
Pemikiran Andien tentang perubahan sikap Robert sebenarnya sama sekali tidak berdasar.
Setelah teman-temannya pergi dari apartemen, Andien dengan setia menunggu Robert kembali.Tapi dia hanya menunggu sesuatu yang tidak terjadi.
Kebetulan sekali besok hari Minggu jadi Robert dan Serra tidak kembali melainkan pergi ke Jakarta untuk merayakan hari jadian mereka.
Mereka pergi dengan gembira sementara Andien tidak tau apa yang terjadi.
Saat bangun dari tidurnya Andien tidak mendapati Robert di sebelah bantalnya. biasanya jika Andien bangun ,dia masih melihat Robert yang tertidur lelap.
Tapi Andien tidak berpikir buruk, dia bangun seperti biasanya dan memasak sarapan pagi. Dikiranya Robert mungkin sedang pergi jogging atau membeli sesuatu di luar. Dengan begitu Andien menunggu Robert dengan setia seraya membaca buku sekolahnya lagi.
Tapi lebih setengah jam kemudian Robert tidak pernah menunjukkan batang hidungnya . Andien sedikit khawatir ,dia segera menelpon Robert.
Di Jakarta.
Saat Andien menelpon Robert dan Serra sedang sarapan pagi di lobby hotel. Meskipun mereka duduk di sebuah hotel namun jangan berpikir Robert adalah sosok yang rakus akan kehangatan seorang wanita.
Mereka masih memesan dua kamar yang berbeda. Meskipun Serra sedikit kesal karena itu.
Ketika telepon seluler Robert berbunyi ,Serra meliriknya. Dia yakin itu adalah istri kecil Robert sendiri.
"siapa sayang?"tanya Serra pada Robert yang sedikit tidak rela untuk menjawab panggilan itu.
"Andien, sudahlah jangan dihiraukan ayo makan"kata Robert yang tidak nyaman.
"jawab aja lah nggak apa-apa kok dia kan istrimu"kata Serra namun raut wajahnya terlihat kesal di mata Robert.
Serra memakan sarapannya dengan acuh tidak acuh. Walau bagaimana
pun dia juga merasa tidak nyaman menjadi orang ketiga di dalam hubungan ini.
Menjadi pelakor itu tidak ada dalam kamusnya.
"nggak usah jawab nggak penting juga kali " kata Robert agar Sera merasa senang. Dia membiarkan telepon itu berbunyi sampai mati dengan sendiri nya.
Siapa tahu telepon yang tidak lagi berbunyi .Di detik berikutnya kembali menyambung dan itu masih dengan orang yang sama.
Serra sedikit kesel dengan ini kenapa gadis kecil itu tidak menyerah saja. Berpikir demikian Serra sedikit marah dan dia mengambil alih telepon genggam milik Robert itu.
"Halo"kata Andien dari seberang dia pikir Robert yang menjawabnya.
"Halo andin ya?" jawab Serra dengan suaranya yang lemah lembut tapi nadanya sedikit kasar.
"Eh ya , ini siapa kok telepon mas Robert sama kamu?"tanya Andien yang tiba-tiba merasa cemas. Apakah ini pacar Robert jika benar begitu.Mungkinkah mereka sedang berdua saat ini.
"Halo namaku Sera ,aku pacarnya Andien jangan terkejut ya aku yakin robek tidak pernah menceritakan hal ini. tapi aku tahu siapa kamu, sekarang aku akan berkata jujur hubungan kamu dan Robert itu tidak akan langgeng kok.Robert berjanji padaku akan segera menceraikan kamu secepat mungkin. Jadi aku hanya berkata agar kamu tidak mengharap lebih banyak"kata Serra dengan sombongnya.
Andini segera menggigil, sejujurnya Andien sudah menduga Robert memiliki seorang kekasih tapi dia sama sekali tidak bisa menahan rasa sedih di hatinya.
Hatinya terasa teriris-iris.
Meski begitu Andien memaksakan diri agar menahan air matanya untuk tidak jatuh. Dia menggenggam erat telepon nya.
