
Pelaksanaan ujian Nasional secara nasional serentak dilaksanakan pada hari Senin di tingkat SMA.
Ini di seluruh Indonesia, UN kali ini dilaksanakan dengan dua metode yaitu ujian Nasional berbasis komputer atau
Menghadapi ujian kali ini semua siswa belajar dengan tekun termasuklah dengan Andien sendiri.
Tekad untuk menyelesaikan sma-nya begitu kuat sehingga Andien tidak lagi berpikir tentang Robert dan masa lalu mereka.
Mata pelajaran yang diujikan di SMA kali ini adalah bahasa Indonesia, matematika ,bahasa Inggris dan satu mata pelajaran pilihan sesuai jurusan IPA atau IPS.
Jadi untuk mendukung siswanya belajar penuh dalam waktu satu minggu ini. Kepala sekolah membuat jadwal khusus untuk guru-guru yang menangani mata pelajaran di atas.
Bahasa Indonesia diajarkan oleh mem Siti guru kesayangan Andien. bahasa matematika diajarkan oleh pak agus, sedangkan bahasa Inggris diajarkan oleh Robert sendiri.
Untuk kelas sembilan ini, sebenarnya ada tiga kelas, yaitu 9A, 9B dan 9C.
tiga guru yang masuk untuk khusus untuk kelas 9 sebenarnya memiliki jadwal padat karena ini mereka harus rutin masuk ke kelas dengan 3 jam yang berbeda.
Contoh nya,di 9A Robert akan masuk di jam pertama, di jam kedua dia akan masuk ke 9 b, jam ke-3 pula dia akan masuk ke 9C.
Hari selasa pula dia harus membedakan kelasnya dengan sebaliknya.
Yang pertama di kelas 9B jam kedua di kelas 9C dan jam ketiga di kelas 9A. Begitu seterusnya sampailah hari Sabtu.
Dengan begitu, dalam satu minggu ada dua jam tiga puluh menit khusus pelajaran bahasa Inggris untuk kelas Andien.
Jadi pada hari Senin sebenarnya Robert harus mengajar di kelas Andien setelah kelas ibu guru Siti berakhir.
Itu pun masih dalam durasi yang lebih lama dari biasanya yaitu 2 jam 30 menit.
Robert masuk ke kelas andien jam 09.30 dan baru berakhir pada jam 12,00 siang tepat sebelum Bel istirahat berbunyi apa sayang.
begitu Robert masuk ke kelas suasana yang tadinya aman dan damai menjadi ribut. begitu juga yang dirasakan oleh Andien saat ini.
Jika para siswi begitu bersemangat mendapati guru tampan masuk selama 2 jam lebih. Andin malah berpikir sebaliknya.
Suasana belajarnya jadi anjlok dan tidak lagi termotivasi untuk belajar karena ini.
Sejauh dia ingin melupakannya tapi begitu melihat wajah Robert lagi. Ingatan itu datang dan tidak pergi dengan mudahnya.
Di sisi Robert pula Andien adalah siswa pertama yang dia lihat ketika masuk ke kelas. Para siswa dan siswi tentu saja tahu apa ke mana arah pak guru ini memandang.
Namun mereka merasa itu sangat wajar karena ada perang dingin diantara keduanya.
"pak guru lihatnya ke aku dong jangan ke Andin, sepupu juga nggak lari kemana-mana pak ,yang lari itu jarang istri hahaha"kata Romlah tanpa malu-malu.
Semua orang melirik memandang ke arah Romlah dan memberikannya jempol yang turun ke bawah. Romlah bahkan tidak memperdulikannya dia hanya menatap pak guru dengan pandangan nanar.
"Hei siapa juga yang lihat gentong air, lihat kamu pak guru jadi tidak mau menikah, ini hanya akan merugikan negara"kata Safitri dengan galak.
"Hei Romlah mau dikemanain pacar kamu yang baru jadian tadi malam?"
"Siapa, siapa bilang aku jadian tadi malam aku jomblo ya, jangan didengerin pak aku masih jomblo masih bersiap menunggu ditembak sama bapak"seru Romlah
Huuuuuu
"kenapa kalian sirik ya kalau cemburu bilang"kata Romlah lagi yang memegang pinggangnya.
Robert terlalu malas untuk melayani para siswi yang gila ini.Dia duduk di meja guru dan meminta semua orang membuka buku bahasa Inggris halaman ke 60.
