
Sepulang dari sekolah , andien merasa tidak nyaman.Dia tidak tau ada apa tapi andien berpikir jika perasaan hanya sedang buruk.
Tapi semakin lama dia tidak bisa menahan gemetar di tubuh nya.Dengan asumsi maag yang sedang kambuh, Andien pergi ke rumah sakit dengan kartu BPJS.
Setelah melalui pemeriksaan kesehatan ,apa yang dipikirkan Andien sebenarnya menjadi nyata. Maag nya memang sedang kambuh dan dia harus dirawat untuk beberapa hari sebelum bisa keluar dari rumah sakit.
Infus di tangan membuat andien tidak enak tapi dia harus menelan ini sendirian.Di sinilah andien merasa begitu terpuruk sekali.
Di tengah kondisinya yang sedang tidak enak ini sebenarnya dia tidak memiliki siapapun di sisi. Beberapa pasien dengan penyakit yang lebih berat didampingi oleh keluarga masing-masing tapi Andien hanya sendirian di rumah sakit menunggu botol infus nya habis.
Rasanya andien tidak kuat menerima cobaan yang begini besar. Betapa ingin betapa inginnya Andien menelpon paman di kampung. Mengabari jika dirinya sedang dirawat namun dia takut .Paman akan merasa aneh seandainya tidak melihat Jonathan mendampinginya di sana seperti ini.
Bukan niat Andien untuk menyembunyikan rahasia pernikahan nya dengan paman.
Tapi Andien hanya ingin mereka mengetahui bahwa kabar bahagia bukan kabar yang buruk.
Andien benar-benar berencana pergi dari Surabaya.Andien sedang berpikir ke universitas mana dia akan pergi. Setelah tiba di lokasi barulah dia mengabari tentang masalah ini kepada paman dan bibinya di desa.
Jadi di sini andien sendiri dan ini sangat menyedihkan bagi beberapa pasien yang lain.
Kamar pasien yang memakai BPJS memiliki pasien 6 sampai 8 orang. Ditambah dengan beberapa keluarga pasien yang bolak balik,membuat semua seluruh kamar itu menjadi penuh.
Hal baiknya adalah Andien yang tidak merasa kesunyian dengan orang yang lewat di sekitar ranjangnya. Mereka bahkan terlihat akrab dan bertanya dengan Andien apa penyebab dia menjadi pasien di sini.
Adalah bu isah yang sedang yang sedang menemani suaminya menerima rawatan insulin.
Usianya di atas 50-an dan dia sepertinya seorang wanita tua yang suka berbicara. Bersamanya ada dua anak yang sering bolak-balik mengirimkan sesuatu yang dia minta dari rumah.
Dari sejak Andien masuk sampai saat ini wanita tua itu terus saja bertanya tentang ini dan itu.
Andien juga dengan ceria menjawab pertanyaannya. Dia adalah seorang anak yatim piatu dan keluarga terdekatnya sangat jauh sehingga tidak bisa mengabari jika dirinya sedang sakit.
Itulah kira-kira jawaban Andien ketika ditanya oleh beberapa orang. Semuanya berdecak dengan prihatin. Dengan begitu orang-orang lebih prihatin lebih menjaga Andien.
Contohnya saat Bu Isah dikirimi buah satu kotak air Aqua gelas, dia dengan ikhlas mengirimnya sedikit.
Saat anak-anak mengirimkannya makan siang ,dia juga mengirimkannya dengan Andien. Saat ingin ke toilet seseorang juga bersedia menarik infusnya dengan sukarela.
Jadi sebenarnya tinggal di ruangan BPJS tidaklah begitu buruk.
Hanya dengan seperti itu hari selanjutnya Andien tidak masuk ke kelas. Kisah Andin yang bertengkar dengan Robert di ruang guru entah bagaimana tersebar dengan cepat.
Pada hari Kamis hari di mana dua hari setelah Andien tidak masuk. Sebenarnya Robert dipanggil ke kepala sekolah.
Seumur-umur menjadi seorang guru baru kali ini Robert ditegur oleh kepala sekolah.