"aku tidak percaya di mana mas Robert?"
"kamu tidak percaya ini Robert ada di depan bicara aja sendiri"kata Serra yang langsung menyerahkan telepon itu pada Robert lagi.
Merasa sedikit kesal Serra langsung memberikan kode jika dia ingin pergi ke toilet.
Melambaikan tangan dan yakin jika saya saat ini sedikit kesal dengan Andini. Itu wajar jika seorang wanita bertemu dengan saingan cintanya.
Robert merasa tertekan ketika melihat Serra dengan wajah seperti itu. Tapi dia melupakan apa yang sekarang dirasakan oleh Andien.
Dia malah berpikir jika Andien adalah sosok ketiga di antara mereka. Sosok penghalang yang sebenarnya tidak boleh ada sama sekali.
"Halo Din, apa yang disebutkan secara tadi ada benar dia tidak berbohong sama sekali dan kamu dengar ya. Mulai sekarang jangan urusin ke mana aku pergi dan dengan siapa aku pergi. Kita hanya menikah secara siri tidak ada bukti sama sekali. jangan anggap serius dengan pernikahan ini oke"kata Robert yang langsung menutup hubungan telepon.
Entah kenapa kebenciannya pada andil meningkat ketika melihat penderitaan yang didapat oleh Serra.
"ini semua gara-gara jengkol jika tidak ada itu mungkin dia dan Andi tidak akan terjerat dengan pernikahan ini" pikir Robert lagi dengan kesal.
Sementara itu Serra berjalan ke toilet tapi sebenarnya dia tidak benar-benar ingin pergi ke toilet.
Meski begitu dia harus tetap menenangkan dirinya dan memeriksa apakah riasannya luntur atau tidak.
Robert memiliki istri yang masih muda dan dia tidak bisa kalah dengan si bocah yang bau kencur itu.
Begitu masuk ke toilet dia melihat seorang gadis cantik dengan riasan alami. Pakaiannya terlihat simple namun dari bahannya saja Sera sudah tahu jika harga pakaian ini tidak murah.
Dia sedang berbicara dengan telepon menghadap cermin. Entah kenapa gadis itu menangis di sana seraya memegang posisi hatinya.
"Mas aku nggak kuat lagi mas ini sakit huhuhu.Bantu aku mas tolong lah"kata Gadis itu .
Dia menangis seolah-olah sedang memiliki masalah besar dalam hidupnya.
__ADS_1
"Katy kamu tunggu di situ ya nanti mas datang"kata orang di seberang sana tapi Serra tidak mendengarnya sama sekali karena gadis itu tidak menggunakan loudspeaker.
"aku tahu mas, aku tidak salah kenapa aku harus dihukum seperti ini. aku tidak mau tidak meminta mas untuk datang tapi aku takut mas akan pergi "kata Katy saat itu dia tidak berharap jika Bima akan datang padanya saat ini.
"Nggak ada,kamu tunggu di situ dengar jangan ke mana-mana sebentar lagi mas datang "kata Bima terburu-buru dia langsung mematikan teleponnya saat itu juga.
"mas ...mas..."Katy memegang dadanya lagi dan dia sangat kesal ketika teleponnya ditutup. Saat ini kemungkinan besar Bima sedang melakukan rapat penting. Sangat menyesal menelepon kakaknya, tapi itu hanya gerak reflek menekan tombol pada nomor darurat.
merasa malu dirinya ditatap oleh wanita lain , catricia Nugraha bergegas masuk ke dalam toilet. tapi dia adalah seseorang yang tidak bisa menahan nafasnya jika sudah dalam kondisi seperti ini.
Yang paling membuat dia lega adalah menangis. Jika sudah menangis beban di hatinya bisa terasa sedikit berkurang.
Jadi dia di dalam toilet menangis lagi seraya berkata pelan "mas sakit huhuhu"
Sera sampai menganginkan dahinya melihat kelainan dari gadis cantik itu. Apa yang terjadi sehingga dia menangis ,apakah dia sedang putus cinta.
