Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Part 1


__ADS_3

Laura pamit keluar dari kafe setelah Bela datang. Langit kesal karena merasa dibohongi Laura, Dia bergegas keluar menyusul Laura yang sedang menunggu taksi.


Laura terkejut karena tiba-tiba tangannya ditarik dari belakang.


"Apa maksudnya semua ini?!" Langit tidak terima apa yang baru saja dilakukan Laura.


"Maafin aku Ak. Aku ngak bermaksud bohongi Aak, aku cuma mau bantu Mbak Bela" Laura merasa bersalah karena membohongi Langit.


Laura bingung harus bagaimana? Bela lah yang mempertemukan Laura dengan Langit setelah sepuluh tahun mereka berpisah. Bela juga minta bantuan Laura untuk mendekati Langit, karena Langit berusaha menghindari Bela karena dia tahu kalau Bela menaruh hati padanya. Langit berusaha menolak Bela secara halus karena sejak dulu hatinya hanya untuk Laura.


"Bantu?!" Langit tersenyum sinis. "Ara kamu tahu kalau hati aku buat kamu! Tapi kamu malah menjodohkan aku sama Bela!"


"Aak.. aku tuh sudah punya Mas Kevin. Jadi ngak akan pernah mungkin aku bersama Aak" Laura mencoba membuat Langit mengerti. "Cobalah untuk membuka hati Aak untuk Mbak Bela.."


"Ara cinta itu ngak bisa diatur atau dipaksakan! Hatiku ya buat kamu! Ngak mungkin aku memberikan untuk orang lain!"


"Itupun berlaku untuk aku Aak, aku ngak akan pernah berpaling dari Mas kevin" Laura putus asa Dia berusaha melepaskan tangannya dari Langit tapi tidak berhasil. Laura takut Bela melihat kejadian ini dan salah sangka.


"Tapi aku yakin bisa merebut kamu dari Dia!" Langit meraih tangan Laura yang satunya. Walau Laura menolak dia tidak perduli. "Ara kamu jangan terbebani dengan kebaikan Kevin selama ini. Aku janji akan membayar semua.."


"Ak ini bukan hutang budi!" Potong Laura, dia kesal karena Langit tidak mau mengerti dengan perasaannya saat ini. "Aku mencintai Mas Kevin lebih dari apapun didunia ini! Dia yang selalu ada disaat aku dan Bunda terpuruk karena kematian Ayah. Apapun yang terjadi aku ngak akan pernah meninggalkan Mas Kevin" Laura menarik tangannya. Dia berlari meninggalkan Langit lemas mendengar perkataan Laura.


Saat turun dari taksi Laura tersenyum karena melihat Kevin sedang ngobrol dengan Bunda. Laura berlari menghampiri Kevin.


Kevin terkejut karena tiba-tiba Laura memeluknya. Tidak biasanya Laura seperti ini. Apalagi dihadapan Bundanya. Bunda pamit kedalam saat, dia tahu saat ini suasana hati anaknya sedang tidak baik.


"Dek ada apa?" Tanya Kevin bingung. "Kok tiba- tiba.."

__ADS_1


"Aku kangen Mas Kevin" Laura semakin kencang memeluk Kevin.


"Maaf Mas sibuk akhir-akhir ini, jadi baru sempat ketemu kamu" Kevin membelai rambut Laura. "Oh ya.. ada titipan dari Mama" Kevin melepas pelukannya.


Diambilnya bungkusan yang ada diatas meja, lalu diserahkan pada Laura.


"Apa ini Mas?" Laura mengambil bungkusan itu.


"Oleh-oleh dari Mama" Kevin menggandeng Laura untuk duduk.


Bukan hanya Kevin yang baik pada Laura dan Bundanya, tapi orang tua Kevin juga sangat perhatian pada Laura.


"Mas bilang makasih sama Mama" Laura meletakan bungkusan itu dimeja, lalu tangannya melingkar dilengan Kevin.


Laura sangat beruntung memiliki Kevin. Sejak kecelakaan yang merenggut nyawa Ayahnya, Kevin dan keluarganya banyak membantu keluarga Laura. Mulai dari materi sampai perhatian diberikan Kevin dan keluarganya.


