Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Part 3


__ADS_3

Harapan Langit memiliki Laura sirna sudah saat Laura memutuskan menikah dengan Kevin. Hatinya hancur harus melihat orang yang dia cintai menikah dengan laki-laki lain.


Dada Langit terasa sesak setiap melihat Laura tersenyum bahagia dipelaminan. Dia memutuskan keluar untuk menangkan pikirannya.


Bela tidak ingin menyia-yiakan kesempatan ini. Diikutinya Langit yang sedang putus asa.


Langit menepis tangan Bela saat hendak merangkul lengannya. "Cukup Bel! Saat ini aku ingin sendiri!" Langit pergi meninggalkan Bela.


Tapi Bela terus mengejar Langit. Dia tahu saat inilah waktu yang tepat untuk mendapatkan Langit. Bela berusaha membujuk Langit dengan menjadi sahabatnya. Awalnya Langit menolak tapi karena Bela tidak mau menyerah akhirnya Langit luluh juga.


Langit tidak perduli dengan Bela, tapi saat ini mungkin dengan minum bisa menghilangkan rasa sakit dan sesak yang ada didadanya. Akhirnya dia mengikuti saran Bela.


Kesempatan ini digunakan Bela dengan sebaik mungkin. Dia tahu saat ini waktu yang tepat untuk memiliki Langit. Bela terus memberi Langit minuman sampai dia benar-benar mabuk.


Sebenarnya Bela kesal karena saat Langit mabuk pun hanya nama Laura yang keluar dari mulut Langit. Tapi semua itu ditahannya karena sebentar lagi Langit akan jadi miliknya.


Langit berusaha membuka matanya, kepalanya terasa pusing saat hendak bangun. Setelah berhasil mengumpulkan kesadaranya, Langit bingung karena ini bukan kamarnya. Jantung Langit terasa mau lepas saat dia menoleh kesebelahnya.


Dia melihat Bela yang tertidur pulas. Dan yang membuatnya lebih terkejut saat dia menyadari kalau Dia tidak menggunakan apapun.


"Bela! Bela bangun!" Langit berusaha membangunkan Bela.


Bela seolah-olah baru bangun tidur saat Langit membangunkannya. Padahal sejak tadi dia tidak tidur sama sekali, hatinya bersorak gembira saat Langit terkejut mendapatinya tidur bersama.


"Ada apa.. aku masih ngantuk" Bela mengeliat.


"Apa yang terjadi?!" Langit panik saat memikirkan kalau dia semalam baru saja tidur dengan Bela.


"Langit kamu itu bukan anak kecil!" Bela pura-pura marah saat menanyakan itu. "Harusnya kamu tahu kalau pria dan wanita sekamar dihotel tidur tanpa busana!" Bela berusaha keras menahan senyumnya agar tidak kelihatan Langit.

__ADS_1


"Ngak mungkin! itu ngak mungkin terjadi!" Langit mengelengkan kepalanya karena tidak percaya apa yang terjadi.


"Kamu pikir aku menjebak kamu!" Bela membentak Langit.


"Aku semalam mabuk berat! Ngak mungkin melakukan itu!"


"Ternyata kamu Laki-laki brengsek ya! setelah apa yang kamu lakukan semalam. Sekarang malah berkilah tidak mengakuinya!"


"Tapi aku mabuk berat! aku tidak ingat kalau melakukan itu! Aku tidak yakin melakukan itu karena aku tahu betul kondisiku"


"Karena kamu tidak ingat jadi kamu tidak mengakuinya! semalam kamulah yang memaksa aku melakukannya!" Bela mulai panik. "Kamu pikir aku yang menjebak kamu!" Bela menangis.


Langit bingung, dia berusaha mengingat kejadian tadi malam. Seingatnya dia minum sampai mabuk dan tidak sadarkan diri. "Tidak mungkin aku melakukannya"


"Aku tidak menyangka kamu mau lepas tanggung jawab begitu saja" Bela menangis.


💞💞💞


Laura bahagia pernikahannya dengan Kevin berjalan lancar tanpa kendala yang berarti. Walau dia sedikit kecewa karena tadi malam Kevin masuk kekamarnya dalam kondisi mabuk dan langsung tertidur. Tapi Laura memahami itu karena pasti Kevin harus menemani sahabatnya minum. Dia tidak mungkin menolak karena ini pesta pernikahannya.


