
Setelah penantian yang panjang pada akhirnya Robert kembali sekitar jam 09.00 malam. Menu yang dimasak oleh Andien juga sudah begitu dingin.
Karena sudah berniat untuk makan bersama Robert. Andien tidak memulai makan malamnya ,jadi dia hampir saja tertidur dalam kondisi lapar di sofa.
Robert memiliki kunci sendiri jadi dia tidak perlu membangunkan Andien saat masuk.
Dia melirik gadis kecil itu yang meringkuk di sofa. Ada rasa bersalah di dalam hatinya seharusnya dia menelpon dulu. Sehingga gadis kecil itu tidak menunggunya.
Sebenarnya dia tidak ada begitu banyak pelajaran tadi siang. jadi dia sudah kembali lebih awal.
hanya saja Sera menelpon untuk makan bersama siang ini. dengan Andien dia mengaku ingin makan bersama guru-guru. Ini dia lakukan agar Andien tidak mengadukan masalah ini dengan mamanya.
Mama Robert tidak menyukai Serra sejak awal.Jika dia tau Robert masih jalan dengan Serra mungkin mama akan marah besar. Entah kenapa Mama tidak menyukai Serra, padahal Serra itu pribadi yang baik dan mudah bergaul.
sejak mulai kuliah Sera tidak tahu jika Robert sebenarnya memiliki perusahaan keluarga sendiri.
Sera hanya mengetahui jika robek adalah sosok pria miskin. Robert pergi kuliah dengan beasiswa yang di bayar oleh negara. Beberapa orang bahkan tidak ingin berteman dengan Robert mengingat statusnya itu.
Tapi Serra tidak demikian dia dengan tulus bersahabat. Sayang sekali Serra memang benar-benar menganggapnya sahabat tanpa berpikir sebaliknya.
Karena itulah Robert semakin menghormati Serra sebagai pribadi. Dia adalah tempat Serra berkeluh kesah. Bagi Robert ini sudah hal yang sangat membahagiakan.
Sekarang Robert pindah d kota Surabaya , kebetulan sekali Sera memang tinggal di sini sejak menikah dengan suami terakhirnya.
Setelah tahu jika Robert dipindahkan ke sini dengan istri muda nya. Serra langsung menghubungi Robert lagi untuk merayakan kebersamaan mereka.
Rencananya Serra juga ingin bertemu dengan Andien. Tapi Robert sedikit malu sehingga tidak melakukannya.Perbedaan antara Andien dan Serra sangat jauh seperti langit dan bumi.
Robert diam-diam kembali ke kamar tidur. Hari belum begitu larut jadi dia berniat untuk mengerjakan sisa pekerjaan di laptop.
Sebelum itu dia pergi membersihkan dirinya terlebih dahulu. Selang setengah jam kemudian Robert keluar lagi dengan tubuh segar.
Dia kembali menguburkan kepalanya di depan laptop.Tapi belum loma menit telepon nya berbunyi.
Mama.
__ADS_1
Robert buru-buru mengangkat telepon "assalamualaikum mama"sapanya
"waalaikumsalam, kamu pulang begitu larut Dari mana aja hem?"Tanya mama Robert tiba tiba.
Robert langsung tersedak ,dia lupa jika rumah ini dipasangi CCTV. jadi dia tidak bisa berbohong.
"ada urusan di sekolah mah kebetulan sekali kepala sekolah mengajak makan bersama. Mama seperti nggak tahu aja kebiasaan guru-guru zaman sekarang" kilah nya.
"ohh tapi kamu nggak bisa ngabarin Andien dulu. dia itu udah capek masakin kamu loh. ingat Mama selalu melihat apa pun dari sini. Mama belum menelpon Andien tapi mama tahu dia belum makan malam. teganya kamu bikin mantu Mama kelaparan ya"kata Mama Robert kesal.
Dia aja yang melihat dari CCTV merasa kasihan. Andien masih begitu muda tapi dia sudah bersikap layaknya seorang istri .Menunggu suami kembali dengan perut yang kosong.
Robert pulang-pulang bukannya melihat Andien yang meringkuk di sofa malah tiduran sendirian di kamar. Dari tadi Mama melihat situasi ini berharap putranya akan berpikir melihat kondisi Andien di ruang tengah.