Untuk meluruskan ujian yang akan berlangsung tidak lama lagi Robert membuat sesi tanya jawab yang sedikit rumit dari biasanya.
Anehnya setiap bertanya ini pasti terkait dengan Andein.Tidak satupun pertanyaan yang di lemparkan ke siswa lain.
Pada akhirnya Andien hanya bisa menjawab "tidak tahu pak,tidak mengerti pak"
Ini membuat kelas jadi berubah arah,ada perang tak kasat mata di sini.
"Pak guru, emang nya hanya Andien di kelas ini pak,kami ngapain sini" kata Alfian bete.
Mendengar perkataan Alfian ini tiba-tiba Robert menyadari kesalahan
nya.Dia terlalu fokus dengan Andien dan melupakan murid-murid yang lain.
"Oke saya berbicara itu karena merasa kalian semua sudah pintar dan hanya perlu beberapa perbaikan tapi Andien ini masih di level bawah ya"beralasan tapi anak-anak SMA ini bukan anak-anak TK yang bisa dibodohi begitu saja.
"pak guru saya memiliki pertanyaan yang mengganjal otak saya .Ini sangat menggangu saya untuk menerima pelajaran hari ini .bisakah bapak guru menjawabnya dengan jujur" kara Alfian tanpa takut.
Inilah perbedaan anak SMP dan anak SMA. Anak SMA lebih berani untuk mengeluarkan isi pikiran mereka. Bahkan menganggap guru-guru adalah seseorang yang bisa mereka perdebatkan, seseorang yang bisa dijadikan sahabat.
"sepertinya pertanyaannya akan serius. Saya akan menjawabnya tapi harap tidak melenceng dari mata pelajaran ini"kata robert yang mulai melipatkan tangannya ke dada.
" saya hanya minta izin dari pak Robert untuk mengejar Andien, acara Andien adalah sepupu bapak sendiri"kata Alfian yang mendapatkan seruan dari belakang.
"Heh diizinin pun aku nggak bakalan mau Alfian bego, sudah jelas mantannya Romlah. siapa yang mau sama yang udah bekas"kata Andien buru-buru.
Robert hanya bisa mengerjakan dahinya mendengar kata-kata Alfian itu. Anak-anak zaman sekarang sangat to the point.
"Andien sayang bekas-bekas gini juga masih bujangan, bukan duda kan.Lagian aku bukan laki orang dan juga bukan tunangan orang. jadi apa masalahnya ?"
Deg...
Deg...
Kata-kata itu menusuk hati Andien maupun Robert.Keduanya terdiam tapi segera dibantah oleh Romlah dengan tidak kalah kejamnya.
__ADS_1
"Alfian kalau mau nanya nanya itu jangan sama pak Robert tanyanya sama aku dong. gini gini juga kan mantan kamu lagian mantan mau jadian sama teman sendiri nggak etis tahu" bantah Romlah yang langsung berdiri tidak terima.
Sakit juga rasanya jika dikatain oleh sama mantan sendiri. Apalagi mau mau menembak sahabat terbaikmu.
"di mana nggak etisnya Romlah sih gentong air, lu.sama Alfian kan udah putus. jadian sama Andien pun kan nggak bisa dikatain teman makan teman"bela Anton dari belakang.
"diam kalian semua aku tuh nyanyinya sama pak Robert bukan sama kalian tahu"kata Alfian lagi.
Robert masih saja melipat dadanya dengan semua siswa memandang ke arah dia untuk mendengarkan jawaban
"Khem gini ya Alfian terserah Andien mau nerima kamu atau tidak. Yang jelas sekarang bukan waktunya untuk pacaran. Kalian tuh masih anak-anak jangan pikirin yang tidak-tidak. Apalagi sekarang minggu depan ada ujian yang penting. bisa nggak pacarannya diundur setelah tamat SMA?"
Kata robert bersungguh-sungguh.
"benar pak tapi kita-kita akan tamat dan semuanya akan pergi ke tempat yang berbeda setelah ini gimana mau nembak Andien jika sudah begitu"rungut Alfian lagi.
Andien adalah gadis yang katanya belum pernah pacaran .jika dia bisa menggaet Andien sebelum tamat, bukankah rekornya menjadi tidak terkalahkan sepanjang masa.
