Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
musuhan


__ADS_3

Ancaman dari Andien itu benar-benar dianggap serius oleh Robert. Dia segera mematahkan kakinya untuk berlari pergi mencari nomor Serra.Nomor yang sudah lama dihapus dari dalam daftar teleponnya. Jadi dia sama sekali tidak tahu harus mencari Serra di mana.


Tapi sebenarnya itu hanyalah masalah kecil. Dia memiliki berapa kolega yang mengenali siapa serra. Tentu saja dia bisa bertanya hanya dengan satu kata.


Pria yang ditanya itu juga tidak mengerti kenapa Robert menginginkan nomor Serra. Bukankah nomor ini pernah diberikan namun Robert menolaknya mentah-mentah.


Robert sama sekali tidak akan menjelaskan masalah apa yang terjadi di antara mereka berdua.


Dia hanya menunggu nomor itu dikirim dengan sabar dan berterima kasih setelahnya.


Setelah mengantongi nomor Serra Robert langsung menghubungi mantan sahabat nya itu tanpa menunggu lagi.Demi hati-hati dan kerahasiaan, Robert sama sekali tidak menggunakan telepon sendiri atau pun telepon khusus kantor.


Robert rela memberi nomor baru dan membayar sejumlah uang pada sales untuk mendaftarkan nomor tersebut.


Setelah membeli nomor baru Robert bahkan membeli sebuah telepon dengan harga yang dibawah 2 jutaan.


Sales di konter HP juga membantunya mendaftar nomor dan memasukkan ke telepon yang baru.


atas kerjasama ini Robert mengirim uang secara berlebihan pada gadis itu. dengannya dia berkata itu adalah tips.Tentu saja tips yang murah hati ini disambut dengan gembira oleh gadis penjaga toko dan dia berharap akan ada 10 Robert yang datang hari ini


Setelah semuanya siap segera saja robert memutar nomor Serra yang baru dia dapatkan dari kenalan nya tadi.


tut tut tut ...


tut tut tut ...


Mungkin Serra sedikit berhati-hati menjawab panggilan telepon, karena nomor telepon bukanlah nomor yang biasa dia terima. Wajar jika pebisnis muda seperti Serra berhati-hati dalam hal tersebut.


Tapi Robert tidak sabar dengan penantiannya ini, jadi dia memanggilnya lagi ,lagi dan lagi.


tut tut tut tut...


Entah panggilan yang ke berapa akhirnya Serra mengangkatnya juga.


Dari nada suaranya jelas Serra ini sedikit tidak bersemangat.Tapi sebenarnya ini sangat wajar dan mudah diketahui.


Tadi malam ada perjamuan pebisnis lain yang dihadiri oleh serra .Serra memang melakoni usahanya seperti sekarang.Dia selalu berusaha menghadiri perjamuan demi perjamuan untuk melancarkan bisnis nya sendiri.


Ada berbagai tender besar yang didapatkan melalui perjamuan seperti itu.


Selain daripada itu Serra juga memang menyukai proses nya. Di sini dia bisa bertemu dengan pria muda bertalenta yang berkocek tebal.


Robert juga mendapatkan undangan tapi dia bertanya dulu pada panitia. Apakah Serra juga mendapat undangan tersebut.


Dari yang diketahui oleh Robert ,


Serra sama sekali tidak pernah menolak undangan seperti ini. Diketahui Serra akan sudah menerima undangan maka Robert menolak perjamuan itu dengan kata yang sopan.


Sekarang Serra terdengar kuyu melalui nada nya. Jadi Robert mengerti apa yang terjadi.Tapi dia tidak akan pernah mempedulikan itu karena mereka tidak memiliki hubungan apapun sekarang.


Dulu juga Robert tidak peduli apa yang dilakukan oleh Serra meskipun dia terang-terangan dan jujur mengatakan niatnya untuk bertemu dengan pria-pria tampan dan berkocek tebal tersebut.


Tapi Robert sama sekali tidak pernah merasa cemburu dan anehnya tidak tahu mengapa itu terjadi tapi yakin jika dirinya mencintai Serra begitu dalam.


Hanya setelah adanya Andien baru dia mengetahui jika pada saat itu rasa yang dia punya untuk Serra bukanlah cinta.


"halo ?"kata Serra di seberang


"halo Sera ini Robert" kata Robert .


