Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Part 6


__ADS_3

Langit akhirnya menikahi Bela karena desakkan Bela dan orang tuanya. Mami dan Papi Langit memaksanya untuk segera menikahi Bela karena mengandung anak Langit. Selain itu Bela dari keluarga yang terpandang sehingga cocok untuk Langit.


Selain itu Bunda juga mendesak Langit agar menikahi Bela. Selain untuk kebaikan Langit ini juga demi Laura dan Kevin.


Laura tidak datang kepernikahan Langit karena Kevin melarang Laura. Selain itu Laura tidak ingin pernikahan Langit akan terganggu karena kehadirannya.


Setelah menikah Langit langsung membawa Bela ke apartemen. Dia tidak ingin pergi bulan madu walau Bela dan keluarganya memaksanya. Akhirnya Bela menurut karena takut kehilangan Langit.


Bela protes saat Langit enggan tidur berdua dengannya, tapi Langit tidak perduli. Dia malah memilih sibuk bekerja atau menghabiskan waktu dirumah Bunda Laura.


Sebenarnya Bunda sudah melarang Langit untuk sering berkunjung. Tapi Langit tetap saja datang tak menghiraukan perkataan Bunda. Dia merasa lebih nyaman tinggal dirumah Bunda ketimbang di apartemen bahkan rumah orang tuanya.


Apalagi akhir-akhir ini Papi dan Mami nya sering menelpon memarahinya karena Bela sering mengadu perbuatan Langit kepadanya.


Kevin lebih protektif terhadap Laura sejak kejadian malam itu. Walau Langit sudah menikah dengan Bela tapi dia tahu kalau perasaan Langit ke Laura masih sama. Namun rasa khawatir kehilangan Laura membuat Kevin semakin tertekan. Dia sekarang lebih banyak menghabiskan waktu diluar.


Sementara Laura berusaha mengerti apapun yang Kevin lakukan. Dia merasa bersalah karena bertemu dengan Langit tanpa meminta ijin suaminya. Padahal jelas-jelas Kevin tidak suka kalau Laura bertemu Langit. Biasanya jam 6 sore Kevin sudah dirumah, tapi akhir-akhir ini dia pulang tengah malam.


Malam ini ada acara makan malam dirumah Orang tua Kevin. Laura pergi sendiri karena Kevin sedang ada pekerjaan. Laura sengaja datang sore untuk membantu persiapan, walau sebenarnya sudah banyak art dirumah Kevin yang mengerjakannya.


Kevin datang ketika kami sudah mulai makan malam.


"Dari mana saja kamu Kevin!" Papa langsung memarahi Kevin begitu dia datang.


"Kevin ada pekerjan mendesak Ma" Kevin mencium rambut Laura lalu duduk disampingnya.


"Ini Week end kok masih ngurusi pekerjaan, kasihan istri kamu ditinggal terus sendirian dirumah" Mama ikut mengomeli Kevin.


"Ma.. Kevin kerja juga untuk Laura" Kevin mengenggam tangan istri lalu menciumnya. Walau dia jarang dirumah namun kasih sayang Kevin tidak berkurang sedikit pun.


"Kalau kamu sibuk kerja terus kapan Laura bisa hamil.."

__ADS_1


Laura tersedak saat mendengar kata-kata Mama. Kevin langsung memberi Laura air dan mengelus punggung Laura.


"Ma kita lagi makan bisa bahas itu lain kalikan" Kevin masih mengelus punggung Laura. "Sudah baik" tanya Kevin saat Laura memberi isyarat untuk berhenti mengelusnya.


Laura hanya diam. Dia tidak ingin bicara takut salah bicara. Lagi pula mana mungkin Dia hamil kalau selama ini mereka tidak pernah berhubungan.


"Mama dan Papa hanya punya kamu, jadi wajar kalau Mamamu ingin segera punya cucu. Siapa yang akan mewarisi semua ini kalau bukan anak kalian" kata Papa.


"Kevin belum ingin buru-buru punya anak. Lagi pula Laura masih kuliah"


"Laura kan sebentar lagi wisuda, kenapa mesti ditunda. Besok biar Mama ajak Laura konsultasi ke dokter kandungan"


"Ma! Mama dan Papa jangan ikut campur urusan Kevin dan Laura, biarkan kami menyelesaikan sendiri. Lagi pula Kevin masih ingin menikmati waktu berdua saja dengan Laura".