"sudah selesai kan, sekarang mari pikirkan tentang pelajaran dan usahakan tamat dengan nilai yang memuaskan. Dengan ini kalian akan mudah untuk pergi ke universitas. Apalagi ada begitu banyak beasiswa yang bisa didapatkan jika memiliki nilai tinggi. Jangan semua ini terhalangi oleh cinta"kata Robert yang duduk lagi membuka materinya.
Mereka masih saja berbisik-bisik tentang sesuatu di belakang Andien. Gadis itu bahkan tidak bisa menyimak apa yang mereka sebutkan. Pikirannya hanya berputar-putar pada kata-kata Alfian tadi.
Sekuat apapun dia akan menyimpan bangkai pada suatu hari baunya akan tercium juga.
Hampir saja air matanya jatuh jika tidak ingat dia saat ini sedang berada di dalam kelas.
Romlah juga berbicara tentang sesuatu tapi Andien tidak mengurusnya .Tentu saja gadis berbadan tambun itu melihat situasi Andien yang tidak baik.
"Andien?" sapanya setengah berbisik.
Tapi Andien tidak merespon jadi Romlah berteriak lagi dan mencubit lengan Andien agar dia sadar.
"apa-apaan sih ,rom sakit tahu!"kata Andien saat merasakan sakit di lengannya.
"kamu sih dari tadi manggil nggak menyaut takutnya kesambet"
"Hehehe,aku Kesambet, hehehehe hantu mana yang takut sama andien hehehe"
"hantu nggak bakalan takut tapi gue yang bakalan takut calon sepupu ipar gue gila "kata Romlah sedikit berbisik.
"kalian berdua jika tidak ingin belajar diam saja di sudut jangan mengganggu yang lainnya sedang belajar oke" kata Robert dari depan yang membuat dua siswi ini menutup mulutnya rapat-rapat.
Alhasil kelas mulai sunyi lagi hanya beberapa pertanyaan dan benar jawaban yang terdengar.
Kali ini Robert benar-benar tidak melemparkan satu pertanyaan pun lagi pada Andien melainkan pada beberapa siswa yang mengacungkan tangannya ke atas.
tidak beberapa lama kemudian bel istirahat segera berbunyi dan murid-murid bergerak untuk pergi ke kantin seraya berteriak dengan gembira.
"Andien ikut saya ke kantor Ada sesuatu yang perlu saya bicarakan sama kamu" kata Robert yang menghalangi Andien untuk pergi.
"nggak usah pak saya lagi lapar nanti maag saya lagi kambuh jika telat makan "kata Andin lagi yang menurut Robert hanyalah alasannya semata.
Romlah sedikit bengong melihat interaksi mereka berdua. Namun begitu dia sangat senang ketika Robert mengulurkan sehelai kertas berwarna merah ke tangannya.
"Bebeb traktir ya, aku juga mau bakso es teh manis dua" kata Romlah sebelum Robert benar-benar pergi menarik andien.
"terserah saja tapi kirimkan cepat ke kantor ,nanti Andien pingsan gara-gara maag nya kambuh "kata robert yang setengah berteriak.
Romlah langsung berlari pergi ke dalam kantin. Dia tidak memperdulikan sahabat baiknya yang ditarik oleh pak guru dengan paksa.
"Pah Robert apa-apaan sih lepaskan ah. Enggak enak diliatin oleh murid-murid yang lain!" Pekik andien yang tidak terima diperlakukan demikian.
Beberapa siswa juga melihat kejadian ini tapi mereka hanya bersorak-sorak melihat kejadian itu seolah-olah ada drama baik di sana.
"kalian kayak suami istri yang bertengkar aja hahaha"
"iya kalau suami istri bertengkarnya tuh di rumah di kasur lupa bukan di sekolah"
"pak guru Andien itu punyanya aku jangan digituin dong pak"
Beberapa murid yang berlarian ke kantin juga menyaksikan dan tertawa melihat ini.
Karena sedikit risih akhirnya Andien menurut juga tanpa bersuara lagi.
Tiba di kantor sekolah, sebenarnya masih ada beberapa guru yang melakukan aktivitasnya. Andien cukup malu dengan keberanian Robert ini.Jadi dia terpaksa nurut dan duduk di depan meja Robert dengan patuh.
"Ada apa pak saya benar-benar lapar dan tidak bisa lama-lama di sini serius pak, saya tidak bohong "kata Andien buru-buru.
