Cinta Setelah Andin Pergi

Cinta Setelah Andin Pergi
sewot


__ADS_3

Tanpa di duga sebelumnya, kamar yang diberikan bagi Andien berbeda dengan kamar-kamar para mahasiswa yang lain.


awalnya Tidak seorangpun yang menyadari keganjilan tersebut sampailah datang seorang gadis manis memakai pakaian khas Bali.


Lengkap dengan ikat pinggang berwarna merah dan bunga di telinganya.


"halo selamat datang di hotel kami Nugraha Bali style." kata nya dengan lembut.


Beberapa mahasiswa segera meliriknya dan bersiul-siul dengan nakal.Mungkin gadis ini sudah terbiasa digoda seperti itu jadi itu sama sekali tidak mempan.


"selamat juga kami dari universitas Pancasila di Jakarta." kali ini Robert maju ke depan menjawab gadis cantik tersebut.


"hati-hati Pak ada yang cemburu ntar"kata mahasiswa yang nakal menggoda Robert.Gadis yang digoda sama sekali tidak tertarik dia terus saja berbicara dengan nada yang sopan.


"oh kalau begitu pemesanan kamar sudah siap, silakan mengikuti room boy"


Gadis penerima tamu itu segera berbicara dengan telepon dan memberitahukan posisi yang memang sudah di booking atas nama universitas pancasila.


Tidak lama kemudian sekelompok room boy datang dengan pakaian khas ala Bali.


"selamat datang ke hotel kami mari kami tunjukkan kamarnya"katanya.


Sebelum pergi mereka segera menjelaskan posisi masing-masing orang.


Pihak Nugraha group sudah membooking dan membagi pesanan menjadi 3 area terpisah.


"area pertama bisa diisi dengan jumlah orang sebanyak 100 orang,kami disebut kami di sini menyebutnya dengan tipe villa, satu kamar bisa diisi dengan 4 orang."kata room boy dengan tenang.


"anak-anak itu adalah lokasi kalian silakan ikut pria ini"Kata Robert,dengan jumlah kamar dengan jumlah orang yang disebutkan. Robert tahu juga ini adalah lokasi yang dikhususkan untuk para mahasiswa dan mahasiswi.


"area kedua merupakan kamar suite dengan minimal 52 M2. ini biasanya dipakai dengan keluarga. ada 12 kamar yang booking atas nama universitas "


"Oh itu mungkin untuk kami para dosen hehehe"tidak tahu tentang harga yang dikenakan oleh hotel Nugraha bali style ini. Tapi bisa mendapatkan kamar suit itu masih bagus .Apalagi tidak memakan biaya apapun.


"kalau boleh tahu layanan apa saja yang ada di hotel ini "Kata dosen itu bersemangat.


Padahal dia sudah sering turun naik hotel .Tapi belum pernah pergi dengan satu keluarga jadi ini adalah pengalaman baru yang tentu saja sangat dia nantikan.


"Sebenarnya hotel kami memiliki restoran, bar, kolam renang, tempat rekreasi dengan beberapa staf yang multi profesional. Menurut pesanan sebenarnya ini sudah termasuk dalam biaya booking" kata room boy lagi


"oh begitu"semuanya memasang bentuk O pada bibir masing-masing.karena biaya sudah dibayar Jadi mereka bebas melakukan apapun di hotel Nugraha bali style ini.


"Siapa di sini yang bernama Patricia Nugraha? tanya seorang room boy pelan.


"Di sini" teriak Sari.


Tidak tahu apa tujuan dari room boy itu meneriakkan nama Andien yang jelas Sari berpikir ini adalah hal yang bagus.


"Nona Patricia Nugraha memiliki kamar pada grand Deluxe.Ayo ikut saya" kata nya lagi.


Semua orang bengong lagi. Bagaimana tidak para mahasiswa mendapatkan kamar dengan tempat tidur 4 orang.


Para guru masih bagus mendapatkan kamar yang dikhususkan untuk family.


Tapi Andien malah mendapatkan kamar grand deluxe, apa-apaan itu.


Tiba-tiba saja semua mata memandang ke arah Robert mereka menuduhnya dengan kejam. Jika tidak Robert yang membayar biaya kamar semahal itu siapa lagi yang bisa.


Sungguh layanannya berat sebelah.


Tapi para dosen tidak begitu ,mereka tahu kenapa Andien bisa mendapatkan kamar mewah.


Dari nama hotelnya saja jelas ini adalah milik keluarga Nugraha.Bukankah itu artinya Andien adalah anak bos dari hotel ini. Wajar jika Andien mendapatkan prioritas dalam hal pemilihan kamar.


Yang paling senang mendengarnya tentu saja dua sahabat penghianat.


Meskipun disebut dengan sahabat penghianat ,mereka tidak marah sama sekali.Karena itu memang adalah kenyataannya.


