Cinta Suci Alina

Cinta Suci Alina
Bab 54


__ADS_3

"Maaf Mas, aku pergi menemui Dirga. Ada urusan yang harus kami selesaikan..."


"Apa?"


Heru benar-benar terkejut dengan jawaban Alina.


"Ya Mas, aku menemui Dirga karena dia meminta untuk bertemu dan selalu mengancamku...."


"Ada urusan apalagi Alina? Dan bagaimana mungkin kamu bisa tidak memberitahuku tentang hal sepenting itu?"


Kali ini Heru benar-benar sudah geram dengan tingkah istrinya yang menurutnya semakin tidak masuk akal.


"Maaf Mas, aku tahu aku salah, tapi aku rasa kita memang perlu meluruskan masalah ini, ini demi Ghazi..."


Mendengar nama Ghazi di sebut, membuat Heru semakin was-was.


"Kenapa lagi dengan Ghazi? Bukankah selama ini dia tidak pernah perduli dengan darah dagingnya sendiri? Jadi apa yang dia harapkan sekarang?"


"Dia ingin bertemu dengan Ghazi Mas, dan aku rasa Ghazi berhak untuk tahu tentang ayah kandungnya..."

__ADS_1


"Alina, apa kamu yakin? Sejauh ini Ghazi hidup dengan baik, dilimpahi kasih sayang oleh orang-orang di sekelilingnya. Meski bukan darah dagingku, aku menyayanginya sama seperti Fatih. Apa kamu yakin tega memporak porandakan hidupnya hanya demi pengakuan yang diharapkan laki-laki br*ngsek itu?"


Heru benar-benar tak habis pikir. Sementara Alina dilanda bimbang. Memberi tahu fakta tentang Ghazi bagaikan buah simalakama. Bisa jadi Ghazi akan kecewa pada dirinya dan kehilangan harga diri, tapi bukankah kebenaran tetap harus di ungkap meski itu pahit. Alina berfikir, beranjak dewasa nanti Ghazi berhak tahu tentang kebenaran itu. Meskipun hal itu takkan mengubah apapun. Ghazi akan tetap hidup di tengah-tengah keluarga sebagai putranya dan Heru.


"Aku akan memikirkannya lagi..."


Ucap Alina akhirnya. Sebab Alina pun tak ingin ribut dengan suaminya.


"Satu hal lagi Alina, aku adalah suamimu, aku yang bertanggung jawab atas hidupmu, jadi apapun yang akan kamu lakukan harus dengan izinku, mengerti?"


Selama ini Heru tak pernah menjadi suami yang posesif. Apapun yang ingin dilakukan Alina bisa dilakukannya dan Heru pun percaya pada istrinya. Tapi pertemuan Alina dengan Dirga di belakangnya benar-benar melukai harga dirinya sebagai suami.


"Maafkan aku Mas, aku janji tidak akan mengulanginya lagi..Maaf sudah membuat Mas khawatir..."


Heru memilih mengalihkan perhatiannya dengan nenemani anak-anak bermain di kamarnya.


Sementara itu Alina masih terdiam di kamarnya. Belum pernah Heru marah dan bersikap sekeras itu kepadanya. Dan hal itu membuat Alina takut. Alina tahu bahwa dirinya lah yang salah. Tapi Alina juga sungguh tak berdaya menghadapi ancaman dari Dirga. Sebenarnya apa yang diinginkan pria itu? Kenapa Dirga harus kembali datang dan menganggunya di saat hidupnya sudah tenang?


Alina tersadar dari lamunannya saat mendengar ponselnya berbunyi.

__ADS_1


Lagi-lagi itu adalah sebuah pesan dari Dirga yang sama sekali tidak ia harapkan.


Bagaimana Alina? Apa sudah kamu pikirkan? Tinggalkan pria bodoh itu dan mari kita mulai dari awal lagi...


Nampaknya Dirga benar-benar sudah Gila. Begitu pikir Alina.


Tak berselang lama sebuah panggilan masuk dan Alina reflek mengangkatnya karena takut Heru akan mendengarnya.


"Bagaimana Alina?", tanya seseorang di ujung sana.


"Sampai kapanpun kamu tidak akan mendapatkan apa yang kamu inginkan! Jadi pergilah dan jangan ganggu hidupku lagi!"


Setelah mengucapkan itu Alina langsung memutus sambungan teleponnya.


Sebuah pesan kembali masuk ke ponselnya setelah itu.


Baiklah Alina jika itu maumu, kalau kau masih juga jual mahal. Aku akan melakukannya dengan caraku sendiri..


Alina membaca pesan ancaman itu dengan tangan gemetar. Apa yang akan dilakukan Dirga?

__ADS_1


Mengingat Dirga adalah orang paling nekat yang pernah Alina kenal. Dan berhubungan dengan orang seperti Dirga adalah kesalahan paling fatal yang pernah dilakukannya.


Sementara itu, Heru yang sedang asyik bermain dengan anak-anaknya tiba-tiba dikejutkan dengan kiriman video dari orang tak di kenal.


__ADS_2