
Sejak ditinggal pergi oleh Andien, Robert hanya bisa melihat aktivitasnya dari bus wisata.
Jika anda berpikir Robert akan menyerah itu tidak benar sama sekali.
Robert sama sekali tidak akan menyerah sebelum janur kuning melengkung.
Tapi dia berpikir tentang Haikal. Siapa pria itu sebenarnya ,apakah seorang playboy yang berniat tidak baik kepada Andien.
Ada begitu banyak gadis cantik yang berkeliaran di pantai Sanur ini. Ada juga beberapa gadis yang cukup berani memakai bikini .Namun kenapa dia menatap Andien seolah-olah Andien adalah makanan yang lezat.
Siapa Haikal.
Tap...
"eh pak Akmal, nggak ke pantai Pak?"tanya Robert pada pria yang baru saja menepuk pundaknya.
Pak Akmal adalah salah satu dosen di universitas yang sama.Kali ini dia datang bersama istri dan dua anaknya.
Sangat menyenangkan bisa berlibur dengan anak-anak dan istri.
Pak Akmal duduk di atas pasir di samping Robert.Matanya memandang ke arah di mana Robert melihat.
Di sudut itu jelas ada Andien yang ditemani oleh dua sahabatnya. Namun ada pria tidak dikenal di samping Andien.
"Pak Robert ini cukup sabar ya, istrinya lagi digoda tapi dia malah duduk di sini ,kalau saya itu Pak hehehe" kata pak Akmal menggeleng kepala.
Robert ingin menjawab tapi tidak tahu harus menjawab seperti apa. Memang Andien adalah istrinya tapi dia tidak menyebutkan jika pernah menalak Andien.
Jadi Pak Akmal tidak tahu jika Andien adalah mantan istrinya.
"yang sangat disayangkan istri saya masih cukup muda , dia bahkan belum pernah jatuh cinta Pak Akmal" kata Robert pelan
"itulah masalahnya kalau memiliki istri muda pak Robert, tapi saya salut kok sama Pak Robert ini udah tampan ,sabar ,kaya lagi" puji nya.
"Tapi semua itu tidak menjamin kita untuk bahagia Pak yang penting kita memiliki seseorang yang mengerti kita di luar dan di dalam. Aku tidak ingin hubungan kami hanya atas dasar keterpaksaan saja. Andien juga harus rela mengarungi bahtera rumah tangga bersamaku " kata Robert.
Selagi berbicara Robert sebenarnya mengeluh pada diri sendiri.
Dulu Andien sudah berusaha menerima dia apa adanya tapi robert lah yang menolak.
"tapi Pak masalahnya dia kan udah sah istrinya pak Robert jadi apalagi yang harus ditunggu, ikan sudah ada di meja ya makanlah Pak hahaha. ntar dia patuh sendiri kok" kata pak Akmal.
"gini ya Pak akmal sebenarnya pada saat kejadian saya itu menikahnya dia di atas nama Andien. yang menikahkan juga adalah pamannya saat itu. kami memiliki kesepakatan untuk tidak melakukan hubungan suami istri sampai pada suatu hari Andien mengetahui jika sebenarnya dia bukanlah anak kandung dari kedua orang tuanya dia hanya anak angkat pak Akmal." Robert pikir dia hanya ingin memberikan alasan kenapa Andien seperti sekarang.
"dan keluarga aslinya itu adalah anugraha begitu?"tanya pak Akmal.
"yah begitu lah pak,setelah menjalani rumah tangga selama beberapa bulan pada dasarnya saya menyadari pernikahan kami itu tidak wajar.jadi saya memutuskan ingin memulai semuanya dari awal.Saya ingin dia merasakan bagaimana indahnya jatuh cinta dan seterusnya" kata Robert mengenangkan.
"Tapi pak pernikahannya kan sah menurut agama, jadi nggak ada masalah kan?" tanya pak Akmal lagi
"sebenarnya nggak ada masalah sih tapi kalau bisa saya ingin mengulang dari awal dan menikahi dia secara baik-baik .Itupun harus dari kerelaan hatinya sendiri,kali ini dengan diwalikan oleh papa kandungnya"
"oh begitu pak, kalau sukses jangan lupa saya diundang ya pak Robert"kata pak Akmal tertawa.
"insya Allah pak hehehe" kata robert tulus.
" Tapi Pak Robert Bagaimana kalau Andien itu jatuh cinta dengan pemuda di sebelahnya .pria itu cukup tampan loh pak " bisik nya pelan.