Tapi mereka lebih suka menjilat ludah sendiri, jika sudah menyangkut dengan Andien.


"Andien kamu dapat kamar mewah wow Aku ikut dong?" teriak Sari kegirangan. Seolah-olah dia yang mendapatkan kamar mewah tersebut.


"Hem palingan dipesan oleh pak dosen ya nggak pak dosen kan orangnya punya kantong tebal"bisik seorang mahasiswi yang benar-benar merasakan iri.


"kalau iri bilang aja, sana gih rayu pak dosen biar kamu juga dipesan dengan kamar mewah" kata Yanti yang membela Andien tentunya.


"pak dosen nggak mempan dirayu Karena dia udah ada yang punya hahaha"secara serempak beberapa mahasiswa mengatakannya secara lugas.


Mereka 100% yakin, jika ditanya pak dosen pasti akan menjawab seperti itu.


"Hatiku udah ada yang punya"itu adalah jawaban yang biasa dilontarkan oleh Robert Jika ditanya masalah hati.


"bagi pemesanan untuk 100 orang akan diarahkan ke tipe villa, ikut sini"segera kelompok mahasiswa di Giring ke area yang dimaksud.


Tapi Yanti dan Sari berpikir untuk melihat-lihat dulu lokasi di mana Andien di tempatkan. Itu kamar mewah yang tidak akan bisa kalian lihat lagi untuk kedua kalinya.


Andien tidak peduli dan juga tidak mengusir dua penghianat ini. Biarkan mereka melihat lihat untuk cuci mata, biar kejang-kejang sekalian.


Benar saja begitu pintu kamar mewah itu dibuka oleh room boy keduanya langsung menjerit histeris.


"wah bagusnya" seru Yanti yang tidak peduli meskipun wajah Andien masih saja ngambek.

__ADS_1


Nggak diajak juga keduanya tetap mengikuti Andien seperti ekor kecil.


"silakan masuk" kata room boy itu yang dengan telaten menarik koper Andien dan meletakkannya di sudut.


"terima kasih" jawab Yanti yang pede abis.


Andien memiliki banyak uang sekarang tapi dia tidak memiliki kesempatan untuk menggunakan kemampuan dari uang-uang tersebut.sama seperti Sari dan Yanti ini juga adalah pengalaman pertamanya naik ke sebuah hotel apalagi disuguhkan dengan kamar mewah seperti saat ini.


Dia juga kagum dengan pemandangan yang disuguhkan hanya saja tidak seekstrem dua sahabat penghianat itu.


Dengan luas 46 M2 grand deluxe room menawarkan pemandangan mempesona dari laut khas Bali.


Kamar berukuran luas ini tidak hanya menyediakan kenyamanan tapi juga deal menarik melalui room amenitiesnya.


"wah besar banget, ini sangat luas hahaha, Andien,hem aku ikut kamu ya ,kan ruangannya luas nih" Kata Sari merayu Andien agar luluh.


selain kamar masih ada ruang tamu dan dapur juga kamar mandinya sangat bersih dan membuat anda tidak ingin keluar setelah mandi di dalamnya.


Luas dari kamar ini hampir menyamai dengan rumah kost mereka di Jakarta.


Meskipun agak memalukan tapi numpang tidur di kamar ini tidak akan mengganggu Andien, secara luasnya saja udah bikin pangling.


"Hem nggak ada kasur" jawab Andien terus terang.Meskipun kamar ini adalah kamar mewah tapi hanya ada satu tempat tidur saja.


"nggak apa-apa kan ada sofa tuh ini juga empuk kok" tunjuk sari pada sofa yang di dia duduki.


"permisi boleh tanya dulu?"tanya Andien pada room service yang belum keluar dari kamar.


Mungkin room boy ini berpikir bagaimana kampungnya gadis-gadis yang baru tiba.jadi dia belum keluar dari kamar itu atau dia sedang menunggu tips dari para gadis.


"silakan ada apa" katanya masih dengan wajah yang tersenyum.


"apa kamar grand delux nya masih ada, Jika perlu yang dengan twin bed?" tanya Andien.


"kalau masalah itu coba saya cek dulu ya" dia hanya seorang room boy jadi tidak tahu menahun tentang masalah kamar ada baiknya bertanya dulu sebelum membuat keputusan.


"Oke, kalau ada pesan atas nama saya" kata Andien yang langsung menyebutkan nama lengkapnya.


"Baik"jawabnya dan langsung meninggalkan kamar itu dengan penuh tanda tanya.


"Jadi kamu nggak mau kamar ini, kan sayang udah gede malah dianggurin." kata Yanti yang beranggapan Andien tidak menginginkan kamar sebagus ini.


Tapi katanya twin bed, apakah Andien berpikir ingin mengajak mereka untuk nginap.


