
Selepas isya barulah Algi pulang. Ia masuk kerumah setelah mengucapkan salam tetapi hanya di jawab oleh Mbok Mi saja.
"Assalamua'laikum.."
"Waalaikum salam Den!" sahut mbok Mi.
Algi tersenyum, Tiara udah turun Mbok untuk makan malam?"
"NonTiara nggak makan di meja den. Tadi ia turun sebentar untuk mengambil makan malam yang katanya akan kalian makan berdua saat di kamar," jawab Mbok Mi
Algi tersenyum lebar. "Ya sudah Mbok. Saya masuk dulu ya? Barangkali Tiara memang lagi ingin makan di kamar! Mbok Mi istirahat aja!" katanya sambil berlalu dan menaiki tangga untuk tiba di kamarnya dengan bibir terus tersenyum.
Mbok Mi terkekeh melihat tingkah laku anak majikan nya itu.
Sedangkan Algi yang baru saja tiba di depan pintu kamarnya, ia berhenti sejenak. Algi menghela nafas panjang dan bibir itu tersenyum manis sekali.
__ADS_1
Ceklek!
Pintu terbuka dari luar dan pemandangan pertama yang Algi lihat ialah Tiara yang kini sedang berdiri dengan tersenyum manis padanya menggenakan baju tidur pemberian Algi. Baju tidur yang pernah Algi beli untuk tidur saat mereka jalan-jalan ke Bandung enam bulan yang lalu.
Tiara sengaja menyimpannya dan akan ia pakai diwaktu yang tepat. Dan inilah waktu yang tepat menurutnya.
Rambut hitam panjang sepanjang pinggang nya ia ikat kuncir kuda ke belakang dan meninggalkan beberapa helai dibagian kening di sisi kiri dan kanannya.
Satu kata yang tepat untuk Tiara saat ini ialah..
Algi mendekati Tiara yang kini juga sedang mendekat ke arahnya. Tiara tersenyum, Algi pun tersenyum.
"Kita makan dulu ya?" ucap Tiara saat Algi sudah berada di hadapannya.
Algi tersenyum, "Tentu," sahutnya.
__ADS_1
Dengan segera ia berjalan mengikuti Tiara yang kini sudah berjalan lebih dulu menuju ranjang mereka. Algi tersenyum saat melihat makan malam mereka sudah terhidang dengan rapi di bawah ranjang mereka dengan lilin menyala di tengahnya.
Mereka berdua pun makan bersama dengan di temani lilin di setiap sudut kamar itu. Algi merasa heran, entah darimana Tiara mendapatan banyak lilin hingga memenuhi seluruh ruangan kamar mereka.
Walau dilapisi dengan piring milik sang mami, tetap saaj lilin itu yang membuat Algi penasaran. Ingin bertanya, takutnya merusak suasana romantis mereka berdua.
Mereka makan dengan lahap walau sesekali mereka saling tertawa. Setelah selesai, barulah Algi membwa Tiara untuk duduk di ranjang mereka yang sudah bertabur bunga mawar merah milik sang Mami.
Entah apa yang akan terjadi jika paruh baya itu tau saat pulang nanti melihat kebun bunga nya sudah botak semua akibat ulah Tiara sang menantu putranya.
Algi menatap lembut pada Tiara yang kini sedang tersenyum padanya. "Kamu sudah siapkan menjadi istri dari Algiandra, sayang?" tanya Algi pada Tiara yang kini sedang menatapnya dengan tatapan yang sarat akan cinta.
Tiara mengangguk, "Malam ini, aku milikmu dan sampai kapanpun aku akan menjadi milikmu. Lakukan tugasmu sebagai seorang suami, dan aku akan melakukan tugasku sebagai seorang istri. Jika kamu kecewa karena diriku yang sudah tidak suci lagi.. Aku mohon maaf yang sebenar-benarnya bang Algiandra, suamiku.." jawab Tiara masih dengan menatapnya dengan binar cinta untuk sang suami kecilnya.
Algi tersenyum, ia mengusap lembut kepala Tiara. "Abang sangat mencintaimu Bidadari hatiku. Selamanya hanya kamu dan tidak akan tergantikan oleh apapun! Walau mereka menyuguhkan beribu wanita cantik dihadapanku, tetapi kamulah yang paling cantik dan yang aku mau.. Kamu boleh pergi, tetapi setelahnya kamu harus kembali lagi kepadaku di waktu yang tepat. Kamu dengar sayang?" tanya Algi pada Tiara yang kini sedang menatapnya dengan penuh cinta.
__ADS_1
Tiara mengangguk patuh. "Tentu. Aku pergi bukan untuk meninggalkanmu suamiku. Tetapi aku pergi untuk memantaskan diriku agar layak bisa bersanding di sampingmu. Agar kamu tidak malu memiliki diriku yang serba kekurangan ini menjadi istrimu. Kamu segalanya untukku. Hanya kamu bang Algi. Tiada yang lain lagi.." lirih Tiara sembari mendekatkan dirinya ke wajah Algi dan mengecup lembut putik ranum yang selalu membuatnya tergoda itu.