
''Jangan selalu menjauhi Mami karena diriku. Mami terluka karena melihatmu lebih mementingkan diriku dibandingkan dengan dirinya. Beliau ibu mu Bang Algi. Wanita yang telah melahirkan mu. Apakah kamu mau, kalau suatu saat nanti kita memiliki anak tapi anak kita lebih menyayangi istrinya dan menjauhiku??''
Deg!
Deg!
''Absng tidak memusuhi Mami, sayang! Tapi Abang memang lebih suka berada di tempatmu. Abang sekali tidak pernah ingin menjauhi kedua orang tua kita. Abang menyayangi mereka. Abang juga sayang sama kamu. Bahkan sangat sayang!''
Tiara tersenyum, ''Inilah yang salah Abang. Kamu lebih mementingkan aku yang baru saja hadir di hidupmu daripada surgamu.. ketahuilah bang Algi. Berdosa bagi seorang anak laki-laki yang mengabaikan ibunya dan lebih memilih Istri nya. Aku tidak mau kamu menjadi anak durhaka Bang Algi. Aku juga menyayangimu sangat menyayangi mu. Tapi kalau aku berbuat seperti ini sama saja aku membuatmu durhaka pada ibumu. Bolehkan aku tau? Abang ada rahasia apa? Hingga sangat sulit ingin berbagi dengan Mami?''
Deg!
''Bukan kah Mami itu orang yang telah melahirkan mu?? Kenapa kamu lebih nyaman tinggal bersama ku dibanding kan dengan Mami kamu sendiri? Boleh aku tau bang Algi? Jangan sembunyikan apapun dariku! Aku tau, kamu menyembunyikan sesuatu dariku! Cerita kan!'' titah Tiara tak terbantahkan.
Algi menatap dalam pada Tiara. Entah apa yang ada di dalam hati nya saat ini. Yang jelas, Tiara ingin tau apa yang ia sembunyikan. Apa yang ia sembunyikan? Algi berpikir sendiri.
Ia menatap dalam pada Tiara. ''Katakan Bang? Ada apa dengan mu? Boleh aku tau??'' tanya Tiara lagi.
__ADS_1
Algi diam. Ia mengenal nafasnya. Ia membawa Tiara duduk di ranjang mereka dan duduk bersila dengan saling berhadapan. Ia menatap Tiara dengan dalam.
Tiara pun demikian. Ia menatap dalam pada Algi. ''Ceritakan Bang. Apa yang menjadi pikiran mu saat ini. Kamu tidak bisa memendam nya. Ceritakan padaku. Aku siap mendengarnya?'' lanjut Tiara lagi.
Algi masih diam. Mata itu tidak putus menatap sang istri yang saat ini ingin tau apa yang ia sembunyikan. Lama Algi menatap Tiara hingga Tiara jenagh dengan kebungkaman Algi. Ia ingin berbicara lagi. Tapi terpotong karena Algi menutup bibirnya dengan satu jarinya.
''Bang-,''
''Sssttt... udah. Abang akan ngomong sama kamu. Tapi ini bukan karena kamu ataupun karena Mami. Abang saja mungkin yang aneh. Yang tidak peka dengan keadaan. Abang tidak tau apa yang terjadi dengan diri ini. Bermula saat itu ketika umur Abang sepuluh tahun.''
Deg!
Jantung Tiara berdegup tidak karuan. Ia mendekat lagi pada Algi dan memegangi tangan Algi dengan gemetar. Algi Terkekeh.
''Kenapa kamu gemetar gini sih? Cerita nya belum selesai loh..'' goda Algi pada Tiara.
Tiara semakin merapatkan dirinya pada Algi. Tiara tidak menyahut tetapi ia tetap melihat pada mata Algi. Entah mengapa firasatnya mengatakan jika cerita Algi ini ada sangkut pautnya dengan dirinya.
__ADS_1
''Waktu itu kami berlima. Kami berjalan pelan melewati gang sepi itu. Sangat sepi. Kami terus berjalan. Sayup-sayup terdengar suara seperti suara ank kecil menangis. sangat lirih. Kami mendekati dan mencari asal suara itu. Hingga kami menemukan seorang gadis kecil dengan tubuh terluka. Pipi lebam, mulut berdarah. Serta bajunya yang sudah kuyak sepuluh kalau nggak salah!'' kelakar Algi di ujung kalimat nya.
Tiara yang mendengar itu semakin bergetar tubuhnya. Algi heran. Tetapi ia tetap meneruskan cerita itu. Tiara memegangi kedua tangan Algi.
''Abang yang paling berani diantara yang lain, nekad mendekati gadis kecil sebaya Abang itu. Matanya memerah karena menangis. Mata indah itu menatap terkejut saat Abang menyentuh bahunya. Ia terjingkat kaget saat tau ada yang menyentuh tubuhnya. Ia menjerit minta ampun. Abang panik waktu itu tidak tau harus berbuat apa. Hingga Abang membekap mulutnya.''
Deg!
Tubuh Tiara bergetar lagi seperti menggigil. Algi memegangi tangan Tiara yang saat ini sudah berkeringat dingin.
''Abang membekap mulutnya dan mengangkat nya untuk dibawa pergi dari sana tapi sayang. Belum lagi separuh jalan, kepala Abang seperti di pukul sesuatu. Abang tidak sadarkan saat itu juga. Sebelum terpejam, Abang sempat mendengar gadis itu memohon kepada pria dewasa itu agar tidak membunuh Abang. Ia rela melakukan suatu hal yang menjijikkan untuk Abang dengar karena permintaan orang itu!''
Tiara menggeleng. ''Enggak! Nggak! Aku nggak mau!''
Deg!
Deg!
__ADS_1