"bapak Robert seharusnya bisa memisahkan masalah sekolah dan masalah pribadi. Jika benar memiliki masalah dengan Andien seharusnya bapak Robert menyelesaikan di rumah bukan di sekolah. Hal ini justru akan mencemarkan citra baik seorang guru. Harap bapak Robert tidak melakukannya sekali lagi, ya"kata kepala sekolah dengan tegas.
Robert yang merasa sedikit malu mengangguk-anggukkan kepalanya tanda setuju. Memang kesalahan dirinya adalah menegur Andien saat posisi mereka masih di sekolah.
Namun mau bagaimana lagi hanya di sekolah lah tempat dia bisa bertemu dengan gadis itu.
Lihat saja sekarang bagaimana sulitnya untuk bertemu dia. Sejak pertengkaran itu Robert bahkan tidak bisa tidur. Dia selalu teringat dan mencoba mengerti kenapa Andien merasa begitu marah sekali.
Mungkin karena masalah yang tidak terpecahkan ,Andien selalu bertengger di kepalanya.
Di rumah dia masih ingat Andien, layanan nya dan sikap centilnya.
Sikap lemah lembut Andein berubah seratus persen sekarang.
Apakah sikap yang selama ini dia tunjukkan adalah palsu.Robert akan menanyakan ini nanti hanya saja sekarang dia sedang di kuliahi oleh kepala sekolah gara gara andien.
"Ya sudah pak Robert, harap jangan terulang lagi"
"Baik pak"kata Robert patuh ,dia hanya ingin cepat cepat pergi dari depan kepala sekolah.
Risih.
Setelah beberapa saat baru lah Robert keluar dari kantor .Dia duduk di mejanya tapi di sana para guru terutama pak Husein juga melontarkan pertanyaan aneh
"Emang cinta pak Robert, tapi kalau cinta membuat hubungan kekeluargaan itu tidak baik juga sia-sia pak Robert. Saya sarankan bapak Robert harus mencari cara agar cinta dimiliki tapi persaudaraan tetap ada"kata pak Husein berapi-api.
"itulah yang saya coba sampaikan dengan Andien tapi dianya yang tetap keras kepala pak Husein. Sedangkan pacar saya itu baik-baik aja .Malah sudah berinisiatif untuk menghubungi Andien hanya saja Andien memblokir nomor saya gimana saya mau bicaranya pak" bela Robert lagi.
"Aduh ya pak Robert, sebenarnya masalah apa sih yang membuat Andien tidak menyukai pacarnya pak Robert? Sejauh yang saya tahu Andien itu anaknya baik kok, meskipun tidak memiliki ibu dia malah lebih bagus menjaga dirinya daripada anak-anak lain. Contohnya dia tidak pernah berpacaran sampai saat ini"kata Bu Siti.
__ADS_1
"hahaha ibu bercanda Bu, masa sih Andien nggak pernah pacaran. Malah aku pikir sebaliknya mantannya udah sebanyak murid satu kelas"kata Robert terkekeh-kekeh.
Lihat saja cara Andien merayunya di rumah, dia bahkan nekat merendahkan dirinya seperti wanita yang menjajakan diri di luar. Bagaimana Robert bisa percaya jika sebenarnya Andien ini semurni kain putih.Bu siti hanya tidak tau perilaku Andien di luar sana.
"pak Robert coba aja bapak bandingkan dia dengan murid-murid lain, ckckck. Pak Robert memang sepupuan tapi belum kenal siapa Andien sebenarnya. Saya itu tidak membela murid saya ya pak Robert. Hanya saja saya yakin dengan karakter yang dimiliki andien .Dia orangnya itu sopan dan perhatian tapi jika dia ditekan dia akan melawan pak" kata ibu Siti.
Kebetulan sekali ibu guru Siti ini adalah wali kelas Andien sejak dia duduk di kelas 7. Bagaimana dia tidak mengetahui perilaku Andien selama bertahun-tahun sekolah di SMA ini.
Andien cukup supel dalam berteman dia bahkan tidak memilih antara pria dan wanita.
Hanya saja Andien tidak akan pernah menerima yang namanya pacar. Jika ditanya Andien akan berkata kepada ibu Siti jika pacaran itu adalah hal yang berbahaya kata ibunya yang sudah meninggal dunia.
