
Dua hari sebelum nya.
Seorang pemulung tua berjalan diam-diam memantau area danau di mana dia menemukan seorang wanita cantik dalam kondisi yang sangat menyedihkan.
tidak terbesit di dalam hatinya untuk mengambil keuntungan dari gadis yang malang itu.
Sebut saja namanya mang Kasim.
Mang Kasim sudah lama hidup sendirian dan sebatang kara di dalam dunia ini. sebenarnya dia masih memiliki keluarga sih tapi tidak berada di Bandung melainkan di provinsi lain.
Dulu mang Kasim memiliki seorang istri dan dua orang anak. dia adalah seorang pengusaha kecil yang menyewa sebuah ruko untuk berjualan kecil-kecilan.
Tapi 10 tahun yang lalu ruko yang dia tempati mengalami kebakaran yang hebat. istri dan dua anaknya terpanggang di dalamnya. pada saat itu mang Kasim sedang pergi membeli persediaan untuk dijual kembali.
ketika pulang dia mendapati rumah yang di tempatnya sudah hangus beserta dengan istri dan dua anaknya sekaligus.
sempat frustasi pada akhirnya mang Kasim hanya lontang-lantung di Bandung. dia juga tidak memiliki semangat hidup dan tidak pernah berpikir tentang mencari pekerjaan setelah itu.
demi urusan perut mang Ujang beralih profesi untuk mengumpulkan barang bekas dan dijual lagi dengan tukang loak.
Mendapatkan satu atau dua kilo beras setiap kali pergi sudah dikatakan sebagai beruntung.
Berbekalkan gerobak kecilnya, dia berkeliling kota Bandung. Jika lelah gerobak ini akan berubah menjadi rumah nya juga.
walau bagaimanapun manusia ingin memiliki tempat yang bisa ditinggali secara permanen begitulah yang dirasakan oleh pria setengah baya ini.
Setiap kali menemukan barang seperti terpal ataupun papan pecah dia akan membawanya ke lahan terjauh.
hanyalah hari ini sajalah yang tinggal sebagai harta peninggalan bersama istrinya yang sudah meninggal.
Dulu mereka berencana untuk membangun rumah di sini. Tanah sudah dibeli rumah belum sempat dibangun tapi keluarga sudah pun berakhir.
Demi mengingat keluarga tercinta dia membangun pondok kecil secara bertahap dan di sinilah dia menampung gadis yang ditemukannya di danau kemarin.
Mang Kasim sempat terkejut melihat beberapa wartawan dan orang-orang yang berkeliaran di sekitar danau. Dia tidak tahu apa yang terjadi di sini.
kalau bagaimanapun emang Kasim berpikir dirinya sudah menemukan seseorang yang tidak dikenal mungkin ada sangkut pautnya dengan orang-orang yang berdatangan.
"permisi"siapa mang Kasim pada seseorang yang lewat.
"Ya pak ,oh ini hehe"orang ini berpikir dia adalah peminta-minta atau seseorang yang mengumpulkan barang bekas jadi dengan senang hati melemparkan botol kosong yang dipegangnya.
Orang yang baik.
Tapi tujuan emang Kasim bukan untuk itu."Hem terima kasih tapi kalau bisa bertanya saya ingin tahu. kenapa ya ada rame-rame seperti ini apa ada perayaan di danau?"
"Ah kebetulan sekali saya ini seorang wartawan entertainment, pak apa bapak selalu ke danau ini eh kemaren?"tanya orang itu yang langsung antusias.
Dia menatap mang Kasim dari atas sampai ke bawah dan berpikir mungkin pria ini memang kerap datang ke sini mencari barang bekas seperti yang dia lakukan sekarang.
"Ke... kemaren? saya memang biasa ke sini tapi kemarin tidak datang.Jadi ada apa?"tanya mang Kasim dengan gugupnya.
"ada seorang gadis yang hilang di sini kemarin, seperti nya ada unsur pembunuhan juga "
Degg..
Mendengar kata pembunuhan tentu saja pria tua yang takut berhadapan dengan hukum ini menjadi berdebar-debar.
Bukan niatnya untuk menyembunyikan gadis itu tapi dia hanya tidak memiliki uang seandainya mengirimkan gadis ini ke rumah sakit.
