
''Heleh! Gitu aja bangga!'' celutuk Annisa pada Rayyan.
''Ya iyalah bangga Kakak! Diantara kalian semua Abang sendiri loh.. yang paling lama menyusui sama Mami. Iya kan Mi??'' tanya Rayyan pada Mami Alisa yang saat ini sedang terkekeh karena kelakuan putra sambungnya itu.
''Itu memang benar. Karena Kakak kamu Annisa sangat menyayangimu yang masih bayi waktu itu. Ia rela berbagi kepada adiknya yang bukan adik kandungnya tapi sudah dianggap adik olehnya. Mami bangga padanya. Annisa rela mengalah padamu karena waktu itu kamu yang sangat membutuhkan asi eksklusif. Karena dokter mengatakan Jiak alami waktu kekurangan gizi dan kamu juga kekurangan kasih sayang seorang ibu... Mama kamu langsung pergi saat melahirkan kamu berada Papa Kevin. Mami sendiri yang melihat nya. Waktu itu Papi sama Mami belum ada ikatan apapun. Tetapi karena Rayyan kami di persatukan kembali. Semua ini karena doa Papi Kalian. Ia sangat menginginkan jika Rayyan Mami yang menjadi Mami nya bukan pengasuh ataupun yang lain... Nak??'' panggilnya pada Rayyan.
''Iya Mi?''
''Apakah kamu tidak kecewa kalau kamu tidak terlahir dari rahim Mami??'' tanya Mami Alisa pada Rayyan yang membuat semua orang disana terdiam terpaku karena pertanyaan sang Mami.
Rayyan menatap Mami Alisa dengan dalam. Mata itu mengembun. ''Nggak akan Mami. Malah Abang beruntung bisa terlahir dari rahim Mama Vita. Yang artinya.. Abang punya dua Surga. Satu Mama Vita dan satu lagi dari ibu Susu Abang. Awalnya iya. Kenapa pula Abang terlahir dari rahim Mama Vita. Tapi setelah bertemu dengan Mama Vita dan Papa Kevin, mereka bilang Abang sangat beruntung karena memiliki dua ibu. Satu ibu kandung dan satu lagi ibu Susu. Dua-duanya surga Abang. Abang tidak pernah kecewa karena Abang sudah tau cerita cinta antara Mami dan Papi dulu dari Kak Ira dan Bang Lana. Jika kak Annisa sudah besar, pastilah ia akan menceritakan nya juga sama Abang. Akan tetapi kami berdua sama. Kami sama saat itu karena masih kecil. Tapi Kak Ira dan bang Lana selalu bilang, walaupun Abang bukan saudara kandung mereka seperti Algi dan Kinara, Kak Ira tetap sayang sama Abang. Karena Abang Mami dan Papi bisa bersatu setelah lima tahun berpisah. Dan Opa, Oma juga setuju karena Abang yang meminta nya.''
''Abang tidak kecewa Mami.. Abang malah beruntung bisa memiliki dua ibu. Mami segalanya buat Abang. Abang tidak pernah melupakan jikalau ada Mama Vita sebagai Mama yang telah melahirkan Abang. Abang sayang kalian berdua. Tidak terbesit sedikit pun dihati kalau Abang cemburu kepada kedua adikku ini dan kepada ketiga saudaraku yang lain. Mereka kakakku! Darah Mami ada bersama mereka. Begitu pun di dalam darahku mengalir darah Mami yang telah Abang hisap sampai tiga tahun lamanya.. Abang sayang sama Mami dan juga saudaraku yang lainnya. Mami jangan berpikir yang aneh-aneh tentang Abang. Mau Mami, pikiran buruk itu benar terjadi??''
Mami Alisa menggeleng cepat. Wanita paruh baya itu tersedu di pelukan Rayyan. ''Mami surga nya Abang.. Mama Vita pun demikian. Walaupun Kak Ira, bang Lana, dan kak Annisa bukan saudara Abang mereka saudara se ibu susu, tapi Abang tetap menganggap mereka bertiga saudara Abang. Abang beruntung bisa memiliki saudara seperti mereka. Abang menyayangi mereka sama seperti Algi dan Kinara. Mami tenang aja ya?''
