Cinta Suci Alina

Cinta Suci Alina
Bab 56


__ADS_3

Membaca pesan yang dikirimkan oleh Dirga membuat Alina merasa was-was. Tapi bagaimanapun juga Alina berusaha tidak menunjukkan kekhawatirannya itu di dalam rumah. Dia adalah seorang istri dan seorang Ibu. Alina berusaha menenangkan dirinya dan bersikap seperti biasa. Alina harus fokus dan kembali menjalankan tugasnya sebagai Ibu.


Alina mencuci muka dan berwudhu terlebih dahulu sebelum menemui anak-anak di kamarnya. Seingatnya, tadi lamat-lamat Alina mendengar suara Heru sedang bercengkrama bersama anak-anaknya. Tapi saat melihat ke kamar, ternyata anak-anak hanya sedang bersama Mbak Sitha, pengasuhnya.


"Mbak Sitha, lihat Bapak nggak? Tadi perasaan lagi main sama anak-anak disini?", Tanya Alina pada pengasuh anaknya itu.


"Maaf Bu, saya kurang tahu, tapi tadi Bapak sempat titip anak-anak ke saya sebelum pergi dengan terburu-buru...."


"Oh ya, terimakasih banyak.."


Alina lalu bergabung untuk bermain bersama anak-anak dan Mbak Sitha, tapi pikirannya melayang pada suaminya yang entah pergi kemana. Alina khawatir sebab tadi Heru tampak begitu kesal padanya. Kemana Heru pergi? Kenapa tidak bilang padanya dulu seperti biasa? Apakah Mas Heru masih marah? Atau karena suaminya itu ingin balas dendam seperti apa yang dilakukannya kemarin?


Berbagai prasangka membuat perasaannya semakin tak enak. Alina pun memutuskan menjauh dari anak-anak untuk menghubungi Heru. Ponsel Heru aktif, tapi panggilannya justru di matikan. Apakah Heru masih marah padanya?

__ADS_1


Selang beberapa saat sebuah pesan masuk ke ponselnya. Alina sangat lega melihat nama Heru di layar ponselnya. Itu berarti Heru dalam keadaan baik-baik saja sebab masih bisa mengirim pesan.


Alina aku ada urusan di luar, mungkin malam ini aku tidak akan pulang. Tak perlu mencariku, tidurlah lebih dulu dan ingat, jangan keluar dari rumah tanpa izinku kecuali urusan pekerjaan!


Membaca pesan itu membuat hati Alina merasa kecewa. Tidak biasanya suaminya memperlakukannya seperti ini. Pastilah Mas Heru masih marah padanya. Alina ingin sekali menelpon dan mencari tahu lebih jauh. Tapi ternyata rasa takut karena rasa bersalahnya lebih besar. Jadi diurungkannya niatnya itu dan memilih menurut saja pada titah sang suami.


Selama ini Mas Heru selalu menjadi suami yang baik dan mengutamakan keluarga, jadi aku harus percaya padanya dan tidak boleh berfikir yang bukan-bukan. Berkali-kali Alina berusaha menghalau pikiran buruknya.


Meski hatinya tak tenang, Alina berusaha menjawab pertanyaan anak-anak dengan alasan yang masuk akal.


Untunglah kedua bocah itu tak banyak bertanya dan menurut tidur hanya dengan ditemani sang Ibu.


Tidak lama, anak-anak sudah tidur dengan lelap. Alina memilih kembali ke kamarnya. Berkali-kali Alina menatap layar ponselnya, berharap ada kabar lagi dari suaminya, tapi ternyata tidak. Berkali-kali Alina ingin menghubungi langsung suaminya, tapi keberaniannya lenyap saat teringat wajah kecewa Heru saat tahu dirinya menemui Dirga.

__ADS_1


Dan entah mengapa, Alina tetap merasa gelisah.


Akhirnya Alina melantunkan doa-doa, agar sang suami baik-baik saja dimanapun berada.


Setelah selesai berdoa barulah Alina bisa tenang dan perlahan memejamkan mata.


Hingga keesokan paginya, saat terbangun Alina sudah mendapati Heru tertidur disampingnya sambil memeluknya.


Alina bukannya tak senang Heru sudah berada dirumah. Tapi suaminya kali ini benar-benar tidak seperti biasanya.


Penampilan Heru benar-benar kacau. Dan bau alkohol bisa tercium jelas di wajahnya.


Alina yakin benar, sebelumnya dirinya tidak pernah mendapati suaminya begini.

__ADS_1


"Ada apa denganmu Mas?"


__ADS_2