Mang Kasim ini orang bodoh yang tidak tahu tentang hukum.
"pembunuhan kenapa dikatakan pembunuhan mungkin ada hanya kecelakaan kecil kan"
"Tidak ada banyak bukti yang mengarahkan ke sana. meski tidak diketahui sebabnya tapi ini jelas adalah pembunuhan karena gadis itu memiliki latar keluarga kaya di ibukota mungkin ini dilakukan atas dasar uang"kata kata ini membuat mang kasim berkeringat dingin.
Di sini mang Kasim takut dia disalahkan dan dikira sebagai seorang yang bertanggung jawab atas hilangnya gadis itu jika dia berbicara secara langsung.
Jadi sini temuinya kemarin sama sudah sadar bahkan berbicara banyak dengannya. Jadi tidak alasan mengatakan ini adalah sebuah pembunuhan.
ada baiknya pulang ke gubuk dan berbicara dengan gadis itu sendiri. atau minta dia pergi menemukan keluarganya sendiri.
Mang Kasim tidak pernah meminta balas budi ataupun dipuji karena membantunya dia hanya ingin menjauh dari hukum karena miskin.
Kemiskinan membuat anda bisa jatuh ke dalam lubang yang tidak mendasar tampak sebab apapun.
__ADS_1
Siapa tahu seseorang akan membuatnya menjadi kambing hitam dengan kasus ini. Jika orang sudah memiliki uang maka yang hitam bisa menjadi putih dan yang putih juga bisa menjadi hitam.
Mang Kasim tidak bertanya lagi dan membiarkan orang itu pergi. dia awalnya berencana untuk mengumpulkan beberapa botol plastik lagi dan mungkin akan ada rezeki juga menemukan kotak kardus yang lumayan berat.
Ada begitu banyak pengunjung hari ini tentu saja kotak kardus dan botol-botol bekas itu akan cukup banyak. Tapi saat ini mang Kasim tidak lagi memikirkan itu karena dia sudah ketakutan lebih dulu.
Dia buru-buru mengayuh gerobaknya dengan cepat. Jarak dari danau itu jika menggunakan gerobaknya akan memakan waktu sekitar 2 jam lebih.
Dia sudah terbiasa dengan jarak seperti itu dan tidak menganggapnya sebagai sebuah beban. Tapi kali ini perjalanannya sangat penting dan itu menentukan nasibnya di kemudian hari.
"aku harus cepat-cepat pulang, Tina tidak tahu siapa dirimu tapi sekarang lebih baik mengirim dia ke kantor polisi saja"pikir mang Kasim lagi.
Kata orang manusia itu tidak dibedakan dan setiap orang adalah setara tapi menurut pengalamannya tidak ada kesetaraan antara miskin dan kaya.
Orang miskin bahkan tidak memiliki hak untuk sakit.
Berbeda dengan orang kaya yang mengobati batuknya saja harus pergi ke luar negeri.
Mang kasim sering berpikir begitu jadi dia sangat takut berinteraksi dengan orang kaya.
Pernah suatu hari dia ditabrak oleh orang kaya dan mengalami patah tulang di bagian pundak. Bukannya ingin membawa ke rumah sakit tapi orang kaya ini malah memaki-makinya. Dengan mengatakan dia sengaja hanya untuk meminta sumbangan uang.
Meskipun dengan tidak ikhlas sejumlah uang dilemparkan ke wajah, tapi mang kasim menganggap ini adalah sebuah pengajaran berharga.
Jangan pernah berinteraksi dengan orang kaya sekalipun Anda membuat jasa untuknya.
karena ketakutan sendiri mang Kasim ini mengayuh gerobaknya dengan cepat bahkan lebih cepat daripada hari biasanya.
mang Ujang berjalan lurus mengikuti jalur tapi tidak berpikir akan ada sepeda motor gede yang keluar dari gang. sepeda motor ini bahkan tidak berhenti untuk memeriksa apakah ada orang lewat atau tidak.
Dia hanya terus saja melaju dan akhirnya..
Trakkk...
Mang Kasim terlempar ke pinggir jalan dengan posisi meringkuk. gerobak kecilnya juga hancur tidak bisa dikenali lagi.Mang Kasim tidak sadarkan diri setelah itu.
