Cinta Suci Alina

Cinta Suci Alina
Bab 50


__ADS_3

Alina melangkahkan kaki memasuki area restoran di sebuah hotel berbintang yang dijanjikan Dirga.


Ya akhirnya siang itu Alina memenuhi permintaan Dirga untuk makan siang bersama. Hari itu Alina memang sedang libur praktek. Sedangkan Heru masuk shift pagi seperti biasa. Entah bagaimana Dirga bisa menentukan waktu yang begitu tepat. Apa jangan-jangan Dirga telah memata-matainya? Entahlah.


Alina mengedarkan pandangannya ke seluruh area restoran, mencari keberadaan Dirga disana.


Seorang pria nampak berdiri dan melambaikan tangan ke arahnya. Sepertinya itu Dirga. Meski penampilan telah jauh berbeda dengan terakhir kali Alina melihatnya dulu. Rambutnya menjadi panjang dan wajahnya ditumbuhi jambang dengan badan yang lebih kurus. Terlihat sedikit berantakan.


Alina mulai membuat perhitungan. Tentu saja dirinya harus mengambil langkah antisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan nantinya. Alina sudah menyiapkan nomor pintasan panggilan darurat. Jika Dirga berani macam-macam, dalam sekali tekan Alina bisa langsung menghubungi Heru.


Alina melangkah mendekat ke arah Dirga.


"Selamat siang Alina silahkan duduk..."


Dirga bangun untuk menyambut Alina dan menarik kursi dihadapannya untuk Alina.


Alina terus menatap Dirga dengan pandangan tajam menyelidik. Menduga-duga maksud di balik sikap Dirga, yang menurutnya agak mencurigakan.


Alina akhirnya duduk meski masih merasa waspada.


"Terimakasih banyak Alina, aku senang sekali kamu akhirnya datang kesini..."

__ADS_1


"Ya, jadi cepat sampaikan, apa keperluanmu menyuruhku datang kesini?"


"Kenapa harus terburu-buru, sudah lama kita tidak bertemu...baiklah pertama-tama silahkan pesan makananmu dulu..."


Dirga menyodorkan buku menu. Tapi Alina masih bergeming.


"Baiklah, biar aku saja yang pesankan untukmu. Bagaimana kalau pasta dan minuman coklat, aku masih ingat menu itu yang selalu kau pesan saat kita pergi berkencan dulu..."


Dirga memanggil pelayan dan memberikan pesanannya tanpa menunggu jawaban Alina.


"Aku mau ke kamar mandi dulu..."


Alina melangkah menuju toilet, tapi ditengah langkahnya Alina meletakkan sesuatu di meja vas bunga tidak jauh dari meja Dirga. Alina meletakkan kamera kecil yang akan merekam apapun yang nanti di katakan dan dilakukan Dirga. Dan rekaman itu akan secara otomatis tersambung ke ponselnya.


Bertepatan dengan itu pelayan datang mengantarkan minuman untuk mereka.


"Silahkan diminum dulu, aku akan mengatakan maksudku setelah itu.."


Alina meminum sedikit es coklatnya dan menunggu Dirga bicara.


"Pertama-tama aku ingin meminta maaf atas apa yang terjadi kita di masa lalu...aku menyesal telah mengingkari tanggung jawabku, dan sekarang aku datang ingin menebus dosa itu..."

__ADS_1


"Apapun yang terjadi di masa lalu aku sudah memaafkan dan melupakannya, jadi kamu tidak perlu melakukan apapun sekarang...cukup pergi dari hidupku dan Ghazi dan jangan ganggu kami lagi..."


Ucap Alina dengan lantang.


Pelayan datang mengantarkan makanan pesanan mereka.


"Jangan bicara seperti itu Alina, ah ya...mari kita nikmati makan siang lebih dulu, setelah itu baru kita bisa bicarakan masalah kita dengan lebih tenang..."


Dengan santainya Dirga mulai menyantap makan siangnya. Daging steak yang terlihat amat lezat dengan aroma semerbak.


"Apa kamu ingin mencicipi punyaku? Ini lezat sekali.."


Dirga mengulurkan tangannya, berniat untuk menyuapi Alina. Tapi kemudian Alina malah menepisnnya hingga garpunya jatuh dan berdenting di lantai.


"Kalau memang sudah selesai, aku pergi dulu, silahkan lanjutkan acara makan siangmu sendiri!"


Alia segera beranjak. Tapi saat mulai melangkah, Dirga mencengkram pergelangan tangannya dengan erat.


" Ah, tampaknya kau masih marah Alina, aku bisa mengerti, pasti sangat berat bagimu saat itu melewati hari-hari tanpa kehadiran diriku....aku benar-benar minta maaf Alina...dan mulai sekarang aku akan membuktikannya padamu..."


"Sudah tidak ada gunanya lagi, aku tidak membutuhkanmu lagi sekarang, lagi pula, apa yang ingin kau buktikan?"

__ADS_1


"Aku akan membuktikan bahwa aku masih mencintaimu dan aku akan merebut kembali kamu dan Ghazi dari pria bodoh itu!"


__ADS_2