Sebenarnya Andien memang merasa tidak nyaman di perutnya, dia memiliki riwayat maag. tadi pagi karena bangun telat dirinya tidak sempat untuk menyiapkan sarapan pagi sekarang tidak mungkin juga melewatkan makan siangnya juga.
Tapi Robert berpendapat ini hanyalah alasan Andien untuk tidak bertegur sapa dengan dirinya.
"jangan khawatir sebentar lagi Romlah akan mengantarkan semangkok soto untukmu. jadi sekarang aku ingin mendengar kenapa kau masih menghindari setelah penjelasan hari itu"kata robert dengan wajah serius.
Guru-guru yang ada di sekitar mengernyit kan dahi mendengarnya. Mereka berpikir ini adalah masalah keluarga dan Andien mencoba menghindari robert karena itu.
untuk menjawab pertanyaan ini anjing juga tidak nyaman.Dia takut kenyataan akan didengar oleh para guru yang entah kenapa mulai menajamkan telinga masing-masing.
Bagaimana dirinya bisa menjawab pertanyaan ini.
"ayo jawab Andien saya menunggu jangan sampai saya kehilangan kesabaran ya"kata Robert lagi.
melihat ini andi merasa sedang diadili tapi bagaimanapun dia harus mengatasinya jadi dia berkata"sebenarnya saya tidak mencoba untuk menghindari bapak. Hanya saja pikiran saya penuh dengan mata pelajaran dan saya meninggalkan SMA ini dengan nilai yang bagus"
"Benarkah lalu kamu menghindari saya?"
__ADS_1
"tidak pak saya tidak menghindar hanya tidak memiliki waktu hehehe"sialan kamu Robert , jika tidak ada guru-guru ini,sudah ku tabok juga kali.
"Oh jika tidak kenapa nomor telepon tidak aktif. Kita itu bisa bertengkar tapi hubungan silaturahmi tidak boleh putus ingat itu Andien. kamu bilang sama orang-orang kamu ada yang punya masalah dengan Serra. saya tekankan sekali lagi Serra tidak ada hubungannya dengan masalah ini jadi jangan sangkut pautkan dia dengan ini"kata Robert yang tidak peduli dengan orang-orang di sekelilingnya
Dirinya kesel jika Serra selalu dikata-katain sebagai penyebab masalah. padahal bukan itu inti dari perceraian nya.
" saya tahu pak, saya salah.Saya minta maaf jika menjadi penyebab reputasi buruk untuk kakak Serra"
"Bagus saya juga ingin kamu mengklarifikasi masalah ini dengan teman-temanmu yang lain masalah apartemen dan kartu kredit juga harus diselesaikan" kata Robert serius.
Andien tersentak mendengar perintah robek dia harus mengklarifikasi tentang kenapa dia tidak bisa datang ke apartemen dan masalah kartu kredit.
Apakah Robert ini otaknya miring.
Bagaimana dia harus cerita dengan orang-orang jika mereka sebenarnya suami istri yang sudah bercerai.Dia adalah janda yang bahkan tidak memiliki hak untuk masuk ke rumah itu lagi.
Andien mulai berdiri dan tidak berpikir bagaimana menutupi masalah ini dengan guru-guru yang hadir.
"Robert kamu tidak punya otak, sekolah tinggi-tinggi tapi nggak bisa mikir. kalau mau diklarifikasi klarifikasi aja sendiri.Terserah kamu mau ngomong apa"
Bukan hanya Robert tapi guru-guru yang ada juga tercengang melihat Andien yang marah.
Mereka tahunya hubungan Andien dan Robert adalah sepupu. Biasanya Andien berbicara lembut dengan meletakkan kata "mas" di depannya. Tapi Andien saat ini hanya menyematkan kata Robert tanpa ada penghargaan sama sekali.
"Andien bicaranya hormat sedikit dong aku ini kan.....
Pada akhirnya robert sendiri tidak bisa mengatakan siapa dia untuk Andien. Namun begitu karena marah dia hanya bisa melemparkan pena yang dia pegang di atas meja. Yang mengakibatkan suara keras di sana.
"Hehehe klarifikasi,bisa nggak?"tentang Andien dengan sengit.
"Andien aku itu bicara baik-baik supaya kita itu tidak bertengkar seperti ini. Serra itu wanita yang baik loh kamu hanya belum mengenalinya saja" tukas Robert yang entah bagaimana merasa takut dengan penampilan Andien saat ini.
