Cinta Tak Sempurna

Cinta Tak Sempurna
Part 5


__ADS_3

Laura terkejut Bela datang sambil menangis. Dia menceritakan kejadian yang dialaminya bersama Langit waktu malam pernikahan Laura. Bela meminta bantuan Laura untuk membujuk Langit agar mau menikahinya karena saat ini dia sedang mengandung anak Langit.


Awalnya Laura menolak karena pasti Kevin tidak setuju kalau dia bertemu dengan Langit. Karena Kevin sempat mengatakan kalau dia cemburu melihat kedekatan Laura dengan Langit. Apalagi Langit mengatakan langsung dengan Kevin Kalau dia mencintai Laura dan akan menerima Laura kembali kalau dia memutuskan untuk meninggalkan Kevin.


Tapi dia tidak tega melihat Bela memohon, selain itu dia tidak ingin Langit jadi laki-laki yang lari dari tanggung jawabnya. Biar bagaimanapun juga Langit orang yang berarti dikehidupan Laura.


💞💞💞


Hari ini Laura mengunjungi Bunda. Dia sudah minta izin ke suaminya kalau dia akan menginap dirumah Bundanya karena Kevin ada pekerjaan diluar kota.


Laura menceritakan mengenai hubungan dengan Kevin. "Apa yang salah di Ara Bun?.. hingga Mas Kevin tidak ingin melakukannya"


"Ara.." Bunda memeluk Laura untuk menenangkannya. "Tidak ada yang salah dengan kamu Nak, mungkin memang Kevin belum siap melakukannya karena selama ini dia menganggap kamu seperti adiknya".


"Tapi kami sudah berpacaran empat tahun Bun.. ngak mungkin Mas Kevin masih menganggapku seperti adiknya"


"Nak kamu itu istrinya belajarlah mengenal Kevin lebih dalam lagi, karena hanya kamu yang bisa mengetahui apa yang disuka dan tidak disuka suamimu".


"Arah sudah berusaha Bun.. tapi sepertinya Mas Kevin menahan itu saat kami hampir saja melakukannya".


"Beri dia waktu. Siapa tahu dia ada sesuatu yang mengganjal dalam pikirannya. Tapi kamu juga harus terus berusaha menjadi istri yang lebih baik lagi".


Laura mengikuti saran Bundanya, dia akan menjadi istri yang lebih baik lagi.


Laura membukakan pintu karena ada tamu, karena Bundanya sedang menerima telpon dari pelanggannya.


"Ak!.." Laura tidak menyangka kalau Langit yang datang.


"Ara.." Langit terlihat bahagia karena ternyata Laura ada disini. Dia sangat merindukannya karena sejak menikah dia tidak bisa bertemu sama sekali dengan Laura.


Memang sejak menikah Kevin membatasi ruang gerak Laura. Dia hanya kekampus atau mengunjungi Bundanya, itupun diantar oleh supir yang disediakan oleh Kevin. Kevin akan meluangkan waktu untuk menemani Laura kalau ingin ke Mall atau makan diluar.


Kevin mengganti hp beserta nomor Laura karena hpnya hilang sesaat sebelum mereka menikah. Jadi Langit sama sekali tidak memiliki akses untuk menghubungi Laura lagi.


Laura ingin menggunakan kesempatan ini untuk membujuk Langit agar mau bertanggung jawab pada Bela.


"Kapan datang?" Langit tidak ingin menutupi kalau dia sangat bahagia bisa bertemu Laura.

__ADS_1


"Tadi siang"


"Ara apa kabar? sudah lama Aak ngak ketemu kamu. Aak kangen ingin ketemu tapi Bunda melarang Aak untuk menemui Ara"


"Ak.. apa yang dikatakan Bunda benar. Aku sekarang istri Mas Kevin, jadi tidak baik kalau dilihat orang aku ketemu laki-laki lain".


"Aku ngak perduli pendapat orang lain. Mereka cuma bisa melihat dan menilai orang tanpa tahu apa yang kita inginkan dan kita rasakan".


Laura ingin membantah apa yang dikatakan Langit, tapi dia tahu ini mrmbuang waktu karena ada hal yang lebih penting untuk diselesaikan.


"Ak kubur semua tentang aku karena kita tidak mungkin bersama lagi, sekarang aku sudah menjadi istri Mas kevin. Jadi mulailah memikirkan orang lain yang harusnya Aak pikirkan"


"Aku tidak bisa melakukan apa yang kamu inginkan, hati dan cintaku milikku jadi orang lain tidak bisa menyuruhku untuk melupakan cintaku untuk kamu Ara!"


"Ak saat ini Mbak Bela lebih membutuhkan cinta Aak ketimbang aku! dia sedang mengandung anakmu!"


