
Kevin menarik tubuh Laura hingga jatuh dipelukannya. Jantung Kevin berdetak kencang, dia mulai tidak bisa mengendalikan dirinya. Kevin menatap wajah istrinya dengan intens. Jari tangannya kini mulai membelai wajah Laura. Tak menunggu lama Kevin mulai mencium bibir Laura.
Laura tak ingin menyia-yiakan kesempatan ini. Dia bertekad menaklukan suaminya sebelum pulang ke tanah air. Ciuman yang awalnya lembut dan manis sudah berubah menjadi panas. Laura dan Kevin bergelumul satu sama lain.
Laura yang terkejut tiba-tiba Kevin menghentikan permainannya. Kevin berdiri membiarkan Laura yang tergeletak diatas kasur.
"Maaf.. kan.. aku.. Sayang" Kevin membalikkan badannya sambil berusaha mengatur nafasnya.
"Minta maaf untuk apa?" Laura bingung melihat perubahan sikap Kevin.
"Maafkan aku" Kevin masuk kekamar mandi meninggalkan Laura dalam keadaan bingung.
"Mas!" Laura bangkit hendak menyusul Kevin. "Mas.." diketuknya pintu kamar mandi karena dikunci Kevin dari dalam.
"Maafkan Mas.. Sayang" Kevin menjawab Laura tanpa membukakan pintu.
"Tapi untuk apa Mas minta maaf"
"Tolong jangan sekarang.. beri Mas waktu"
Sebenarnya Laura kecewa, tapi dia tidak mungkin memaksa Kevin untuk melakukannya. Sebagai istri Laura harus menurut apa kata suaminya.
Begitu pulang ke dari bulan madu mereka langsung tinggal dirumah yang sudah disiapkan Kevin sebelum mereka menikah. Sebuah rumah mewah dikawasan elit di Ibukota.
Laura tidak mengharapkan semua ini dari Kevin, karena baginya cinta Kevin lebih dari cukup untuknya. Tak ada satupun yang kurang dalam kehidupan Laura saat ini. Kevin sangat memperlakukannya dengan baik bak seorang putri. Kasih sayang dan materi yang diberikan Kevin begitu berlimpah. Tapi ini tidak sepenuhnya membuat Laura bahagia. Karena sejak dua bulan mereka menikah belum pernah sekalipun melakukan hubungan suami istri.
Awalnya Laura bisa memaklumi Kevin, tapi akhir-akhir ini dia merasa ada yang salah dalam dirinya sehingga suaminya enggan menggaulinya.
Laura berbaring diranjang sambil menunggu Kevin keluar dari kamar mandi. Dia merasa gelisah karena Kevin belum juga keluar dari kamar mandi. Laura ingin bicara dari hati ke hati dengan Suaminya.
Seperti biasa begitu keluar dari kamar mandi Kevin berbaring disamping Laura lalu mengecup kening Laura dan mengucapkan selamat malam.
Laura bergeser mendekati Kevin, kepalanya diletakan dilengan Kevin.
__ADS_1
Kevin tersenyum membelai rambut Laura lalu mengecup keningnya.
"Mas.." Laura mengumpulkan kekuatannya untuk memulai pembicaraannya. Dia tidak ingin Kevin tersinggung.
"Iya Sayang" Kevin merangkul Laura.
"Boleh aku bicara" tanya Laura hati-hati.
Ekspresi Kevin sempat berubah saat mendengar itu. Tapi dia berusaha menutupinya. "Kenapa harus tanya, ngomong saja langsung"
"Kenapa Mas ngak mau menyentuh aku?"
Dada Kevin rasanya sesak saat mendengar kata-kata itu keluar dari mulut Laura.
"Aku tidak menarik ya? sehingga Mas ngak mau menyentuhku?" mata Laura mulai panas karena menahan tangis. Berat dia mengatakan ini pada suaminya, karena takut menerima kenyataan kalau dirinya tidak menarik sehingga suaminya enggan menyentuhnya. Tapi Laura ingin menyelesaikan masalah ini agar dia bisa memperbaikinya.
"Siapa bilang istri ngak menarik?" Kevin berusaha tenang menjawab pertanyaan istrinya. "Kamu itu cantik, seksi dan terlebih lagi kamu itu baik" Kevin mengecup bibir Laura.
Kevin merasa tertampar saat mendengar kata-kata Laura. Dadanya sakit melihat istrinya merasa bersalah karena dia tidak memberikan apa yang seharusnya dia berikan.
