Cinta Suci Alina

Cinta Suci Alina
Bab 52


__ADS_3

Heru terus menunggu dan menunggu. Namun bahkan hingga malam menjelang Alina masih tak kunjung pulang.


"Yah, kok Ibu belum pulang juga sih? Memangnya Ibu pergi kemana?"


Tanya Ghazi yang mulai tak sabar.


"Ibu sedang ada urusan di luar, nanti juga pasti pulang, kalian makan dulu ya? Tuh Bi Siti sudah mateng masaknya...malam ini biar ayah yang suapin kalian..."


Meski dengan wajah cemberut, tapi Ghazi dan Fatih menurut untuk makan di suapi Ayahnya. Heru berusaha untuk tetap tenang dan tersenyum di depan anak-anaknya, meski begitu dalam hatinya begitu gundah.


Selesai makan, Heru mengajak Ghazi dan Fatih cuci tangan dan gosok gigi, lalu mengantarkan kedua putranya masuk ke kamarnya. Karena seharian lelah bermain, Ghazi dan Fatih tertidur dengan cepat malam ini. Satu urusan telah selesai, setidaknya anak-anak tidak rewel di saat Heru harus memikirkan keberadaan Alina yang belum jelas.


Heru lalu memanggil Mbak Sitha dan minta tolong untuk menjaga Ghazi dan Fatih, sementara dirinya akan pergi mencari Alina.


Tujuan pertama Heru adalah rumah Dokter Hendra, orang tua Alina. Sebenarnya Heru juga sama sekali tidak yakin bahwa Alina berada disana. Tapi Heru benar-benar tidak punya ide lain.

__ADS_1


Sampai di rumah Dokter Hendra kebetulan sekali Heru bertemu dengan Alshad yang baru akan masuk ke dalam rumah.


"Ada apa kamu datang kemari malam-malam? Apa bersama Alina dan anak-anak?"


Tanya Alshad begitu Heru menghampirinya.


Dari pertanyaan Alshad sepertinya Alina tidak datang ke rumah orang tuanya. Tapi Heru ingin memastikan supaya lebih jelas.


"Maaf, apa tadi Alina datang kesini? Apa Alina sekarang ada di dalam?"


Heru menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bagaimana cara menjelaskan semua ini? Bahkan dirinya pun tidak tahu apa yang tengah terjadi?


"Tidak, aku tidak sedang ada masalah apapun dengan Alina, aku sendiri juga tidak tahu kemana dan kenapa Alina pergi, tolong pastikan Alina ada di dalam atau tidak dan segera kabari aku! Dan tolong jangan beritahu Mama dan Papa, aku tidak ingin mereka ikut khawatir dan curiga. Aku tidak punya banyak waktu, kalau Alina tidak disini, aku akan mencarinya ke tempat lain..."


Mendengar penjelasan Heru membuat Alshad ikut khawatir.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan segera mengecek ke dalam dan mengabarimu. Kabari aku juga nanti kalau Alina sudah ketemu dan jangan segan-segan bilang padaku kalau perlu bantuan!"


"Baiklah terimakasih banyak bro..."


Heru segera beranjak dan memacu mobilnya. Selang beberpa menit ponselnya berdering. Ternyata Alshad mengabarkan bahwa Alina memang tidak berada dirumah. Heru lalu memacu mobilnya menuju ke rumah sakit. Di sana Heru memeriksa ruangan Alina dan bertanya kepada semua perawat dan dokter yang mengenal Alina. Tapi hasilnya nihil. Alina tidak ditemukan dan tidak ada seorangpun yang melihat keberadaan Alina. Heru lalu memutuskan untuk pulang ke rumahnya.


Heru hanya bisa berdoa dan terus berdoa. Dimana pun istrinya berada, semoga saja Alina dalam keadaan baik-baik saja dan semoga Tuhan melindunginya. Mungkin jika sampai besok Alina tak kunjung kembali, Heru akan membuat laporan ke kantor polisi.


Rasa lelah yang tak terbendung membuat Heru jatuh tertidur dengan pulasnya.


Entah berapa lama Heru tertidur. Heru menggeliat dan membuka matanya perlahan. Cahaya matahari yang masuk lewat jendela begitu menyilaukan. Sepertinya dirinya bangun kesiangan dan matahari sudah meninggi.


"Sudah bangun Mas?"


Sapa sebuah suara yang tak asing baginya. Pikiran Heru pun langsung tersadar.

__ADS_1


"Dari mana saja kamu Alina?"


__ADS_2