"ibu Siti ini hanya melihat bagaimana tingkah polahnya di sekolah tapi tidak tahu bagaimana tingkah polahnya di luar. Jadi tentu saja ibu Siti menganggap dia itu gadis yang baik-baik. Lihat saja saya semalam bicara baik-baik malah disirami dengan satu mangkok bakso panas, sedih nggak buk?" kata Robert yang mengenang kejadian yang memalukan itu.
"saya ngerti pak Robert tapi saya pikir pak Robert tidak tahu di mana inti permasalahannya.Wanita dengan wanita pak Robert, apakah ada sesuatu di dalam nya?" tanya Bu Siti
"Maksud nya buk?"
" Mungkin ada sesuatu di tengah yang pak Robert tidak tahu.Tapi karena saya kenal dengan andien saya katakan masalahnya ada pada pacar pak Robert"kata ibu Siti lagi dengan nada yakin.
"Ya pak Robert, bapak terkesan menyalah kan andien saja. tidak kah bapak menanyakan hal yang sama pada pacar bapak?" tanya pak Hussein.
Robert tidak bisa berbicara tentang masalah ini tapi sebenarnya dia mengakui ini jauh di dalam hatinya.
Robert sama sekali tidak mencoba mencari tahu ada apa dengan Serra dan Andien. Hanya saja Robert yakin jika Andien hanya merasa cemburu sesuatu hal yang sebenarnya tidak wajib ada pada Andien.Pernikahan ini hanya lah pura pura belaka.
Haruskah Andien cemburu.
Sementara Robert sedang dihakimi oleh para guru-guru di sekolah. Andien sudah menghabiskan waktunya di toilet rumah sakit.
Pada saat itulah telepon genggam Andin berbunyi. Berhubung andien nya lagi pergi ke toilet ,Bu asih berinisiatif untuk mengangkatnya apalagi nama yang tertera di sana tertulis dengan kata "Mama".
Tentu saja Bu asih bingung dengan kata yang tertera di atas.Bukankah Andien katanya adalah seorang anak yang yatim piatu.
Dengan rasa penasaran yang di level tinggi, ibu asih langsung mengangkatnya dan menjawab.
"Halo?"
"Halo ini telepon Andien kan Andien di mana?"tanya Mama Robert di seberang.Dia bingung, suara yang menjawab bukan suara andien
"hahaha sebenarnya Andien ini memang anak yatim piatu tapi saya adalah kerabat jauhnya. Kebetulan sekali tidak memiliki anak jadi Andien ini saya anggap sebagai Putri sendiri"jelas Mama Robert yang masih berselindung dengan status mereka.
"oh begitu maaf ya bu kalau saya salah. Andien nya lagi ke toilet, kasihan bu .Sebenarnya kami ini sedang ada di rumah sakit, Andien hanya sendiri" kata Bu asih dengan nada prihatin.
"Hah yang bener bu ,kalian lagi ada di rumah sakit ? kok saya nggak tahu ya .Andien juga malah nggak nelpon?" tanya Mama Robert.
Dia merasa ada sesuatu yang di tutup tutupi jika sudah begini.
"ya Bu kami memang sedang di rumah sakit dan Andien sudah dua hari di sini. Nggak ada yang jenguk juga makanya saya heran dengan kata Mama tadi. Jika memang ada saudara kenapa nggak ada yang melihat dia di sini" kata Bu asih.
"maaf Bu sebenarnya saya nggak ada di Surabaya .saya lagi di Padang tapi sebenarnya anak saya ada di sana kok bu.Sebentar ya Bu nanti saya telepon anak itu. kok dibiarin sepupunya sendirian di rumah sakit. anak itu memang perlu diajarin" kata mama andien yang langsung emosi
"Hahaha jangan marah juga kali Bu. Mungkin ada sesuatu yang membuat dia tidak bisa datang" kata ibu asih tidak nyaman. Pantas saja tidak ada tidak datang menjenguk, rupanya saudara Andien ada di Padang.
"makasih ya bu tapi kalau boleh tahu di mana ya alamat rumah sakitnya? ntar saya kirimin langsung ke anak saya" kata mama Robert.