"gede ego sih,tuh lihat kasurnya empuk banget besar lagi Sebenarnya bisa kita tidur berbarengan ini."kata Sari yang mengeluh Dia benar-benar pengen tiduran di kasur yang empuk tapi sayang Andien menolaknya.


Apa karena kamar ini dibayarin oleh pak dosen Robert. Jika itu masalahnya bukankah ini namanya egois kan, ckckck.


kulkas mini, pengering rambut, brankas 14 inci, meja kerja ,fasilitas pembuat kopi atau teh, LED TV 40 inci dengan saluran internasional. wi-fi gratis, kamar mandi dengan rain shower.


Benar-benar sia-sia sekali.


"Andien kalau kamu marah ya udah deh kita kembali aja ke kamar kita yang asli ,tapi kami datang kapan-kapan ya hehehe" bujuk Yanti.


Mungkin Andien jijik karena mereka benar-benar menghianatinya dalam pesawat tadi. Jadi dia tidak menginginkan kamar ini dan memilih mengganti kamar yang lain.


"tadi sebenarnya aku tuh mesen buat kalian, ada juga grand deluxe room lain tapi luasnya hanya 34 M2 dengan tempat tidur ganda. kalau nggak mau ya sudah?" kata Andien.


Kesel sih kesel dengan perlakuan pengkhianat ini.Walau bagaimana


pun ,dia juga mengerti karena dirinya juga mantan orang miskin.


Tapi sahabat seperti ini nggak bisa disimpan siapa tahu ada tawaran yang lebih wow dan mereka tergoda.


Akan berbahaya jika tawarannya lebih parah daripada itu.


"apa kamu memesan untuk kami, kamu bercanda kan itu mahal emang kamu punya duit?" tanya sari yang tidak percaya.


"duit mah kecil kalau kamu mau ambil kalau nggak ya udah tinggal kembaliin kunci aja, gitu kok repot"


"Andien kamu jangan bilang melakukan sesuatu yang tidak terpuji ya hanya karena pengen tidur di kamar mewah?" gertak Sari.


Mereka memang pengkhianat sih tapi nggak akan sampai menjual sahabatnya sampai sedemikian rupa.Penghianat ini masih memiliki hati nurani kok.


"hahaha kalian ada-ada aja,nanti deh aku jelasin sekarang kan lagi capek." Andien hari ini bukan saja lelah tubuh tapi juga lelah batin.


Dia sedang dilanda berbagai pertanyaan dari benarnya sendiri.


Apakah dirinya masih mencintai Robert atau tidak.Berpikir seperti itu Andien ingin beristirahat terlebih dahulu sebelum melanjutkan aktivitasnya yang lain.


Dengan acuh tak acuh Andien tiduran di ranjang besar yang empuk tanpa mempedulikan dua sahabat penghianat yang masih saja kepo berkeliling area kamar.


Tidak lama kemudian boy room itu datang lagi dengan wajah yang penuh senyum.


"ini kuncinya dan akan saya tunjukkan kamarnya" kata nya .


"hah bener-bener ada kamu serius Din nggak bercanda?" pekik Sari yang tidak percaya.


Andien juga memiliki dana seperti mereka saat ini jadi secara tidak langsung keduanya tidak akan percaya jika Andien mampu menyewa mahal dengan jumlah yang besar sewa satu malam saja sudah melebihi dengan sewa kontrakan mereka satu bulan


Jadi menyewa kamar hotel mahal ini adalah sebuah pembaziran.

__ADS_1


"iya beneran lah kalau mau ambil kalau nggak sedih ya udah" kata Andien yang masih acuh tak acuh.


"mau, mau ,mau sini kuncinya, jangan salahkan kami ya Din kamu yang nawarin, jual diri jual diri deh lo" kata Sari terkekeh kekeh


dia tidak percaya jika Andien akan melakukan hal yang serendah itu Jika mau dia bisa jika Andien benar-benar wanita yang matre Tentu saja dia bisa menarik Robert dan menguras uangnya secara Robert juga akan ikhlas kok jika dirinya diporotin.


Dengan berpikir begitu Tidak mungkin rasanya Andien mendapatkan uang ini dengan jalan yang tidak halal.


makanya Sari dan Yanti buru-buru mengambil kunci dan berterima kasih sambil jalan.


"dasar sahabat penghianat" seru Andien keras.


"penghianat juga kan masih sahabat, makasih ya say kami pergi dulu dadah bye bye" kata keduanya seraya menutup pintu dari luar.


Setelah keduanya pergi barulah Andien bisa menarik nafas lega. Pada akhirnya dia bisa bersendirian dan memanjakan diri sendiri tanpa berpikir tentang hal-hal yang rumit.


