Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Akad ulang


__ADS_3

"Betul yang Algi katakan. Mereka memang harus di umumkan secara langsung. Selama ini begitu banyak yang bertanya sama Papi tentang status adik kalian ini. Maka dari itu kami sepakat akan mengadakan akad ulang sekaligus resepsi pernikahan kalian yang dulunya tidak terjadi dan sekarang akan segera kami wujudkan!"


"Abang setuju!" timpal Lana yang baru saja tiba dari menyusul Malda, dan si kembar Malik dan Zia dari sekolah mereka.


Ke empat anak iu langsung masuk setelah membuka sepatu mereka. "Tuh, Abang aja setuju. Lalu apalagi yang menjadi masalahnya. Acara itu akan diadakan besok. Karena persiapannya sudah rampung hingga seratus persen! Kamu harus dihias malam ini sayang." katanya pada tiara yang kini menganga melihat Algi dansemua saudara saumainya itu.


"Betul itu. Malam ini kamu harus memakai henna. Mami sudah memanggil orangnya. Itu mereka!" tunjuk Mami Alisa pada ketiga orang yanag akan mengurus Taira sebentar lagi.


Tiara pasrah.


Ternyata semua persiapan itu sudah dipersiapakn oleh sang suami untuknya sedari dulu.


"Ya udah deh.. Aku ikut aja mah." ucap Tiara dan disambut gelak tawa dari mereka semua.


Tiara bangkit dan ikuti oleh penata riasnya itu menuju ke kamar Algi. Malam ini si kembar akan tidur bersama Oma dan Opa nya.


Tiara yang sudahberganti pakaian pun segera dihias tangannya dengan henna yang sudah Mami Alisa siapkan.


Mami Alisa tersenyum saat tangan dan kaki Tiara yang sudah dihias sangat cantik.


Jangan tanya, Tiara capek atau tidak. Jawaban nya pasti iya. Tetapi demi menyenagkan hati kedua orang tua dan juga suaminya yang sudah mengurus acara resepsi mereka, Tiara tidak mungkin bisa menolaknya.


Ia tetap harus sabar dan pasrah. Toh, semua itu untuk diriya dan juga masa depan pernikahanya.


Keesokan Paginya.


Karena acara akad ulang sekaligus resepsi mereka sudah di tetapkan, sedari subuh kediaman Mami Alisa dan Papi Gilang sudah sangat sibuk.


Algi, Papi Gilang dan Pak Jaka saat sudah lebih dahulu pergi ke tempat acara.

__ADS_1


Sedangkan Tiara dan yang lainnya sedang bersiap-siap termasuk triple A. Mereka lah yang begitu antusias saat mengetahui jika kedua orang tuanya akan mengadakan pesta.


Saat ini Tiara sedang dirias. Dengan memakai baju kebaya putih tulang terusan seperti gamis yang sudah dijahit khusus untuknya, kini ia begitu tampil cantik dan anggun dengan singer dan bunga melati menghiasi kepalanya yang sudah tertutup hijab.


Semua orang langsung menunju hotel Papi Gilang. Hanya tersisa pengantin wanitanya saja yang sebentar lagi akan dijemput oleh Tama dan Annisa untuk membawa mereka ke hotel.


"Sudah siap?" tanya mami Alisa


"Sudah, ayo! Akadnya sebentar lagi. Kakak udah sampai kan MI?" jawab Kinara sekligus bertanya tentang Annisa.


"Sudah, ayo kita turun!" katanya.


Dengan segera mereka turun dan menuju ke mobil Tama yang sudah menunggu mereka.


Mereka pun berangkat bersama menggunakan dua mobil. Yang disupiri oleh Tama dan Kinara.


Lima belas kemudian, mereka tiba dihotel Papi Gilang. Dimana para tamu sudah sangat ramai. Mereka di tuntun masuk untuk menuju ruangan lain karena saat ini Algi akan mengucapkan ijab Qobul sekali lagi.


Algi mengangguk.


"Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Saudara Algiandra Putra Bhaskara!"


"Saya Pak!"


"Saya Nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putria Kandungku Mutiara Halim Kusuma binti Jaka Samsudin dengan mas kawin seperangkat alat sholat, satu buah mushaf Al Qur'an dan perhiasan emas dibayar tunai!"


"Saya terima nikah dan kawinnya Mutiara Halim Kususma untuk saya dengan mas kawim seperangkat alat sholat, satu buah mushaf Al Qur'an dan perhiasan emas di bayar tunai!"


Tiara mengernyitkan dahinya saat mendengar lafadz ijab yang berbeda dari sembilan tahun yang lalu.

__ADS_1


"Bagaiamana para saksi? Sah?"


"Sah!"


"Sah!"


"Alahamdulillahirabbil 'alamin barakallahu 'alaikuma fikhair wajam'a baina kuma fi khair.."


Algi mengucapkan alhmadulillah karena akad ulangnya selesai.


"Baik. Panggilkan mempelai wanitanya untuk pemasangan mahar. Kayaknya mahar dari Nak Algi untuk sang istri sangat berat ya? Hingga tidak disebutkan berapa berta perhiasannya!" kelakar Pak Penghulu hingga membuat seluruh tamu tertawa bersama.


"Ayo, Nak. Kamu harus ke depan. Suami kamu sedang menunggu!"


Tiara hanya mengangguk pasrah. Ia tetap berjalan mengikuti sang Ibu yang kini menuntunnya membawa ke tempat Algi berada.


Tiba disana, ia di dudukkan di samping Algi yang kini tersenyum lembut padanya.


Algi segera berbalik dan memakaikan maharnya kepada Tiara memebuat Tiara terkejut bukan main.


Ia menatap Algi dengan mata berkaca-kaca. "Sesuai dengan permintaan mu dulu sayang. Karena dulunya Abang tidak mampu. Maka sekaranglah Abang berikan. Bukankah dulu kamu sangat ingin dengan perhiasan lengkap seperti ini??"


Mata Tiara mengabur seketika.


Tes.


Tes.


"Jangan menangis.." katanya lagi.

__ADS_1


Tetapi Tiara sudah tidak bisa menahannya. Ia tersedu dihadapan Algi yang kini sedang memegang ubun-ubunnya dan membacakan doa disana untuk yang kedua kalinya setelah akad pertama kali mereka dulu.


__ADS_2