"gimana lagi pak Akmal, jika jodoh kami panjang maka dia tidak akan pernah jatuh cinta dengan yang lain. Secara saya juga tidak kalah tampannya loh Pak hahaha"
Meskipun dia berkata demikian tapi jauh di dalam hatinya Robert merasa begitu resah dan merasa sudah kalah telak.
Trauma yang sudah diberikannya pada Andien benar-benar sudah menutup aksesnya ke dalam hati Andien. Masih bisakah dia mengetuk pintu yang sudah terkunci ini.
Dari sudut sini sangat jelas jika Andien tertawa berapa kali .Entah apa yang mereka bicarakan tapi sepertinya Andien sedang dalam mood yang baik.
Melihat itu mood Robert yang berubah menjadi buruk.
Trrrdd..
"permisi sebentar Pak Akmal Ini ada telepon masuk "
"oh silakan pak Robert, ah saya juga akan menyusul istri saya di sudut sana."kata Pak akmal yang pergi menyusul anak istri.
Robert hanya melambaikan tangannya melihat kepergian Pak Akmal. Dia dengan serius langsung menjawab panggilan telepon itu. Rupanya ini adalah telepon penting dari kantor.
"Oke"
ada sesuatu yang harus dia kerjakan Meskipun tidak bisa pergi ke kantor Tapi dia bisa menyelesaikannya di dalam kamar pribadinya.
Karena itu Robert harus pulang ke hotel Nugraha Bali style sendirian.Meskipun berat rasanya meninggalkan Andien bersendirian dengan pria yang tidak dikenal tapi robert tetap harus pergi.
Bukankah masih ada Sari dan Yanti yang menemani. Jadi Andien tidak berduaan saja dengan pria tersebut.
Ketika Robert meninggalkan pantai Sanur sebenarnya Andien bisa melihatnya dari sisi ini .Walaupun tidak mau tapi Andien merasa tidak nyaman dengan kepergiannya itu.
__ADS_1
Kenapa Andien merasa robert acuh tidak acuh .Sementara dia sedang digoda oleh pria setampan Haikal.
Cinta robert tidak sekuat seperti yang dia pikirkan.
"Din malam ini kita ketemuan ya,Aku ingin mengajak kamu makan malam di restoran, gimana Hem?" ucap Haikal tiba tiba membuat Andien tersadar.
"A..apa kata mu?"
"Is dari tadi dari mana aja tuh aku kan mau ngajak kamu kencan nanti malam, bisa nggak?" tanya nya lagi
"emang makannya di restoran mana?" tanya Yanti dengan mata berbinar-binar.Syukur syukur pergi ke restoran mahal.
"Ia sorry ya, saya itu hanya ngajak Andien kencan berduaan nggak perlu bertiga apalagi berempat hahaha" kata Haikal masam.
"Hei sorry juga ya Andin itu nggak akan kemana-mana jika nggak bawa kita berdua ya nggak Sari"
"iya sih" angguk sari setuju.
"Hem gimana sih orang lagi mau kencan juga masak bawa pawangnya sekalian kan nggak etis" kata Haikal.
Pengen rasanya duduk berdua dengan Andien.Tapi dua cucunguk ini malah ikut dan tidak mau menyingkir sama sekali. Mereka berdua sudah seperti lem yang sulit untuk dilepaskan
"walau apapun yang ingin kamu bilang kami tetap nggak akan membenarkan Andien, ingat dia ini udah ada punya bodyguard loh " kata Sari memeluk Andien, dia sudah berjanji akan menjaga Andien dari berbagai sisi.
Haikal memang tampan tapi mereka baru kenal beberapa jam sebelumnya. Meski begitu malah nekat mengajak kencan.Sepertinya ini bukan ide yang baik.
"Hem bodyguard yang udah kadaluarsa gitu kok dipikirin. Jadi gimana nih,bisa nggak?" ejek Haikal pada sosok Robert.
Jika dikenang Haikal akan semakin jijik dengan sosok Robert. Seorang Pria tua yang ingin menebar pesona pada gadis muda seperti Andien.
Ingat umur bos.
"sorry ya aku pikir juga nggak bisa. soalnya aku harus nelpon sama mama dan papa buat laporan" tolak Andien.
"udah gede masa buat laporan emang laporan gimana?" bantah Haikal.Dia pikir Andien hanya membuat alasan untuk menolak tawaran nya saja.
Andien ini sebenarnya adalah gadis yang sulit.
"ya Itu dia masalahnya ,ke mana-mana itu harus ada laporan Walaupun jauh ya gitulah peraturan keluargaku" kata Andien.
"oh ribet kali ini, kalau nggak minta deh sekalian nomor nya biar bisa nelpon calon Mama mertua untuk minta izin untuk pergi kencan"kata Haikal dengan wajah yang bersungguh-sungguh.