Ini adalah hari pertama mereka tiba di Bali. Dosen memberikan waktu untuk beristirahat beberapa jam sebelum pergi ke beberapa tempat di sore hari.


Dengan begitu Andien memiliki banyak waktu untuk memanjakan dirinya di kamar mewah.


Tapi itu hanyalah pemikirannya yang polos saja, tidak lama kemudian telepon berbunyi lagi dan tidak peduli apa itu sangat mudah ditebak.


'Robert ngapain sih kamu nelpon lagi Aku capek tahu barusan mau istirahat?"


"capek ya sayang kasihan,tapi nggak apa-apa aku udah memesan kamar di sebelah kamar kamu kalau ada apa-apa tinggal telepon aku ndak akan datang Dalam waktu 5 menit"


'apa ,kau memesan kamar di sebelah?"Andien yang barusan berbaring jadi terbangun karena terkejut.Tidak disangka Robert memesan kamar sebelah ,kapan juga dia memiliki waktu untuk memesan kamar itu.


"ngapain terkejut sih sayang, aku tuh udah berusaha. Kalau bisa aku tuh mau satu kamar sama kamu tapi ya.. udahlah mungkin kamunya aja nggak mau" kata Robert tertawa seolah-olah itu ada hal yang lucu.


" Robert kamu ...Iss kamu jangan bercanda ya. kita itu bukan muhrim lagi. nggak baik juga satu kamar. Lagian ada apa sih sampai kamu mesen kamar di sebelah.?" tanya Andien sewot.


"nggak ada apa-apa sih cuman pengen dekat aja hahaha" kata Robert lagi.


Saat ini Robert benar-benar ingin melihat reaksi Andien secara nyata. Sayang mereka sedang dibatasi oleh dinding.


"sialan kamu Robert, bener-bener ya,bikin kesal "


"Aku sayang kamu Andien benar-benar ya, bikin cinta" dengan mudahnya Robert memberikan kata-kata itu.


"Kamu..


"Sayang?"


tut...


Tidak lama kemudian Andien yang gelap mata menelepon kakaknya Bima.


Yang memesan kamar untuk dia tentu adalah Bima.Menurut informasi kamar sudah penuh sejak beberapa hari yang lalu jadi kenapa Robert bisa memesan kamar di sebelah.Jika memang kamar sudah penuh.


Seperti biasanya Bima langsung menanggapi telepon dari Andien.


"halo dek patty, udah sampai di Bali Ya?" tanyanya dengan nada penuh kasih sayang.


"Mas Aku itu mau nanya, kamu beneran nggak sih ngatur aku di kamar ini?" tanya Andien.


"iya iya mas yang atur kok, emangnya kamu nggak suka?" tugas Bima balik nanya.


"Bukan gitu mas masalahnya si Robert juga memesan kamar di sebelah. emangnya ada apa? kan mas bilang kamarnya udah nggak ada yang kosong kemaren?"


"kalau itu sih sorry memang ada sedikit bocoran" Kat Bima dengan jujur.


"bocoran gimana mas?" seru Andien terkejut lagi.


"kemarin kan mantanmu itu nanya, jadi mas jawab dong "kata Bima dengan enteng tanpa rasa bersalah.


"hah, mas kok gitu, jadi penghianat juga. kan mas tahu aku tuh udah ilfil sama dia ,kok mas malah membela dia sih?" kata Andien yang mulai emosi.Adik sama sekali tidak menyangka jika Robert bisa mempengaruhi Bima sampai seperti ini.


Apa yang dilakukan Robert di belakangnya sampai Bima menjadi luluh.


"bukan begitu Adik cantik,jodoh itu udah ada yang ngatur kalau kamu itu memang berjodoh sama dia, ya mau gimana lagi.Kalau cinta bilang nggak perlu disembunyiin"


"mas apa-apaan sih nggak suka deh" Andien hampir nangis mendengarnya,tidak disangka Bima bisa bicara seperti itu apakah dia bermaksud untuk mendukung Robert.


Sekarang Andien jadi tidak yakin. Apakah Bima dan dia memang saudara satu ayah atau tidak.


"hehehe kamu ini kebalikan dari Katty ya tapi nggak apa-apa mas dukung apa yang kamu mau kok, kalau cinta bilang nggak perlu sembunyiin juga"


"Mas...


"ah pada berantem melulu nggak penting juga ,udah mas ada banyak kerjaan, besok sambung lagi ya dadah"


"Mas...


Tut..


Tiba-tiba saja Andien merasa bengong sendiri .Sebenarnya apa yang terjadi kenapa dia tidak tahu keluarga Nugraha sekarang malah mendukung Robert untuk mengejarnya lagi.


Ini tidak benar rencana untuk ke luar negeri harus direalisasikan.


Ke luar negeri.. yes.

__ADS_1


__ADS_2