Cinta Suci Alina

Cinta Suci Alina
Bab 17


__ADS_3

Heru mengenal Alina sejak gadis itu masih kanak-kanak. Delapan tahun usia Heru ketika itu, sedangkan Alina saat itu berusia empat tahun, setengah dari usia Heru. Dan Alshad saat itu berusia tujuh tahun. Alina adalah gadis kecil cantik yang menggemaskan dengan pipinya yang chubby. Heru praktis menempatkam diri sebagai kakak tertua di keluarga itu. Heru memperlakukan Alshad dan Alina selayaknya adik, seperti juga Heru memperlakukan anak yang lebih muda di panti asuhan. Sifat Alina yang ceria dan cenderung manja, membuat Heru lebih mudah untuk dekat kepada gadis kecil itu.


"Mas Helu...Mas Helu, tolong ambilin bola merah itu...."


Rengek Alina sambil menunjuk bola yang baru saja di lemparkannya.


"Ye manja, ambil sendiri donk!" Alshad menimpali dengan kesal.


"Jangan diambilin Mas Heru, dia bisa ambil sendiri kok!"


Heru hanya geleng-geleng kepala melihat dua saudara itu yang hampir selalu bertengkar karena hal-hal kecil. Heru lalu mengambilkan bola untuk Alina yang langsung disambut dengan senyuman manis gadis kecil itu dengan menampakkan gigi-gigi kecil yang berbaris rapi.


"Telimakasih Mas Helu..."


"Ye diambilin Mas Helu ye...mas Helu baik nggak kayak Kak Alshad jahat, wek!"


Alina menjulurkan lidah ke arah kakaknya, lalu berlari.


Suatu hari keluarga Dokter Hendra mengajak Heru pergi ke pantai untuk liburan bersama. Heru belum pernah pergi kepantai karena tidak ada yang mengajaknya. Tapi Heru sudah biasa bermain di sungai yang ada di dekat panti dan Heru cukup pandai berenang dengan kemampuan yang dipelajarinya secara otodidak.


Dokter Hendra mengajak Heru untuk berlibur beberapa hari di kepulauan yang memiliki banyak pantai yang indah.


Pada awalnya Heru bersama Alshad dan Alina asyik bermain di tepian pantai berpasir putih. Alina sibuk membuat istana dari pasir pantai sedangkan Alshad asyik menendang-nendang bola sendirian. Sebenarnya Alshad mengajak Heru bermain bersama, tapi Alina tidak mengizinkan.


"Mas Helu nggak boleh main bola sama Kak Alshad. Mas Helu disini aja temani dan bantuin Alina bikin istana pasil yang besal dan bagus!"


Titah gadis kecil itu bagaikan tuan putri. Heru pun tak kuasa membantah. Berada diantara dua kakak adik yang selalu memperebutkannya membuat Heru merasa bingung, namun pada akhirnya Heru memilih menemani Alina. Dan karena hal itu Alshad menjadi kesal. Alshad menendang-nendang bola sendirian tidak jauh dari tempat Alina membangun istana pasirnya.

__ADS_1


"Nak Heru, ibu mau masuk sebentar ya, mau ambil makanan dan minuman untuk kalian, tolong awasi dan jaga Alina ya....", Pesan Bu Hendra kepada Heru sebelum kemudian masuk ke dalam resort untuk mengambil makanan yang dijanjikan.


"Baik Bu...", jawab Heru dengan patuh.


Heru lalu kembali menghampiri Alina dan kembali menemani gadis kecil itu yang sedang asyik dengan ember dan sekop pasirnya. Alshad terlihat masih sibuk dengan bolanya dan kemudian, entah sengaja atau tidak, bola itu meluncur ke arah istana pasir Alina. Dalam sekali hantaman saja, istana pasir yang rapuh itu sudah porak poranda. Dan pecahlah suara tangis Alina.


"Huhuhu...huhuhu...Kak Alshad jahat, kak Alshad jahat, masak istana pasilku di hanculin, gimana ini kak? buatnya susah....".Alina terisak sambil meratapi istana pasirnya yang telah porak poranda.


"Sudah Alina, jangan menangis, ayo kita buat lagi sama-sama...", Heru mencoba membujuk Alina.


"Nggak mau, Alina capek, Kal Alshad jahat!"


Alina menangis sambil berlari ke arah bibir pantai. Beberapa saat Alina terlihat bermain-main dengan ombak yang membasahi kakinya. Heru dan Alshad menyusul mendekat ke arah Alina.