"bodoh sekali jika menangis hanya karena putus cinta, ada ribuan laki-laki tampan di luar sana hehehe"pikir Serra lagi.
Jadi saat Serra keluar dari toilet sebenarnya catricia masih saja menangis. Serra sampai menggeleng-gelengkan kepalanya.
"cantik tapi bodoh" pikir Serra.
Tak lama kemudian Serra duduk lagi di tempat nya semula. Robert juga tersenyum manis dengan Serra.
"Maaf Serra, aku akan segera menyelesaikan masalah ini untukmu oke" kata robert jangan serius.
"aku tahu siapa kamu Robert, tapi gimana dengan orang tuamu apakah mereka setuju jika kau dan dia bercerai. Terlebih lagi jika alasannya itu adalah aku?" tanya Serra memancing.
Dia ingin sekali menjadi nyonya Adams. Sera memiliki latar belakang yang bagus siapapun bisa berpikir jika Sera ini adalah orang di kalangan atas yang memiliki jumlah nominal uang yang tidak bisa disebut.
Tapi sebenarnya tidak begitu. Hanya dia dan keluarganya yang tahu. Perusahaan itu milik keluarga, ada begitu banyak saudara yang menunggu pembagian kue manis.
Meskipun Serra dikatakan bertanggung jawab atas perkembangan perusahaan itu sekarang. Namun nyatanya Serra hanya memiliki 1 % saham di sana.
Kakak laki-lakinya bahkan tidak perlu bekerja di perusahaan tapi dia memiliki dua persen saham yang lebih besar dari miliknya sendiri. Ini artinya Serra sedang mencari uang untuk orang lain.
Itulah sebabnya Serra mengandalkan wajah cantiknya untuk menemukan suami kaya.
Mantan suaminya memiliki aset lebih di perusahaan keluarga tapi masih saja milik keluarga.
intinya dia juga memiliki nasib yang sama seperti dirinya. cara berpikir mantan suami adalah pilihan yang terbaik saat itu. mereka berdua bisa bekerja sama untuk membangun keuangan yang lebih baik dari pondasi yang mereka berdua miliki.
siapa sangka mantan suaminya ini masih memiliki wanita lain di luar. dia bahkan bersikap loyal pada wanita itu. Memberikan puluhan juta tiap bulannya sebagai biaya hidup.
Sekarang dia menatap Robert dengan tetapan yang penuh pengharapan. siapa sangka Robert yang dia remehkan sebelumnya ternyata lebih kaya .Yang lebih penting dia masih anak tunggal yang tidak perlu membagikan kekayaannya pada siapapun.
Jika Robert tidak mencintainya mungkin ini adalah masalah lain. Tapi sekarang Robert benar-benar berhasil dia pegang di dalam genggaman.Di mana Serra bisa melepaskan angsa yang bertelur emas.
Tidak mungkin.
Tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Serra tapi saat Serra menatapnya seperti itu. Robert hanya berpikir Serra sedang marah dan berpikir ulang tentang hubungan mereka saat ini.
Dia buru-buru memegang tangan Sera dan berkata" serra aku kak aku tahu kamu sedang kesal gimana kalau setelah ini kita pergi shopping?"
Serra buru-buru mendengus tapi sebenarnya dia berteriak dalam hati. Jutawan imut sedang unjuk gigi pikirnya.
" beneran?"Tanya Serra.
"ya beneran lah masa aku bohong, emang aku pernah bohong sama kamu?"
"Yah kamu kan nggak pernah jujur sama perasaanmu sendiri. Jika aku yang tidak mengatakan duluan sampai kapan kamu harus menyembunyikan perasaan itu?"kata Serra.
Robert hanya bisa tersenyum dengan apa yang dikatakan oleh Serra tapi itu adalah kebenarannya.
Tapi di sini rasa cinta Robert semakin tinggi untuk Serra. Serra adalah orang kaya dengan kedudukan yang tinggi di perusahaannya.