Dalam kasus seperti ini tidak ada seorangpun yang tergerak untuk membantu. Yang bisa dilakukan adalah menelpon kantor polisi dan ambulans.
meskidi begitu beberapa orang segera membuat video pendek tentang kecelakaan yang dialami oleh mang Kasim.
"guys coba lihat ada korban tabrakan guys, seorang pemulung dengan gerobak bertabrakan dengan moge.lihat saja...
"astaghfirullahaladzim gimana sih bisa kerja di kecelakaan seperti ini, moge tabrakan dengan pemulung jalanan. siapa yang salah guys"
"Allahu Akbar huhuhu banyak darah nih, orang mana nih, siapapun yang bisa melihat video ini jika mengenalnya harap hubungi pihak kepolisian oke"
Setelah lebih dari setengah jam menjadi bahan tontonan di jalanan itu. Baru kemudian ambulans datang diiringi oleh pihak kepolisian dan mang Kasim diangkut ke rumah sakit yang berdekatan.
Mang Kasim di rawatan di sana karena tidak sadarkan diri alias koma.
Inilah sebabnya kenapa mang Kasim tidak kembali ke gubuk di mana Tina saat ini berada.
Tina yang ditinggal sendirian di gubuk itu hanya bisa menunggu kepulangannya kembali.
Dua hari setelah nya dan itu adalah hari ini.Mang Kasim yang sudah, selama 2 hari tiba-tiba tersadar dari tidur panjangnya.
Matanya terasa berat ketika pertama kali membukanya.Dia menatap langit-langit dan berpikir apa yang terjadi.
Baru beberapa saat kemudian dia teringat dengan Tina, gadis yang sudah diselamatkannya di danau beberapa hari ini.
Jadi dia menarik baju perawat yang datang memeriksanya. Tapi tidak ada suara yang keluar dari tenggorokannya yang sudah terasa kering. Maklumlah dia sudah tidak minum selama 2 hari ini. Hanya bergantung hidup dengan tabung infus saja.
"Aaa. aaaa..
Perawat itu tentu saja tidak tahu apa yang dikatakan yang ingin dikatakan oleh mang Kasim ini.
Sebuah keberuntungan ketika dikirim mang Kasim memang ditemukan lengkap bersama dengan ktp-nya.
Walaupun alamat tempat tinggalnya tidak lagi akurat tapi dengan mudah orang tahu jika namanya adalah Abdul Kasim dengan usia 52 tahun
"Pak Kasim, sebaiknya pak Kasim istirahat dulu kami akan datang lagi untuk memeriksa bapak oke" kata perawat itu yang tidak membencinya karena dia adalah orang miskin.
Orang miskin tentu saja masih berhak untuk hidup.
Mang kasim tidak bisa berbicara tapi dia menggeleng-gelengkan kepalanya dan menunjuk ke arah pintu beberapa kali.Tapi kodenya ini tidak dimengerti oleh perawat.
__ADS_1
Setelah berusaha pada akhirnya mang Kasim hanya bisa tergeletak lemah dengan pasrah.
Sungguh dirinya ingin membantu gadis yang terlantar di rumahnya itu.Dia tidak berdaya dengan kondisi nya sendiri.
Mang kasim berpikir dia harus lebih sehat daripada ini jika ingin membantu gadis itu .Paling tidak dia bisa berbicara dengan seseorang.
Tidak lama kemudian dokter datang dan memeriksa kondisinya. dia juga diperbolehkan untuk minum.
" Abdul Kasim, pak Abdul Kasim sekarang sudah sedikit baikan tapi sebaiknya masih tinggal di sini untuk perawatan lebih lanjut. tapi jangan khawatir biayanya sudah di cover dengan pemerintah daerah. jadi pak Abdul Kasim bisa berobat tanpa menghadirkan biayanya lagi"kata dokter yang memeriksaan kesehatan mang Kasim.
mendengar seperti itu mang Kasim jadi lega dia sempat berpikir bagaimana caranya membayar biaya perawatannya di rumah sakit ini yang tidak mungkin hanya sekedar puluhan ribu saja.
Untuk makan saja mang Kasim sedikit berhemat apalagi untuk mengeluarkan dana kesehatan seperti saat ini.