"Sini Kak Alshad, Mas Helu....main air disini lebih selu..."


"Jangan main air Alina, nanti bajumu basah...",Kata Alshad mengingatkan adiknya.


"Biarin aja basah, nanti juga bisa ganti baju..."


Alina semakin asyik dan tanpa sadar berjalan semakin jauh ke arah lautan.


"Hati-hati Alina, jangan terlalu jauh..."


Alina masih terlihat tertawa-tawa, sampai kemudian sebuah ombak yang agak besar datang dengan tiba-tiba dan menggulung tubuh kecil Alina ke dalamnya.


"Aaaa...tolong Kak Alshad...air..air...tolong..."

__ADS_1


Dalam hitungan sepersekian detik Alshad dan Heru terpaku, menyaksikan Alina yang timbul tenggelam dengan tangan kecilnya menggapai-gapai permukaan.


Alshad gemetar ketakutan. Tapi kakinya seolah membatu.


Tanpa berfikir panjang Heru berlari ke arah laut untuk mengejar Alina. Air laut terasa dingin dan arus yang kuat seolah membuat Alina yang sudah dekat kembali menjauh. Heru ingat pesan Bu Hendra saat menyuruhnya mengawasi dan menjaga Alina. Dirinya telah lalai akan amanah itu. Heru kemudian fokus ke arah Alina. Heru mengerahkan semua tenanganya lalu berenang mendekat ke arah Alina. Dan Hap! Akhirnya gadis kecil itu tertangkap. Heru membawa tubuh kecil Alina yang terasa amat berat karena tekanan air. Dengan susah payah akhirnya Heru berhasil membawa Alina hingga ke bibir pantai lalau meletakkan tubuh gadis itu di atas pasir.


Dokter Hendra langsung menghampiri dan memberikan pertolongan pertama pada puteri kesayangannya.


Sementara Heru duduk di atas pasir sambil mengatur nafasnya yang terengah-engah.


"Terikakasih banyak Nak Heru, terimakasih sudah menyelamatkan Alina...", ucap Bu Hendra pada Heru.


Alina akhirnya selamat tanpa mengalami cidera apapun. Peristiwa kecelakaan itu membuat Dokter Hendra memutuskan untuk pulang ke rumah dan mengakhiri liburan mereka dengan lebih cepat. Alina yang biasanya ceria dan cerewet terlihat selalu diam dalam perjalanan pulang. Sepertinya kejadian itu masih membuat Alina takut.


"Terimakasih banyak Mas Helu, kamu memang pahlawanku...", Ucap Alina kecil sambil memeluk Heru, saat keluarganya menganyarkan Heru kembali ke panti.


"Terimakasih banyak Nak Heru,...", Ucap Dokter Hendra sebelum meninggalkan panti.


Begitulah kenangan masa kecil mereka yang masih lekat di benak Heru. Pada kenyataannya saat beranjak remaja, mereka semakin sibuk dengan sekolah dan urusannya masing-masing. Alina bukan lagi gadis kecil yang manja. Alina sudah menjelma menjadi gadis remaja yang mandiri dan lebih suka menghabiskan waktunya untuk hangout bersama teman-temannya dari pada berdiam diri di rumah.


Sejak itu, setiap Heru diundang dan datang untuk menginap di kediaman keluarga Dokter Hendra, Heru semakin jarang bertemu dan melihat Alina. Alina lebih sering berada di dalam kamar atau keluar bersama teman-temannya. Disana Heru lebih sering bertemu dan menghabiskam waktunya bersama Alshad. Dan kemudian mereka semakin dekat dan bersahabat.


Sampai kemudian, pada suatu hari saat Heru keluar dari rumah bersama Alshad, mereka berpapasan dengan Alina yang baru pulang dan akan masuk ke dalam rumah. Heru sempat tersihir beberapa saat akan pesona gadis itu. Gadis cantik berkulit bersih dengan rambut panjang yang terurai. Heru bahkan tidak mengenali gadis itu sebagai Alina.


"Siapa cewek cantik itu bro?", reflek Heri bertanya pada Alshad.


"Itu adek gue Alina, masa lupa?"

__ADS_1


Sejak itulah Heru tak lagi memandang Alina sebagai gadis kecil yang manja, melainkan sebagai gadis cantik yang telah menawan hatinya.


__ADS_2