Dia pikir ini adalah perasaan yang sama saat papanya berhadapan dengan mama ketika mereka. Ternyata wanita itu kalau marah sangat menyeramkan.
"Yah Serra itu baik dia cantik dia manis dia juga kaya,puas Hem?" Andien tidak malu-malu dia menuding Robert seraya meletakkan tangannya di pinggang.
"Andien kamu ...
"Andien kamu harus sopan ini di kantor "kata seorang guru.
Baru setelah itu Andien sadar karena mereka bertengkar tidak sesuai lokasi.
"Maaf pak, saya kesel aja dengan dia. Maaf sudah mengganggu kenyamanan bapak dan ibu guru di sini "kata Andin yang menjadi sopan lagi.
"tidak apa-apa nak nanti setelah ini kalian bisa berbicara panjang lebar tentang masalah. Tapi jika bisa bapak nasehati sebenarnya kalian hanya sepupu siapapun pacar Robert kamu bahkan tidak berhak untuk ikut campur" kata pak Husein.
"ya pak saya mengaku salah sebab itu saya tidak pernah ke apartemen lagi. Mereka pacaran sejak kuliah sampai sekarang, sayanya saja yang tidak nyaman dengan kehadirannya. jadi saya mengaku salah"jawab Andi si Andin seraya mah menyatukan dua tangannya pada robert dan beberapa guru yang hadir.
Salahnya Andien hanyalah datang di saat yang tidak tepat.Tapi itu juga bukan salahnya itu hanyalah gara-gara si pohon jengkol.
Mulai saat ini Andien dan jengkol adalah musuh bebuyutan.
"Nah gitu dong din ,baikan sama sepupu pak guru robek juga jika Andien tidak suka dengan pacarnya ya jangan dipaksain "
"ya pak saya hanya ingin menjelaskan duduk permasalahan
nya. jangan sampai silaturahmi putus hanya gara-gara pacar saya. Nggak mungkin kan saya mengorbankan pacar hanya gara-gara sepupu" kata Robert lagi.
Dia melirik andien seolah-olah menjadi seorang pemenang. Tapi melihat wajah Andien yang hampir menangis membuat Robert berubah pikiran.
Robert menarik Andien lagi untuk duduk karena masalah ini benar-benar harus diselesaikan dengan kepala dingin.
guru Husein pun duduk di kursinya lagi dan dia langsung membenamkan diri pada pekerjaannya yang belum selesai
Sebelum Robert membuka mulut tiba-tiba seseorang masuk untuk mengirimkan dua mangkuk bakso pesanan Robert tadi.
"ayo makan dulu baksonya nanti maag kamu kambuh "kata Robert dengan ramah.
Andien benar-benar lapar saat ini dia tentu tidak menolak rezeki yang datang. apalagi waktu istirahat tinggal 30 menit. Jika dia masih menunda waktu makan maagnya akan semakin parah.
Jadi ambil makan tanpa menunggu Robert memulainya. robek juga terlihat senang melihat Andini tidak menolak ini
Jadi dia berkata "jika kamu tahu kamu salah jadi nanti telepon Sera dan minta maaf oke"
Deg...
Emosi Andien naik lagi, dia benar-benar mengaku salah. Tapi kenapa robert harus memulainya lagi dengan memaksanya untuk meminta maaf kepada Serra.
Guru-guru yang masih mendengar tiba-tiba menajamkan kepalanya lagi. Jelas saja Andien sudah mengalah tapi kenapa Robert masih melemparkan bara api.
"Apa ?"
"aku bilang kamu harus mengatakan itu pada Serra sendiri karena kamu sudah bersalah sama dia,bu...
Byurr...
bakso yang baru dimakan Andien beberapa sendok ini langsung menghiasi kepala Robert. tentu saja Robert terkejut dan dia buru-buru bangkit untuk membersihkan semuanya dari kepalanya itu.
Guru-guru lain langsung tercengang dan tidak bisa bereaksi sama sekali.
"guru yang gak punya otak" kata Andien sebelum berlalu.
Sepanjang jalan Andien menangis, dia mengambil tasnya di kelas dan keluar dari sekolah.
Jelas-jelas dia tidak memiliki mood lagi untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.
__ADS_1
Sementara itu Robert yang ditinggal pergi ,di tatap oleh guru-guru lain dengan pandangan aneh. Sampai detik ini Robert tidak mengerti kenapa Andien bisa menjadi begitu agresif.
Apa salah ku.