Mata paruh baya itu berkaca-kaca. Ia mengangguk setuju dengan ucapan Rayyan. ''Abang... maaf bukan maksud adek tidak ingin memberitahukan Abang dnwgn Maslah ini. Abang hanya sedang berusaha melindungi kalian semua dari si Dery. Walaupun sekarang ia sudah di tangkap, Abang tetap tidak ingin membuat kalian khawatir karena kami berdua. Abang dan Tiara sengaja menyembunyikan nya agar kalian semua tidak khawatir.. itu aja kok.'' Kata Algi pada Rayyan.
__ADS_1
Rayyan yang sedang memeluk erat Mami Alisa kini mengurai pelukannya. ''Tapi Abang harus tau dek. Lain kali jangan seperti ini lagi. Abang tetap ingin tau tentang kalian berdua. Walaupun Abang jauh paling tidak, bisa mendengar suara kalian yang baik-baik saja itu sudah membuat Abang tenang. Bukan berarti Abang tidak senang karena hal ini. Abang khawatir sama kalian berdua. Kalian kan tau, Papi kita sudah tua?'' Papi Gilang melototkan matanya. Kinara tertawa begitu pun dengan yang lainnya.
Paruh baya itu berkacak pinggang di depan Rayyan. ''Enak aja kamu bilang Papi udah tua! Papi masih muda ya! Kalau pakai mau, kalainsemua semau masih bisa mendapatkan adik lagi dari Mami kamu!'' ketusnya pada Rayyan.
Rayyan terkekeh. ''Jangan mengaku muda Papi kalau cuma ngangkat sekarung beras saja pinggang Papi sudah encok!''
Buhahahaha...
''Mana ada Papi encok! Itu kan kebetulan saja!'' kilah Papi Gilang kepada Rayyan.
Algi dan Kinara teraywa terbahak melihat Abang dan Papi mereka berdebat masalah umur. ''Udah ih! Kenapa pula ini jadi ribut seperti itu?? Kan memang benar kamu sudah tuir Papi!'' tambah Mami Alisa pula yang membuat Papi Gilang semakin kesal saja.
''Siapa yang tuir Bang?? Papi kah??'' timpal Ira pula.
''Kakak!!'' tegur Papi Gilang pada kak Ira.
''Apa Sayangku?? Hem? Udah.. Papi ku ini memang sudah tuir! Mau di poles kayak gimana pun tetap saja tuir! Itu buktinya sudah memilki buntut hampir sepuluh orang!'' balas Kak Ira semakin membuat semua orang tertawa.
__ADS_1
Buhahahaha...
''Papi udah tuir! hihihi...'' ucap Kinara pada Papi Gilang.
Papi Gilang yang masih memakai kain sarung pun berkacak pinggang. ''Heh! Kamu ya Dek! Jangan kamu ngatain Papi! Mau kamu Papi potong uang jajan kamu?!''
Kinara semakin tertawa. Annisa mendekati Papi Gilang dan menarik lengan paruh baya itu sambil terkekeh. ''Ayo Papi duduk dulu-,''
''Apa! Kamu juga sama kayak mereka? Bilangin Papi sudah tua begitu?!'' Annisa tertawa.
''Papi itu bukan tua. Tapi pria dewasa yang sudah matang! Kalau tua itu rambutnya udah putih. Lah Papi?? Rambut aja masih hitam? Tubuh aja masih berotot kayak gini? Dimana nya Papi terlihat tua?''
Papi Gilang tersenyum bangga pada semua orang. ''Tuh dengerin! Papi bukan tua ya! Papi itu pria dewasa yang sudah cukup matang! Dengerin itu! Aduh duh duh.. makin cinta deh sama putri kecil Papi ini??'' goda Papi Gilang pada Annisa. Annisa terkekeh.
Algi dan Kinara tertawa. ''Nggak mau ngaku tua! Padahal memang sudah tua! Alias tuir!!!'' celutuk Rayyan yang membuat lelaki dewasa yang sudah membuatnya ada di dunia ini semakin kesal kepada putra nya itu.
''Kamu ya! Kecil Papi besarin! Udah besar jadi musuh Papi kamu!'' ketusnya pada Rayyan.
__ADS_1
Semua yang ada disana tertawa terbahak karena kelakuan Papi Gilang yang semakin sensi kalau dikatai tua oleh anak-anak nya. Mami Alisa tertawa saat melihat wajah sang suami cemberut padanya.