Seorang gadis yang sulit didapatkan bernilai sebuah tantangan. Dan Haikal kebetulan sekali adalah penggemar sebuah tantangan.
"Heh nggak deh saya nggak mau memulai masalah"tolak Andien yang semakin tidak nyaman.
Walaupun begitu Haikal menghabiskan waktu bersama tiga gadis di pantai Sanur.
Meskipun tidak bisa mengajak Andien kencan tapi dia juga puas mengetahui jadwal Andien pergi besok.
Kebetulan sekali Haikal tidak mempunyai jadwal beberapa hari ini. Dia hanya berjalan-jalan santai dibeli sendirian tanpa tujuan.
Sekarang Haikal melihat Andien sebagai sebuah target yang cukup memacu adrenalinnya.
Dia tidak percaya jika Andien tidak mempan dengan pesona nya.
drrrttt..
Semua mahasiswa dan mahasiswi sudah memasang alarm pada handphone masing-masing agar mereka tidak terlambat berkumpul di bus wisata.
Melihat alarm sudah berbunyi maka sudah waktunya mereka harus pergi.
"terima kasih atas sore yang menyenangkan"kata Sari.
"Oke jangan lupa ya saya akan menunggu di museum besok" kata Haikal yang tetap saja memandang Andien dengan penuh minat.
"Oke" kata Yanti.
Mereka bertiga segera meninggalkan pantai dan buru-buru pergi ke bus wisata.Tidak mau tertinggal karena ini adalah tempat yang sangat asing.
Tidak menunggu semua orang datang mereka langsung masuk ke bus wisata dan mengambil tempat yang strategis. Ada bangku di belakang yang bisa memuat 3 orang sekaligus.
"an sebenarnya apa pendapat kamu tentang Haikal dia cukup tampan loh" tanya Sari mencari tau pendapat Andien tentang Haikal.
"Hem aku kurang sreg melihat dia" jawab Andien terus terang.
"Kenapa bisa begitu, dibandingkan dengan Pak Robert dia masih muda dan masa depannya tidak terbatas.Kau dengarkan tadi dia juga memiliki latar belakang yang bagus, anak orang kaya" kata Sari pelan.
"Padahal kalau dia milih aku .Aku sih mau-mau aja, tapi dia malah milih Andien ckckck" tambah nya lagi.
"kamu sih Sari kalau memilih pacar yang kaya Untuk apa kalau hatinya nggak cinta sama kita" bantah Yanti pada sari yang matre abis.
"cinta bisa dipupuk seiring waktu, jangan khawatir yang penting uang dulu sis" kata Sari terkikik kikik geli.
Andien tidak menjawab perkataan mereka. Dia hanya memandang ke segala arah dan baru saja menyadari jika Robert tidak naik ke bus wisata sama sekali.
__ADS_1
"ke mana Robert pergi ,apakah dia memilih untuk pergi naik ke bus yang lain?" pikir Andien.
"biarkan saja mungkin dia sudah menyerah, itu baru saja Haikal belum pria muda yang lain.Begitu cepat Robert menyerah di mana katanya cinta itu, hehehe Robert kau benar-benar bodoh" kata Andin lagi.
Tapi di dalam hatinya Andien merasa kecewa.
Tidak lama kemudian semua mahasiswa masuk lagi ke dalam bus dan bus pun berangkat meninggalkan pantai Sanur.
Semua orang berisik berbicara tentang indahnya pantai Sanur termasuk dengan Sari dari Yanti.
Andien hanya menjawab sekali-kali setelah itu dia jatuh dalam pemikirannya sendiri.
Yang jadi pikirannya sekarang tentu saja adalah Robert.
Begitu tiba di hotel Nugraha bali style. Semua orang bubar lagi menuju tempat penginapan mereka masing-masing.
Begitu juga dengan Andien yang langsung memisahkan diri dari Sari dan Yanti.
" Andien kalau kamu mau ke mana-mana telepon dulu ya nanti kamu temani" kata Sari.
"emangnya kamu pikir Andien akan pergi berkencan dengan Haikal. eh kamu lupa ya kalau Andien bahkan tidak memberikan nomor teleponnya" kata Yanti .
Dia sibuk dengan telepon genggam nya yang baru saja mengabdikan panorama pantai Sanur.Dia akan menyimpan momen ini di Instagram , Facebook dan bahkan akan mengirimnya ke rumah.
Pantai Sanur memang benar-benar sangat indah sekali. Ditambah dengan penampakan para bule bule lewat di bawah hidung nya.
