
Hari ini Algi begitu malas bangun tidur. Mata nya sedari sholat subuh tidak bisa di buka. Algi kembali tidur setelah sholat subuh tadi. Hal yang tidak biasa ia lakukan selama ini.
Algi merupakan pemuda yang rajin dan taat dalam kebersihan tubuh dan juga dalam hal beribadah.
Mami Alisa sampai menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Algi yang menurutnya aneh pada hari ini.
"Bangun nak. Udah siang loh.. Kamu 'kan ada kuliah pagi ini?" tanya Mami Alisa pada Algi yang kini masih bergelung dalam selimut
Bahkan tidur nya pun sampai mendengkur dan mulut menganga. Mami Alisa terkekeh melihat itu.
"Sayang.. Bangun Nak. Mami kok jadi aneh ya lihat kamu? Kok yang kayak orang ngidam aja sih? Eh? Apa jangan-jangan..."
"Hem.. Nyan nyam zzzzttrrhhzttz..." jawab Algi
Mami Alisa melongo mendengar nya. Papi Gilang yang baru saja masuk pun tertawa. "Ngomong apa anak kamu, sayang?" katanya sambil tertawa dan mendekati Algi yang kini masih mendengkur.
"Entahlah. Mami pun tak tau Pi? Abang aneh deh, yang kayak orang ngidam bukan sih si Abang?"
Papi Gilang terkekeh kecil. Sementara Algi masih saja mendengkur dan sesekali mengigau memanggil Tiara dan mengucapkan suatu kata darii mulutnya.
"Tiara.. Lapar.. Mau makan.. Hem... Srrruuupp.. Zzrrtthhrrttthhtt..nyam.. nyam..." Lagi, Algi mengigau
Kedua paruh baya itu melongo lagi mendengar Algi yang sedang mengingau meminta makan pada Tiara yang entah dimana.
__ADS_1
Mereka berdua tertawa, membuat Algi dengan terpaksa membuka matan nya walau sedikit kesal. "Ck. Mami.. Papi.. Jangan ganggu ih! Abang ngantuk loh.. Hemm.. Mana Abang ingin banget makan kepiting saus tiram.. Hemm.. Nyam.. Nyam.. Enaaakk.. Hheeerrrrggghhttt..." Algi kembali mendengkur setelah mengatakan keinginannya.
Yang semakin membuat kedua paruh baya itu tidak untuk tidak tertawa. Karena tidak ingin menganggu Algi yang sedang ingin tidur tidak seperti biasanya, mereka berdua turun ke bawah.
Mereka berdua sudah tidak tahan dengan kelakuan Algi yang menurut mereka aneh.
"Haahhaha.. Kamu dengar kan sayang? Abang ingin makan apa tadi kata nya? Buatkan. Jadi.. Pada saat ia bangun nanti ia akan makan keinginan nya itu."
Mami Alisa tertawa, "Tentu sayang. Akan aku buatkan! Ayo, temani aku dulu ke pasar untuk beli kepiting dipasar!" ucap Mami Alisa pada Papi Gilang dan diangguki oleh pria matang yang masih terlihat tampan itu.
Bahkan pesona nya selalu menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum hawa yang seumuran dengannya. Tak jarang, jika Mami Alisa sering cemburu.
Tapi sang pawang, bisa menangani ratu di hatinya itu. Hanya dengan sedikit godaan, wanita paruh baya itu sudah tersipu malu oleh kelakuan suami muda nya.
Tetapi sebelum itu, Mami Alisa sengaja mampir ke kamar Algi untuk melihat putra bungsunya itu. Apakah sudah bangun atau belum.
Ternyata.. Malah mereka dibuat tertawa dengan kelakuan Algi itu yang saat ini sedang terlelap tetapi sangat ingin makan kepiting saus tiram.
Mereka berdua pun segera menuju ke pasar meninggalkan Algi yang kini semakin terlelap di dalam balutan selimut hangat nya.
Satu jam kemudian.
Kedua oarng yang saling mencintai itu baru saja pulang dari pasar. Mereka langsung saja menuju ke dapur untuk memasak keinginan Algi itu.
__ADS_1
Tangan cekatan Mami Alisa dengan cepat membersihkan kepiting itu dibantu oleh Papi Gilang.
Mbok Mi tersenyum melihat itu. Beliau pun ikut membantu sedikit untuk mengupas bawang dan bumbu yang lainnya.
Bau harum dari tumisan bumbu Mami Alisa membuat Algi dengan sekejab membuka matanya.
Dengan segera ia keluar dari kamar nya dan berlari turun dari tangga. Tiba dibelakang kedua orang tua itu yang terlihat sedang berpelukan itu sambil tertawa bersama membuat Algi tersenyum dengan lebar.
"Awas ih! jangan di comot dulu Gilang!!" seru Mami Alisa dengan kesekian kalinya.
Tetapi Papi Gilang menulikan telinga nya, ia tetap sengaja mengambil saus tiram itu dengan sendok yang ada di tangan nya saat ini.
Berulang kali Mami Alisa menepuk tangan Papi Gilang dan membuat Papi Gilang tertawa dan mengecup pipi sang istri untuk menggoda nya.
"Mami??? Udah masak kah kepiting saus tiram nya?" tanya Algi membuat kedua orang tua itu terkejut.
Sontak saja kedua nya menoleh ke belakang mereka. Disana terlihat, Algi sedang tersenyum lebar pada mereka berdua.
"Sudah, ayo cuci muka dulu. Baru kamu makan!" Jawab Mami Alisa dengan segera mematikan kompor dan mengambil mangkuk untuk ia hidangkan di meja.
Untuk makan siang mereka berempat. Algi begitu semangat makan kepiting saus tiram itu hingga tidak bersisa sedikit pun.
Kedua orang itu hanya bisa tertegun melihat tingkah Algi yang sangat luar biasa anehnya.
__ADS_1