"oh kami ada di rumah sakit bla bla bla bla alamatnya bla bla bla"
"makasih Bu nanti kalau Andien sudah selesai. tolong katakan padanya Mama lagi marah karena tidak dikasih tahu informasi ini"
"iya Bu nanti saya sampaikan assalamualaikum"kata Bu asih lagi
"waalaikumsalam"
Mama Robert yang jauh di Padang tentu saja geram mendapatkan informasi seperti ini .Sudah dua hari ternyata Andien berada di rumah sakit tapi kenapa Robert malah tidak tahu. Malah terkesan cuek dengan situasi Andien saat ini.
Dengan pemikiran seperti itu Mama Robert langsung menelpon Robert saat itu juga.
Robert yang sedang dihakimi oleh para guru langsung menjawab panggilan telepon mamanya ini.
Robert tidak pernah mengira jika putra satu-satunya sebenarnya langsung dimarahi habis-habisan di detik pertama dia menjawabnya.
"robert apa-apaan kamu hah,kamu udah mengecewakan mama ya. Nggak disangka kamu bersikap begini ,apa yang membuat kamu tidak suka dengan Andien ? katakan pada Mama kenapa kamu bisa berlaku cuek dengan istrimu sendiri, jangan berbohong?"pekik mama yan membuat Robert menjauh kan telepon dari telinga .
Tentu saja Robert tidak terima dan berpikir apakah Andien berbicara tentang perceraian atau sebaliknya.
__ADS_1
Dia takut Andien akan menyalahkan Serra di depan mamanya ini. Secara Robert tahu jika mama tidak menyukai Serra. Bukankah pernikahan Serra dan dia terancam gagal.
"mama katakan pelan-pelan Ada apa sih Robert nggak ngerti lo" tanya Robert,Dia melihat guru guru yang lain sedang menguping pembicaraan dia dan mama nya.
"kamu tahu nggak saat ini andien sedang ada di rumah sakit ,udah dua hari dia di sana dan kamu tidak bertanya ada apa dengan dia, suami macam apa kamu?" Pekik mama nya lagi.
"Eh Andien di rumah sakit ?Mama maaf sebenarnya Robert nggak tahu dia sedang di rumah sakit saat ini. Kan jadwal Robert lagi penuh, Andien tuh udah nggak masuk 2 hari jadi gimana Robert tahu" kilah Robert jujur.Jantung robert berdetak lebih kencang dari pada biasa nya.
Guru guru saling berbisik dengan ini. Sekarang mereka tahu kemana Andien pergi, rupanya dia sedang di rawat di rumah sakit.
"alasan aja kamu ,kalian kan tinggal serumah? gimana nggak tahu kalau istrimu udah dua hari nggak pulang. Dengar ya Robert, Mama itu nggak mau tahu ya.Nanti mama pulang awas aja kalau ada apa-apa sama menantu mama" kata mama nya. lagi
"Tapi mah, jadwal Robert tu penuh tidak bisa ditinggal kan anak anak mau ujian nasional" kata Robert yang makin pusing.Tidak di pungkiri hati nya seperti jatuh ketika mendengar jika andien sedang sakit.
"Mama tuh nggak penting nggak penting sama status kamu sebagai guru.Yang penting sekarang kamu harus pergi melihat Andien saat ini juga"
"Mama ini ..
"Mama nggak mau tahu, setengah jam dari sekarang .Mama mau kamu video call sedang berdua dengan Andien kasihan dia sendirian di rumah sakit" perintah Mama Robert dengan tegas.
"mama mama harus pikir aku tuh sibuk mah " kata Robert lagi beralasan.
"Yah pak Robert, pergi saja kami bisa menyusun jadwal lain untuk pak Robert nantinya "kata pak Husein yang mendengar apa yang disebutkan oleh Robert tadi.
Namun begitu dia sama sekali tidak mengenal mendengar apa yang dikatakan oleh Mama Robert ditelepon.
" pak Robert kasihan Andien sedang di rumah sakit nggak ada yang melihat apalagi ujian Nasional tinggal beberapa hari. Dia itu yatim piatu tidak ada sanak saudara lain pak Robert pergilah jangan bimbang tentang jadwal nya, saya akan menggantikan bapak nantinya " kata ibu Siti yang terkejut ketika Robert mengatakan Andien sedang berada di rumah sakit dan itu pun sudah dua hari.