"hai Robert tumben kamu nelpon aku, Ada apa ,kangen ya?"nada suara Serra yang tadinya lesu sekarang terdengar bersemangat.


Robert tidak tahu tapi saat ini Serra yang sedang berbaring tiba-tiba berdiri tegak dan merapikan rambutnya seolah-olah Robert mampu melihat lewat telepon itu.

__ADS_1


Dada serra langsung berdegup dengan kencang ketika mendengar suara Robert yang terasa manis seperti madu.


"Aku hanya nanya, apa maksud kamu mengirimkan video itu di kampus. Bukankah sudah kukatakan berulang kali kita tidak ada hubungan dan aku sama sekali tidak pernah mencintaimu. Rasa yang pernah Ada itu mungkin hanya rasa sebagai seorang sahabat biasa, lebih mendekati seorang kakak yang mencintai saudara perempuannya"Kata Robert yang langsung tidak bermanis-manis mulut pada Serra.


Dia hanya ingin to the point dan tidak ingin Andien salah paham di masa depan.


Mana tahu reaksi Serra di seberang sana terlihat sangat menakutkan. Wajah cantiknya tiba-tiba menghilang. Digantikan dengan wajah merah yang sangat menyeramkan.


"Robert sudah lama kamu nggak menghubungi aku tapi sekali menghubungi kamu marah-marah, apaan sih kamu?"kata Serra yang jelas tidak puas.


"kamu bilang perasaan yang ada itu hanya sekedar sahabat dan tidak lebih dari antara adik dan kakak? huhu Robert Kakak mana yang bernafsu dengan adik sendiri jangan munafik ya kamu?"kata Serra yang langsung emosi.


Mungkin saat itu mereka tidak melakukan hal-hal yang buruk tapi jika berciuman dan sebagainya sudah pun mereka lakoni.Tapi sekarang Robert menganggap itu hanyalah hubungan antara kakak dan adik perempuan.


Sebenarnya siapa yang dibohongi di sini.


"sudah berapa kali aku jelaskan si Serra ,sekarang aku nggak mau tahu dan tidak ingin menjelaskan lagi. Bagaimana perasaan aku sama kamu sebenarnya.Tapi sekarang aku ingin kau menghentikan dan mengakui jika video yang kau kirimkan itu tidak benar" Kata Robert.


"apa yang tidak benar dari video itu hah, katakan padaku. Itu adalah nyata dan benar adanya. Dan aku memang pernah menjalin hubungan kan dan dia adalah orang ketiga kan di antara kita? ingat Robert aku sama sekali tidak berbohong tentang masalah itu, dia adalah penyebab terjadinya keretakan hubungan antara kau dan aku"kata Serra berapi-api dia tidak ingin disalahkan.


Jujur saja jika tidak ada Andien di antara mereka berdua. Serra dan Robert adalah pasangan yang paling serasi dan mungkin menjadi pasangan fenomenal di setiap perjamuan yang mereka hadiri saat ini.


Yang satu cantik dan yang satunya tampan bukankah itu cocok.Tapi Andien, Andien sudah benar-benar menjadi duri di dalam daging.


"apa kau lupa dengan yang kau buat sendiri? atau kau ingin aku mengungkit-ungkit kisah lama? Serra aku jadi menyesal pernah mengenali kamu.Kita sahabat tapi kau tidak pernah menganggap aku sebagai sahabat kan. hanya menggunakan aku sebagai alat pelampiasan dengan semua keluh kesahmu?"


"setelah mendapati aku adalah pria yang memiliki uang .kau berpindah dan mengatakan mencintai aku ,heh apa kau pikir aku sebodoh anak-anak TK?" Robert seumur hidup tidak pernah marah seperti sekarang mungkin dia didorong oleh ancaman yang dikatakan oleh Andien.


Andien lebih rela pergi menjauh ke luar negeri dan mencari cinta yang baru di sana.Karena ketakutan yang seperti itulah Robert menjadi gelap mata dan sekarang melampiaskan semuanya kepada Serra.


Kemarahan dan kata-kata seperti sekarang bukan hanya Sera tapi robert sendiri juga terkejut . Robert sama sekali tidak menyangka jika dia memiliki potensi dalam memarahi orang.


Sungguh bakat yang aneh.