"Kalau begitu anak kalian biar Mama yang urus. Laura cukup melahirkan saja"


"Ma.!" Kevin kesal orang tuanya terus mendesaknya. "Cukup Kevin ngak mau lagi bahas masalah ini. Kalau terus bahas masalah ini kami tidak akan berkunjung kesini lagi"


Seperti biasa Papa dan Mama mengikuti apapun kemauan Kevin.


💞💞💞


Ini bulan keempat pernikahan Laura dan Kevin. Hingga saat ini mereka belum pernah melakukan hubungan intim sama sekali. Bukannya Laura tidak berusaha, tapi segala ilmu yang dia dapat dari internet bahkan bertanya dengan sahabatnya sudah dia terapkan. Tapi sama sekali tidak membuat Kevin tergoda sama sekali.


Laura tidak ingin menyinggung masalah ini lagi dengan Kevin. Dia hanya bisa menunggu Kevin siap melakukannya. Malah akhir-akhir ini Kevin sering pulang terlambat. Laura selalu menunggu Kevin pulang tapi dia sering ketiduran karena biasanya Kevin pulang lewat dini hari.


Bahkan beberapa kali Kevin tidak pulang. Laura tidak curiga sama sekali dengan suaminya karena cinta dan kasih sayang Kevin kian hari kian besar. Sampai-sampai Laura merasa dia terlalu dicintai Kevin.


Kevin tidak pernah marah, dia juga tidak pernah melarang Laura pergi asal diantar oleh supirnya. Kalau masalah pengeluaran Kevin tidak pernah membatasi keuangan Laura. Bahkan Kevin sempat bertanya mengapa Laura tidak suka shoping seperti wanita pada umumnya.


Apa yang mau dibeli lagi kalau kalau suaminya sendiri sering memanjakan Laura dengan hadiah-hadiah mewah.

__ADS_1


Sebenarnya hidup Laura nyaris sempurna karena mempunyai suami tampan, kaya dan sangat mencintainya. Apalagi mertuanya juga sangat perhatian dan sayang pada Laura. Hanya satu yang tidak didapatkan Laura saat ini yaitu nafkah batin yang belum diberikan Kevin kepadanya.


Laura tidak menyalah Kevin sama sekali, karena dia tahu betul bagaimana kehidupan percintaan Kevin sebelum memutuskan berpacaran dengan Laura.


Laura hanya bisa mengadu semua keluh kesahnya pada Bundanya.


Laura terkejut saat sedang ngobrol dengan Bundanya terdengar suara Langit yang memanggil Bunda.


"Bunda Aak Langit kok masih sering kesini?" tanya Laura bingung.


"Langit sering mampir kalau sedang tidak sibuk"


"Nanti Mbak Bela marah kalau dia sering kesini"


"Bunda sudah memperingatkanya" Bunda beranjak hendak menemui Langit.


Laura sengaja tidak keluar karena tidak ingin bertemu Langit. Sejak kejadian waktu itu dia sengaja menghindari Langit karena tidak ingin Kevin cemburu.


Laura memutuskan untuk pulang. Dia melihat Bunda dan Langit asik ngobrol sambil membantu melipat kotak roti. Ada perasaan tidak suka dalam hati Laura melihat itu. Karena Bunda tidak pernah seakrab itu dengan Kevin meskipun sekarang dia sudah menjadi suami Laura.


Entah mengapa Bunda seperti segan untuk bicara santai dengan Kevin. Terasa ada arak tertentu yang membuat Bunda tidak bisa akrab dengan Kevin. Padahal Bunda sudah lama mengenal Kevin. Apalagi selama ini keluarga Kevinlah yang banyak membantu mereka. Malah Bunda sempat mengingatkan Laura saat memutuskan menikah dengan Kevin.


"Nak kalau kamu menikah untuk membalas budi keluarga Kevin sebaiknya pikirkan lagi. Andaikata keluarga Kevin menuntut balasan atas kebaikannya selama ini. Bunda sudah menabung sejak dulu untuk mengembalikan semua"


Tapi Laura meyakinkan kalau dia mrncintai Kevin. Akhirnya Bunda mengijinkan Laura menikahi Kevin.


"Bun.. Ara pulang dulu" Laura berpamitan dengan Bundanya.


"Katanya mau makan malam disini?" Bunda bingung menghampiri anaknya.


"Barusan Mas Kevin telpon kalau dia mau makan dirumah" Laura berbohong.

__ADS_1


Langit kesal mendengar ucapan Laura. Ingin sekali dia mengatakan semuanya kepada Laura tapi ditahannya karena tidak ingin Laura terluka.


__ADS_2