Pantas aja gadis itu tidak terlihat batang hidungnya dua hari ini. Setelah mendengar kata-kata guru yang mendukung ,Robert pada akhirnya tidak memiliki alasan untuk tidak mengunjungi Andien.
"ya Mama Robert akan pergi, tapi jangan pakai video call juga kali mah emang aku anak-anak bisa membohongi mama"
"kalau kamu jujur kamu menceritakan semuanya pada Mama ini semua nggak akan kejadian robert .Mama nggak mau tahu dan tidak ingin mendengar alasan apapun dari kamu. Sampai di sana ketemu sama Andien video call sama mama awas kalau tidak"
Dengan lesu Robert mengangguk setuju dan dia mengambil kunci mobilnya.
"pak Husein Bu Siti saya permisi dulu ya nanti tolong permisikan dengan kepala sekolah" kata Robert sebelum pergi.
"iya pak Robert mohon selesaikan dulu masalah kekeluargaannya. Sampaikan juga pada nak Andien, kami belum sempat menjenguk tapi ikut mendoakan agar dia cepat sembuh" kata Bu Siti.
"makasih Bu Siti ,permisi"
Robert langsung mendapat kiriman alamat rumah sakit dari mamanya. Saat mendengar Andien sakit, jujur saja,Robert tiba-tiba merasa tidak nyaman.Tapi dia tetap menutupinya dengan berusaha mengingat sosok Serra yang cantik.
Dia sedang membohongi diri nya sendiri.
Tidak lama kemudian mobil yang dikendarai oleh Robert ini tiba di rumah sakit.
Karena Andien sudah memblokir nomor Robert jadi Robert kesulitan untuk bertanya di ruangan mana gadis itu saat ini.
Jadi dia berkeliling dan bertanya-tanya di mana area yang menggunakan BPJS berada.
Namun begitu perlu 1 jam lamanya untuk dia bertemu kamar yang tepat.
Saat itu Andien yang tidak tahu menahu sebenarnya sedang berbaring dan berbicara dengan Bu asih.Pelaku yang sudah memberikan kabar kepada mantan ibu mertua.
"assalamualaikum Andien" Sapa Robert yang entah mengapa senang melihat Andien hari ini sekaligus sedih dengan situasi yang dialami.
"Robert, dari mana kamu tahu aku ada di sini?"tanya Andien heran.
"bukannya kamu yang nelpon mama dan memberitahu dia kamu di sini?" tanya Robert. Dia berpikir Andien hanya pura-pura tidak tahu padahal dia sendiri yang menelpon mamanya.
"Aku? jangan geer ya ,aku nggak pernah kasih tahu mama" kilah Andien yang benar-benar tidak tahu.
Robert ingin menyebut Andien sebagai sosok yang licik lagi sebelum Bu asih di sebelah menyeletuk "maaf nak Andien sebenarnya seseorang menelpon kamu tadi pagi ya ibu bilang aja kamu tu sedang sakit ,waktu itu kan kamu lagi di toilet" kata Bu asih terus terang.
Andien sebenarnya ingin marah tapi mau bagaimana lagi orangnya tidak berniat buruk.Jadi dia berkata"nggak apa-apa Bu ini nggak bukan masalah kok hehehe"
" oke kalau begitu ibu jadi senang sekarang, udah ada keluarga yang mengunjungi kamu"kata Bu asih yang pelan-pelan mundur memberikan waktu untuk Robert dan Andin berbicara.
Setelah wanita tua itu pergi Robert membuka mulutnya "kamu tuh kalau sakit bisa nggak telepon aku dulu, walau bagaimanapun aku juga khawatir jika kamu sakit kayak gini"
Kali ini Andien tidak akan membantah apapun yang dikatakan Robert.Sejujurnya hatinya juga senang saat Robert mengunjunginya meskipun status mereka tidak lagi muhrim.
Robert benar-benar marah dan berbicara mengenai mama nya yang marah di telpon.
__ADS_1
Mama .....