Dan membuat Laura lebih terpukul lagi, hanya berselang satu bulan dia  harus kehilangan Ayahnya. Keluarga mereka seolah kehilangan pegangan hidup. Karena selama ini Ayahnya tulang punggung keluarganya. Begitu Ayahnya meninggal keluarga Laura seolah porak poranda.


Dan disaat masa-masa sulit mereka harus pindah rumah karena tidak mampu membayar uang kontrakan, secara tiba-tiba hadir keluarga Kevin seolah malaikat penolong yang dikirim Tuhan untuk membantunya.


Orang tua Kevin memberikan modal pada Bunda untuk membuka usaha kue rumahan. Sementara itu Kevin hadir sebagai kakak sekaligus sahabat Laura menggantikan Langit. Kevin banyak membantu Laura, mulai dari belajar disekolah, memberi semangat disaat Laura sedang down bahkan melakukan apapun yang bisa membuat Laura bahagia.


Sejak remaja sebenarnya Laura sudah meyukai Kevin, bukan sebagai sahabat maupun kakak. Tapi sebagai seorang pria.


Namun Laura memendam itu karena dia tahu diri, tidak mungkin seorang Kevin anak orang kaya bisa jadi pacarnya. Apalagi selama ini keluarga Kevinlah yang membantu mereka.


Saat usia Laura delapan belas tahun secara tidak terduga Kevin menyatakan cintanya pada Laura. Dan akhirnya mereka menjalani hubungan ini dengan restu dari keluarga mereka. Selama empat tahun ini tidak ada masalah yang berarti. Mereka hampir tidak pernah bertengkar, karena baik Kevin maupun Laura mengerti satu sama lain.

__ADS_1


"Kenapa ngak bilang langsung?"


"Nanti pas ketemu baru ngomong langsung" Laura menyandarkan kepalanya dilengan Kevin.


"Dek minggu-minggu ini Mas bakal sibuk, karena dikantor sedang ada proyek baru"


Laura melepaskan rangkulannya, lalu menatap Kevin. "Berarti kita jarang ketemu?" Laura cemberut.


"Ya mau gimana lagi" Kevin tersenyum kecut.


"Aku bakal kesepian"


"Adekkan bisa lebih konsentrasi lagi menyusun skripsinya. Inikan semester akhir, Adek ngak maukan kalau sampai telat wisuda". Kevin berusaha membujuk Laura.


"Tentu saja ngak mau" Laura tersenyum. Dia teringat dua tahun lalu Kevin sempat melamarnya, tapi Bunda menyarankan agar Laura selesai kuliah dulu.


Kevin tersenyum melihat Laura bahagia, dibelainya rambutnya dengan lembut. Sebenarnya dada Kevin meletup-letup setiap menatap Laura. Dia hampir tidak bisa menahan diri, tapi selama ini dia mampu untuk tidak melakukannya. Tapi saat ini entah kenapa Kevin tidak dapat menahannya, tatapan Kevin berhenti dibibir Laura. Bibir yang selama ini diinginkan tepat ada dihadapannya.


Dipegangnya tengkuk Laura lalu bibirnya mendarat ke bibir Laura. Saat ini Laura terkejut, karena selama ini Kevin belum pernah melakukanya. Selain itu Laura bingung harus berbuat apa, karena ini ciuman pertamanya. Laura merasa jantung akan lepas setiap bibir Kevin menghisap bibirnya.


Sementara Kevin benar-benar terbuai saat menikmati bibir Laura. Hasrat yang dipendam selama ini ditumpahkannya malam ini.


Setelah beberapa saat Kevin melepaskan pangutannya, ditatapnya Laura yang masih diam dengan mata terpejam. Tiba- tiba Kevin menarik tubuh Laura dalam pelukannya, dipeluknya Laura dengan kencang seolah takut kehilangannya.


"I love you Dek.. I love you.." dengan Suara bergetar Kevin mengucapkan itu.


"I love you too.." Laura sempat bingung dengan sikap Kevin. Tidak biasanya dia seperti ini, tapi Laura berpikir mungkin ini karena ciuman pertama mereka.

__ADS_1


__ADS_2