
''Tidak sayang .. kamu tidak durhaka sama kami berdua. Kenapa kamu sampai berbicara seperti itu?? Kami berdua tidak pernah berpikir sedikit pun jika ku durhaka sama Kami?'' ucap Papi Gilang pada Algi.
Algi yang masih menangis itu menggeleng. ''Nggak! Hiks.. kalian berdua bohong! Abang tau, kalau sengaja menutupi ini semua kan?? Senagaja untuk menyenangkan hati Abang. Sementara kalian terluka karena perlakuan ku terhadap kalian berdua?? Iyakan??'' tanya Algi dengan menatap sendu pada kedua orang tuanya itu.
Papi Gilang dan Mami Alisa menggeleng bersama. Algi tertawa namun, air mata itu semakin mengalir deras saat wajah sembab kedua orang tuanya kini kbali basah dengan air mata.
''Hiks.. Kalian bohong sama Abang! Hiks.. kalau berbohong! Bilang aja kenapa?! Akui kalau Abang udah nyakitin kalian berdua? Iyakan??'' lanjut nya lagi.
Kedua paruh baya itu masih menggeleng. ''Nggak sayang.. kami berdua tidak seperti itu! Kamu salah paham sami kami berdua. Kami hanya merasa kecewa dengan diri kamu sendiri yang tidak bisa mengurusnya dengan baik Selama ini. Kami kecewa karena kamu menikah tanpa kami tau, karena kami berdua sibuk dengan dunia kami. Seharusnya kami yang minta maaf sama kamu, nak.. Maafkan orang tuamu ini yang lebih sibuk diluar dibandingkan dengan mengurus dirimu. Hingga kamu pun merasakan hal yang seharusnya tidak kamu rasakan disarankan kamu belum lagi bisa untuk memikul tanggung jawab. Andai kami lebih memperhatikan mu, maka hal ini tidak akan terjadi.''
''Tapi bukan berarti kamu berdua melarang mu untuk menikah dengan Tiara. Kami menerima Tiara sebagai putri kami. Sama seperti Kinara. Dan juga saudara ipar kamu yang lainnya. Maafkan kami orang tua yang sering sibuk diluar ini hingga kami melupakan Jika masih ada kamu yang butuh perhatian kami berdua...'' lanjut Mami Alisa setelah tadi Papi Gilang yang berbicara.
Algi semakin tersedu. Ia tidak berani melihat kedua orang taunya. Putra macam apa dirinya yang membiarkan kedua orang tuanya minta maaf kepada nya. Lagi dan lagi hati itu seperti teriris. Sakit sekali kala melihat kedua mata itu kini mengeluarkan air mata nya.
''Hiks.. maaf.. bukan kalian berdua yang bersalah dalam hal ini.. Tapi kaulah yang bersalah disini. Demi diriku, bang Algi rela menikahi ku tanpa meminta izin terlebih dahulu dari kalian berdua.. hiks.. yang pantas untuk meminta maaf disini adalah aku! Maafkan kesakdh wanita hina ini Mami Alisa.. Papi Gilang.. bang Algi.. Kinara.. akulah yang bersalah disini. Karena ku bang Algi sampai durhaka pada kedua orang tuanya selama dua tahun lamanya. Hiks.. maafkan saya.. maafkan saya ..'' lirih Tiara dengan menunduk
__ADS_1
Tangannya bertangkup di dada dengan wajah menunduk. Tiara tersedu. Kinara menatap heran padanya. Begitu pun kedua orang tua itu.
''Apa maksudmu nak??'' tanya Papi Gilang pada Tiara.
''Hiks.. maafkan kehadiran saya dirumah ini hingga membuat kalian berpisah dari putra kalian. Selama ini bang Algi lebih sering bersama saya saat diluar rumah. Ia selalu bersama saya dalam keadaan apapun. Ia tidak pernah berpikir kalau ada kalian juga yang sangat ingin dilihat. Maafkan saya Tuan Gilang, Nyonya Alisa..''
Deg!
Deg!
''Apa yang kamu katakan Tiara!'' seru Algi tidak terima dengan ucapan Tiara baru saja.
Tiara mendongak menatap datar padanya. ''Kamu boleh melepaskan saya bang Algi seperti permintaan saya dua bulan yang lalu saat saya sudah ternoda!''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr..
__ADS_1
''Apa maksudmu Tiara?!'' seru Algi lagi dengan suara naik satu oktaf.
Mami Alisa dan Kinara sampai terjingkat kaget karena suara Algi ini. ''Algi!'' seru Papi Gilang tidak suka karena suaranya meninggi dihadapan Tiara.
Algi menoleh pada Papi Gilang dengan wajah datarnya. ''Apa maksud Tiara, Papi? Apakah ia memintaku untuk melepaskan dengan kata lain menceraikan begitu?!'' jawab Algi dengan suara rendahnya tapi terdengar sangat marah.
''Tiara??'' panggil Mami Alisa
Tiara menoleh dan menatap Mami Alisa dengan wajah datarnya namun, terlihat begitu sendu.
''Apa yang saya katakan inilah faktanya. Dua bulan yang lalu saat diri saya sudah ternoda, saya sudah memintanya untuk melepaskan saya. Tapi bang Algi tidak mau. Berulang kali saya tekankan. Saya ini wanita hina. Tidak pantas untuknya. Ada wanita lain diluar sana yang lebih pantas bersanding dengan nya! Saya gadis yang sudah tidak suci lagi. Sedangkan dirinya? Ia masih suci hingga saat ini. Saya hina Tuan Gilang! Saya pembawa sial Nyonya Alisa! Jadi.. saya mohon. Tolong katakan kepada putra anda ini, saya ingin melepaskan diri dari ikatan pernikahan ini!''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr..
''Tidaaaaaaaaaaaakkkkk!!! Nggak akan pernah!!! TIDAK AKAN PERNAH!!!''
__ADS_1
Deg!