
"Aku akan membuktikan bahwa aku masih mencintaimu dan aku akan merebut kembali kamu dan Ghazi dari pria bodoh itu!"
Alina cukup terkejut mendengar pengakuan konyol dari mulut Dirga. Tapi kemudian Alina justru tertawa.
"Hahaha, apa maksudmu? Kamu sedang mengajakku bercanda? Jangan gila, kamu sudah punya istri dan aku pun punya suami, kita sudah punya kehidupan masing-masing dan tak perlu saling menganggu. Tapi jika kamu bersungguh-sungguh ingin bertemu Ghazi, aku bisa memberitahunya pelan-pelan, tapi tidak sekarang, bagaimanapun juga kamu memang ayahnya..."
"Aku sudah bercerai Alina, dan cepat atau lambat pernikahanmu pun akan berakhir sepertiku, hahaha..."
Dirga bicara dengan nada congkak, seolah dirinya benar-benar yakin hal itu akan terjadi.
"Jaga bicamu, itu tidak akan terjadi!"
Namun kemudian Alina merasa pandangannya berkunang-kunang.
"Aduh, kepalaku pusing sekali..."
Keluh Alina sambil meracau.
__ADS_1
Dirga hanya tersenyum simpul, lalu melangkah mendekati Alina. Begitu Alina limbung, Dirga langsung menopang tubuh Alina.
"Akhirnya jatuh juga kamu ke dalam pelukanku, hahaha...setelah ini kamu tak akan lagi bisa jual mahal!"
Dirga lalu memanggil orang-orangnya yang duduk tak jauh dari dirinya dan Alina. Mereka sigap menolong bosnya dan membawa Alina ke tempat yang telah ditentukan.
Alina ditidurkan di ranjang hotel berukuran king size. Selesai melaksanakan tugasnya, dua orang suruhan Dirga beranjak pergi. Tinggalah di kamar itu Dirga berdua saja dengan Alina. Dirga memandangi wajah Alina yang tak sadarkan diri. Ada terbersit penyesalan di dalam hatinya.
'Seharusnya aku dulu tidak melepaskanmu begitu saja, seharusnya dulu aku memilihmu, lalu kita akan bahagia hidup bersama Ghazi...tapi dulu aku begitu bodoh, tidak menyadari betapa berartinya dirimu..."
Dirga lalu mengulurkan tangannya ke arah Alina, berniat untuk membuka kerudung yang di kenakan wanita itu.
Sesampainya dirumah, di halaman Heru melihat kedua putranya sedang asyik bermain air. Akhirnya Heru bisa menghembuskan nafas lega. Sepertinya hanya perasaannya saja. Atau mungkin karena dirinya kelelahan. Heru segera menghampiri kedua buah hatinya, menggendong Fatih dan merangkul Ghazi agar masuk ke dalam rumah.
"Anak ayah sudah mandi belum ya? Kok masih pada main air?"
"Sudah yah tadi pagi!"
__ADS_1
Jawab Ghazi dengan jenaka.
Heru geleng-geleng kepala. Anaknya sudah pintar menjawab.
"Maaf Pak dari tadi mereka nggak mau dimandikan, maunya main air terus, katanya mau mandi sama Ibu...tapi Ibu belum pulang Pak...",
Lapor Mbak Sitha pada majikan laki-lakinya.
"Memangnya Ibu pergi kemana?"
"Wah nggak tahu saya Pak, pergi dari tadi siang, katanya cuma mau keluar sebentar..."
"Ya sudah kalau begitu sekarang kalian mandi sama Ayah saja ya..."
Karena sudah sore, Heru bergegas memandikan kedua buah hatinya.
Setelah itu gantian Heru yang mandi dan membersihkan dirinya sendiri.
__ADS_1
Bahkan sampai semuanya selesai, Alina masih belum pulang juga. Heru mulai khawatir. Sebab tidak biasanya Alina pergi seperti ini. Bahkan ponselnya pun tidak aktif. Tapi Heru juga tidak tahu kemana harus mencari istrinya itu.