Meski begitu Robert sama sekali tidak ingin berhenti sampai di situ. Dia terus saja mengeluarkan amarah dan uneg -uneg yang tersimpan di dalam dadanya


"apa maksudmu Robert, kau..kau mengancam aku?"tanya Serra tercengang


"terserah dengan apa yang kau anggap tapi aku memiliki bukti tentang bagaimana caramu berteman Serra,video-video ini jika viral mungkin akan menjatuhkan saham perusahaanmu jadi nol besar" kata Robert.


Dulu jika Serra melakukan berbagai kesalahan di luar, dia akan menghubungi Robert untuk melakukan pembersihan. Memang saat itu Robert sudah menyelesaikan segalanya dan menghapus bukti-bukti berupa video dan rekaman suara .Namun sekarang teknologi serba canggih, untuk membuat sesuatu yang hilang tiba-tiba ada lagi itu, hanyalah semudah membalikan telapak tangan.


Jadi ini bukanlah hanya ancaman pura pura belaka.


"Robert kau berani, kau..kau..


"Kenapa tidak, kau berani menyebarluaskan video tersebut dan aku tidak berani? huh kau salah, dulu kau mengenali aku sebagai seorang sahabat yang selalu melindungi dan menerima apapun yang kau katakan.Tapi sekarang kau sedang berhadapan dengan aku Robert sebagai musuh terbesarmu sejak saat ini"kata Robert tanpa ampun.


Perusahaan keluarga Serra lebih besar dari perusahaan Adam grup saat ini. Tapi Robert yakin dia pasti mampu mengejar ketertinggalan itu dalam satu atau dua tahun ke depan.


Sebenarnya perusahaan besar keluarga Serra itu memiliki beberapa kekurangan.Hanya dengan melemparkan satu atau dua video ke buku keburukan Serra dan beberapa keluarga di belakangnya. Saham mereka akan langsung terjun bebas.


Saat memutuskan untuk berpisah dengan Serra. Dia sudah menyelidiki apa yang terjadi di perusahaan Serra tersebut. Dan kenapa Serra bertindak sebagai wanita binal.


Sementara keluarganya bukanlah keluarga yang miskin.


Setelah mendapat jawabannya baru dia mengerti kenapa Serra begitu aktif mendekati para pria yang kaya.keindahan dan kemuliaannya ditampilkan oleh Sera itu ternyata hanyalah ke pura-pura saja.


Selebihnya keluarga besar serat mereka sangat keras dan bersifat seperti kanibal . Mereka saling gigit dan memakan saudara sendiri demi bisa bertahta di puncak tertinggi.


Dan Serra adalah orang yang seperti itu.


"Robert jangan berani kau mengancam aku, Robert!!' teriak Serra yang langsung menggigil.

__ADS_1


"ini bukanlah sebuah ancaman tapi ini benar-benar akan menjadi kenyataan. Jika kau berani melakukannya lagi.Bukan hanya perusahaanmu yang hancur tapi keluargamu juga akan malu. Kemungkinan besar kau akan diusir dari keluargamu .Apakah kau mau berkesudahan seperti itu?"ancam Robert lagi.


"Robert aku sama sekali tidak menyangka kau bisa sekejam ini. Kenapa aku tidak tahu perilaku aslimu setelah kita berteman lama hah?" pekik Serra lantang.


"kau salah besar Serra, aku memang sudah seperti ini sejak dulu. Hanya kau saja yang tidak mengenali aku, tapi ingat jika tidak ingin hancur maka waspadalah" kata Robert yang langsung menutup telepon nya.


Tut...


"Robert... Robert..!!"Serra memanggil Robert beberapa kali .


Namun sayang telepon itu sudah ditutup .Betapa marahnya Serra mendapatkan ancaman dari mantan sahabat dan pria yang kini sedang bertahta di hatinya.


Tapi ancaman dari Robert tadi membuat hatinya mendingin dan sekarang hanya tersimpan dendam kesumat saja.


Dengan amarah yang memuncak Serra menghempaskan telepon genggamnya itu ke lantai sehingga telepon dengan harga puluhan juta itu. Langsung berderai dan tidak bisa lagi disebut sebagai telepon genggam.


Harga yang fantastis sebenarnya sudah berubah menjadi sampah yang tidak berguna.


