Cinta Suci Alina

Cinta Suci Alina
Bab 47


__ADS_3

Alina melangkah dengan cepat menuju ruang prakteknya.


Di dalam ruangan Yuni, perawat yang bertugas bersamanya sudah menunggu dan menyerahkan berkas pasien yang sudah mendaftar.


Alina mengangguk dan mengucap terimakasih, tapi sebelum menyentuh semua berkas itu Alina memeriksa ponselnya terlebih dahulu


Seperti dugaannya, nomor yang menelponnya tadi adalah nomer yang sama dengan orang yang mengirim pesan-pesan aneh kemarin. Dan celakanya, bagaimana mungkin justru Heru yang mengangkatnya? Sejujurnya Alina merasa khawatir jika orang itu bicara macam-macam pada Heru.


Sejenak Alina mengabaikan masalahnya dan melanjutkan kembali pekerjaannya. Pasiennya sudah mulai berdatangan dan mengantri di depan. Alina tidak ingin pasiennya menunggu terlalu lama. Alina memilih mematikan dan menyimpan poselnya agar tidak menganggu.


Alina fokus melayani pasiennya dan tetap bekerja dengan profesional meski peristiwa tadi pagi masih menganggu pikirannya.


Hingga jam makan siang tiba, Alina memilih pergi ke mushola, lalu ke cafetaria untuk menghabiskan waktu istirahatnya. Alina memesan gado-gado dan jus semangka favoritenya.

__ADS_1


Alina memilih meja di bagian pojok yang agak sepi dari hiruk pikuk pengunjung pada jam istirahat. Namun saat Alina duduk dan mulai menikmati makan siangnya, seseorang menepuk pundaknya dari belakang. Alina terkejut dan reflek menoleh. Pesan orang asing yang selalu menghantuinya belakangan ini membuatnya menjadi paranoid. Tapi Alina langsung tersenyum lega begitu mendapati suaminya ada di belakangnya.


"Ah, mas ini ngagetin aja?"


"Kenapa emangnya? lagi mikirin apaan sampai bengong begitu? btw, tadi aku hubungin kamu tapi ponsel kamu kayaknya mati, eh kebetulan malah ketemu disini...ayo lanjutin lagi makannya..."


"Iya Mas juga makan, nanti keburu waktunya habis..."


Sambil menyantap makan siang bersama suaminya, Alina merogoh ponselnya yang sedari tadi memang sengaja dimatikannya. Alina ingin mengecek pesan yang dikirimkan suaminya. Tapi begitu ponselnya menyala, yang muncul paling atas adalah pesan dari orang asing itu.


"Ada apa Alina? apa ada yang mengamggu pikiranmu?"


Lagi-lagi Heru memergoki istrinya sedang melamun.

__ADS_1


"Ah enggak Mas, aku hanya baru membaca pesan darimu. Kebetulan sekali ya, meski tidak janjian kita malah ketemu disini?"


Alina berusaha mencari topik pembicaraan.


"Tentu saja, aku pasti bisa menemukanmu..."


Alina tersipu mendengar kata-kata manis suaminya. Meski sudah cukup lama menikah, tapi hal sederhana semacam ini selalu saja membuat hati Alina berbunga-bunga.


"Sudah jangan nge gombal ah, ayo dimakan lagi Mas..."


Bersamaan dengan itu satu pesan masuk kembali ke ponsel Alina.


Jangan pernah berfikir untuk mengganti nomor ponselmu karena itu akan percuma, aku bisa saja datang ke rumahmu, tapi aku belum akan melakukannya. Jadi mari kita bertemu di luar dan selesaikan masalah ini baik-baik Alina

__ADS_1


Alina sudah merasa sangat geram dengan teror-teror yang diterimanya. Sepertinya dia harus melakulan sesuatu.


__ADS_2