Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Tertegun


__ADS_3

''Nara?? Dek??? kamu sudah bangun??'' tanya Lana sambil mendekati adik bungsunya itu.


Nara menoleh dan tersenyum pada Lana.


Deg!


Deg!


''Adek udah sadar dari tadi kok. Apa terjadi sesuatu dengan perut adek?? Adek merasa.. kok kayak keras ya?? Bang Raga tau sesuatu??'' tanya Nara pada Ragata.


Papi Gilang, Mami Alisa, Algi, Ira, Lana dan Ragata saling lempar pandang. Nara Terkekeh. ''Ada apa? Ada apa dengan kalian? Adek baik-baik saja kan? Abang? Papi? Kakak? loh? Kak Maura?'' Nara terkejut melihat Maura yang sedang menatapnya dengan sendu.


Maura bangkit dan segera memeluknya sambil terisak. Nara terkejut. ''Hei.. kakak kenapa?? Adek baik-baik saja kok. Sudah.. jangan menangis?'' ucapnya sambil mengelus lembut tubuh Maura


Nara mengurai pelukannya dari tubuh Maura. ''Apa bang Ali menitipkan sesuatu untuk adek, Bang??''


Deg!


Lana terkejut. Dengan segera ia memberikan seluruh barang peninggalan Ali. ''I-ini yang tertinggal di camp saat terakhir kali Abang-,''


''Sudah .. tidak apa-apa bang.. Abang sama kakak tunggu adek ya? Adek mau pulang kerumah kami. Hari ini juga. Tapi adek mandi dulu. Gerah nggak mandi-mandi dari kemarin. Mami? Gading mana??'' tanya Nara pada Mak Alisa.


Mami Alisa tertegun melihat perubahan Nara begitu cepat. ''Nakk....''

__ADS_1


Nara tersenyum, ''Adek tak apa Mami. Adek pulang hari ini ya kerumah kami? Mumpung bang Lana udah pulang. Tak apa adek sendiri. Kan kalau ada apa-apa, ada bang Lana dan kak Maura yang nolongin?''


Semuanya terdiam melihat kelakuan aneh Nara. Mami Alisa semakin tersedu di pelukan Algi. ''Sudah, adek mandi dulu. Abang tungguin ya?'' katanya pada Lana.


Lana mengangguk kaku. Nara berlalu ke kamar mandi untuk mandi dan sholat ashar. Karena sudah masuk waktu ashar saat ini. Melihat Nara pergi semuanya saling pandang.


Mereka memilih keluar dari kamar Nara dan berbicara di bawah sana. Tiba di bawah, semuanya terdiam. Tak ada satu pun yang berbicara. Hanya terdengar suara celotehan Mbak Sus dan si kembar Malik dan Zia. Dan juga Malda. Gadis kecil itu begitu perhatian, ia tidak berani melihat Lana dan Maura yang sedang bermuram saat ini.


Sedangkan Gading saat ini sedang bermain di bawah bersama Pak satpam rumah Papi Gilang. Itulah kebiasaan selama sebulan ini semenjak tinggal disana.


Sementara KInara saat ini sudah selesai dengan ibadahnya. Bibirnya menyunggingkan senyum manis. Dirasa cukup, Nara bergegas bangkit dan bersiap untuk pulang kerumahnya.


Nara tersenyum saat melihat ransel baju Ali. Dengan segera ia menggenakan nya dan keluar dari kamar itu.


Tap.


Tap.


Tap.


Semua yang disana menoleh pada Nara yang begitu anggun saat ini. Lana dan Papi Gilang melototkan matanya saat melihat Nara yang begitu cantik memakai baju Kemeja Ali yang kebesaran di tubuhnya.


Belum lagi Ragata dan Algi, mulut mereka menganga lebar. Maura berdiri dan menuju dimana Nara berdiri sambil terkekeh kecil melihat seluruh keluarga nya.

__ADS_1


''Dek... ini kamu?'' tanya Maura pada Nara. Ia berkeliling memutari tubuh Nara untuk memastikan.


Nara Terkekeh kecil. ''Iya Kak. Ini adek. Kinara Zivanna. Ada yang salah kah??'' tanya Nara masih dengan terkekeh kecil.


''Waaauuwww.. your so amazing Dek! Your so beutiful!! Masya Allah...'' seru Maura begitu takjub pada kecantikan Nara yang tiba-tiba saja menguar dari tubuhnya.


''Kenapa??'' tanya Mak Alisa.


Nara tersenyum dan ia mendekati paruh baya itu. Kemudian mengecup keningnya begitu lama. Mak Alisa terisak. Nara tersenyum, ia mengusap bulir bening yang mengalir di pipi Sang Ratu di hati Papi nya itu.


''Tidak ada jawaban dari pertanyaan Mami itu. Cuman... adek ingin berubah dan mencari suasana baru. Biarlah yang sudah terjadi tetap terjadi. Toh, dengan kita meratapinya kehidupan ini tetap berjalan pada porosnya bukan?? Biarlah semua yang terjadi selama beberapa bulan terakhir ini menjadi kenangan untuk adek. Semua ini demi membuka lembaran baru untuk masa depan. Masa depan yang lebih baik lagi. Adek percaya, jika kami di takdir kan untuk bersama, maka kami akan tetap di pertemukan dan di persatukan. Walau di dunia bagi kalian itu tidak mungkin terjadi, tapi di akhirat pasti mungkin. Adek akan di pertemukan denganya kelak di Surga Nya Allah SWT. Amiiinnn...''


Semua yang mendengar penjelasan Nara tertegun hingga tubuh itu mematung seketika. Semua mata itu menatap haru pada Nara.


Papi Gilang mendekati putri bungsunya itu dan memeluknya dengan erat. Di susul Mak Alisa, Lana, Ira dan terakhir Algi. Ragata menitikkan air matanya saat melihat ketegaran yang terjadi pada diri Nara saat ini.


Kehidupan yang baru saja ia mulai untuk mendapatkan pahala banyak malah terputus karena Ali pergi untuk selama-lamanya. Kini, Ali Jaber Al Basri hanya tinggal kenangan di mata mereka semua. Namun tidak untuk Nara.


Hati dan pikiran nya tetap sinkron. Bahkan hatinya begitu yakin, kalau Ali masih hidup dan saat ini sedang tersesat di tempat antah berantah yang Nara sendiri pun tidak tau.


Keluarga ini kembali bahagia setelah tadi sempat berduka dengan kepergian Ali yang begitu mendadak.


Algi sangat bersyukur jika sang adik sudah kembali ceria sama sepertinya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2