Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
Di Sekolah


__ADS_3

Di dalam kelas Andin sama sekali tidak bersemangat. Dia malah tidak fokus dengan apa yang dibicarakan oleh guru di depan.


Romlah sahabat sebangku juga sering memanas-manasinya dengan memanggil Andin sebagai adik ipar. Bagaimana ini tidak membuat Andien kesal.


Ini adalah hari pertama Robert mengajar di SMA dengan mata pelajaran bahasa Inggris. Tapi hari ini tidak ada pelajaran bahasa Inggris di kelas Andien.


"An.an, berapa sih usia pak guru?"


"nggak tau Rom, kamu sih dari tadi menanyain itu melulu apa nggak ada topik lain. Tuh lihat pak Usman sudah memandang ke sini"gumam Andien kesal.


"Is.. pak Usman itu cuma cemburu sama aku, secara aku sekarang ada gebetan baru hahaha" kata Romlah bercanda.


"siapa ,alfian?"


"ya enggaklah say, ini mah hanya masa lalu masa depanku itu sama mas mu loh hahaha"


"Sialan kamu Rom, kedengaran sama dia baru nyahok lu ntar"


"Ya biarkan saja, sebelumnya aku kira dia yang paling tampan di dunia tapi setelah melihat pak guru hatiku cenat cenut, mungkin aku cinta pandangan pertama kali ya"


"Kau..


Tap..


Sebatang kapur tiba-tiba mendarat di atas kepala Romlah. siapa lagi pelakunya jika tidak pak Usman yang sedang menerangkan di depan.


"Romlah berdiri kamu!"


"Oke pak, apa sih yang nggak buat bapak hehehe"Romlah langsung maju dan berdiri di samping pak Usman tanpa malu.


Romlah sudah terbiasa, dia pikir dirinya paling cantik di kelas. Semua pria akan bertekuk lutut di hadapannya termasuk pak Usman.


Bercanda.. bercanda.


Romlah sebenarnya bercanda karena dia pada dasarnya adalah gadis yang periang. tidak ada yang akan memasukkan nya ke dalam hati apalagi pak Usman dengan canda tawanya itu.


"bagus ya Rom bapak menerangkan kamu enak-enakan bicara di belakang berdiri sini sampai jam pelajaran bapak selesai"

__ADS_1


"hanya di sini pak enggak ke rumah bapak sekalian?' tanya romlah lagi yang membuat saya isi kelas tertawa.


"boleh juga idemu itu Romlah kebetulan sekali pembantu di rumah saya lagi pulang kampung, piring banyak yang belum dicuci dan halaman juga belum disapu" kata pak Usman yang memang masih lajang ini. Dia memang kerap sekali jadi bulan-bulan nanti Romlah.


Tapi pak Usman ini orangnya asik juga .Dia bahkan bisa ikut bercanda dengan Romlah dan seisi kelas sudah terbiasa dengan itu.


" hanya piring pak, ****** ***** nggak sekalian atuh " jawab Romlah yang bikin suasana jadi gaduh.


Hahaha..


Hahaha..


"sudahlah Rom kamu ini bercanda doang kerja nya. Berdiri di situ dengan tenang oke" kata pak Usman kesal.


"Oke pak, kalau bapak minta saya berdiri di pelaminan dengan bapak juga,saya oke kok pak" jawab Romlah lagi.


hahaha..


hahaha...


Romlah memang kerap kali dihukum oleh pak Usman seperti ini tapi sebenarnya dia bukan siswa bodoh. Nilainya justru di atas rata-rata karena memiliki otak yang encer.


Satu jam kemudian pelajaran pak Usman selesai dan mereka bubar ada yang langsung pergi ke kantin untuk mengisi perut.


Tapi Andien masih tidak memiliki semangat untuk makan. Dia malah berpikir tentang rencana apa yang bagus untuk menarik perhatian guru bahasa Inggrisnya nanti malam.


Sesekali Andien menatap telepon genggamnya yang masih dalam model lama. Tentu saja niatnya untuk menghubungi suami tercinta.


Tapi dia urung melakukan itu siapa tahu Robert sekarang dalam kondisi perkenalan dengan guru lama di sini. Jadi Robert juga tidak bisa.


"Romlah kebetulan mama ngirimin aku uang banyak bisa nggak temenin aku beli HP baru?"


"Hei kamu mau beli HP baru hahaha sudah kubilang dari kemarin-kemarin beli HP baru tapi kami masih suka pakai HP modelan gini . udah ketinggalan zaman sis hehehe"


"ya aku tahu soalnya kan nggak punya uang tapi sekarang uangnya udah ada dan temani aku yuk"


"Oke kapan kita pergi?"

__ADS_1


"maunya sih sepulang sekolah "


"yey telat sis, si Alfian bilang dia mau nganterin aku pulang jadi sorry ya ,gimana kalau besok saja Hem?" tanya Romlah


"si Alfian buka mau nganterin pulang tapi dia mau ***** tuh,jijik tau nggak sih Rom. Nih lihat bulu kudukku sampai berdiri Nih" seru Andin


"Hehehe baru saja lihat orang pacaran belum lihat hantu kan hehehe "


"Ya syukur kalau pacarannya normal tapi kalau pacaran kayak kalian ini amit-amit jabang bayi deh" kata Andin dengan wajah jijiknya.


"eh jaga mulutnya ya sis siapa yang bikin bayi di sini. Kami hanya pacaran lho pa..ca..ran"


Andin segera memperlihatkan gaya ingin muntah tapi Romlah justru terkekeh geli .Dia segera menarik Andien untuk pergi ke kantin.


Katanya Andin lagi banyak uang jadi dia menagihnya agar traktir. Jarang-jarang ditraktir sama Andien karena dia orangnya pelit.


"Hai pak guru how are you?"sapa Romlah ketika dia melihat Robert yang duduk di kursi kantin.


Mata si Romlah jika sudah melihat cowok tampan memang begitu. Dia bisa melihat mereka meskipun dalam jarak jauh. baru sampai di pintu kantin entah bagaimana dia sudah melihat kehadiran Robert di sana.


Dia langsung menuju di mana Robert berada dan duduk seolah-olah mereka adalah teman lama. Andiennya diseret tentu saja ikut-ikutan duduk di depan robert .


Yang membuat wajah pria itu semakin jelek saja.


Tapi menurut Romlah itu adalah posisi wajah yang paling tampan.


Manyun manyun gimana gitu.


"Oke Hem , temannya Andien kan"tentu saja Robert ingat dengan gadis gempal ini. Sosoknya seperti nangka matang ini memang sulit dilupakan.


"Hehehe ingat aja sih pak guru yang cakep sama Romlah murid terkece di SMA ini" kata si Romlah dengan senyum manis.


Robert hanya bisa tersenyum ramah dengan pengenalan diri ini. Akhirnya dia tahu dari mana kegilaan Andien didapat.


Antara Robert dan Andien tidak begitu banyak pembicaraan tapi Romlah lebih bersinar kala ini.


Dia terus saja nyerocos seperti mercon. tapi gaya seperti ini membuat romlah lebih menarik perhatian.

__ADS_1


Robert hanya mengangguk tapi di dalam hati dia mengutuk Romlah dengan sangat. Tidak ada satu tapi dua siswanya yang gila. Sayang sekali salah satunya ada istri sendiri.


Nasib ,nasib.


__ADS_2