Sayangnya tidak satupun dari para bule itu yang memandang dirinya. Padahal dia sudah memasang senyumnya yang paling manis.
"kalau dipikir benar juga sih tapi sorry ya An, sebenarnya tadi aku yang udah memberikan nomor telepon kamu sama dia"kata Sari dengan rasa bersalah.
"Ehh kamu memberikan nomor aku sama Haikal dibayar berapa kamu sama dia?"yang Andien marah.
Yanti yang sedang sibuk dengan teleponnya ,tiba-tiba mengangkatkan kepala .Dia tidak menyangka jika Sari akan melakukan hal yang begitu rendah.
Nomor telepon juga bisa dikatakan masalah privasi seseorang .Kenapa sari malah memberikan nomor telepon tanpa bertanya terlebih dahulu padanya.
Kalau sudah pernah merasa manisnya di suap, rupanya orang akan menjadi ketagihan contohnya adalah Sari.
"Andien jangan marah ya ,Aku sebenarnya nggak sengaja tadi aku itu khilaf sorry ya An"katanya dengan wajah yang malu.
Dia menarik tangan Andien membujuk Andien agar tidak begitu marah.
Tapi Andien sudah terlanjur geram. sekali berbuat mata Sari akan melakukannya sekali lagi.
Dulu di SMA Andien memiliki Romlah yang juga berpikiran absurd. Tapi dia tidak akan pernah melakukan hal seperti memberikan nomor telepon pada orang yang tidak relevan seperti Haikal.
Romlah sebenarnya masih berpikiran baik tidak seperti Sari.
Tiba-tiba saja Andien merasa Sari bukanlah teman yang baik.
Entah kenapa pada saat seperti sekarang Andien mulai merindukan sosok absurd seperti Romlah. apa kabarnya Romlah sekarang.
Dibandingkan dengan Sari ,Romlah 10 kali lebih baik.
Sedangkan Sari ckckck..
Dia tidak ingin berbicara lagi dengan Sari .langsung saja Andien pergi meninggalkan lokasi itu dan masuk ke kamar pribadinya.
Walau bagaimanapun Andien harus berpikir ulang untuk menerima kamar teman seperti ini.
Sari adalah calon-calon teman yang akan makan teman jika memiliki kesempatan.
Di lain pihak Sari juga tidak nyaman melihat Andien pergi dalam kondisi marah seperti sekarang.Apa sih masalahnya dengan nomor telepon kalau tidak suka ya jangan diangkat.
Kenapa Andien memperbesarkan masalah yang sebenarnya kecil. Walaupun sari berpikiran demikian. Dia tetap saja tidak ingin memutuskan hubungan pertemanan dengan Andien. Jadi dia menatap Yanti dengan penuh pengharapan.
"Yan please bujuk Andien agar tidak marah sama aku ya"kata Sari tidak nyaman.
"Sari sory ya, aku nggak bisa nunggu dia secara aku juga marah sama kamu" kata Yanti yang tidak kalah marah nya.
"Tapi ini kan hanya nomor enggak perlu marah sampai segitunya?" bantah sari.
"Sari dengar ya memang itu hanya sebatas nomor tapi itu adalah masalah Andien kalau dia nggak mau ngasih iya kita nggak bisa maksa. Sekarang kamu memberikan nomor pribadi pada Haikal.ckckck ternyata kamu bukan teman yang baik"kata Yanti.
Yanti juga pergi dengan marah Sari benar-benar tidak berpikiran panjang namun begitu dia tidak boleh dia harus menerima pelajaran tentang ini.
Setiap orang memiliki privasinya sendiri. Dan nomor telepon juga terkadang memiliki nilai privasi tersendiri. Jadi tidak bisa diberikan pada sembarang orang adapun kenapa Sari memilikinya. Itu karena Andien mempercayainya sebagai seorang teman.
Contohnya saja Andien tidak akan pernah memberikan nomor teleponnya pada teman sekelas.
Sekarang malah Haikal yang tidak ada hubungannya sudah mendapatkannya dan itupun dari Sari, bagaimana Andien tidak marah.
Anehnya Sari bahkan tidak merasa bersalah tentang itu. Dia hanya berpikir simpel tentang sebuah nomor.
Sari yang ditinggal sendiri oleh Yanti ini tiba-tiba merasa langkahnya memang benar-benar salah. Dia segera mengejar Yanti yang mulai meninggalkan dirinya di koridor.
__ADS_1
Dalam hati Sari merasa takut jika keduanya menolak berteman lagi hanya gara-gara Haikal.
Sungguh Haikal adalah pembawa sial.