Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Lima tahun kemudian


__ADS_3

Algi tidak sadar jika dirinya sedang di tatap saat ini. Ia terus berbicara dengan salah satu karyawan laki-laki itu.


Sementara semakin ingin memeluk tubuh jangkung yang begitu ia rindukan itu.


"Sabar Tiara.. Belum waktunya. Masih ada tiga tahun lagi. Bersabarlah. Sebelum kamu menemuinya. Kamu harus bisa menjadi lebih baik dulu. Agar orang-orang yang dulu pernahh menghina mu tidak biisa berkata apapun. Mereka akan menyesal melihat dirimu yang sudah sukses dan layak untuk mendampingi suami mu. Bersabarlah." Batin Tiara menguatkan diri sendiri


Ia tersenyum saat melihat Algi tersenyum. Itu sudah cukup baginya. Kerinduannya terobati karena sudah melihat nya dengan mata kepala nya sendiri jika sang suami baik-baik saja tidak seperti pesan seseorang yang mengatakan jika Algi sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.


Tiara terkekeh saat menyadari jika ulah usil sang papi yang sengaja ingin mempertemukan mereka berdua walau harus dengan cara seperti ini.


Dua orang paruh baya di di dapur resto itu saling berpelukan dan tersenyum haru. Apa yang mereka rencanakan ternyata berhasil.


"Berapa orang cucu kita Pi? Sama kayak adek kah?" tanya Mami Alisa yang disambut kekehan oleh Papi Gilang.


"Cucu kita kembar tiga sekaligus. Woaahh.. Tokcer juga tuh bibit unggul putra kamu Yang! Sekali tanam saham, langsung dapat tiga!" kelakarnya dan dihadiahi tepukan maut ala Mami Alisa.

__ADS_1


Keduanya pun tertawa. Mereka akan menunggu tiga tahun lagi saat Algi membawa pulang Tiara dan saat itulah resepsi pernikahan mereka akan di gelar.


Tunggu lima tahun lagi.


********


Lima tahun berlalu.


Pagi ini Algi yang sudah bersiap pun segera keluar dari kamarnya dan menemui Rayyan serta Kakak iparnay yang saat ini sednag hamil lagi.


"Ck. Pagi-pagi udah sarapan kemesraan kalian aja! Berhenti napa woiyy!!!" seru Agi pada sepasang pasangan yang kini masih lah merasakan seperti pengantin baru itu.


Dan dua lagi saat ini sedang menginap dirumah Opa Riandra dan Oma Riandra.


Kedua orang itu pun melepaskan pagutannya. Rayyan berdecak sebal. Sedangkan Cinta segera bangkit dan menuju ke dapur. Ia sangat malu ketahuan adik iparnya.

__ADS_1


"Apa sih kamu Dek?! Ganggu orang aja!" sewot Rayyan tidak terima.


"Hadeuuh.. Abang gimana sih? Kakak ipar itu sedang hamil tua! Jangan terus di minta jatah kenapa?! Nggak kasihan apa lihat perutnya sangat besar kayak gitu??" kesal Algi pada Abang keduanya ini.


Ia duduk di meja makan dan segera melahap sarapan paginya yang sudah Cinta siapkan baru saja.


Dan disaat itulah Rayyan mencari kesempatan untuk bisa mengecup putik ranum milik sang istri yang saat ni sedang hamil kembali. Kembar lagi.


Rayyan mendengus. "Makanya jangan terlalu lama menjomblo! Jempput tuh istri kamu yang saat ini sedang bekerja di perusahaan kita! Agar rudal kamu itu bisa lepas landas dan kamu tidak perlu marah-marah kayak gini saat melihat Abang dan Kakak ipar mu!" ketus Rayyan tidak suka karena ritual paginya dengan sang istri.


Algi terkekeh kecil. Ia melirik sekilas pada Kakak iparnya yang kini sedang berjalan mendekati mereka berdua.


"Abang tenang saja. Hari ini aku sengaja ingin menunjukkan diri dihadapan Tiara dan juga karyawan kita lainnya. Selama ini 'kan aku selalu sembunyi-sembunyi?"


"Ya, sembunyi demi bisa mengintai istri kamu?" ledek Rayyan yang di tertawakan oleh Cinta. Kakak iparnya.

__ADS_1


"Lebih baik bawa pulang segera dek. Kakak dengar, Mami udah sering sakit-sakitan. Kasihan beliau yang sudah sangat merindukan ketiga cucu nya. Mana Kinara lebih parah lagi. Hingga saat ini, Ali pun belum pulang.." lirih Cinta mendadak sendu mengingat perjuangan Kinara yang begitu menyedihkan.


Algi menghela nafasnya. "Memang inilah tujuan ku kak. Aku akan membawa pulang ketiga anakku. Sudah cukup selama ini aku membiarkannya. Dan saat inilah waktunya!" ucap Algi dan diangguki oleh kedua orang itu.


__ADS_2