Sarapan yang dipesannya sudah datang, dia menunggu Kevin bangun sambil memandang suaminya yang tertidur pulas.


Laura tersenyum saat suaminya mulai terbangun, dibelainya rambut Kevin.


"Sayang sudah bangun" Kevin tersenyum kearah Laura lalu memeluknya. "Istriku sudah cantik dan wangi mau kemana?" Kevin lepaskan pelukannya.


"Menunggu suamiku bangun" Laura mengambilkan segelas air untuk Kevin.


Laura mengambil gelas dari tangan Kevin karena dia sudah menghabiskannya.

__ADS_1


"Sayang" Kevin memegang kedua bahu Laura. "Maafkan aku tadi malam, aku ngak bisa menolak Sahabatku".


"Ngak pa pa Mas" Laura tersenyum lalu meraih kedua tangan Kevin dan menggengamnya. "Aku ngerti kok"


"Tapi itu malam pertama kita" Kevin terlihat menyesal. "Aku malah mabuk"


"Kan masih banyak malam-malam yang lain" Laura beranjak mengambil nakas yang berisi sarapan. "Sebaiknya Mas sarapan dulu lalu mandi. Kita harus buru-buru karena takut ketinggalan pesawat"


Kevin mengecup bibir Laura. "Makasih ya Sayang atas pengertiannya"


Mereka akan berangkat ke eropa selama dua minggu, karena Kevin sudah menyiapkan bulan madu mereka. Laura sangat senang karena Kevin mempersiapkan semuanya untuk pernikahan dan bulan madu mereka.


Setelah menempuh perjalanan panjang mereka tiba di Paris kota pertama yang mereka singgahi.


Laura baru saja keluar kamar mandi, dia tersenyum melihat suaminya sudah tertidur karena kelelahan. Laura membetulkan posisi kaki Kevin, lalu membuka kaos kakinya.


"Kasihan kamu Mas, pasti kelelahan karena selama ini sibuk mengurus pernikahan kita" Laura menatap Kevin sambil membelainya.


Sebenarnya bulan madu Laura dan Kevin tidak ada masalah karena Kevin tahu betul tempat yang akan mereka kunjungi. Dia berusaha waktu yang mereka habiskan saat ini jangan terbuang percuma.


Tapi Laura merasa ini bukan seperti bulan madu, lebih tepatnya berlibur. Laura sudah berusaha untuk memulainya tapi sepertinya Kevin selalu menghindar. Siang harinya Kevin membawa Laura keliling untuk melihat tempat-tempat wisata. Kevin tak segan-segan mengeluarkan banyak uang membeli Laura baju, sepatu dan tas brand ternama. Saat mereka sampai dihotel Kevin langsung tertidur karena kelelahan.


Sudah dua belas hari mereka menikah, tapi saat saat ini mereka belum pernah melakukan hubungan intim. Ini membuat Laura frustasi, dia berpikir kalau Dia tidak menarik makanya Kevin sama sekali tidak berniat menyentuhnya. Karena cara halus tidak berhasil, akhirnya Laura memberanikan diri untuk memulainya lebih dulu.


Laura bertekad kalau hari ini dia harus melakukannya dengan Kevin. Begitu bangun Laura langsung mandi, tidak seperti biasanya dia sudah rapi saat Kevin bangun. Laura sengaja mengunakan Lingerie. Pagi ini Dia ingin memikat suaminya.


Kevin yang baru saja terbangun terbelalak melihat tubuh indah istrinya dibalut lingerie hitam yang seksi. Lekuk tubuh Laura terlihat jelas. Kevin sempat menelan ludah beberapa kali saat melihat belahan dada istrinya terekspos jelas karena hanya tertutup sebagian.


Laura tersenyum, dia bahagia karena berhasil membakar birahi suaminya. Kesempatan ini tidak ingin disia-siakan oleh Laura. Dia berjalan mendekati Kevin yang tak berkedip sama sekali menatap kearahnya.

__ADS_1


__ADS_2