Cinta Suci Alina

Cinta Suci Alina
Bab 67


__ADS_3

"Aku pergi jalan-jalan sama makan tadi yah, diajakin teman Ibu yang namanya Dedi...", Ghazi menjawab dengan kepolosan khas anak kecil.


Setelah mendengar itu, Heru beralih menatap tajam ke arah Alina, meminta penjelasan tentang apa yang baru saja diucapkan putra pertamanya.


"Apa maksudnya ini Alina, aku tidak mengerti apa yang di katakan Ghazi?", Heru bertanya pada Alina dengan curiga.


Alina bingung bagaimana harus menjawab. Alina memandang kedua buah hatinya yang sudah kembali saling bercerita dengan antusias.


"Ghazi, Fatih, kalian main berdua dulu ya...Ibu mau ke kamar sebentar..."


Setelah berpamitan pada kedua buah hatinya, Alina menggandeng suaminya menuju kamar.


"Kita bicara di kamar saja Mas.."


Meskipun sedikit bingung dengan perlakuan Alina tapi Heru hanya menurut.


Sesampainya di kamar Alina dan Heru duduk bersisian di tempat tidur mereka. Ada rasa takut untuk bercerita pada Heru, tapi bagaimanapun juga dirinya harus jujur.


"Aku rasa ini perbuatan Dirga Mas...", ucap Alina setelah berfikir beberapa saat.


Alina lalu menunjukkan pesan yang dikirimkan Dirga padanya tadi.

__ADS_1


"Sungguh Mas, aku juga sama sekali tidak tahu tentang hal ini dan aku juga takut jika nanti kita kehilangan Ghazi lagi..."


Heru memandang istrinya yang tengah duduk dihadapannya. Tidak ada lagi rasa curiga, tapi entah mengapa perasaannya pada Alina menjadi datar.


"Sudahlah aku percaya padamu...", Ucap Heru akhirnya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Mas, aku takut peristiwa seperti ini akan terulang lagi..."


"Nanti aku akan cari satpam, supaya anak-anak kita lebih aman, saat kita tinggal bekerja, bagaimana menurutmu?"


Heru juga sebenarnya khawatir dengan keselamatan anak-anaknya, tapi dia tidak terlalu menunjukkan perasaannya.


"Tentu saja, sekarang lebih baik kamu istirahat dulu, yang penting sekarang Ghazi sudah kembali kan?"


"Ya Mas..."


Alina lalu memilih untuk mandi dan setelah itu Alina merebahkan dirinya ditempat tidur sambil menunggu jam makan malam.


Untunglah semua sudah kembali seperti semula. Saat jam makan malam tiba, semua berkumpul untuk makan bersama di meja makan. Obrolan ringan yang hangat mewarnai acara makan malam di rumah mereka.


Selesai makan malam, Alina mencari Mbak Sitha di kamar untuk mengajaknya bicara.

__ADS_1


"Mbak Sitha, mulai besok, tolong Ghazi dan Fatih sekolahnya ditunggu di luar ya, Mbak Sitha jangan pulang dulu meskipun anak-anak sedang belajar, saya khawatir kalau ada penculik mendahui menjemput mereka..."


"Baik Bu..."


"Kalau dirumah juga, tolong lebih hati-hati dan jangan pernah meninggalkan anak-anak bermain tanpa pengawasan..."


"Baik Bu..."


"Nanti akan saya naikkan gajimu karena kerjamu juga lebih ekstra hati-hati, tapi tenang saja sebentar lagi Mas Heru akan mencari satpam untuk membantu mengamankan anak-anak..."


"Tidak perlu Bu, itu sudah menjadi tugas saya, tadi memang saya yang lengah..."


"Jangan sungkan dan jangan lagi merasa bersalah...saya yang harusnya banyak berterimakasih karena kamu selalu menjaga Ghazi dan Fatih saat kami bekerja, tapi sepertinya memang ada seseorang yang sedang mengincar Ghazi, jadi saya mohon pengertianmu..."


"Ya Bu, saya akan berusaha semampu saya..."


"Bagus, sekarang kamu boleh istirahat, biar saya yang temani anak-anak tidur.."


Alina segera beranjak.menuju kamar anak-anak. Disana Alina membacakan beberapa buku cerita dan menemani sampai Ghazi dan Fatih tertidur. Dipandangi wajah kedua buah hatinya setelah mereka tertidur lelap. Begitu damai dan mentramkan. Alina mengecuk kening keduanya sebelum kemudian kembali ke kamarnya.


Alina sudah tak sabar untuk bertemu dan memeluk suaminya setelah apa yang mereka lewati seharian tadi. Tapi ternyata, Heru tidak ada di tempat tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2