
Sejak Tiara memberitahukan keberadaan dan tempat kerja Dirga, Alina rutin berkomunikasi dengan Mia untuk terus memantau keberadaan Dirga. Alina belum bisa langsung menemui Dirga, tapi Alina juga tidak ingin kehilangan jejak seperti dulu. Ditinggalkan begitu saja seperti orang bodoh.
Alina merasa kondisinya cukup baik. Tidak pernah terjadi flek dan rasa mualnya pun sudah jauh berkurang. Tapi Alina tetap harus beristirahat dan bersabar sambil menunggu jadwal kontrol berikutnya.
Akhirnya hari yang di tunggu pun tiba. Hari itu adalah jadwal Alina memeriksakan kembali kandungannya ke Dokter Erika. Tentu, hari itu juga Heru yang akan mengantarkannya. Kebetulan Heru sedang bertugas jaga shift malam dan tidak ada jadwal praktek hari itu. Setelah pagi sampai siang harinya digunakan untuk menebus waktu tidurnya, sore hari Heru bisa meluangkan waktunya untuk mengantarkan Alina dalam kondisi yang lebih bugar.
Heru sudah selesai mandi, lalu berganti baju dan menyisir rambutnya di depan cermin, saat kemudian terdengar ketukan di pintu kamarnya.
Heru heran, sebab selama ini jarang sekali ada yang mengetuk pintu kamarnya. Heru lalu dengan cepat merapikan rambutnya dan bergegas melangkah untuk membuka pintu. Heru terkejut melihat sosok bidadari berdiri di depannya. Alina terlihat lebih cantik, segar, dan sedang bersemangat.
"Kenapa lama sekali, ayo berangkat!"
Ajak Alina dengan bersemangat. Heru senang melihat Alina sudah kembali ceria. Apa wanita hamil memang selalu seperti itu? Kadang murung, kadang galak, kadang bisa juga bahagia sampai memancarkan aura bidadari seperti ini?
"Sebentar, biar aku ambil tas dulu..."
Alina menunggu di depan kamar Heru dengan tidak sabar. Begitu Heru keluar Alina langsung berjalan mendahului Heru keluar dari rumah.
"Alina, pelan-pelan jalannya..."
Baru saja diingatkan, Alina hampir saja menabrak kucing yang lewat.
"Kenapa tuh kucing mondar-mandir disini sih?", gerutu Alina dengan kesal, lalu kembali melanjutkan langkahnya.
Di belakang Heru hanya geleng-geleng melihat tingkah Alina yang terlihat menggemaskan.
Mobil pun akhirnya melaju menuju rumah sakit Karya Medika. Sepanjang perjalanan Alina terus bersenandung mengikuti musik yang sedang di putar. Lagu berjudul saat bahagia yang dinyanyikan ungu feat andien, sangat pas dengan suasana hati Alina sore itu.
"Jadi apa yang membuatmu bersemangat sekali hari ini, Alina?"
Tanya Heru dengan penasaran.
"Tentu saja karena aku akan melihat bayiku yang tumbuh sehat di dalam sini dan juga sebentar lagi aku akan bisa bebas..."
"Bebas?"
"Ya, aku sudah merasa sehat belakangan ini, tapi aku harus menunggu pengakuan Dokter Erika agar bisa kembali beraktifitas..."
"Kamu yakin sekali, bagaimana kalau ternyata Dokter Erika masih menyuruhmu bedrest?"
Karena setahu Heru, wanita yang hamil kadang tidak merasakan kalau kehamilannya bermasalah.
"Jangan begitu, aku sudah merasa jauh lebih baik, aku ingin segera bebas untuk pergi sesuka hatiku, jadi jangan menakut-nakuti..."
"Haha, baiklah, aku doa kan semoga saja semua hasil pemeriksaanmu baik. Memangnya kamu ingin pergi kemana Alina?"
Sebenarnya satu-satunya hal yang ingin dilakukan Alina adalah menemui Dirga. Tapi Alina tidak mungkin mengatakannya kepada Heru bukan?
"Aku hanya ingin bebas untuk menghirup udara segar di luar..."
__ADS_1
"Baiklah, nanti jika memang kondisimu sudah membaik aku akan mengajakmu jalan-jalan..."
Sudah lama sekali Alina tidak pergi keluar rumah. Bahkan sebelum Dokter Erika menyuruhnya bedrest. Mungkin sejak tahu dirinya hamil, Alina lebih memilih mengahabiskan waktu di rumah saja dengan berbagai alasan. Dan mendengar apa yang dijanjikan Heru membuat Alina jadi lebih bersemangat.
Akhirnya sampai juga mereka di rumah sakit. Alina dan Heru harus menunggu dua pasien sebelum akhirnya dipanggil untuk masuk ke ruangan Dokter Erika Kali ini Alina lebih rileks karena tidak ada yang dikhawatirkannya lagi.
