengan dirinya, sebuah menu dengan nama tipat blayag kuah.
Andien juga tidak bertanya sama sekali .Sebenarnya dia tidak ingin makan hanya saja Haikal sudah memesannya terlebih dahulu.
Ketika menu yang dimaksud tiba di mejanya, sepertinya sajian ini mengunggah seleranya tanpa sadar.
Menu menggunakan ketupat yang berasal dari Buleleng. Ada potongan ketupat ,urap sayur, jukut, toge suwiran ayam, kacang tanah goreng yang disiram dengan kuah kuning. Masih ada lagi sebutir telur rebus dan taburan bawang goreng berikut rempeyek renyah yang disajikan terpisah.
Karena godaan makanan semuanya melupakan kemarahannya pada Haikal.
Tidak lama kemudian Empat hidangan berbeda datang ke meja beserta teh panas yang sudah dipesan oleh Haikal.
Semangkok bakso kere untuk sari
Sepiring nasi kuning untuk Yanti.
Sepiring tipat blayag kuah masing-masing untuk Andien dan Haikal.
Tanpa berbicara banyak semuanya mulai menikmati menu masing-masing.
Ditambah dengan segelas teh panas membuat sarapan pagi ini benar-benar terasa istimewa.
Tidak perlu lama untuk ketiga nya,sarapan itu sudah berpindah tempat ke perut dalam hitungan menit.
Walaupun mereka sudah menyelesaikan sarapan pagi di pasar shindu .Sebenarnya mereka masih bisa menghabiskan waktu sebelum makan siang untuk berkeliling pasar Sindu sepuas hati.
Jika tidak ada yang ingin dibeli maka ketiganya berniat untuk cuci mata.Bagi Sari dan Yanti ini adalah pengalaman pertama tapi mungkin juga akan jadi pengalaman terakhir.
Karena itu mereka tidak akan melepaskan satu kesempatan pun untuk menikmati suasana kehidupan di Bali .Terutama dengan pemandangan di pasar Shindu ini.
"jadi setelah ini kalian mau ke mana?" tanya Haikal. Haikal berniat ingin mengikuti mereka pada hari ini. Jadi dia langsung bertanya perihal perjalanan mereka.
"belum ada rencana tapi kami akan masih tetap di pasar ini untuk membeli oleh-oleh"kata Sari yang belum juga jera.
"Ohh kalau ada yang kalian suka bilang aja .Aku akan membayarnya khusus untuk kalian hari ini" kata haikal pada sari tapi matanya masih tertuju pada Andien.
Dia mengintip dari ujung matanya untuk melihat reaksi Andien .Tapi sayang Andien tidak merubah wajahnya sedikitpun.
"wow benarkah begitu aku akan menunggunya hehehe "kata Sari tanpa malu-malu.
Yanti segera menyenggol kaki sari dari bawah meja.Tidak disangka sari masih memiliki benih-benih seorang pelakor.
Walaupun sebenarnya tidak ada hubungan antara Haikal dan Andien.
Tapi sebagai seorang sahabat tidak etis rasanya memotong jalan sahabat sendiri.
Sudah jelas jika Haikal sudah memperlihatkan tanda-tanda jika dia sedang menargetkan Andien.
Jadi Yanti ingin memberikan peringatan pada Sari.
"tapi Haikal sepertinya kami masih perlu bergerak secara kelompok. jadi tidak baik rasanya jika kau ikut serta"kata Sari setelah mendapatkan peringatan dari Yanti.
"Ooh jangan khawatir aku tidak akan mengganggu tour kalian" katanya. Merasa semuanya sudah selesai dengan sarapan masing-masing. Haikal segera memanggil pelayan untuk membayar tagihan.
"Pelayan?"
Seseorang yang dipanggil segera datang untuk menagih pembayaran.
"Berapa?"Tanya nya
Belum sempat pelayan itu menjawabnya Andien sudah mengeluarkan 2 helai kertas berwarna merah dan meletakkannya di atas mempan sang pelayan.
Lalu dia berkata ,"ambil saja kembaliannya."
"wah Andien, kalau seperti ini aku aja yang jadi pelayannya tipsnya masih lumayan"kata Sari tanpa malu.
Pelayan yang masih berdiri itu memerah dengan cepat.Sebenarnya sudah lazim jika pelayan diberi tips ketika merasa layanan mereka bagus.
Tapi baru kali ini tips ini dipertanyakan di depan hidungnya sendiri.
"Andien kan aku udah bilang, aku yang pengen traktir pagi ini.Ambil lagi gih uangnya" kata Haikal yang tidak nyaman. Bukankah dia sudah mengatakan sejak awal jika dirinya akan mentraktir mereka.
"aku masih punya uang jika hanya untuk sarapan "kata Andien yang tidak peduli. Dia langsung bangkit dan pergi melalui pintu depan.
Sari dan Yanti terpaksa buru-buru bangkit dan menyusulnya.
Begitu juga dengan Haikal yang memasang wajah hitam. Andien benar-benar gadis yang sulit dilembutkan.
Sementara itu pelayan warung tersenyum dan mengelus dadanya.
Hampir saja uang tips ini melayang.
__ADS_1
Secepat kilat satu helai kertas merah disimpan di kantong dan satu helai lagi masih di atas mampan untuk diserahkan pada manajer.