"Andien ini semua gara-gara Andien. Robert ..Aku sama sekali tidak percaya kau tega menghancurkan aku, tidak"kata Sera pada dirinya sendiri.


Mereka sudah berteman selama bertahun-tahun.Bukan tidak mungkin Robert tahu seluk beluk dan bagaimana cara dia berteman.


Serra juga tidak pernah menyembunyikan apapun dari Robert saat itu .Karena dia pikir Robert bukanlah ancaman tapi sosok penurut yang bahkan bisa disuruh-suruh untuk membawa sepatunya.


Robert juga kerap kali diminta untuk membersihkan masalah yang terjadi di depan. Misalnya jika dia sedang melakukan sesuatu dan lokasi itu memiliki CCTV .Bukankah ini akan menjadi masalah di masa depan.


Karena Serra tidak ingin nama baiknya tercemar. Jadi dia memanggil Robert untuk membersihkan segalanya agar tidak bisa dideteksi oleh orang yang tidak relevan.


Serra pikir semuanya akan baik-baik saja. Aalagi Robert tidak pernah bertanya bahkan mengkritik apa yang dia lakukan.


Tapi mana tahu saat ini Robert mengambil alih semua itu untuk mengancamnya.


Tapi benarkah Robert akan semarah ini dan membenci dia sampai ingin menghancurkannya sampai ke tulang.


Benarkah perasaan yang dulu ada, sudah hilang tanpa jejak di hati Robert. Bagaimana cara gadis kecil itu bisa meraih hati Robert sedemikian rupa hingga sanggup memusuhinya seperti ini.


Serra bukanlah gadis menurut dan berbesar hati diancam seperti itu oleh Robert. Dia malah marah dan berpikir akan melakukan hal yang lebih mengerikan dari hanya sekedar mengirim video tersebut.


Kali ini ada video yang sudah dia edit sebelumnya dengan memiliki beberapa tulisan ambigu di bawah.Tapi kali ini bukan sekedar ke universitas Pancasila saja, dia juga mengirimkan ke dunia maya, Facebook dan ke beberapa grup pengusaha lainnya.


Berharap video ini akan menghentikan langkah Robert untuk maju ke depan untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses.


Jika Robert tidak berhasil berkembang di Jakarta , kemungkinan besar dia akan kembali ke Bandung dan menangis darah saat itu.


Beberapa waktu yang lalu Serra mendapat kabar jika perusahaan Adam grup mulai menampakkan kakinya di bursa saham.


Jika Serra masih menjadi pacar Robert. Mungkin dia akan senang hati dan bertepuk tangan untuk mendukungnya dari belakang. Namun Robert benar-benar sudah menganggapnya sebagai seorang musuh sejati dan Serra juga bukan musuh yang mudah.


Kaki yang baru saja akan melangkah ke bursa saham akan benar-benar didorong keluar dan tidak akan pernah bisa bangkit lagi.


"Robert jika kau pikir kau sudah kejam. Maka Serra mantan sahabatmu dan mantan pacarmu ini akan menjadi lebih kejam lagi.Jangan pernah salahkan aku untuk menjadi kejam Robert tapi salah kan Andien"kata Serra yang berbicara sendiri.


mungkin robek berpikir dia akan menang dan mengira Sera adalah sosok penakut yang mudah diancam hanya dengan kata-kata.


Robert salah besar dengan berpikiran begitu, dia akan tertawa sekarang.


Tapi Serra adalah seorang pemenang dan dia akan tertawa paling akhir.


Hanya dengan ujung jari sebuah video dilempar lagi dan menjadi viral hanya dalam durasi 2 jam saja. Video yang lagi-lagi akan membuat heboh dan akan membuat robert dan Andien panik.


Setelah melemparkan video ke dunia maya Serra tertawa dan histeristik seperti orang gila.


Kamarnya masih rapi tapi jejak telepon genggam yang pecah jelas terukir di sana. Serra memiliki tiga atau empat telepon di rumah jadi dia tidak memperdulikan telepon yang barusan pecah.

__ADS_1


Yang dia pedulikan adalah rasa puas yang nyata.Serra seakan-akan bisa membayangkan bagaimana Robert dan Andien menangis mengaku kalah.


Sorry Robert, kau memilih musuh yang salah.


__ADS_2