Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Keras kepala


__ADS_3

''Apakah kamu mau Mami mati dulu baru kamu menerima pertolongan kami Algiandra?!''


''Dan kemana kalian selama ini? Kenapa baru sekarang mencari ku?? Apakah kalian baru sadar kalau ada seorang anak laki-laki di dalam keluarga Bhaskara???''


Deg!


Deg!


''Algi....'' lirih Lana


Ia mendekati Algi dan memeluknya. ''Jangan pergi Dek.. Abang yang salah dalam hal ini. Abang mohon.. jangan pergi.. tetap di rumah sakit ini ya?'' bujuk Lana lagi.


Algi diam membisu di depan pintu. Jauh di lubuk hatinya ia tidak ingin seperti ini, tapi rasa yang bercokol di hati itu begitu menyiksa dirinya.


Ia kecewa. Itu saja sebenarnya. Namun, sayangnya seluruh keluarga tidak peduli dengan rasa sakit dihatinya. Tiara yang melihat Lana semakin tersedu sembari memeluk tubuhnya dengan erat menjadi tidak tega.


''Sebaiknya Abang dirawat dulu. Sembuhkan dulu dirimu. Baru setelahnya kita pikirkan apa yang sebaiknya terjadi ke depannya. Pikirkan kedua orang tua mu bang Algi. Aku tau kamu kecewa.. tapi jangan terlalu mendalaminya. Bagaimana pun mereka tetaplah Keluarga mu yang sangat menyayangimu Bang..'' Lirih Tiara dengan menatap lembut pada Algi.


Sesekali ia meringis menahan sakit. Lana yang paham langsung saja mengambil kursi roda Tiara tadi. Ia mendudukkan Tiara disana. Sementara Algi tetap berdiri di depan pintu ruang inapnya yang sudah terbuka sedikit kini Lana tutup lagi.


''Ayo.. kamu istirahat dulu ya? Jangan siksa dirimu dan istri kamu karena kebencian kamu kepada Abang. Abang minta maaf kalau selama ini begitu membuatmu terluka dan kecewa. Tapi tidak sedikitpun Abang pernah berpikir untuk merebut kasih sayang kedua orang tua kita. Mereka tetap kedua orang tua mu Dek.. Maafkan Abang yang selalu menjadi prioritas bagi kedua orang tua kita.. hiks.. jangan siksa Abang dengan cara kamu membenci Abang sayang.. jangan seperti itu.. Abang tidak akan sanggup...'' lirih Lana sembari memeluk erat tubuh kurus Algi.

__ADS_1


Tubuh Algi berguncang. ''Hiks.. tapi Selma ini, inilah yang terjadi dari kedua orang tua kita Bang! Abang selalu menjadi yang utama di dalam keluarga kita. Sementara bang Rayyan yang kedua. Sedang AKU? Aku selalu di kudi kan! Di kesamping kan bahkan tidak di pedulikan sama sekali! bahkan ketika aku menyelamatkan nyawa surgaku tetap saja mereka menyebutmu yang telah menolong mereka padahal akulah yang bertaruh nyawa demi keselamatan kalian semua! Hiks.. kalian jahat sama aku! Aku benci kalain Semua? Aku tidak ingin disini! Lebih baik aku pergi! Buat apa aku hidup jika diriku selalu tidak pernah dilihat dan yang selalu dilihat itu kamu bang Lana! Awas! aku mau keluar! Hiks.. aku mau keluar dari keluarga Bhaskara!!''


Dddduuuuaaaaarrrrrrrrr..


Semuanya gratis ada tersentak mendengar nya. ''Enggak! kamu nggak boleh ngomong gitu! Oke! Abang salah! Abang akui Abang salah! Tapi tolong jangan pergi Dek.. tubuh kamu masih sakit seperti ini.. Abang sayang kamu Dek.. sayang sekali.. apa yang harus Abang lakukan agar kamu bisa percaya sama abang lagi, hem?? Hiks..'' tanya Lana dengan beruraian air mata.


Ia tidak menyangka jika selama ini Algi begitu peka dengan keadaan. Lana menoleh pada Mami Alisa yang kini mematung melihat putra bungsunya itu. Air mata tetap beruraian di pipi tuanya.


Begitu pun Papi Gilang. Kumis tipis pemuda paruh baya yang masih tampan itu kini basah karena air mata. ''Nak...'' lirih Papi Gilang dengan bibir bergetar.


