
Sore harinya.
Setelah tadi pagi ada sedikit drama yang membuat heboh seluruh kantor karena sekretaris yang mereka tau itu merupakan istri sah dari direktur mereka, Kini sepasang suami istri sednag keluar dengan bergandengan bersama untuk mnuju ke kediaman Tiara.
Rumah diaman selama ini Tiara membeesarkan ketiga anaknya. Ya. Algi memiliki tiga orang anak dengan Tiara. Dua laki-laki dan satu perempuan.
Sama seperti Kinara yang saat ini masih sendiri walau sudah lima tahun berlalu.
Mengingat Kinara, tiara menjadi sakit sendiri. Sesakit-sakit dirnya jauh dari Algi, tetapi lebih sakit Kinara yang higga saat ini keeradaan sang suami tidak di ketahui oleh siapa pun.
Bahkan orang-orang Papi Gilang pun tidak mampu untuk mencari nya maka dari itu, semua orang memutuskan jika suami KInara yang bernama Ali jaber Al Bashri itu sudah tewas sejak lima tahun yang lalu.
Tewas di saat sedang bertugas. Betapa miris nasibnya. Masih mendingan Tiara. Walaupun ia terpisah dari ayah anak-anaknya, ia masih bisa melihat wajah tampan itu dari status wa nya saja.
Tiara sangat bersyukur sekaligus bisa merasakan kepahitan Kinara. Mereka sudah pernah bertemu di Medan dulu.
Dan juga sempat menukar nomor ponsel agar mereka bisa saling memberi kabar tentang keadaan di Medan dan di Bandung saa.
Contohnya tadi pagi. Kinara mengirim pesan padanya, bahwa Algi akan datang ke Bandung dan menjemputnya untuk pulang ke Medan dan membawa serta si kembar Triple A yang saat ini sednag menunggu mereka berdua di halaman rumah nya.
Ya, Tiara dan Algi sudah tiba dihadapan rumah berlantai dua milik Mami tiara yang sudah berpulang saat melahirkan Tiara dulunya.
Tiara lebih banyak melamun saat Algi bercerita tentang Kinara padanya. Maka dari itu, tiara tidak sadar jika saat ini mereka sudah tiba dihalaman umah milik Tiara.
__ADS_1
Dimana di halaman yang asri ada pohon mangga nya itu ada tiga orang anak kecil sedang bermain ayunan bersama pengasuh mereka yang berjumlah tiga orang itu.
"Turun sayang, Cup!"
"Eh?" Tiara terkejut saat Algi mengecup keningnya.
Ia mengerjab-ngerjab lucu yang membuat Algi semakin gemas saja saat ini.
"Turun mami Tiara. Anak-anak kita udah pada nunggu loh.. Lihat tuh si cantikku! Udah berdiri dengan berkacak pinggang aja disana? Dikira Mami nya ini pulang sama Papi baru kali ya?" celutuk Algi sambil tertawa yang disambut kekehan oleh Tiara karena baru sadar saat melihat si cantik putri mereka itu sedang menatap mereka yang saat ini berada di dalam mobil dengan tatapan tajamnya.
Sangat mirip dengan Algi.
Tiara terkekeh dan menggelengkan kepalanya. Tiara turun terlebih dahulu. Algi sebentar lagi. Ia ingin mendengar apa kata putrinya itu kepada Tiara tentang mobil yang terparkir di hadapan rumah mereka.
Tiara tersenyum melihat putrnya menatapnya dengan tajam. Wajah yang sangat mirip dengan sang Papi.
"Assalamu'alaikum sayang-,"
"Sebentar Mami!" potong nya membuat Algi dan Tiara membulatkan matanya. "Mobil siapa itu? Jangan bilang, kalau Mami pulang dengan calon papi baru kami?" ucapnya pada Tiara yang kini menganga mendengar ucapan putri keduanya itu.
Sementara Algi sudah tertawa terbahak-bahak di dalam mobil sana yang hanya berjarak tujuh meter saja dari pintu halaman rumah Tiara yang berlantai dua dan begitu asri itu.
"Mami?? Jangan bilang jika itu benar? Kakak nggak mau ya punya papi baru selain papi Algi?kakak kan udah bilang sama mami? Jangan mengganti papi kami dengan papi yang baru. Karena kami bertiga tidak akan menerimanya!" ketusnya lagi.
__ADS_1
Tiara tidak bisa berbicara. Mulutnya masih menganga mendengar celotehan putri keduanya yang sebenarnya itu salah dan tidak benar sama sekali.
Algi yang sudah tidak tahan ingin memeluk putrinya itu segera keluar dari mobil masih menggenkan jas kantornya.
Bibir itu tidak putus untuk menyunggingkan senyum saat mendengar ucapan putri keduanya itu.
Tap.
Tap.
Suara telapak kaki di tanah itu mengalihkan semua pandangan ketiga anaknya yang saat ini sudah berkumpul disana dengan menatap sang mami dengan tajam.
Ketiga mata itu membulat sempurna saat melihat jika sang papi sedang tersenyum teduh pada mereka bertiga.
Tak ada yang bersuara. Tetapi mata itu berkedip-kedip lucu saat melihat sosok tampan berkumis tipis sama seperti yang sering mereka lihat di kamar serta di ponsel sang mami.
"Papi?? Papi Algiandra? Papi kita??" ucap putri kedua Algi dengan mulut masih menganga.
Tiara tertawa. Begitu pun dengan Algi.
"Ya, sayang. Ini papi. Papi Algiandra. Papi kalian bertiga!"
"Huaaaa.... papi!!!!!!"
__ADS_1