Tapi dia sama sekali tidak memperdulikan status secara dirinya hanya bergelar seorang guru.
"Oke jangan membicarakan masalah lalu yang lalu aku akan membayar apapun yang kamu mau hari ini"kata Robert.
Tentu saja syarat tertawa tapi dia tidak akan menunjukkannya di luar.
"aku tahu tapi aku takut kau tidak akan bisa membayar apa yang aku mau. kamu tahu kan nilai barang yang aku pakai sekarang?" kata Serra yang pura-pura menahan rasa kasihannya.
Laki-laki semuanya dapat ditebak. Mereka terlalu bodoh untuk membedakan yang mana benar yang mana salah. Siapa yang berakting dan siapa yang ikhlas.
" hahaha sayang kamu salah aku bisa membelikan kamu satu supermarket jika kamu suka. ayo belanja agar hatimu senang"kata Robert yang sesuai dengan keinginan Serra.
"oke tapi kamu jangan menyesal ya dan jangan pernah bilang jika aku ini matre. ini adalah aku yang sebenarnya "
"Hahaha aku adalah pria yang paling mengenali siapa Sera yang sebenarnya jadi siapa takut untuk membelikan kamu tas Gucci sekalipun"
"Hohoho terlalu percaya diri si bapak, jangan nangis ya jika dompetnya jadi tipis"kata Serra yang sudah mulai merasa menang.
"nggak mungkin, ayo selesaikan sarapanmu setelah ini kita pergi belanja "
__ADS_1
Keduanya tertawa lagi dan melupakan sosok Andien yang saat ini menahan rasa sakit di hatinya.
Andien berusaha tegar dan dia pergi membuka laptop mencari lawakan bagus untuk meringankan beban hatinya.
Meskipun almarhum ibu sudah lama meninggal tapi dia masih mengingat apa yang dikatakan almarhumah saat masih hidup.
Ikhlas.
Sementara itu Robert dan Serra beberapa jam kemudian memang benar-benar pergi berbelanja ke supermarket terbesar di Jakarta. Serra tersenyum dan sesekali memuji Robert karena bersedia membayar biaya belanjaannya hari ini.
Robert yang dipuji juga tidak kalah senangnya meskipun ratusan juta melayang hanya dalam beberapa jam saja.
Cintanya adalah Serra dan uang hanyalah masalah nominal.
Setelah merasa lelah berjalan pasangan ini duduk di sebuah restoran kecil. Robert memesan menu makanan pada pelayan sementara Serra duduk seraya memijat kakinya yang sedikit nyeri.
Walaupun demikian hati Serra sangat puas. dia juga memiliki tabungan yang tidak sedikit ditambah dengan gajinya sebagai CEO di perusahaan keluarga. Namun begitu dia tidak akan
menghabiskan tabungannya hanya untuk membeli beberapa tas dan sepatu mahal seperti ini.
Baru kali ini dia pergi berbelanja tanpa memikirkan uang. Sebenarnya menjadi pacar seorang Robert itu tidak buruk sama sekali.Serra semakin yakin pada pilihannya.
Beberapa menit kemudian Sera melihat seseorang yang familiar masuk ke toko persis di depan restoran yang sekarang dia duduki.
Ini adalah gadis kecil cantik yang dia lihat di toilet. Gadis yang sedang menangis itu sekarang malah tertawa dan bergelayutan manja dengan pria tua.
Lihat saja tingkahnya yang seperti bayi. Tidak bisa mendengar apa yang disebutkan oleh gadis kecil itu tapi dari kejauhan bisa dilihat jika mereka sedang berbelanja beberapa pakaian bermerek.
Hati Serra merasa iri dengan kejadian itu. Gadis-gadis zaman sekarang bisa menggaet orang yang lebih kaya daripada yang dia dapatkan.
Pria tua yang dipeluknya tidak buruk masih tampan meski tidak semuda Robert.
"apa sih yang kamu lihat itu kok begitu amat?"kata Robert yang juga penasaran dia memalingkan mukanya dan melihat sosok yang dipandang oleh Serra tadi.
