
Pukul dua pagi mereka bergerak dari Bandung menuju Jakarta. Ketiga bocah itu masih sangat mengantuk tetapi tetap harus dibawa karena penerbangan dari Bandung menuju Medan pukul tujuh pagi.
Karena jarak dari tempatnya saat ini membutuhkan waktu dua jama lebih, makanya Algi memutuskan untuk berangkat lebih awal dan bisa beristirahat diruang tunggu di bandara nanti.
Keduanya tidak ada yang berbicara. Sepanjang perjalanan hanya diisi dengan keheningan malam.
Hingga mereka tiba di Bandara sudah pukul subuh. Algi memarkirkan mobil nya dan membangunkan Tiara dan ketiga anaknya untuk turun dan melaksanakan sholat subuh terlebih dahulu.
ketiga anak itu begitu senang saat berada di Bandara dan melihat begitu banyak pesawat yang berjejer disana.
Algi dan Tiara tertawa saja. Pengalaman ketiga anak itu untuk pulang ke Medan baru kali ini.
Mereka masuk ke ruang tunggu dan menunaikan sholat disana. Setelahnya Tiara memandikan ketiga anak itu dibantu Algi juga.
Mereka berganti-gantian mandi setelah mengurus si kembar. Setelah selesai barulah Algi membawa mereka makan pada restoran yang ada di hadapan bandara.
Mereka sarapan dengan lahap sekali. Apalagi si kembar Triple A. Mereka lah yang paling antusias saat akan menaiki pesawat menuju kota kelahiran Mami dan Papi mereka bertiga.
Pukul Tujuh pagi tepat, pesawat itu lepas landas menuju ke kota Medan. Menembus pekatnya awan di pagi hari dan sinar mentari yang bersinar cerah.
__ADS_1
*
*
Dua jam lebih tiga puluh menit pesawat yang ditumpangi Algi dan keluarga kecilnya kini tiba di Bandara kuala namu Medan
Dimana Papi Gilang dan Mami Alisa sudah menunggu mereka disana. Mereka keluar dari pintu pesawat dan disambut oleh mami Alisa yang terharu melihat ketiga cucu kembarnya.
"Assalamu'alaikum Mami.. Papi.." sapa Tiara sembari menggamit kedua tangan halus yang sudah agak keriput itu.
"Wa'alaikum salam sayang.. Hiks.. Putriku. Mami kangen banget sama kamu, Nak. Ini cucu Mami?" jawab Mami Alisa sambil bertanya dan berjongkok dihadapan si kembar yang kini tersenyum melihat Oma mereka menangis.
"Assalamu'alaikum Opa, Oma. Perkenalkan. Yang disebelah kakak ini namanya Alviandra Putra Bhaskara, Yang ini," tunjuknya pada dirinya sendiri. "Almira Kanaya Bhaskara dan yang ini adik bungsu kami Aldiandra Putra Bhaskara. Kami bertiga anak dari papi Algiandra yang sangat tampan dan mami Mutiara yang sangat cantik. Tetapi setelah melihat Oma, Oma deh yang paling cantik. Untuk Opa, tetap tampan walau sudah tua!"
Tiara melototkan matanya sedangkan Algi tertawa melihat putrinya sengaja mengejek sang papi dengan mengatakan sudah tua.
Papi Gilang pura-pura merengut masam, "iyakah Opa tidak setampan papi kamu, hem?" tanya nya pura-pura kesal
Almira terkikik geli. Diantara dua saudaranya ialah yang paling berani bicara langsung pada intinya walau sebenaranya itu hanya usil. Akal-akalan nya saja.
__ADS_1
"Yups, tampanan Opa lah dari pada papi. Opa mirip sama Uwak Rayyan. Kalau Papi Algi miripnya sama Oma Alisa. Iyakan Mi?" tanyanya mencari pembenaran dari sang mami.
Tiara mengangguk dan tersenyum. Mami Alisa tak kuasa menahan tangisnya. Ia memeluk ketiga bocah lima tahun itu dengan tubuh bergetar. Papi Gilang pun mengikutinya.
Mereka berdua memeluk erat tubuh ketiga cucu kandungnya setelah ke empat anak Lana.
Mami Alisa mengecup dahi ketiga anak itu satu persatu. Begitu pun dengan papi Gilang. Dasar Papi Gilang suka sekali membuat ulah, ia tidak mencium putri Algi itu hingga membuatnya merajuk.
Mereka semua tertawa bersama saat melihat wajah merengut Almira yang diabaikan oleh Opa nya.
Ia berjalan duluan karena kesal. Algi mengikutinya. Disususl Tiara dan mami Alisa yang berjalan sambil bergandengan.
Sementara Papi Gilang menjadi satpam dua cucu lelakinya yang kini berjalan begitu santai dan sangat cool terlihat.
Sama seperti dirinya dulu dan juga Algi saat masih kecil. Yang menjadi perusuh itu Kinara. Dan saat ini Almira lah yang seperti itu.
Mereka disambut hangat oleh kedua orang taunya. Untuk orang tua Tiara, mereka sedang menunggu mereka semua di kediaman Mami Alisa.
Semuanya pulang dengan hati gembira. Dan nanti malam mereka akan berkumpul bersama seluruh saudaranya untuk membicarakan masalah persmian pernikahan Algi dan Tiara yang akan diadakan tiga hari lagi yang Tiara sendiri tidak tau.
__ADS_1