Tapi sejak masuk dalam kamar mama tidak melihat Robert keluar lagi. Robert memang benar ,Mama tidak memasang CCTV di kamar tidur. Tapi memasangnya di ruang lain.
Jadi dia berpikir jika Robert saat ini sedang tidur pulas .Meninggalkan menantu tersayang di ruang tengah sendirian.
"aduh Mama mana aku tahu kalau dia belum makan malam. jangan salahin aku dong mah,dia aja yang belum lapar kali" kata Robert lagi.
"ya udah kamu tahu kan sekarang, pergi jangan tunggu maag menantuku kambuh" kata mama yang langsung menutup teleponnya dengan kasar.
Robert melirik seisi kamar. mamanya menelpon begitu dia ini bekerja di dengan laptop. Ada kemungkinan Mama meletakkan CCTV di sini.
"jadi Mama benar-benar meletakkan CCTV di kamar tidur.Duh mama ini keterlaluan banget!"serunya dalam hati.
Padahal kan namanya nggak meletakkan CCTV di kamar tapi Robert sudah terlanjur berpikir begitu.
Sekarang mama juga membatasi ruang geraknya. Kesel sih kesel tapi gimana mau protes dengan Mama sendiri.
"apa Mama juga memasangnya di toilet, iss?"
Meski begitu Robert masih berjalan keluar dari kamarnya. Dia mendesah saat melihat Andien yang benar-benar meringkuk mungkin karena merasa sedikit dingin.
merasa diperhatikan oleh mata mamanya Robert pura-pura memasang wajah tersenyum.
__ADS_1
Dia menggoyangkan tubuh Andien dan berkata"din...din bangun "
beberapa kali menggoyangkan tubuh Andien gadis kecil itu akhirnya tersadar dia mengejar-ngejap kan matanya dengan lucu.
"mas udah pulang, maaf ya mas aku ketiduran. oh iya masakannya pasti udah dingin aku panaskan dulu ya"kata Andin buru buru bangun.
Dia benar-benar berpikir jika Robert belum makan malam sangking sibuknya berbicara dengan para guru.
Mau tidak mau robek juga merasa bersalah. Jadi dia tidak menolak saat Andien menariknya untuk makan malam. Padahal dia sudah kenyang.
"Mas kok makannya dikit sih, nggak enak ya?"tanya Andien melihat Robert yang makannya sedikit.
"enggak kan aku baru pulang dari makan malam bersama guru jadi masih kenyang kok"alasan nya.
"Oh kirain nggak enak hehehe"kata Andin lagi. Tapi dia memang sudah begitu lapar jadi Andien tidak menghiraukan Robert lagi.Andin benar benar menarik satu sendok nasi lagi karena lapar nya.
"aku banyak pekerjaan selain dari ke sekolah jadi besok-besok jangan menunggu aku makan. makan harus tepat waktu jangan sampai sakit Oke"kata Robert mengingat kan.
"Oke mas, seharusnya kan mas itu nelpon dulu bilang jika pulangnya telat jadi aku nggak nungguin. oh iya mas aku tadi beli HP baru, nanti aku kirimin nomor nya"kata Andin.
Robert hanya mengangguk setuju.
Dia ingat dengan pelajaran ini, betapa pentingnya mengingatkan Andien untuk tidak menunggunya lagi.
Selesai makan dan membersihkan meja Andien kembali ke kamar tidur mereka.
Sementara Robert menarik laptopnya untuk dikerjakan di ruang tamu.
"kamu kalau tidur matikan lampu ya, itu baik untuk kesehatan"kata Robert pada Andin.
Padahal dia takut mamanya ngintip apa yang dia lakukan saat tidur. Mama sih tega banget kan.
Andien mengangguk lagi dan dia setuju untuk mematikan lampu kamar. sementara Robert kembali ke ruang tengah untuk meneruskan pekerjaannya.
Seperti yang dia duga Mama Robert saat ini melihat CCTV di mana keduanya akur untuk makan malam. Dia puas dengan itu tapi Robert harus selalu diingatkan.
__ADS_1
Bagus lah