
Malam itu Dirga keluar dari kamar hotel, memilih meninggalkan Alina seorang diri di dalamnya. Bukan tanpa alasan Dirga melakukannya. Sebab sejujurnya dirinya memang menyimpan rasa untuk Alina, perempuan yang dulu dengan semena-mena dia tinggalkan tanpa perasaan.
Yah, Dirga menyesal dengan segala keputusannya di masa lalu. Keputusan yang dinilainya telah membuat dirinya mereguk karma buruk atas ingkarnya janji di masa lalu. Dan bagaimanapun dengan segala kehinaan, Dirga ingin menghormati ibu dari putranya dan tidak ingin mengulangi kesalahannya di masa lalu.
Dirga meninggalkan Alina dengan perasaan yang campur aduk. Mungkinkah dirinya bisa menggapai kembali Alina dan buah hatinya? Meskipun rasanya mustahil, Dirga akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkannnya.
Yah, pernikahannya dengan imelda pada awalnya memang berjalan baik. Pernikahan impian dengan seorang selebriti cantik idamannya. Siapa yang tak bangga memiliki seorang istri seorang aktris yang tengah naik daun? Tapi siapa sangka kehidupan rumah tangga tidak semanis apa yang dibayangkannya. Imelda yang seorang aktris, lebih sibuk dengan pekerjaan dan teman-teman sosialitanya. Hanya di awal-awal pernikahan saja mereka akur dan sering pamer mengumbar kemesraan.
Namun seiring berjalannya waktu mereka lebih banyak bertengkar. Terlalu banyak ketidak cocokan dan tak ada yang mau mengalah. Watak yang sama-sama keras membuat mereka tak pernah mendapatkan titik temu. Imelda tak ingin karirnya di halangi, namun ingin mendapatkan nafkah dengan jumlah yang layak agar dirinya bisa bergaul dan membanggakan suaminya. Sedang Dirga menginginkan kehadiran sang istri di saat dia ingin bertemu dan membutuhkan Imelda di rumah.
__ADS_1
Namun terlepas dari hubungan internal keduanya yang sudah carut marut, orang tua Dirga selalu merongrong Imelda tentang kehadiran seorang cucu. Hal yang sebenarnya wajar diinginkan oleh para orang tua. Tapi sikap tidak sabar dan selalu menuntut, tentu saja membuat imelda semakin merasa tidak nyaman.
"Berhentilah ambil kontrak sinetron striping, mungkin kita butuh lebih banyak waktu bersama supaya kau lekas hamil...", begitu seloroh Dirga suatu hari.
Namun sepertinya saran Dirga membuat Imelda tersinggung.
"Kamu sama saja dengan orang tua mu Mas, apa salahku kalau kita belum punya keturunan? Padahal anak adalah rezeki dari Tuhan! Kalau belum waktunya dikasih ya sabar saja! Lagi pula aku bukan mesin penghasil anak yang bisa produksi sesuai keinginan kalian!"
Dalam masa-masa perenungannya itulah sesekali Dirga dihantui rasa bersalahnya pada Alina, wanita yang dulu pernah mengandung buah hatinya dan ditinggalkannya begitu saja.
__ADS_1
Bagaimana kabarnya Alina kini?
Rasa penasaran membawa Dirga untuk mencari tahu kabar Alina. Tentu bukan hal yang sulit bagi orang seperti Dirga untuk mendapatkan informasi yang diinginkannya.
Dari orang suruhannya Dirga tahu bahwa Alina sudah menikah dengan Heru.
Namun Dirga masih menahan diri dan hanya menyimpan informasi itu untuk dirinya sendiri, sebab statusnya yang masih beristri.
Hingga kemudian setelah hampir satu tahun pisah ranjang, Imelda akhirnya mengajukan gugatan.
__ADS_1
Rasanya sedih menyaksikan rumah tangga impiaannya harus berakhir di persidangan. Tapi entah mengapa Dirga juga merasa lega. Seperti ada beban berat yang terangkat dari hidupnya.
Dan setelah segala proses perceraian selesai, Dirga kembali menjadi lelaki bebas. Dan sejak itulah Dirga mulai berfikir untuk menebus segala kesalahannya pada Alina dan buah hatinya.