Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Ya, itu aku! Suami mu!


__ADS_3

''Ya, aku! Algiandra Putra Bhaskara! Seseorang yang pernah menyelamatkan mu dari seorang pria dewasa yang mencoba ingin melecehkan kita berdua tetapi tetap di lecehkan olehnya!''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...


''Apa?!?'' pekik Mami Alisa dan Papi Gilang hingga menggelegar di dalam ruangan luas milik Algi. Kamar yang dulunya menjadi kamar Lana dan Rayyan. Kini menjadi miliknya seutuhnya.


Algi dan Tiara memejamkan kedua matanya. Rahasia yang selama ini mereka berdua tutup rapat kini terbuka di hadapan kedua orang taunya. Tidak ada yang tau tentang masalah ini.


Kecuali....


''Adek??'' panggil Mami Alisa pada Kinara.


Kinara menghela nafasnya. ''Ya, Abang pernah mengalami pelecehan saat ia berumur sepuluh tahun. Jiak buakn karena Bang Lana dan bang Rayyan, mungkin saat ini Bang Algi dan kak Tiara sudah tiada karena di bunuh oleh mereka.''


''Apa?!?! Astaghfirullah al'adhim... hah.. Pi... hah..''


''Sayang! Kamu kenapa?? Awas Algi!'' usir Papi Gilang pada Algi.


Algi bergeser sedikit ketika Papi Gilang menyuruhnya bergeser. Sementara Tiara mematung di tempat ketika Kinara mengatakan hal itu.


Nafas Mami Alisa terengah-engah. ''Sesak Pi.. ya Allah...''


Papi Gilang panik. Ia tau jika Mami Alisa memiliki riwayat oenaykit di kepala nya. Jika ia terkejut, maka nafasnya akan sesak seperti itu.


Dengan cekatan Papi Gilang mengelus dada Maki Alisa. Ia membuka paksa hijab Mami Alisa dan mengoleskan kayu putih di dadanya. Ia tidak peduli lagi dengan ketiga anak anak itu yang melongo memandangi tingkahnya yang dengan cepat membuka kancing baju Mami alids hingga terlihat kaca mata kuda berwarna coklat.


Algi pun mulai mendekati Mami Alisa dan mulai memijit kepalanya. Sedangkan sang Papi, mencoba melumuri seluruh tubuhnya dengan minyak kayu putih yang ia ambil dari nakas Algi tadi saat panik.


Kinara pun ikut membantu. Ia mengambil obat Sang Mami di kamar tanpa diperintah. Karena ia tau apa penyakit Mami Alisa saat ini. Hanya Algi yang baru tau.


Ia merasa kesal kepada seluruh keluarga nya yang tidak mau memberi tahukan kepada nya tentang penyakit Sang Mami yang merupakan sakit dari masa lalunya.

__ADS_1


Kepalanya berdenyut sakit. Kinara dengan cepat memberikan obat pereda rasa sakit pada Papi Gilang beserta minumnya.


''Minum dulu. Kamu jangan shock seperti itu! Aku khawatir! Kamu itu punya penyakit yang berbahaya sayang! Kita operasi ya?'' pinta Papi Gilang dengan wajah khawatir sekaligus begitu sendu.


Mami Alisa yang sedang memejamkan matanya kini ia buka secara perlahan. Ia tersenyum lirih. ''Tak apa Pi.. Mami udah keseringan kok begini?''


''Tapi...''


''Udah nggak Pa-pa.. aku sehat kok. Tiara??'' panggil Mami Alisa pada Tiara.


Tiara terkejut, ''Eh? Iya Mi. Aku nggak Pa-pa kok. Hanya saja...'' Tiara menatap Algi yang saat ini sedang memijat kepala Mami Alisa.


''Algi??'' panggil Mami Alisa.


Algi berhenti dari memijat pelipisnya Mami Alisa. Ia menghela nafas berat. ''Tanyakan apa yang ingin kamu tanyakan? Abang akan jawab semua pertanyaan mu!''


Tiara menatap dalam pada Algi. Ruangan itu mendadak sunyi seketika. Kedua orang tua Tiara berdiri mematung di depan pintu kamar Algi. Mereka tidak masuk, tetapi terkejut dengan teriakan Papi Gilang dan Mami Alisa.


''Apakah... kamu pemuda kecil bersama ku dulu? Pemuda kecil yang pernah menolongku tetapi tetap di lecehkan oleh mereka sama seperti ku??''


Deg!


Deg!


Empat tubuh mematung seketika ketika mendengar pertanyaan Tiara pada Algi. Siapa lagi kalau bukan Lana dan Ali. Ibu Siti dan Pak Jaka.


Mereka berempat berdiri terpaku di tempat kala pertanyaan itu terlontar dari bibir Tiara. Istri Algi saat ini. Lana menatap nanar pada Algi dan Tiara.


Ia melangkah masuk di ikuti oleh Ali dibelakang nya. Algi masih diam. Ia mencoba mengatur pernafasan serta dirinya agar tidak kalap dan emosi ketika mengingat kejadian tujuh tahun silam saat umurnya sepuluh tahun.


''Jawab Bang. Apakah itu kamu? Pemuda kecil yang pernah menolongku tetapi akhirnya kamu juga di lecehkan oleh me-mereka??'' tanya Tiara dengan tubuh yang sudah bergetar.

__ADS_1


Mendengar suara Tiara bergetar, Algi menoleh dan segera memeluknya. ''Sssssttt... sudah. Jangan di ingat jika kamu tidak sanggup. Semua itu masa lalu. Abang sudah melupakannya. Itu hari buruk untuk kita berdua.''


Tiara masih bergetar di dalam pelukan hangat Algi. Kinara mendekati bang Lana dan memeluknya.


Lana memeluk erat adik kecilnya itu. Kinara terisak. ''Jawab dulu Abang. Apa itu kamu?? Kamu yang hampir terbunuh karena lebih memilih menolong seorang anak kecil yang saat itu sedang di siksa dan di lecehkan oleh mereka??''


Deg!


Deg!


Algi mengepalkan kedua tangannya walau dengan memeluk Tiara. Lana tau itu. Ia mengurai pelukannya dan mengajak Kinara menuju pada Algi yang saat ini sedang mengontrol emosinya yang sebentar lagi akan meledak.


Puk.


Lana menepuk ringan bahu Algi. Algi tersentak. Ia menoleh pada Lana. Lana dan Nara tersenyum dan mengangguk. ''Kami bersama mu. Katakanlah yang sejujurnya padanya.''


Algi mengangguk dan mengurai pelukannya dari tubuh ringkih Tiara yang masih bergetar dengan mata terpejam.


''Buka matamu!''


Tiara menurut, walau terasa takut. Tetapi suara itu suara yang selama ini selalu ingin ia dengar. Kedua mata itu bersitatapan. Algi tersenyum, amarah yang tadinya ingin meluap kini sudah mereda karena kehadiran Lana dan Kinara.


''Ya, itu aku! Anak kecil yang pernah menolongmu dulu, kini sudah menjadi suami mu! Aku, Algiandra Putra Bhaskara suami dari Mutiara Halim Kusuma. Bukankah itu nama yang pernah kamu katakan dulu pada ku untuk Mutiara??''


Deg!


Deg!


''Bang Algi..''


''Ya, ini aku! Suamimu!''

__ADS_1


Grep!


__ADS_2