''Hiks.. Abang benci kalian semua! Abang benci! Abang muak dengan semua ini! Awas Abang! Jangan peluk aku!'' sentak Algi begitu kuat dari tubuh Lana.


Lana tidak perduli. Algi memukuli tubuh Lana hingga terdengar seperti suara pukulan yang begitu kuat. Tapi Lana tidak mau melepaskannya. Baginya, adiknya sekarang ini.


Tapi Lana tidak mau melepaskannya. Ia semakin erat memeluk tubuh Algi. Papi Gilang ingin mendekat tapi dilarang oleh Ali. ''Biarkan Pi. Biarkan Abang mengeluarkan semua beban di hatinya selama ini. Tanpa melihat pun Abang sudah tau kalau bang Algi sangat terluka karena sikap kalain selama ini.''


Algi luruh ke lantai walau masih dalam pelukan Lana. Semua yang ada disana tidak sanggup melihat keadaan Algi yang begitu terluka saat ini.


''Abang tidak pantas berbicara padamu Algi. Karena Abang orang luar disini. Tapi satu pesan Abang. Mereka mungkin bisa lupa dengan luka mu tapi mereka tidak pernah lupa dengan keberadaan mu selama ini. Abang akui kalau mereka lalai dalam mengawasi kamu. Tapi bukan berarti mereka membuang mu.. mereka semua sangat menyayangi mu. Apalagi Kinara. Taukah kamu apa yang Kinara rasakan saat ini? Saudara kembar mu merasa hancur melihatmu terluka seperti itu.. kamu segalanya bagi mereka. Tak apa jika kamu masih kecewa. Itu hal yang wajar. Tapi lihatlah semuanya. Semuanya menginginkan dirimu. Kamu keluarga besar Bhaskara bang Algi. Kamu Abang iparku. Walaupun umurku lebih tua darimu. Tapi aku ini tetap adik iparmu. Kami semua menyayangimu.. sangat menyayangi mu..'' lirih Ali dengan leher tercekat.


Setetes bulir bening pun ikut mengalir di pipinya. Algi masih tersedu di dalam pelukan Lana. Sementara Kinara kini ia duduk menyendiri di sudut sana karena bisa merasakan sakit yang sama seperti yang Algi rasakan.

__ADS_1


''Hiks.. Abang mau pergiiiii! Abang nggak mau disini! Lepas Abang! Aku bukan adikmu! Awas!!!'' sentak Algi pada Lana.


Lana tidak peduli. Ia masih erat memeluk tubuh adik kecilnya yang dulu sangat ia manjakan selain Kinara. ''Kamu adikku! Kamu tidak boleh pergi kemana pun! Tetap disini!'' tegas Lana masih dengan memeluk erat tubuh ringkih Algi.


Algi tetap meronta-ronta di pelukan Lana. ''Enggak! aku nggak mau! Aku mau pergi dari sini! Abang kan rajanya di dalam keluarga Bhaskara! Bukan aku! Siapa aku buat kalian?! Huh? Enggak! Lepaskan!!'' sentak Algi lagi pada Lana.


Dalam air mata yang beruraian Lana berdecak sebal. ''Dasar keras kepala!!''


''Abang pun sama! Keras kepala!'' balas Algi tak kalah kesal dari Lana.


Muara tertawa.


Sebenarnya mereka ini saling menyayangi. Tapi karena rasa sakit dan terluka itu membuat hubungan mereka berdua retak seperti itu.


Kinara masih tersedu di sudut sana. Ia memegangi dadanya yang begitu sesak. Algi mencari Kinara. ''Adek...'' panggilnya kala melihat Kinara yang menangis seorang diri di sudut sana.


Lana mengurai pelukannya dan melihat pada Kinara yang menagih seorang diri tanpa ada yang menemani. Algi menatap kepala pada Ali. Suami Kinara.


Ia berjalan tertatih dan mendekati Kinara. Tiba disana ia langsung saja memeluk tubuh sang adik dengan erat.


💕💕💕💕

__ADS_1


Entah kenapa othor sangat suka jika menulis cerita mereka ini. Algi dan Kinara satu kesatuan dari Papi Gilang dan Mami Alisa. Tubuh kedua orang ini menyatu dalam sakit yang mereka tanggung. Hiks..


__ADS_2