
Kehidupn terus berjalan pada porosnya. Tidak akan menunggu kita yang ketinggalan di belakang karena menunggu seseorang.
Begitupun dengan Tiara saat ini. Ia pun sudah mulai beraktivitas setelah dirinya menangisi keputusan nya yang salah karena meninggalkan Algi.
Cinta masa kecilnya.
Kini apa yang harus ia perbuat selain hanya bisa mengikuti keputusannya itu sendiri. Walau berat, Ia tetap berusaha bangkit demi kembalinya ke tempat asal nanti.
Walau nantinya kehidupan mereka yang tidak akan sama lagi. Bisa saja nanti Algi sudah menemukan pasangan hidup setelah bertahun lamanya.
Tidak menutup kemungkinan bukan? Itulah yang menjadi pemikiran Tiara selama satu bulan yang lalu.
Sampai-sampai ia sakit karena memikirkan Algi disana. Hanya karena ingin dipandang sederajat dan juga sempurna untuk mendampingi Algi, Tiara rela mengorbankan cintanya.
Hanya karena ucapan salah satu teman sekelas Algi, membuat dirinya mersa tidak pantas berada di samping sang suami tercinta.
Padahal ia sangat tau. Algi mencintainya tidak bersyarat dan juga tidak memandang siapa Tiara. Tetapi ucapan dari seseorang itu begitu membuat harga dirinya terluka sebagai seorang wanita.
Makanya ia nekad mengambil keputusan ini demi bisa bersanding layak dan sempurna bisa berdiri mendampingi Algi sebagai istrinya.
Sebenarnya, tanpa ia pergi pun Tiara bisa menjadi layak untuk menjadi istri Algiandra Putra Bhaskara.
__ADS_1
Ia tidak tau tentang Mami Alisa yang juga sama sepertinya dulu. Mungkin itulah takdir hidup mereka berdua.
Tidak bisa menyalahkan Tiara dalam hal ini. Ia hanya gadis labil yang masih gamang dalam mengambil keputusan. Dan ketika keputusan nya itu salah langkah, inilah yang terjadi.
Penyesalan.
Ia menyesal karena harus jauh dari Algi. Dia membutuhkan sosok seperti Algi yang sangat menyayanginya.
Kasih sayang seorang ayah berbeda dengan seorang pasangan hidup. Walaupan Pak Jaka tinggal bersama nya, tetapi Tiara tetap membutuh kan Algi.
Apalagi sekarang ini masa-masa sulit untuknya. Sungguh, jika Tiara boleh memilih. Ia ingin tinggal dan hidup bersama Algi apapun yang terjadi ke depan nya.
Andai ia kembali, akankah keluarga suaminya menerimanya? Sementara dirinya sudah dianggap sebagai mantan istri oleh keluarga suaminya itu.
Tiara sangat sakit saat Pak Jaka mengatakan jika dirinya sudah menjadi mantan. Sementara Algi belum lagi menjatuhkan talak padanya.
Bahkan selama dua bulan ini, nafkah lahir dari Algi selalu mengalir ke rekeningnya. Walau cuma sedikit, tetapi cukup untuk kebutuhan Tiara.
Bagaiman caranya ia bisa melupakan Algi, sedangkan Algi hingga saat ini masih mengirimi nya uang tunjangan hidup serta biaya kuliahnya?
Inilah yang semua orang tidak tau tentang Algi dan Tiara. Mereka saling terikat satu sama lain. Tetapi demi melindungi keluarga, mereka rela terluka karena pilihan mereka berdua, mereka terpaksa menutupinya.
__ADS_1
Jauh di dalam lubuk hati Algi ia sangat ingin bertemu Tiara begitu pun sebaliknya. Mereka terpaksa harus menjalani semua ini karena inilah pilihan hidup yang Tiara putuskan dua bulan yang lalu.
Dan sekarang, Tiara harus menanggung beban itu seorang diri. Tanpa ada Algi disampingnya sama sekali.
Pak Jaka mengampiri Tiara yang kini duduk termenung di jendela kamarnya. "Nak?"
Tiara menoleh dan tersenyum, "Iya pak? Bapak butuh sesuatu?" tanya Tiara kepada Pak Jaka yang kini sudah duduk disamping Tiara
"Jika kamu masih menginginkan Algi untuk menjadi suami mu, maka berjuanglah. Buktikan kepada mereka semua jika kamu layak dan pantas saat untuk menjadi pendampingnya. Kamu harus kuat dan mandiri. Algi pasti bangga jika memiliki istri yang mandiri seperti mu."
"Walau kamu dan Algi terpisah. Tetap saja dalam hukum agama kita kamu itu masihlah istrinya. Selagi kata talak itu tidak jatuh, maka sampai kapan pun kamu tetaplah istri sahnya,"
"Pesan bapak, jaga dirimu dengan baik. Penuhi kewajiban mu sebagai seorang istri dengan cara menjaga kehormatanmu dan suami mu. Jika ada yang bertanya padamu tentang status mu, maka katakan yang sejujurnya. Bapak akan pulang ke Medan untuk sementara karena kedua adikmu membutuhkan Bapak sebagai wali di sekolah nya. Pergunakan uang yang Algi kirim untuk kebutuhan mu sehari-hari. Bapak akan mencari pekerjaan tambahan untuk biaya kuliah mu. Hiduplah yang benar disini, hem?"
Tiara tersenyum lembut pada Pak Jaka. "Tentu, Bapak pulang lah. Ada Bibi juga kan disini? Mang Sukri juga? Udah, Bapak usah pikirkan Tiara. Urus saja kedua adikku. Tiara akan baik-baik saja disini. Percayalah, Tiara bisa jaga diri kok. Kapan Bapak pulang?"
"Hari ini. Jam dua siang nanti. Jaga diri baik-baik. Travel Bapak sudah menunggu. Ingat pesan Bapak, Nak!"
"Tentu, Pak! Bapak tenang saja!" ucapnya menenangkan Pak Jaka.
Mereka berdua pun turun ke bawah untuk mengantar Pak Jaka yang akan balik ke Medan setelah dua bulan menemani Tiara di Bandung.
__ADS_1