Mereka duduk sekitar 20 meter dari toko di seberang. jadi Robert tidak melihat wajah asli gadis tersebut. Apalagi dia lebih cenderung memunggungi Robert.
Andai saja dia melihat wajah itu mungkin Robert akan terkejut. Wajahnya sangat mirip dengan Andien istri kecilnya.
Bahkan dia juga memiliki rambut sepinggang yang dimiliki oleh Andien saat ini.
Yang dilihat Robert adalah kegenitan gadis tersebut yang kerap kali menunjuk pakaian mahal dan mencium pria hidung belang.
"ngapain ya seperti itu dilihat gadis zaman sekarang memang seperti itu mereka hanya mementingkan uang saja sudah jangan dilihat lagi,ini memalukan"kata Robert yang langsung tidak senang melihat pemandangan itu.
"bukan begitu sayang tadi itu aku ketemu dia di toilet. dia nangis-nangis lho, seperti gadis yang baru diputus cinta gitu. eh sekarang malah pergi sama om-om gila nggak tuh?" kata Serra.
" di dunia ini hanya kamu saja yang enggak seperti itu sayang .Kamu adalah gadis yang paling jujur yang pernah aku tahu"puji robert lagi pada Serra.
Dia melirik lagi gadis itu dan mendengus setelahnya. Andien juga seperti itu tapi dia tidak mendapat kesempatan untuk bertemu dengan bandot tua kaya.
"untungnya aku memiliki Sera sekarang" pikir Robert lagi.
"Hahaha kamu terlalu memuji Robert Adam. tapi aku suka itu hahaha "keduanya tertawa lagi dan tidak berpikir ada yang salah pada yang mereka bicarakan.
Catricia Nugraha alias Katy, sebenarnya sedang berbelanja dengan sang kakak Bima Nugraha.
Bima ingin menyenangkan hati adik kecilnya ini jadi dia mengajaknya pergi shopping membeli sesuatu agar merubah suasana hatinya.
Katy memiliki kebiasaan untuk memeluk dan mencium anggota keluarganya ,dia merasa ini sangat wajar.
Meskipun orang sekeliling berpikiran aneh tentang perilaku seperti itu. Katy bukan hak seseorang yang memperdulikan apa yang orang lain pikirkan.
Hari ini Bima membawanya ke toko pakaian bermerek tentu saja dia sangat senang apalagi Bima bilang dia akan menggunakan uang pribadinya.
Tentu saja sebelum itu Bima harus bertanya dulu pada sang istri .
Secara dia adalah orang kaya yang paling miskin di dunia.
Begitu masuk ke toko Katy langsung jatuh cinta dengan pakaian merek****. Dia hanya menunjuk dan tertawa saat Bima mengganggu.
Sebagai bentuk terima kasihnya Katy langsung mencium pipi Bima saat itu juga. Dia bahkan berputar-putar kesenangan di toko tersebut. adegan inilah yang dilihat oleh pasangan Robert dan Serra.
Tapi jujur saja bukan hanya Robert dan Serra yang berpikir demikian. Beberapa pengunjung yang melihat adegan itu juga berpikiran sama.
Bima dikategorikan sebagai sugar daddy.Tentu saja gelaran baby sugar jatuh pada catricia Nugrah.
Begitu orang yang disebut bahkan tidak memperdulikannya sama sekali.
Beberapa orang bahkan dengan tega memvideokan adegan tersebut. Juga bersedia mengikuti langkah mereka berdua yang sedang shopping ria.
Tentu saja Serra tidak ketinggalan dengan momen seperti itu. Dia pikir ini adalah fenomena bagus yang perlu ditiru.
Sayang sekali usia mudanya sudah lama berlalu. Tapi tidak masalah masih ada Robert Adam yang akan selalu rela memberikan dia barang-barang super duper mahal.
Ah kenapa aku baru tahu sekarang, dulu-dulu ke mana aja sih, pikir Serra yang semakin puas dengan penampilan Robert hari ini.
__ADS_1