"ma..ih.
Dokter hanya melambaikan tangan saja dan pergi memeriksa pasien yang lain.
Setelah dokter pergi mang Kasim benar-benar minum lebih banyak air agar tenggorokannya lembab.
2 jam kemudian makasih berasa dia sudah bisa bicara lagi meskipun sedikit terbata-bata. Tapi masalahnya tidak satupun perawat yang datang.
kamar di mana mang Kasim di tempatkan sebenarnya adalah kamar dengan 8 ranjang.Tapi saat ini hanya ada beberapa lansia tanpa keluarga l. Ada juga ranjang yang masih kosong.
Jadi tidak mungkin dia bertanya kepada para lansia yang sama sakitnya dengan dirinya sendiri.
Tepat ketika mang Ujang sedang bingung seseorang lewat di depan koridor kamar mang Kasim berada.
Seorang pemuda berusia pertengahan 20-an. Masih muda dan sedikit tampan. tapi di mana mang Kasim peduli dengan ketampanan seorang pria ketika dia butuh seseorang yang mendengar apa yang ingin dia sebutkan.
"Hei...hei...
Beberapa kali mang Kasim memanggilnya tapi pria yang berdiri dengan menatap bunga di taman ini, seperti tidak mendengarnya sama sekali.
Dengan rasa putus asa mang Kasim mengambil sekotak korek api yang tidak jauh dari jangkauan tangannya. mungkin barang ini adalah barang kepunyaan pesakit sebelum mang Kasim .
Tak...
Kotak korek api dilemparkan ke arah pria itu dan ini berhasil mengganggu konsentrasi pemuda itu.
Matanya langsung memandang mang Kasim dengan penuh tanda tanya.Pada saat itulah mang Ujang kembali memanggilnya dengan suaranya yang serak dan nada yang tidak begitu jelas.
"Hei...
Selagi dia berbicara mang Kasim melambai-lambaikan tangannya sebentar. Dengan cepat pria yang tidak dikenal ini mengangguk dan mengerti dia langsung datang pada mang kasim dan bertanya tujuannya melakukan itu.
Mang Kasim membuat kode telepon yang diletakkan pada cuping telinganya.
"bapak mau minjam telepon saya?"tanya nya serius.
Mang kasim mengangguk kepalanya dengan cepat.Pria itu mengerti dan memberikan teleponnya setelah membuka layar kunci.
makasih tidak memiliki telepon jadi dia sedikit gaptek tetapi untuk menulis pada keyboard dia juga masih mengerti.
intinya dia tidak menggunakan HP tapi menulis di dalamnya.
"gadis yang hilang di danau aku menyelamatkannya dia belum mati"
Setelah menulis HP dikembalikan lagi dan pria itu membacanya dengan seksama. Tentu saja informasi ini membuat terkejut dan dia bertanya lagi dengan semangat.
Agar lebih jelas dia mencari informasi tentang gadis yang hilang itu di Google search.
Karena peristiwa ini masih baru dan bisa dikarenakan dengan hot issue,maka berita langsung ditampilkan pada layar lengkap dengan wajah Katty.
katricia Nugraha.
Pria itu sedikit terkejut ketika mendapati pria ini sebenarnya adalah penyelamat hidup dari gadis anak konglomerat.
Dia sangat bersemangat ketika mang kasih menganggukkan kepala dan memverifikasi ini adalah gadis yang dia maksudkan.
Ada sedikit senyum licik yang terbentuk di bawah kelopak matanya.
Gadis yang dikabarkan sudah meninggal ini ,sebenarnya masih hidup dan dia adalah orang yang pertama yang akan verifikasi apakah benar atau tidak.
Mang kasim tidak tahu apa yang dipikirkan oleh pria di depannya ini. Dia hanya memberikan alamat jelas gubuk yang saat ini ditempati oleh Tina alias Katty.
__ADS_1
Mang kasim hanya berharap Tina atau Katy segera diselamatkan dan dia terbebas dari jeratan hukum terlepas apa yang dia lakukan itu salah ataupun yang benar.
Sementara itu lelaki misterius ini menganggukkan kepala dan setuju untuk menjemput gadis itu. Dia pergi dengan cepat di bawah tatapan mata mang Kasim sendiri.