"Kalau ada yang kurang dariku Mas katakan saja, aku pasti akan berubah. Mas mau aku gimana?" Laura frustasi melihat Kevin diam tak menjawab satupun perkataannya. "Mas! aku bersedia melakukan apapun itu agar bisa membuat Mas.."
Kevin mencium Laura untuk.menghentikannya. Tapi Laura menolak karena dia ingin menyelesaikan masalah mereka malam ini juga.
Kevin terkejut melihat Laura menghindari ciumannya. "Sayang.."
"Maafkan aku Mas, tapi aku ingin menyelesaikan masalah ini sekarang. Aku bersedia melakukan apapun agar bisa membangkitkan gairah Mas.."
"Sayang.." Kevin memotong pembicaraan Laura. "Kamu tidak perlu melakukan apapun. Aku mencintai kamu apa adanya, jadi kamu jangan pernah berpikir kalau kamu tidak menarik."
"Tapi Mas tidak menyentuhku sama sekali!" Laura tidak dapat membendung air matanya lagi.
"Sayang.." Kevin memeluk Laura untuk menenangkannya, walau sebenarnya dialah yang paling gelisah saat ini. "Siapa bilang Mas tidak menyentuh kamu saat ini. Hampir setiap saat Mas selalu memeluk dan mencium kamu"
__ADS_1
Laura melepaskan diri dari pelukan Kevin. "Aku istri Mas.. Aku ingin menjalankan tugasku sebagai istri"
Kevin bingung harus ngomong apa tentang masalah ini, tapi dia berusaha tenang untuk agar Laura tidak terluka. "Sayang.. Mas tidak ingin terburu-buru melakukannya. Mas ingin kita perlahan menjalani hubungan ini agar kita tidak ada penyesalan dikemudian hari.."
"Mas menyesal menikahi aku" Air mata Laura meluncur deras saat mendengar itu.
Kevin memeluk Laura. "Sayang.. kamu salah justru Mas sangat beruntung memiliki kamu. kamu itu wanita terbaik yang pernah Mas kenal".
"Tadi Mas bilang takut menyesal"
"Maaf Mas salah.. maksud Mas.." Kevin bingung harus ngomong apa.
Laura menatap Kevin untuk mengetahui alasan suaminya tidak ingin melakukan hubungan intim dengannya.
"Mas mau kita perlahan menjalani rumah tangga ini, tidak perlu terburu-buru melakukannya"
"Lalu mengapa kita tidak pacaran saja? kenapa Mas menikahiku kalau tidak menginginkanku.."
"Siapa bilang Mas tidak menginginkan kamu" Kevin memotong pembicaraan Laura. "Mas menikahi kamu karena Mas takut kehilangan kamu" Kevin mencubit hidung Laura. "Sayang masih muda tidak perlu terburu-buru punya anak. Mas mau kita saling mencintai untuk waktu yang lama. Makanya tidak mau terburu-buru".
"Lalu tujuan Mas menikahiku apa?"
"Mas tidak ingin kehilangan kamu, Mas ingin selalu didekat kamu seperti sekarang ini. Kalau kita pacaran memangnya boleh sama Bunda kamu tidur dalam pelukan Mas?" Kevin berusaha menggoda Laura.
"Tapi sampai kapan?"
"Jangan tanyakan waktunya, biarkan ini berjalan mengikuti alurnya. Toh kalau sudah saatnya kita pasti melakukannya". Kevin mendekap Laura. "Mas ngantuk kita tidur sekarang ya" setelah mengecup kening Laura dia memejamkan matanya.
Sebenarnya Laura tidak bisa menerima alasan Kevin sepenuhnya. Laura tidak mengerti apa yang ada didalam pikiran suaminya hingga menunda untuk melakukan hubungan intim dengannya. Kalau toh Kevin belum ingin punya anak, mereka bisa menundanya. Kan banyak cara agar Laura tidak hamil, bukan dengan cara tidak melakukannya.
Biasa laki-laki lebih menginginkan melakukannya bahkan mereka biasanya merayu pacarnya agar melakukannya. Laura merasa dialah yang salah, karena dia tahu Kevin memiliki beberapa pacar sekaligus sebelum akhirnya berpacaran dengannya.
Tapi dia tidak mungkin memaksa Kevin untuk melakukannya. Dia hanya bisa berharap rumah tangganya baik-baik saja dan mereka bisa menjalaninya seperti layaknya suami istri yang lain
__ADS_1