Langit terlihat kesal saat mendengar itu keluar dari mulut Laura. "Aku tidak mencintai Bela! Aku hanya mencintai kamu Ara. Jadi jangan paksa aku untuk bersama Bela!"


"Aak mau lepas tanggung jawab! kalau Aak tidak memikirkan Mbak Bela tolong pikirkan Anak yang dikandungan Mbak Bela!"


"Aku tidak merasa pernah melakukan itu dengan Bela! Jadi aku tidak akan bertanggung jawab atas apa yang tidak aku lakukan!"


"Cukup Ara!" Langit memotong pembicaraan Laura. "Aku tahu betul apa yang aku lakukan. Kamu tidak perlu ikut campur mengenai masalahku dengan Bela".


"Aak bukannya aku ikut campur tapi aku perduli dengan Aak. Aku ngak mau Aak jadi laki-laki brengsek yang lari dari tanggung jawabnya dan akan menyesal dikemudian hari".


"Kalau kamu perduli dengan Aak mengapa kamu meninggalkan Aak? kamu memilih menikah dengan orang lain ketimbang dengan Aak".


"Aak kita sedang membahas hubungan Aak dengan Mbak Bela. Bukan tentang aku. Saat ini aku telah menikah dengan suami yang aku cintai, jadi Aak tidak perlu buang waktu untuk menungguku karena aku tidak berpisah dengan Mas Kevin". Laura hendak meninggalkan Langit karena percuma saat ini bicara dengannya.


"Ara.." Langit meraih tangan Laura, dia tidak ingin Laura pergi.


"Lepaskan! Ak.." Laura tidak menyangka kalau Langit akan melakukan ini.


"Ada apa ini!"


Laura terkejut saat mendengar suara itu. Dia tahu betul kalau itu suara suaminya. "Mas.." Suara Laura gugup.

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan!?" Kevin menghentak tangan Langit agar melepaskan tangan istrinya.


"Aak lepas!" Laura tidak ingin Kevin dan Langit bertengkar.


"Aku tidak akan menikahi siapapun" Langit menatap Laura, dia tidak perduli kalau kevin sedang marah saat ini. "Karena aku akan menunggu kamu Ara.."


Kevin hendak memukul Langit tapi Laura menghalanginya dan langsung memeluk Kevin. "Mas sudah.." dia mencoba menenangkan suaminya.


"Sayang dia ini laki-laki brengsek!! dia berani merayu istri orang lain dihadapan suaminya!!" Kevin tidak bisa menahan amarahnya.


"Aak aku sangat mencintai suamiku! dan aku tidak akan pernah berpisah dari dia! jadi tolong lupakan aku!"


Hati Langit sangat sakit mendengar itu. "Ara kamu yakin akan tetap bersama Dia!" Langit menunjuk kearah Kevin. "Setelah kamu tahu apa yang telah dia lakukan kepadamu.."


Belum selesai Langit bicara dia terkejut karena tiba-tiba wajahnya dihantam tinju hingga dia tersengkur.


Laura terkejut melihat itu, dia langsung merangkul Kevin untuk menghalanginya. "Mas sudah.. aku mohon.." Laura ketakutan.


Langit berdiri sambil memegang bibirnya yang berdarah dia hendak membalas pukulan Kevin tapi dihalangi oleh Bunda.


"Langit sudah Nak.. jangan diteruskan lagi. Ara ajak pulang Nak Kevin" Bunda menghentikan keributan ini.


"Mas aku mohon" mata Laura berkaca-kaca. "Kita pulang sekarang"


"Ngak Sayang! aku harus memberi Dia pelajaran karena berani merayu kamu!" Kevin masih marah.


"Mas.. aku sangat mencintai kamu! apapun yang kamu lakukan aku tidak akan meninggalkan kamu" Laura ingin membuat Kevin tenang.


"Ara kamu yakin akan tetap bersamanya setelah kamu tahu apa yang dia lakukan.."


"Sudah Langit." Bunda berusaha menengangkan Langit. "Nak Kevin tolong dengarkan Bunda. Ajak istrimu pulang"


Kevin hendak memukul Langit kembali. Tapi dia tidak mungkin menolak permintaan Bunda.


"Aak apapun yang terjadi aku tidak akan meninggalkan suamiku! Aku sangat mencintai Mas Kevin dan sangat bahagia menikah dengannya. Kalau Aak masih ingin berhubungan baik denganku sebaiknya Aak lupakan aku dan nikahi Mbak Bela!" Laura tidak ingin memberi harapan pada Langit karena dia tidak akan berpisah dengan Kevin.


Langit kesal mendengar kata-kata itu. "Ara kamu sangat ingin melihat aku menikah dengan Bela?"

__ADS_1


"Iya" Laura langsung mengiyakan perkataan Langit.


__ADS_2