Dokter Erika melakukan pemerikasaan secara menyeluruh mulai dari detak nadi, tensi, sampai kemudian Alina dan Heru bisa melihat perkembangan bayi dengan USG empat dimensi.
Kehamilan Alina sudah mulai memasuki bulan ke lima.
"Selamat Bu Alina, bayinya sepertinya laki-laki.."
Ucap Dokter Erika sambil menunjuk ke gambar USG.
"Bagaimana kondisi bayinya dok? Apa ada masalah?"
"Alhamdulillah semua dalam kondisi normal dan sehat, setelah ini anda sudah diperbolehkan beraktifitas seperti biasa, hanya saja jangan melakukan aktifitas fisik yang berat dulu..."
"Alhamdulillah, terimakasih banyak Dok..."
"Oh ya hubungan suami istri juga sudah boleh dilakukan ya, asalkan pelan-pelan dan tetap hati-hati..."
Mendengar penjelasan tambahan Dokter Erika membuat wajah Alina langsung bersemu merah dan menunduk.
"Baik Dok, terimakasih banyak, kami pamit dulu..."
Setelah menebus beberapa vitamin yang diresepkan, Heru lalu mengajak Alina pulang.
Tapi di perjalanan, Alina malah merasa enggan untuk langsung pulang ke rumah.
"Mas Heru capek tidak?"
"Kenapa memangnya?"
"Aku belum ingin pulang ke rumah, lagi pula kata Dokter Erika aku sudah boleh beraktivitas seperti biasa kan..."
"Baiklah, untuk merayakan kesembuhanmu, ayo kita pergi jalan-jalan. Memangnya kamu ingin kemana?"
"Terserah, kemana saja, asalkan jangan pulang!"
Sekarang gantian Heru yang bingung. Enak saja tidak mau pulang tapi bilang terserah, dasar perempuan.
Heru pun berfikir keras demi menyenangkan Alina.
"Kamu lapar tidak?"
"Lumayan..."
"Bagaimana kalau kita mengunjungi festival kuliner? kebetulan sedang ada festival kuliner dan lokasinya searah pulang ke rumah..."
__ADS_1
"Boleh, sepertinya akan seru dan cocok untukku yang sedang lapar..."
Heru pun langsung mengemudikan mobilnya ke lokasi yang di maksud. Setelah memarkirkan mobilnya, Heru mengajak Alina berkeliling melihat-lihat berbagai stand makanan.
"Mau makan apa?"
"Aku bingung, sepertinya enak semua..."
"Kalau begitu kita cari tempat duduk dulu..."
Heru takut jika Alina kelelahan, tapi Alina justru membantahnya.
"Beli makanan dulu baru duduk..."
Alina akhirnya membeli sushi, dimsum dan takoyaki. Sedangkan Heru memilih batagor dan bakso kuah pedas.
Heru membawakan semua makanan mereka ke meja-meja yang berjejer.
"Kamu tunggu disini saja, biar aku yang cari minum..."
Kali ini Alina menurut, karena memang sudah tak sabar untuk menikmati makanan pilihannya.
Untuk minumnya Heru membeli susu rasa strawbery dan alpukat dalam cup besar, juga dua botol air mineral. Sepertinya minuman itu akan cocok untuk wanita hamil.
Heru segera bergegas membawa minuman itu ke tempat di Alina sedang duduk menikmati makanannya.
Alina langsung menyambut minuman yang di bawakan Heru dan meminumnya sampai habis setengah cup.
"Terimakasih, kamu datang di waktu yang tepat..."
Ternyata Alina tidak tahan menyantap makanan yang pedas.
Mereka menikmati aneka makanan itu berdua, mereka pun saling mencicipi makanan satu sama lain. Sebenarnya masih banyak makanan yang membuat Alina penasaran, tapi ternyata perutnya sudah kenyang bahkan makanan yang mereka beli pun belum habis.
"Lain kali ajak aku kesini lagi ya, aku belum mencoba semuanya..."
"Tenang masih ada dua minggu lagi, kalau kamu mau aku bisa mengantarmu kesini setiap hari..."
Setelah menghabiskan makanan dan minuman yang di belinya dengan susah payah, akhirnya Heru dan Alina pulang dengan perut kenyang dan hati yang senang.
"Terimakasih banyak Mas Heru, aku senang sekali hari ini..." Ucap Alina dengan tulus.
Ya bagi Alina, ini adalah hari dimana dirinya merasa lepas dan bebas, setelah sebelumnya selalu dihantui perasaan was was dan takut karena kehamilannya. Alina ingin sedikit bersenang-senang, sebelum besok akan kembali berjuang.
Begitu sampai dirumah, mereka lalu langsung masuk ke kamar masing-masing. Alina mencuci mukanya, dan bersiap untuk tidur.
Tapi sebelum itu Alina menyempatkan diri mengirim pesan kepada Mia.
Mia, besok aku akan menemui Dirga, tolong bantu aku ya..
__ADS_1