
''Apa yang saya katakan inilah faktanya. Dua bulan yang lalu saat diri saya sudah ternoda, saya sudah memintanya untuk melepaskan saya. Tapi bang Algi tidak mau. Berulang kali saya tekankan. Saya ini wanita hina. Tidak pantas untuknya. Ada wanita lain diluar sana yang lebih pantas bersanding dengan nya! Saya gadis yang sudah tidak suci lagi. Sedangkan dirinya? Ia masih suci hingga saat ini. Saya hina Tuan Gilang! Saya pembawa sial Nyonya Alisa! Jadi.. saya mohon. Tolong katakan kepada putra anda ini, saya ingin melepaskan diri dari ikatan pernikahan ini!''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr..
''Tiaraaaa!!!'' pekik Algi begitu marah. Wajahnya memerah menahan amarah.
Kedua paruh baya itu terkejut bukan main. ''Apa yang kamu katakan Nak?'' tanya Papi Gilang pada Tiara yang kini berwajah datar pada mereka semua.
''Inilah yang seharusnya dulu aku katakan. Kehadiran ku di dalam rumah besar ini menjadi petaka untuk kalian sekeluarga. Sebelum aku hadir di dalam kehidupan kalian, hidup kalian baik-baik saja kan??''
''Tidak seperti itu, nak!''
''Tapi ini yang terlihat Papi! Saya menyadari jika diri ini telah merebut seseorang dari kalian semua. Maafkan saya yang tidak tau diri ini. Saya akan pergi dari rumah ini. Agar kehidupan di keluarga ini kembali utuh seperti sebelumnya. Kehadiran saya ini hanya membuat kalian selalu menangis. Saya penghambat diantara segalanya. Kamu harus melepaskan ku Bang Algi. Jangan sampai kamu durhaka kepada orang tuamu hanya karena seorang wanita!''
''Tidakkah kamu ingat Bang Algi, kalau lelaki itu tanggung jawab penuh terhadap ibu dan ayahnya walaupun sudah menikah??''
Deg!
Deg!
__ADS_1
Algi terkejut. ''Nak??'' Kali ini Mami Alisa yang memanggil dirinya. ''Kamu salah paham! Kami tidak seperti itu. Tidak ada di dalam hati kami membuat hubungan kalian berdua menjadi sulit-,''
''Tapi itulah kenyataannya Nyonya Alisa!''
Deg!
''Selama kehadiran saya di dalam hidup bang Algi, ia lebih sering keluar dibanding kan duduk diam dirumah. Karena apa? Itu karena saya! Saya yang membuatnya menjadi melupakan kalian berdua!''
Mami Alisa menggeleng, ''Tidak nak. Kamu salah paham sayang.. kami bukan sedang membahas kehadiran mu. Tapi tentang diri kami yang tidak memperhatikan Algi hingga kami terlambat mengetahui masalahnya.''
''Anda tidak bisa mengelak Nyonya Alisa. Inilah faktanya! Karena saya, dan juga demi saya putra anda rela meninggalkan orang tuanya dirumah. Saya tau itu. Saya pun pernah mengalaminya. Saya bisa melihat setiap harinya selalu pergi dan mengantar saya. Dulunya saya sangat senang. Tapi tidak lagi sekarang. Saya merasa diri ini sudah memisahkan seorang anak dan ibunya. Saya tidak ingin ada kejadian ini. Tapi apa boleh buat kalau takdir saya telah mengikat nya.''
Deg!
Deg!
Mami Alisa menggeleng. ''Oleh karena itu, saya sudah memutuskan untuk pergi dari sini dan hidup seperti dulu lagi. Seperti sebelum bertemu dengan bang Algi. Pertemuan kami merupakan sebuah kesalahan hingga menyebabkan anak dan ibunya terpisah. Saya tidak mau bang Algi menjadi anak durhaka. Maka dari itu saya memilih berpisah dari bang Algi. Agar kalian bisa memilki dirinya seutuhnya!''
Deg!
__ADS_1
''Carilah gadis yang sepadan dengan nya! Tapi bukan saya orangnya! Abang Algi, tolong lepaskan aku! Cukup sampai disini hubungan kita! Kita tidak berjodoh! Kamu harus menuruti kedua orang tuamu karena mereka berdua surgamu! Jangan menentang mereka bang Algi! Lepaskan aku!''
Deg!
Deg!
Algi mengeraskan rahangnya. Matanya melotot melihat Tiara. ''Tidaaaaaaaaaaaakkkkk!!! Tidak akan pernah!!! TIDAK AKAN PERNAH!!! MUTIARA HALIM KUSUMA!!!''
Deg!
Kedua orang tua itu terjingkat kaget karena sentakan Algi yang lumayan keras. Kinara hingga terjungkal ke belakang saking terkejutnya.
Sementara Tiara mengepalkan kedua tangannya. Air mata mengalir di pipinya yang mulus. ''Kamu harus bang Algi! Ini demi kebaikan bersama! Lagipun, kita masihlah sekolah. Belum pantas untuk menikah. Patuhilah Mami kamu, karena beliau surgamu. Jangan menjadi anak durhaka bang Algi. Hanya karena kamu memilih cintamu kamu melupakan dan meninggalkan kedua orang tuamu. Aku tidak mau kamu durhaka pada mereka berdua.. percayalah. Jika memang kita berjodoh, maka akan sendiri yang akan menyatukan kita berdua..'' lirih Tiara dengan suara rendahnya.
Kedua orang tua tertegun dengan ucapan Tiara. Sedangkan Algi ia semakin kesal saja dengan ucapan Tiara.
''Tidak akan pernah MUTIARA HALIM KUSUMA! Aku tidak akan pernah melepaskan mu! Sekali aku menyebut ijab atas namamu, maka selamanya akan seperti itu! Sekuat apapun kamu memaksa ku, itu tidak akan pernah bisa! Sekali Algiandra Putra Bhaskara mengucapkan janji dihadapan Allah atas nama mu, maka selamanya kamu tetap istriku. Sekarang ataupun nanti! Dunia dan akhirat! Tidak akan ada yang lain lagi! Cukup satu! Jika kamu ingin pulang kerumah orang tuamu, oke! Aku izinkan! Tapi tidak untuk berpisah dariku! Camkan itu!''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr..
__ADS_1
Tiara mengepalkan kedua tangannya. Mata itu semakin banyak mengalirkan air mata. Kinara yang paham langsung saja mengejar Algi yang kini memilih keluar dari kamar kedua orang tuanya setelah berkata yang begitu membuat hati Tiara berbunga. Tapi... itu tidak mungkin terjadi.