
Tubuh Tiara bergetar ketika Algi menceritakan kisah itu. Kisah yang ia Vina untuk kubur dan tidak ingin ia ingat lagi.
Tiara menggeleng dengan tanahnya memegang erat tangan Algi. ''Enggak! Nggak! Aku nggak mau!''
Deg!
Deg!
Algi memeluk Tiara dengan erat. ''Tenag sayang.. ini Abang! Kamu aman kok ada Abang! Abang rela lakuin apapun asalkan kamu selamat!''
Deg!
Deg!
Tubuh yang bergetar itu tersentak. Ucapan yang sama saat ia di selamatkan oleh pemuda kecil sebaya dirinya dulu. Tiara mencoba meyakini jika itu adalah dia. Seseorang yang sangat ingin ia temui sedari dulu.
Bahkan ia pernah berdoa ingin dinikahi oleh orang yang telah menyelamatkan nya. ''Hei gadis kecil!''
Deg!
Lagi, suara halus itu menggema di telinga Tiara. ''Gadis kecil yang jelek!'' lagi.
Seruan itu terdengar kembali. Tiara masih mencoba membuka matanya. Takut. Takut seperti dulu. Ketika ia membuka matanya terlihat bocah kecil itu sudah di lecehkan.
Tiara menangis terisak. ''Enggak! Kalian jahat! Apa salahnya pada kalian?! Lakukan saja padaku!'' seru nya masih dalam pelukan Algi.
Algi yang tau kalau Tiara mengingat kejadian masa lalu, ia semakin erat memeluk tubuh itu yang masih bergetar.
''Ssstt .. tenanglah. Aku tidak apa-apa. Kamu tenang ya?'' terdengar lagi suara halus itu di telinga Tiara.
Tiara semakin erat memeluk tubuh Algi. ''Nggak akan! Mereka jahat sama kita! Tadi aku pun ingin di lecehkan oleh mereka! Tapi aku menolak! Makanya aku disiksa seperti ini! Hiks.. jangan lakukan itu padanya! Penjahat!!!!'' pekik Tiara semakin tidak karuan di dalam pelukan Algi.
Ia meronta-ronta. Tetapi Algi menahannya. ''Nama kamu siapa?? Arrgghhttt.. Mamiiii... Papiiiiii.. sakiiiiiittt.....!!!'' pekik suara itu saat sesuatu menyentuh tempat pembuangan air besar nya.
Tiara semakin meronta-ronta. ''Tidaaaaaaaaaaaakkkkk... jangan lakukan itu padanyaaaaa!! Lakukan padaku sajaaaaaa... aaaaa... Ibuuuuu... Bapaaaakkkkk...'' pekik Tiara di dalam pelukan Algi.
__ADS_1
Kinara dan Mami Alisa yang memang ingin ke kamar Algi dibuat kaget dengan suara lengkingan Tiara yang begitu kuat.
''Allahu Akbar!! Sakiiiiiittt!! Jangan an*s abaaaangg!!! aaarrrggtt... Mamiiii.... Papiiiiii...''
Tiara semakin meronta-ronta tidak jelas. Tubuh itu semakin kuat tenaganya. Algi kewalahan.
''Buka!!!! Algi!!! Buka pintunya nak!!!'' panggil Mami Alisa pada Algi dengan cara menggedor-gedor pintu kamar mereka.
''Buka Abang!!! Ada apa sama kak Tiara?! Papiiiiii!!!'' pekik Kinara lumayan kuat.
Hingga Mami Alisa menutup kedua telinganya. Papi Gilang yang baru saja buang air besar pun terkejut. Ia berlari sambil menarik celana nya yang belum ia pakai seluruhnya.
''Ada apa?!'' tanya nya dengan terkejut.
Tangan itu masih mencoba menarik resleting celana jeans nya yang tiba-tiba saja nyangkut tidak mau naik ke atas. Hingga terlihat lah burung perkutut milik sang Papi dimat Mami Alisa.
Mami Alisa menepuk keningnya. ''Berbalik!''
Papi Gilang kebingungan. ''Berbalik??'' ulangnya.
''Arrrgggghhttt.. sayang! Sakit ih!''
Mami Alisa mendengus. ''Salah siapa coba?! Di pakai dulu celana kamu. Baru kamu kesini! Gimana sih?!'' kesal Mami Alisa pada Papi Gilang. Kinara terkekeh, karena sekilas melihat kemana tangan Sang Mami tadi.
Baru ia paham, apa maksud sang Mami yang menyuruh Papi Gilang untuk berbalik. Dasar Papi Gilang. Ia yang terkejut, Sampai lupa kalau burung perkutut nya itu keluar sedikit.
Kalau ada Lana pastilah habis sang Papi di ledekin olehnya. 🤣🤣
''Aarrgghhttt... enggaaaakkk!!! Jangaaaannn!!!''
''Astaghfirullah! Itu Tiara kenapa?? Kunci? Kunci mana kunci??'' tanya Papi Gilang pada Mami Alisa. Ia berulang kali menekan handle pintu kamar Algi. Tetapi tetap tidak terbuka.
Wanita paruh baya itu menepuk keningnya lagi. ''Ambilkan Dek. Ada di lemari Mami bagian atas. Ayo!''
''Baik,'' jawab Kinara.
__ADS_1
Ia segera masuk ke kamar sang Mami dan mengambil kunci yang dikatakan Mami Alisa tadi. Sedangkan kedua orang itu sibuk menggedor-gedor pintu kamar Algi yang tidak mau terbuka sedikitpun.
''Ini Mi!'' Kinara memberikan kunci cadangan itu pada Mami Alisa.
Dengan segera ia membuka pintu kamar itu dan betapa terkejutnya mereka melihat Algi dan Kinara yang kini tengah bergelut diatas ranjang dengan Tiara berada di atas Algi.
Papi Gilang melongo begitu juga dengan Kinara. Tapi tidak dengan Mami Alisa. Ia mendekati Algi dan..
''Berhenti Mami!! Tiara dalam keadaan yang tidak baik. Semua ini karena masa lalunya itu sama seperti Abang! Kamu ingat nggak dek, siapa gadis kecil yang pernah Abang bilang dulu sama kamu??''
Kinara mendekat. ''Siapa Bang??'' tanya Kinara begitu ngeri melihat Tiara yang sedang mencoba mencekik Algi dengan mata terpejam.
''Tiara...'' lirih Algi dengan mata terpejam saat Tiara berhasil mencekik leher nya.
''Na-nama ku.. uhuk.. Al-algiandra.. pa-panggil sa-saja.. Al uhuk.. uhuk.. Algi!''
Deg!
''Uhuk.. uhuk.. uhuk.. uhuk..''
''Bang Algi!'' seru Tiara begitu terkejut.
Algi tersenyum. Ia memeluk erat tubuh Tiara. Sedang Tiara mematung di pelukan hangat Algi.
''Ja-jadi.. yang no-nolongin a-aku du-dulu i-itu.. ka-kamu Ba-bang Algi????''
''Ya, aku! Algiandra Putra Bhaskara! Seseorang yang pernah menyelamatkan mu dari seorang pria dewasa yang mencoba ingin melecehkan kita berdua tetapi tetap di lecehkan olehnya!''
Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr...
''Apa?!?''
💕💕💕💕
Maaf ye jarang update, othor lagi fokus sama karya othor yang satu lagi. Akun othor usahain update nya rutin.
__ADS_1